Dalam Perjodohan

Dalam Perjodohan
Sepupu


__ADS_3

“***Sayang coba kamu lihat, aku bawa makanan kesukaan kamu. Apa kau tauh aku masak sendiri loh!” Jelas Jassy menuju dapur dan meletakkan makanan yang ia bawa ke piring. “Kamu suka kan sayang?”.


Abizar hanya diam, terus memandang arah kamar Rayna “semoga saja, wanita parasit itu tidak keluar!” Benak Abizar.


“Sayang, aku bicara loh!” Jelas Jassy.


“Aku senang sayang, ini pasti enak!” Jelas Abizar mengambil sekeping Pizza kesukaannya lalu memakannya dengan tergesa-gesa.


“Jangan gitu dong sayang, aku tidak akan merebutkan makananmu!” jelas Jassy tersenyum senang melihat Abizar makan dengan tergesa-gesa.


“sayang, dua Minggu lagi aku ulang tahun loh! Kamu ingatkan?” tanya Jassy.


“Iya dong sayang, aku selalu ingat tentang itu!” jawab Abizar.


“aku akan merayakannya di hotel mewah dan kamu akan menjadi orang pertama yang aku undang!” jelas Jassy.


“Kau jangan khawatir, aku akan membiayai semuanya!” jawab Abizar.


“Tidak usah sayang, aku tidak ingin merepotkan Dirimu!” jelas Jassy.


“Tidak apa-apa, kau sama sekali tidak merepotkan!” jelas Abizar minum air putih, ia merasa sudah kenyang.


Cklek.. pintu apartemen kembali dibuka, membuat jantung Abizar berdetak kencang dan tak karuan “tidak mungkin mama!” benak Abizar.


Masuklah Rayna dengan wajah penuh dengan keringat sedangkan rambutnya ia ikat sehingga kecantikannya terlihat.


“Siapa kau?” tanya Jassy melihat arah Rayna dengan tatapan penuh tanda tanya.


Rayna terkejut melihat wanita dan Abizar, tapi rasa terkejutnya ia tutupi dengan wajah dinginnya. “Mungkin ini kekasihnya!” benak Abizar.


“Siapa dia baby? Apa dia simpanan mu?” tanya Jassy memandang Abizar penuh tanda tanya.


“aku sepupunya dari luar negeri!” jawab Rayna berlalu begitu saja.


“Sayang, dia Rayna sepupuku!” jelas Abizar gugup.


“sepupu? Kenapa dia satu apartemen denganmu?” tanya Jassy mengecilkan suaranya takut Rayna mendengar.


“percayalah baby, semuanya akan baik-baik saja!” jelas Abizar.


“Aku takut kehilanganmu!” jelas Jassy memeluk Abizar.


“Ush.... Jangan ragukan itu sayang. Aku selalu mencintaimu!” jelas Abizar membalas pelukan Jassy.


Rayna masuk kamar untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa. Sesekali ia melihat arah dapur melihat kebersamaan Abizar dan Jassy “kenapa orang tua kami begitu egois?” benak Rayna terlihat sedih.


Drtt.....drttt...... Dering handphonenya bergetar tanpa berpikir Rayna menjawab telepon itu.


“Halo ma!” jawab Rayna.


“hai sayang, bagaimana kabarmu? Apa kau dan Abizar baik-baik saja? Apa kalian sudah akrab?” tanya mama kegirangan.


Rayna menjauhkan handphone dari telinganya karena suara mama mertunya itu terlalu kencang.

__ADS_1


“Kami baik-baik saja mama dan kami juga sudah sangat akrab!” jawab Rayna dengan nada bersahabat.


“Mama sangat bahagia sayang, mama mau kau dan Abizar siang nanti ke rumah mama ya. Sudah 3 hari mama tidak melihat Abizar, mama sangat sedih!” jelas mama.


“I.....iya ma, nanti aku katakan pada Abizar!” jelas Rayna gugup.


“Mama tunggu loh sayang!” jelas mama bahagia dan tak sabar.


“i...iya ma, kami usahakan!” jawab Rayna tak tega melihat kegirangan mama mertuanya.


“Mama tunggu sayang, dah!” jelas mama menonaktifkan telepon.


Rayna terdiam mendengar kebahagiaan mama mertuanya mengingat kan dia pada mamanya yang telah lama pergi, ia melihat arah dapur dan tak lagi terlihat Abizar dan kekasihnya sehingga Rayna memberanikan diri untuk keluar mencari Abizar.


“Abizar...” panggil Rayna melihat sekeliling dapur “sepertinya dia dikamar!” benak Rayna menuju kamar Abizar.


Tok....tok.... Rayna mengetok pintu kamar Abizar “Abizar apa kau ada di dalam?” tanya Rayna.


Namun tak ada jawabannya. “Abizar, kau di dalam?” tanya Rayna lagi lalu membuka pintu kamar Abizar. Betapa terkejutnya Rayna saat melihat Abizar telanjang dada keluar dari kamar mandi, namun rasa terkejutnya tak merubah raut wajah dingin yang tak dapat diartikan siapa pun, Rayna melihat sembarang arah.


