Dalam Perjodohan

Dalam Perjodohan
Apa Aku Terlihat Seperti Jalang


__ADS_3

Sebelum matahari tiba, Seperti biasa Rayna olahraga sekeliling komplek rumah, mengingat rumah mertuanya yang cukup luas jadi ia memilih untuk berlari dan push up. Ia menggunakan celana olahraga sepaha dan baju hanya menutup bagian sensitinya saja, baginya olahraga adalah suatu hal penghilang setress, selain membaca dan belajar.


"Apa kau lupa janji mama kemarin sayang?" Tanya mama Abizar seraya membawa sebotol minuman.


Rayna baru mengingatnya, semalam ia terlalu setress dan memutuskan untuk tidur. "oh my god, aku lupa ma. bagaimana setelah ini?" .


"boleh, badanmu bagus sekali. Apa kau tau mama begitu iri dengan bodimu?" jelas mama.


"Jika mama mau, aku temani mama ke Gym di waktu libur!" jelas Rayna minum air putih.


"wah, mama mau sekali. Tapi papamu terlalu posesif jika tubuh mama banyak yang lihat di Gym!" jelas mama terlihat sedih.


Rayna tersenyum kecut "Berarti cinta papa tidak main-main!'


"Apa Abizar belum mencintaimu? apa kalian sudah melakukan itu sayang?" Tanya mama dengan antusias.


"heeeeeh' Rayna tersenyum penuh arti. "kami saling mencintai ma, untuk foto yang dijelaskan papa itu teman Abizar dan kami bertiga sering menghabiskan waktu bersama!".


"benarkah? ahhhh, papa selalu begini dia takut anak kami melukai hatimu!" jelas mama terlihat percaya.


"begitu beruntungnya dia memiliki orang tua yang lengkap dan mengerti, meskipun seperti strich parent tapi keduanya penuh kasih sayang" Benak Rayna.

__ADS_1


"Ma, Rayna membersihkan diri dulu ya!" jelas Rayna beranjak pergi.


Rayna menyusuri halaman dengan santai, pikirannya selalu bertanya-tanya. "kenapa Papa dan mama mertuanya menerima wasiat ini, padahal bisa disimpulkan yang rugi disini pihak Abizar"


"Apa kau senang menampakkan tubuhmu depan pelayan tua Bangka disini?" Teriak seseorang seraya minum sebotol air dengan raut wajah khas bangun tidur.


Rayna tersadar dari lamunanannya, "hmmm".


"heeee, dasar wanita tidak tauh diri. jika mau jadi ****** aku antar ke Club atau aku bisa menjualmu sama Erico atau Adim!" Bisik Abizar di telinga Rayna, membuat Raut wajah Rayna semakin datar.


"Apa aku terlihat seperti ******?" Tanya Rayna tanpa ekspresi.


"nilailah sesukamu, jika tidak merugikan diriku, itu bukanlah hal yang penting. Tapi asal kau ketauhi, wanita ****** yang kau maksud ini, bukanlah wanita yang mudah di dapatkan!" jawabnya dingin menatap Abizar picik.


"hahaha, munafik!" jelasnya memandang Rayna dengan tatapan jijik "Kau senangkan diam disini, hidup mewah, papa dan mama menyukaimu, dan satu kamar denganku. Sudah ku duga ini semua rencanamu!'.


"hahaha" Tawa Rayna lalu terlihat menyedihkan "Apa kau pikir aku butuh semua ini, tidak. Bahkan menikah adalah mimpi buruk yang tak ingin ku lakukan!"


"Apa kau tauh, aku bukanlah manusia normal yang kehausan cinta. Dunia kita berbeda!" jelasnya lalu beranjak ke kamar.


"lihat saja, Secepatnya akan aku hancurkan kehidupan dan masa depanmu karena mengusik kesenangan ku!" Jelas Abizar tersenyum penuh arti.

__ADS_1


-


Seorang wanita berdiri diatas balkon sebuah Apartemen mewah, di ujung kota pusat, banyak planning yang mesti ia selesaikan terutama mencari keadilan.


"Tanpa aku mencarimu, ternyata kau datang sendiri ke kehidupanku. Kau begitu mirip dengan keadaanku, sama-sama terlihat menyedihkan!". Jelasnya seraya menghisap sebatang rokok. "Lebih baik kau mati saja, Karena aku benci perjodohan!".


lama ia berpikir bagaimana caranya, agar ia bisa menyelesaikan misi yang ia rencanakan itu.


-


Siang itu seperti janjinya tadi pagi, mama Abizar menunjukkan sesuatu pada Rayna, yaitu foto-foto masa kecil Abizar terlihat seperti wanita.


"Apa kau tau, dahulu Usg Abizar seorang wanita. maka mama membeli banyak pakaian wanita, ah taunya lahir seorang pria!' Jelas mama terlihat bahagia. "Padahal mama berharap sekali dapat anak wanita, bisa mama ajak belanja, ke salon, nonton!".


mama Abizar mengeluarkan semua foto-foto dalam sebuah kotak, dia dengan antusias menjelaskan satu persatu kegiatan dan pristiwa sebelum foto itu di potret. Rayna melihat sebuah foto yang membuat ia penasaran yaitu sebuah foto berisi 2 pasangan bahagia dengan mengendong anak masing-masing, satu pasangan sebelah kiri mengendong bayi laki-laki dan sebelah kanan mengendong bayi perempuan. Tetapi wajah baik wanita maupun pria sebelah kanan itu buram seperti klise.


"Ah ini, Anak teman mama dulu kami berteman di Amerika!" Jelas mama dengan cepat merebut foto itu lalu melanjutkan foto selanjutnya.


"iya ma!" Jawab Rayna tersenyum kaku.


Tak Rayna hiraukan dengan kritis, ia paham bagaimana karakter mama mertuanya ini begitu bertolak belakang dari karakternya, ia bersikap ramah, antusias dan hangat.

__ADS_1


__ADS_2