
“Jangan kau memalukan papa, apa kau tak lihat acara ulang tahun Jassy belum dimulai?” Tanya papanya.
“Pa, tanpa aku acaranya berjalan dengan lancarkan!” Bantah Gavin.
“Temui Jassy saat ini, kalau tidak semua fasilitas kau papa tarik!” Ancam papa Gavin.
“Aish.....” Jelas Gavin kesal membalikan badan menuju Jassy
Tersirat senyum di mulut papa Gavin, dia merasa senang Gavin menuju Jassy.
“Acaranya belum dimulai?” Tanya Gavin menyadarkan lamunan Jassy.
“Oh iya, emang sudah pukul berapa?” Tanya Jassy kaget.
“ Udah beranjak pukul 9, kekasih mu mana?” tanya Gavin lagi.
“Oh aku akan memulai acaranya, mamanya sakit jadi dia harus pulang!” jawab Jassy menuju kue yang telah Abizar siapkan.
“kok keduanya pada ada urusan sih?” benak Gavin memikirkan Rayna dan Abizar.
Tibanya Abizar dan Rayna di rumah papa Abizar, Rayna menambahkan cardingan ditubuhnya agar terlihat sopan depan mertuanya, ya meskipun ia menganggap pernikahan ini sangatlah konyol.
Terlihat mama Abizar seperti murung duduk di sofa, sedangkan papanya duduk dengan santai namun mematikan disamping istrinya itu.
“Selamat malam pa, ma!” sapa Rayna dan Abizar bersamaan lalu keduanya duduk di sofa juga.
Park..... Papa Abizar melempar sebuah dokumen di atas meja “buka!” pintanya.
Dengan cepat Abizar membuka dokumen itu dan mengambil beberapa foto dalamnya, ia begitu terkejut ketika melihat kebersamaannya dan Jassy, Rayna juga melihat itu namun ia berwajah tenang layaknya tak tau apa-apa.
“dari mana papa menemukan ini?* Tanya Abizar.
“Masih berani bertanya kau? Siapa yang mengajarimu bermain wanita?” teriak Pramana papa dari Abizar.
Abizar menghembuskan nafasnya kesal “ini pasti kerjaan wanita ****** sialan ini!” benak Abizar menatap Rayna tajam.
“Jangan kau pikir, saya tidak tau apa yang kau lakukan diluar sana!” teriak papanya lagi.
“Pa, seharusnya papa tahu kenapa aku melakukan ini?” tanya Abizar menatap papanya penuh arti.
“Jangan sampai saya jadi murka terhadapmu, kau tau kau itu lelaki dan lelaki akan menjadi pedoman wanita!” jelas papa Abizar tak kalah sengitnya. “Pokoknya kalian berdua harus tinggal di rumah!”
“Tidak pa!” jawab keduanya terkejut.
“saya tidak mau mendengar alasan apapun! Kalau tidak kalian tau akibatnya!” jelas papa Abizar memandang Abizar lalu Rayna.
“mama setuju dengan itu!” sambung mama mulai bicara.
“Tapi pa, ma, kami berdua sudah nyaman tinggal di apartemen!” bantah Abizar terlihat kesal.
“Saya tidak akan mengulangi perkataan saya, untuk semua peralatan kalian di apartemen, Tio akan mengambilnya!” jelas papa Abizar penuh penekanan.
“pa... Aku mohon!” jelas Abizar meminta.
__ADS_1
“Tidak, jangan membuat saya tambah murka!” jelasnya.
“ma, katakan pada papa biarkan kami tinggal di apartemen!” pinta Abizar duduk disamping mamanya.
Plak...... mama Abizar menokok kepala Abizar. “Anak kurang ajar kau ya, beraninya kau bermain wanita!” jelas mamanya terlihat kesal.
“Mama..... Sakit!” sengit Abizar.
Setelah sekian lama berdebat dan meminta kepada orang tuanya, namun tetap saja gagal terpaksa Abizar dan Rayna tinggal di kediaman orang tua Abizar.
*Dikamar Abizar.
“ini semua rencana kau kan?” tanya Abizar dengan pandangan benci.
“untuk apa aku melakukan ini?” tanya Rayna tak terima mendengar tuduhan Abizar.
“halah, katakan saja kau tak suka melihat aku bahagia! Kau tau semua rencanaku gagal karena kau. Berani sekali kau ya!” teriak Abizar memegang kedua bahu Rayna dengan kasar.
“Lepaskan tangan kotormu ini!” jelas Rayna melepaskan tangan Abizar dari bahunya “asal kau tau ya, aku juga tidak ingin pernikahan ini terjadi. Jangan kau anggap aku melakukan ini karena aku mencintaimu!” teriak Rayna tak kalah tajamnya.
“Haahahahha..... Tidak usah sok suci wanita sialan, kau dan papamu itu sama saja. Mau bersosialita tinggi dan masuk ke keluarga orang kaya, buktinya semenjak setelah pernikahan apakah papamu peduli padamu? Dari sana saja sudah terlihat!” teriak Abizar sinis.
Rayna terdiam mendengar Abizar menghina papanya, ia menghembuskan nafasnya dengan kasar “kau punya otak, tapi tak difungsikan sehingga seenaknya kau berbicara!” jelas Rayna menuju tempat tidur.
“Berani sekali kau ya!” teriak Abizar mengejar Rayna menuju tempat tidurnya “jangan berani-berani kau sentuh tempat tidurku, aku tidak sudi!” teriak Abizar.
