
***Abizar pulang Dengan kesal menancapkan gasnya dengan tinggi.
“Kurang ajar, lihat saja kau!” Teriak Abizar tak menentu “beraninya dia memalukanku depan orang banyak!”.
“Aaaaaa..... Kenapa aku harus menikah dengannya, pokoknya aku harus cepat-cepat menceraikan dia!” tukas Abizar memukul setir mobilnya.
Ingin rasanya Abizar membunuh Rayna ketika mengingat kejadian tadi, tak berapa lama handphonenya berdering. Ia lihat Jassy yang menghubunginya.
“Sayang kau dimana?” Tanya Jassy dari seberang sana.
“Beranjak pulang! Kenapa?” tanya Abizar bernada lembut.
“Kita makan siang ya sayang, di kafe biasanya!” pinta Jassy “sekaligus melihat dekorasi untuk acara nanti malam!”
“Kau dimana sekarang?” tanya Abizar.
“Di perusahaan Pramana grub, tadi aku ada pemotretan!” jawab Jassy membuat Abizar.
“nga.. ngapain kau kesana?” Tanya Abizar terkejut.
“Ada pemotretan sayang, ya sudah jemput aku sekarang ya. Aku tunggu!” jawab Jassy manja.
“Aku tidak bisa sayang! Aku lupa aku ada urusan!” jelas Abizar gugub.
“Abizar.... Kamu jahat!” teriak Jassy membuat pengawal papa Abizar terkejut.
“Tidak mungkin, itu pasti bukan tuan muda, orang bernama Abizar banyak di kota ini!” benak pengawal itu tetap berdiri di depan pintu penjaga.
“Bukan gitu sayang, aku ada urusan!” jelas Abizar gugub.
“Aku tunggu disini sayang, kalau tidak aku tidak akan pulang!” jelas Jassy manja.
“Ok... Ok kau tunggu disana!” jelas Abizar.
“Ok sayang!” jawab Jassy terlihat senang.
Pengawal papa Abizar selalu melihat arah Jassy, entah mengapa feelingnya berkata lain.
Selang 30 menit tibalah mobil sport berwarna hitam pekat di parkiran Pramana grub, Abizar turun dengan menggunakan masker serta topi warna hitam lalu turun menyelinap layaknya orang maling. Pengawal papa Abizar melihat itu, ia sangat hapal dengan nomor kendaraan Abizar.
“Ternyata dia benar tuan muda!” jelas pengawal papa Abizar.
Abizar menelepon Jassy “sayang cepat masuk mobil! Aku pakai topi didepan mu!” jelas Abizar.
Jassy melihat arah yang Abizar katakan, Jassy langsung menuju Abizar. “Sayang ngapain sih kamu berpenampilan seperti ini?” Tanya Jassy.
“Cepat masuk sayang, aku ada urusan!” jelas Abizar minta Jassy masuk mobil dengan terpaksa, sehingga Jassy masuk mobil.
“kamu apa-apaan sih sayang, aneh deh!” jelas Jassy.
“Ayo kita kemana?” tanya Abizar mengalihkan pembicaraannya.
“ke kafe biasa, besok aku berangkat loh. Kamu gak mau ajak aku jalan atau kemana kek?” jelas Jassy manja.
“Tapikan nanti malam kau ada acara spesial, kau tak boleh lelah sayang!” jawab Abizar melepaskan topi dan maskernya.
“Aku tidak lelah sayang!” jawab Jassy “ayolah sayang!” pinta Jassy menggelayuti tangan Abizar.
“iya.... Iya tapi kita kemana?” Tanya Abizar mengiyakan Jassy.
__ADS_1
“Asik..... Aku mau kita ke mall dulu lalu kita makan!” jelas Jassy.
“Ok!” jawab Abizar.
Sekitar pukul 4 sore, Rayna tiba di rumah dengan lelah, ia langsung ke dapur minum air putih.
“apa dia telah pulang Bi?” Tanya Rayna melihat arah kamar Abizar.
“Tuan muda belum pulang non!” jawab bibi menata makanan.
“Belum pulang?” benak Rayna “bukannya dia pulang lebih dulu!”.
“Ada apa non?” Tanya bibi Ati.
“tidak ada Bi, oh iya Bi nanti malam tidak usah banyak buat makan malam. Soalnya aku mau makan diluar!” jelas Rayna beranjak pergi.
“Baik non! Tapi, apakah tuan muda juga Makan diluar non?” tanya bibi.
“aku tidak tau bi!” jawab Rayna dari jauh menuju kamar.
“tapi dia kemana ya? Bukannya dia pulang lebih awal!” tanya Rayna pada dirinya sendiri. “Ahhhhh untuk apa aku memikirkan dia!” Rayna menumpas dirinya ketempat tidur.
“Nanti malam harus ke pesta, aish..... Merepotkan!” Jelas Rayna dengan kesal.
Pengawal papa Abizar menuju ruang utama, ya ruang CEO Pramana grub.
Pengawal mengetok pintu ruangan itu.
“masuk!” jelas Pramana.
pengawal pun masuk.
“Tadi saya lihat tuan muda bersama wanita lain, dan memanggil wanita itu dengan panggilan sayang!” jelas Tio dengan menundukkan kepalanya.
“Apa kau yakin itu Abizar?” tanya Pramana memegang dagunya.
