Dalam Perjodohan

Dalam Perjodohan
ini aneh sekali


__ADS_3

Tiada kata yang bisa ia rangkaikan untuk pria tak jelas seperti Abizar, terkadang dia seolah menjadi manusia paling jahat di dunia dan terkadang menjadi manusia marah-marah tanpa alasan yang logis. Rayna menatap kearah luar mobil, melihat gelapnya malam, kadangkalah kita tak bisa menebak bagaimana takdir kehidupan yang pahit ini, hanya mampu menikmati proses mau tidak mau harus di terima.


Tanpa ia sadari 20 menit telah berlalu hingga tibalah di Apartemen Abizar yang mewah itu. Rayna membuka pintu mobil untuk keluar dan memanjakan tubuhnya yang hampir rapuh itu.


"Tunggu!" Pinta Abizar menahan Rayna dengan menarik tangannya sehingga ia kembali duduk. "Apa kau mengambil Nomor pria bodoh di kertas tadi?" Tanyanya.


"Ah, aku lupa!" Jawab Rayna biasa saja.


"dimana handphonemu?" Tanya Abizar menuntut.


"Aku tidak membawanya!" Jawab Rayna.


"yakin?" Tanya Abizar meyakinkan lalu mengeluarkan handphonenya dan menelpon seseorang.


dering Handphone Rayna membuat Abizar tersenyum puas, Rayna mengeluarkan Handphonenya dari dalam tas dan tertera "Lelakiku" dengan love berwarna putih. "Dari mana kau dapat nomorku?" Tanya Rayna tak terima.


"Ternyata istriku ini pandai sekali berbohong ya!" jelas Abizar tersenyum penuh arti lalu merebut handphone Rayna. "Awas saja jika ada kontak pria bodoh tadi!" ancamnya mencari.


"Hei itu privasiku, jangan berani-berani membukanya!" teriak Rayna ingin mengambil handphonenya. "kembalikan!".


"Apa yang kau sembunyikan, apa kau selingkuh?" Tanya Abizar tak mau kalah.

__ADS_1


Tanpa menjawab Abizar, Rayna keluar mobil dengan kesal, Ini pertama kalinya seseorang telah lancang mengusik hidupnya sampai ke privasinya. Kehidupannya yang monoton tak bergantung dengan handphone, membuat ia biasa saja ketika benda itu di periksa tapi baginya ia juga punya privasi yang hanya dirinya sendiri yang tahu.


Cklekk, Rayna membuka pintu Apartmen. Ia kembali dikejutkan oleh seorang wanita yang membelakanginya duduk di depan televisi, tanpa ragu ia melewati wanita itu menuju kamar.


"Apa kau Rayna?" Tanyanya masih fokus dengan apa yang di pegangnya.


"iya!" jawab Rayna dingin. ini pertama kalinya ia melihat orang asing dengan santainya di rumah orang, namun ia buang pikiran kotor itu mungkin dia keluarga dari Abizar pikirnya.


"ini untukmu!" jelasnya memberi sebuah buku bersampul warna hitam pekat.


"Siapa kamu?" Tanya Rayna tak bergeming untuk mengambil buku itu.


"Apa kau mengenaliku?" Tanya Rayna penuh selidik. "Apa dia orang yang mengirimkanku surat?" benaknya berlari mengejar wanita misterius itu.


ia memencet tombol lift dengan buru-buru, ia harus memastikan suatu hal. Ia memandang satu persatu orang dalam lift itu tapi ia tidak menemukan oranh berpenampilan seperti wanita yang ia cari. "ini adalah lift satu-satunya untuk keluar, jika dia pergi maka ia akan lewat sini!' benak Rayna penuh selidik.


"Apa kau tidak masuk?" Tanya seseorang membuat Rayna sadar dari lamunanannya lalu kembali ke apartemen.


"Tidak, ini tidak masuk akal jika ia pergi jalan manual maka ia akan membutuhkan waktu yang lama!" benak Rayna pergi menuju tangga manual sepanjang 15 meter itu, bahkan tak satupun orang lewat sana. Rayna berlari kembali masuk Apartmen.


"Bi Ina!" Teriak Rayna mengetok pintu kamar sang bibi.

__ADS_1


"Iya nona!" jawab Bibi keluar dengan santai.


"Apa bibi yang mengizinkan wanita misterius itu masuk?" Tanya Rayna penuh selidik.


"Ah wanita itu, dia bilang ingin menemui nona, maka bibi suruh dia masuk!" jawab bibi terdengar masuk akal bagi Rayna. "Apa ada sesuatu nona?".


"Tidak Bi, tapi apakah dia ada memberi sesuatu untukku?" Tanya Rayna. "Seperti surat?".


"surat apa?" Tanya Abizar tiba-tiba dari depan pintu Apartmen.


"Apa kau bertemu wanita, berpenampilan serba hitam di parkiran sekitar 5 menit yang lalu?" Tanya Rayna tanpa menjawab pertanyaan Abizar.


"Untuk apa aku memperhatikan orang lain!" Jawab Abizar.


"ini aneh sekali, sepertinya ada motif tertentu dari semua ini!" benak Rayna menuju meja televisi untuk melihat buku wanita yang ia tinggal tadi.


"Bi Ati, buatkan aku teh hangat!" pinta Abizar menuju Rayna.


Bibi di Apartemen Abizar bernama Ati Marina, ya Abizar sering memanggilnya Ati sedangkan Rayna memanggilnya Ina. Ia adalah art terlama diantara art yang lainnya.


Ten

__ADS_1


__ADS_2