“Benarkah? Sayangnya aku tidak peduli!” jawab Rayna menghempaskan tubuhnya di tempat tidur king size Abizar.
“Awas kau, bangun!” teriak Abizar menuju Rayna lalu menarik kaki Rayna agar turun.
“Hiya..... apa kau ingin membunuhku?” teriak Abizar mengejar Rayna yang telah didepan pintu.
“Aku tidak peduli, sebagai orang yang tertindas aku harus sadar diri bahwa ini bukan kamarku!” jelas Rayna tersenyum licik.
“Baiklah, kau mau apa?” tanya Abizar ngalah karena tidak muat masalahnya dan Pramana semakin rumit.
“Maaf aku tidak mau apa-apa? Hatiku terlalu sakit karena kau tuan Abizar!” jelas Rayna penuh dengan penekanan ketika mengucapkan kata Abizar.
“tidur....” tarik Abizar lalu menuju ranjang lalu mendorong Rayna ke tempur tidur.
“Semoga saja kau mati!” jelas Abizar menutup seluruh tubuh Rayna dengan selimut.
“Benarkah? Sayangnya aku tidak sebodoh seperti yang kau pikirkan!” jelas Rayna menampakkan kepalanya dari ujung selimut.
“Tidur.... Kalau tidak aku cium kau!” ancam Abizar.
“Dasar pria brengsek!” jelas Rayna memasukkan kepalanya kembali kebawah selimut.
“anak pintar!” jelas Abizar mengelus bagian kepala Rayna yang tertutupi selimut.
“Apa-apaan ini? Tadi dia sangat membenciku kenapa dia jadi lembut begini? Apa karena ancamanku tadi?” benak Rayna “bodoh amat. Yang penting aman”
Keesokan harinya, Rayna sengaja bangun lebih awal dari sebelumnya karena ia sadar ia sekarang tidak di apartemen lagi, yang bangun sesukanya. Tapi dirumah mertua, ya setidaknya ia harus jadi menantu yang baik meskipun pernikahan yang ia jalani ini menurutnya konyol.
__ADS_1
Ia membuka matanya dengan berat, ia terkejut bukan main ketika ia telah berada di pelukan Abizar.
“Apa-apaan ini?” teriak Rayna sehingga Abizar juga terbangun.
“Apaan sih? Ganggu aja!” teriak Abizar.
“Kau ngapain peluk-peluk aku!” teriak Rayna menatap Abizar tajam.
“Aish... Tidak penting banget, sudahlah aku mau tidur, jam 7 nanti bangun in aku karena aku masuk pagi!” jelas Abizar memejamkan matanya kembali.
“menyebalkan!” ketus Rayna kesal lalu turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri Rayna turun menuju dapur ingin membantu pembantu bersih-bersih rumah dan juga memasak.
“Apa ada yang bisa aku bantu Bi?” tanya Rayna melihat 3 pembantu sedang memasak hidangan sarapan.
“ah tidak usah nona muda. Nanti di marah nona besar, apa lagi nona menantu yang sangat ia sayangi!” jelas bibi 1.
“Tidak apa-apa Bi, aku suka memasak!” bantah Rayna.
“Tapi nona, nona pasti lelahkan. Lagian hari masih pukul 5!” jelas bibi 2.
“Bagaimana jika aku menolong menata piring saja!” jelas Rayna tanpa menghiraukan penjelasan bibi 2.
“Nanti tangan nona kasar!” bantah bibi 2 lagi.
“Tidak apa-apa bisa bi!” jelas Rayna langsung menuju wastafel untuk membersihkan piring lalu menatanya di rak piring.
“beruntung sekali tuan muda, dapat istri seperti nona Rayna!” jelas bibi 3 yang sedang meracik lauk.
“Ah bibi bisa saja!” jawab Rayna tak mengalihkan raut wajahnya.
“Benar non, tuan Abizar itu sangat keras kepala, ia sering berubah-ubah kadang dia sangat baik dan kadang ia sangat kejam!” jelas bibi 3.
“Iya Bi, aku tahu masalah itu!” jawab Rayna.
Lama sudah mereka berbincang, waktu telah menunjukkan pukul 6:45. Mama Abizar bangun dari tidurnya langsung menuju dapur untuk minum air putih.
“Eh anak mama udah bangun, Abizar mana?” tanya mama Abizar dengan nada manjanya.
“Iya ma, Abizar belum bangun mungkin ia kecepekan!” jawab Rayna memasang senyumnya.
“Nona muda juga bantu menata piring tadi nyonya!” sahut bibi 2 dengan tersenyum.
“Oh sayang, kau tidak usah repot-repot ah. Kan kita udah ada pembantu, besok jangan lagi ya!” pinta mama Abizar tersenyum haru.
“Tidak apa-apa ma, ini kan sudah tugasku juga sebagai seorang istri!” jelas Rayna.
“Tidak usah sayang, oh iya, nanti ada yang ingin mama tunjukkan kepadamu!” jelas mama Abizar.
“Apa ma?” Rayna terlihat penasaran.
“Pokoknya sepulang kau kuliah nanti, mama kasih tau. Sekarang cepat bangunin Abizar!” jawab mama.
__ADS_1
“Ya...” Rayna terlihat kecewa “baiklah ma!” Rayna menuju kamarnya dan Abizar.
jangan lupa follow ig Renaandesta25