
"Jangan-jangan kau mencintaiku?" Tanya Rayna sengaja memancing agar pria itu menjawab jujur.
"Sejak hari ini kau adalah milikku, jadi jangan harap kau bisa semena-mena terhadapku!" jawab Abizar memeluk Rayna dari belakang membuat Rayna terasa tak nyaman.
Seperti masuk ke perangkapnya sendiri, Rayna menyesali yang telah ia ucap. "Apa yang harus aku lakukan agar lepas dari pria ini?" benaknya gelisah.
"Apa kau merasa nyaman disampingku sehingga kau begitu menikmatinya?" Tanya Abizar menggoda Rayna.
"berhentilah mengingat itu, aku ingin membaca!" pinta Rayna berusaha melapas pelukan Abizar.
tubuh Rayna semakin merinding ketika pria itu semakin dekat dengannya bahkan deruh nafas berbau min itu tercium jelas di hidungnya.
"Kau menggodaku, jadi jangan salahkan aku, aku tidak ingin berhenti!" jelas Abizar membalikkan tubuh Rayna sehingga mereka berhadapan.
"Apa kau tidak jijik dengan Wanita malam ini?" Tanya Rayna lagi. "Aku sering ciuman dengan pria lain!" jelasnya agar Abizar merasa jijik.
"Berhentilah menipuku, akulah yang pertama!" Jawab Abizar membuat wajah Rayna memerah bak makan pedas.
__ADS_1
"Ti,,tidak. Aku pernah melakukannya dengan temanku!" Jawab Rayna gugup tak mau kalah.
mendengar itu Abizar tersenyum tak percaya. "Apa dengan pria rubah itu? Apa dia punya pengalaman lebih dariku?" Tanyanya beruntun.
"Awas aku ingin membaca!" pinta Rayna berusaha lepas dari kukungan pria itu.
adegan semalam terulang kembali, 2 jam telah berlalu pergulatan panas itu menguras tenaga yang hebat. keduanya tidur dengan berpelukan dibawah dinginnya Ac, bahkan Rayna lupa ia membenci pria itu dan Abizar lupa bahwa ia tak mencintai Rayna.
Terkadang rasa cinta akan datang ketika seringnya bersama, jadi jangan salahkan orang ketiga kenapa ia bertamu sedangkan tuan rumahnya sendiri membuka peluang untuk masuk, begitulah keadaan Abizar dan Rayna, Abizar mempunyai kekasih yang sangat ia cintai, namun dengan seringnya bersama Rayna bahkan ia lupa bahwa ia sangat mencintai wanita itu.
___
Pesan itu dari Laurent, wanita yang sangat ia hindari yang telah merusak kehidupan dan ketenangannya 21 tahun terakhir ini. "Kau tidak akan bisa menyakiti Rayna, enyah kau!" teriaknya lagi.
"Roni!" Teriaknya menggemah di kursi kebesarannya.
"iya Tuan!" Jawab Roni dengan secepat mungkin menuju bosnya yang terkenal kejam itu.
__ADS_1
"Kau lacak nomor ini, pukul tiga aku tidak mau tahu sudah ada di meja!" pinta Nicholas dengan menekan.
"Baik tuan!" jawab Roy mencatat nomor yang tak dikenal dari handphone tuanya itu. "Masalah Apa lagi ini tuhan?" benaknya.
"kurang ajar!" teriak Nicholas lagi.
Ternyata yang ia takutkan selama ini telah terjadi, Laurent telah bertemu dengan Rayna.
______
Di lain tempat, seorang wanita tampak sedang menulis seraya menggambar atas ide ceritanya yang telah lama tertinggal. "Anakku apa kau tahu, dulu komik ini mommy persembahkan untukmu!" jelasnya terlihat mengerikan tanpa menghentikan tangannya untuk menggambar. "Tapi kenapa kau meninggalkan mommy sendiri dan kau tampak bahagia diatas penderitaanku!".
Rasa pedih, bahagia, kecewa telah ia telan dalam-dalam kini tinggalah rasa dendam akan pembalasan atas apa yang ia dapat di 21 tahun yang lalu.
Dia adalah Laurent Kartunis terkenal pada masanya, berparas bak dewi banyak diincar pria pengusaha. ia terkenal bukan hanya karena sebagai kartunis dan fisiknya melainkan kelembutan hati yang siapa saja akan melihatnya pasti luluh.
maaf agak lama up, sebenarnya udah dari semalam nulisnya. Tapi tidak lulus di review, ah mungkin kesalahan dari sayanya.
__ADS_1
Ten