
Sebelum mentari menyapa, Rayna bangun dari tidurnya dengan tubuh lemas, perutnya terasa berat karena pelukan seseorang dari belakang, ia melihat wajah berseri pria itu tanpa bersalah sedikitpun. Ia melepas tangan pria itu di perutnya dengan hati-hati agar sang empuh tidak bangun, ia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi dengan tertati antara kedua pahanya terasa sakit dan ngilu sehingga ia memejamkan mata.
"Kenapa sesakit ini?" benaknya berusaha berjalan ke kamar mandi.
ia menatap tubuhnya di cermin, tubuhnya tidak lagi suci, kissmark telah dimana-mana bahkan ia telah merusak rencananya. "Kenapa kau melakukan ini semua padaku?" benaknya berusaha sebisa mungkin tidak menangis. "Ya, setelah kuliahku selesai. Aku akan pergi sejauh mungkin dimana tidak ada yang mengenaliku!".
ia membersihkan diri, setelah ini ia akan pergi untuk menenangkan diri ke tempat biasanya, yaitu pantai lekas. Setelah ia berganti pakaian ia menuju lemari untuk mengambil tas. Tapi, ada sebuah surat terjatuh ke lantai, ia benar-benar lupa akan surat itu karena pria menjijikan itu.
Ia membuka surat itu dengan teliti, rasa takut, rasa penasaran dan rasa gelisah menjadi satu ketika ia membacanya.
yang mana surat itu berisi :
"Annaku sayang, anakku Malang. Melihatmu seolah-olah membenciku membuatku semakin yakin akan melenyapkan semua yang dicintai Nicholas, kau membenciku karena Daddymu kan nak, kau bengis bahkan kau membenci apa yang aku sukai. Enyah kau, tunggu kehancuranmu sayang dimana Daddymu tak bisa memilih antara nyawanya atau kamu yang membuatku hancur, apa kau tauh senyummu adalah racun bagiku. Kau mati saja!"
Ttd
Banyak tandatanya di kepala Rayna, ini surat yang kedua setelah ia ulang tahun, wanita yang mengirim surat ini seolah-olah tahu bagaimana kehidupan Rayna. "Bukannya mama sudah meninggal? apa maksudnya aku bengis?" Tanyanya pada diri sendiri. "Aku yang membuatnya hancur?" lagi-lagi ia bingung siapa yang menerornya.
__ADS_1
Rayna menyimpan surat itu di dalam kotak biasanya tempat surat cinta yang di kirim orang yang menyukainya. secepat mungkin ia pergi dari rumah sebelum orang pada bangun.
Tiba di depan apartmen ia melihat Bi ina keluar dari taksi dengan pakaian yang berbeda menurutnya jika di rumah, bahkan ia tak bisa mengenali ini artnya.
"Bi ina dari mana?" Tanya Rayna ragu menatap intens.
"Semalam teman bibi mengadakan acara dengan tema Halowen nona, bibi tertidur dab untung saja bangun belum siang!" jawabnya terlihat seperti biasa.
"oh iya Bi, mama dan Abizar belum bangun!" jelas Rayna.
"Baiklah nona, bibi permisi ya!" jawabnya berlalu.
ia pergi menyusuri jalan dengan tenang, sudah lama ia tak menikmati metime yang menyejukkan dalam keheningan. Ia menghirup udara dengan leluasa. "Secepatnya aku akan pergi dari sini dan memulai kehidupan baru!" jelasnya.
_______
Di kediaman Jassy, tepat dimana ia bekerja di salah satu brand lokal di bidang kosmetik, ia bekerja dengan telaten dan profesional menjadi seorang Jassy Karl seperti saat ini tidaklah muda baginya, ia harus latihan dengan mempertaruhkan seluruh masa depan yang telah papanya atur.
__ADS_1
"Apa belum ada pesan?" Tanya Jassy pada gadis muda di sampingnya sebagai asisten.
"Belum ada nona!" jawabnya.
Terlihat raut kecewa di wajahnya yang berseri, entah mengapa tidak seperti biasanya sang kekasih mengabaikannya "Apa dia sedang sibuk?" benaknya menjaga hati agar tidak terluka.
"Apa saja tugas saya hari ini?" Tanya Jassy.
"melakukan Pemotretan di brand A dan menjadi Endorse di perusahaan c!" jawabnya dengan lugas.
"Baiklah, bangunkan aku 2 jam lagi ya. Aku ingin istirahat sebentar!" pintahn Jassy.
"Baik nona!" jawabnya masih membereskan pakaian yang akan di pakai Jassy.
____
Abizar bangun sekitar pukul sembilan pagi, permainan dan pergulatan Semalam membuat tenaganya terkuras habis, apa lagi dia bukan pemain yang handal masalah ranjang. Ia melihat sebelahnya sudah kosong, menandakan sang istri telah bangun. Bayangan Semalam kembali berputar di kepalanya, membuat ia semakin bersalah terhadap gadis yang membuatnya kebingungan.
__ADS_1
TEN