“Iya tuan besar, awalnya tuan muda memakai topi serta masker agar tak di kenali. Tapi aku melihat flat mobilnya!” jawab Tio pengawal papa Abizar.
“Siapa wanita itu?” tanya Pramana.
“saya juga tidak tahu Tuan!” Jawab Tio.
“cari tahu siapa wanita itu, aku tunggu nanti malam!” pinta Pramana.
“Baik tuan!” jawab Tio beranjak Pergi.
“anak kurang ajar!” jelas Pramana memegang dagunya dengan kesal.
Abizar dan Jassy bersenang membeli baju yang paling mewah lalu ke tempat hiburan hingga pukul 6 malam, tanpa pulang Abizar langsung ke apartemen Jassy agar mengganti baju untuk acara Jassy.
“Sayang, kamu janji ya selama aku ke luar negeri kamu gak boleh berpaling ke wanita lain!” jelas Jassy memasang dasi Abizar.
“Tenang sayang, aku tidak akan berpaling pada wanita secantik kamu!” jelas Abizar tersenyum memandang Jassy.
“Awas ingkar, jika kamu ingkar aku akan bunuh diri!” jelas Jassy manja.
“itu tidak mungkin sayang, kau dan aku telah ditakdirkan bersama. Aku akan usahakan kita akan bersama!” jelas Abizar memeluk Jassy.
“aku pasti merindukanmu!” jelas Jassy membalas pelukan Abizar.
__ADS_1
Malam itu Rayna telah bersiap untuk menemani Gavin ke acara ulang tahun klien Papanya, Rayna menggunakan gaun berwarna biru dongker sepaha, ia rias wajahnya dengan secantik mungkin membuat wajahnya khas seperti wanita jerman tak lupa ia memakai high heels selaras dengan bajunya,
Gavin telah menunggu Rayna tidak jauh dari kampus,
“Andai kau tauh Ray, bagaimana perasaan ku?” tanya Gavin melihat fotonya dan foto Rayna ketika SMA. “semoga kau dan aku bisa bersama untuk selamanya!”
“Tok.....tok...tok...” Rayna mengetok pintu mobil Gavin membuat Gavin dasar dari lamunannya.
“lama banget sih !” jelas Rayna dingin.
“Ma....” Gavin tertegun melihat Rayna yang sangat cantik baginya.
“Apa?” tanya Rayna.
“kau sangat cantik, aku menyukainya!” jelas Gavin tanpa sadar dengan apa yang ia katakan.
“Bodoh!” jelas Rayna menokok kepala Gavin “ayo jalan!”
“Ma...maaf Ray, ayo kita berangkat!” jelas Gavin menghidupkan mesin mobilnya.
Sekitar pukul 8 malam, tamu undangan telah banyak datang membuat Jassy begitu senang,
“Rame ya Jas, kau tunggu sebentar anak om pasti datang!” jelas Bram sebagai produser Entertainment tempat Jassy bekerja.
“Iya om, aku tidak menyangka serame ini. Ini juga berkat kekasihku, Abizar!” jelas Jassy mengenalkan Abizar.
“iya!” jawab Bram menatap Abizar.
“Selamat malam om!” sapa Abizar menunduk hormat.
“Iya, lanjutkan ya, om mau menunggu anak dulu!” jelas Bram.
Gavin dan Rayna masuk ke acara di hotel mewah itu, semua mata beralih pandang pada keduanya. Tentunya melihat kecantikan Rayna bak Dewi matahari, Rayna sengaja menggandeng tangan Gavin, karena perjanjian sebelumnya.
“Itu dia anak Om!” jelas Bram menunjuk arah Gavin dan Rayna.
Abizar dan Jassy melihat arah yang ditunjukkan. Mata Abizar tak henti berkedip melihat arah Rayna.
“Kenapa dia cantik sekali!” benak Abizar tanpa menyadari bahwa keduanya semakin mendekat. “Aish...... Ngapain dia kesini, dengan rubah ini pula?”.
“papa!” panggil Gavin menuju papanya.
“Kau sudah tiba!” jawab Bram memandang putra tunggalnya itu lalu melirik Rayna.
“Iya pa, maaf agak terlambat!” jelas Gavin menuju Jassy.
“Ngapain pria rubah ini disini?” benak Gavin melihat Abizar di samping Jassy. “Happy birthday ya!” jelas Gavin dan diikuti Rayna dibelakangnya kepada Jassy dan memberi sebuah kotak.
“oh my God, kalau aku tau ini ulang tahun Jassy mana mungkin aku mau!” benak Rayna menghadap ke segala arah.
“Terima kasih Gavin, aku telah dengar semua tentangmu dari om Bram. Senang bertemu denganmu!” jelas Jassy menyalami Gavin “apa dia kekasihmu?” tanya Jassy melirik Rayna namun belum bisa melihat wajahnya karena Rayna berpaling.
“Ahhh bukan, kami hanya berteman!” jelas Gavin memegang tangan Rayna sehingga Rayna menghadap Abizar dan Jassy. Abizar dan Rayna bertatapan tak kalah tajam kayaknya membunuh.
“Bukannya kau? Oh iya ini sepupumu kan sayang?” tanya Jassy pada Abizar.
“Hem iya!” jawab Abizar malas.
“Kenapa dunia sesempit ini sih?” benak Rayna melihat sembarangan arah “selamat ulang tahun calon sepupu!” jelas Rayna tersenyum sehingga menampakkan dua pagar giginya itu***.
__ADS_1