“Heii masuk kamar orang ketok dulu, jika aku sedang telanjang di dalam, aku tidak tanggung jawab!’ jelas Abizar membuka lemari untuk mencarikan pakaian.


“Aku tidak ingin berdebat, aku kesini ingin memberi tahukan tentang mamamu meneleponku menyuruh kita ke rumahnya!” jawab Rayna tanpa memandang Abizar.


“tidak, aku ingin istirahat!” jawab Abizar enteng.


“Ya sudah jika kau tidak mau, biar aku saja yang pergi!” jawab Rayna ingin pergi dari kamar.


“hiya... Kenapa kau menyebalkan sekali sih? Kau tau jika kau pergi sendiri ke rumah mama, aku bisa di marahkan habis-habisan!” teriak Abizar.


“Tunggu aku di depan televisi, aku akan pergi juga!” teriak Abizar dari jauh dengan nada kesal.


“Masih lama, aku juga belum mandi!” jawab Rayna dari jauh seraya berbohong, padahal ia sudah mandi.


“Cih... Menyebalkan!” jelas Abizar dari kamar.


Setelah mandi Abizar duduk diruang keluarga, lebih tepatnya depan televisi. Sesekali ia melihat arah kamar Rayna yang tak jauh dari ruangan itu dan tak berapa lama keluarlah Rayna dengan dress berwarna maron sepaha dan rambut sepinggang serta tas kecil dibawanya, membuat mata Abizar tak henti berkedip.


“Mau kemana kau?” tanya Abizar melihat Rayna berlalu melewatinya.


“Aku ada urusan sebentar, jam 1 nanti aku pulang!” jawab Rayna berhenti sejenak memandang Abizar.


“Tidak.. aku tidak mengizinkannya!” jelas Abizar melotot licik.


“aku tidak peduli!” jawab Rayna melanjutkan jalannya.


Abizar berdiri mengejar Rayna hingga depan pintu keluar.


“Kau harus adil dalam melakukan tindakan!” jelas Abizar membuat Rayna dengan apa yang dikatakan Abizar.


“Apa yang kau maksud?” tanya Rayna.


“Kau tidak menyuruhku untuk istirahat, tapi kau pergi jalan-jalan dengan kekasihmu itu!” jelas Abizar melotot.

__ADS_1


“he..” Rayna menarik nafas dalam-dalam. “Aku pergi bukan untuk jalan-jalan, tapi ke toko buku!”


“Tidak.... Aku tidak mengizinkannya!” jelas Abizar.


“Awas,...” teriak Rayna menepiskan tubuh Abizar di depan pintu keluar.


“Ayo pergi sekarang ke rumahnya mama, agar sore nanti kita pulang. Jika kita pergi siang, mama akan meminta kita menginap!” jelas Abizar.


Rayna berpikir sejenak, ada benarnya juga apa yang dikatakan Abizar.


“Baiklah, aku tunggu di mobil!” jelas Rayna membuka pintu apartemen dan keluar.


Tanpa menjawab Abizar mengambil kunci mobilnya dan beranjak pergi.


Rayna mengirim pesan pada Gavin, untuk menggagalkan rencananya ke toko buku.


Vin, aku tidak bisa pergi ke toko buku hari ini. Karena aku ada urusan mendadak! ~ Rayna.


Ya, gagal lagi. Apa kau tahu aku telah siap-siap ~Gavin.


Bagaimana kalau besok?~ Rayna.


Tapi besok kan kita kekampus?~ Gavin.


Pulang kampus kan bisa~Rayna


Ya sudah, aku terus menunggu~ Gavin


Ok ~ Rayna.


Brak...... Rayna tertabrak seseorang karena terlalu fokus dengan handphonenya, sehingga buku-buku seorang yang ditabrak Rayna jatuh kelantai.


“Maaf, aku tidak sengaja!” jelas Rayna membantu merapikan buku seseorang itu.


“Tidak apa-apa!” jawabnya berdiri dan diikuti Rayna memberi buku yang ia bereskan.


“Rayna.....” panggilnya.


“Kau mengenaliku?” tanya Rayna balik.


“Do you know? Look me!” pintanya.


“I don’t know!” jawab Rayna mengingat.


“Aku Diolay satu tim padamu saat pertukaran pelajaran di Amerika!” jelasnya.


“Oh iya ya, aku baru ingat!” jelas Rayna menyengir sehingga behel ungunya nampak indah.


Pada saat mereka berbincang tibalah Abizar di belakang Rayna.


“ini kartu namaku, jika kau ada waktu senggang jangan lupa datang ke perusahaanku!” jelas Diolay memberikan kartu nama.


“ayo pergi!” jelas Abizar menarik tangan Rayna tanpa menyelesaikan pembicaraannya pada Diolay.

__ADS_1


“Aneh, siapa pria itu?” tanya Diolay pada diri sendiri melihat kepergian Rayna***.


__ADS_2