
"Apa kau semakin yakin ingin melawanku?" Tanyanya tersenyum kemenangan.
Rayna memandang Abizar dingin tanpa ekspresi, sehancur inikah dunianya. "Ayo kita bercerai!"
Abizar terhentak seketika, mata biru terlihat sayu tanpa senyuman itu membuat ia tersenyum picik. "Apa kau merasa kalah atau mau mintak tolong padaku agar menghapus foto-foto itu?" Tanyanya.
"Apa yang perlu kau rusak, ingin merusak masa depanku? Bukankah hidupku sudah rusak?" Tanya Rayna menatap mata Abizar tajam. "Jika perlu kau bisa menjualku dengan pria di luar sana, aku adalah wanita yang rusak, aku adalah wanita yang tak normal!" Teriaknya terlihat frustasi terlihat dari tangannya bergetar.
Abizar menatap nanar mata Rayna, ini adalah kali pertama ia melihat wanita ini begitu rapuh. "Apa aku terlalu berlebihan?" benaknya. "Apa kau menangis karena foto itu?"
"he,.he,.he,." Dada Rayna terasa sesak, rasanya menarik nafas saja susah.
"Hei, apa kau baik-baik saja?' Teriak Abizar terlihat panik.
Rayna pergi ke kamar, berusaha semaksimal mungkin meskipun langkah kakinya sudah tak mampu, Abizar mengekor ingin membantu memapah, tapi ia tolak. Secepat mungkin Rayna mengambil sesuatu didalam lemarinya, lalu minum 4 butir sekaligus.
"Alprazolam?" Abizar melihat bacaan kotak sebesar paha anak kecil berwarna putih, ia mengingat-ngingat.
"Apa kau ingin mati?" Teriaknya semakin melambung.
Rayna bersandar di lemarinya melihat Abizar nanar, dadanya masih terasa sesak. "Bukan Urusanmu, pergilah aku ingin tidur!" jelasnya lalu mengambil 2 butir obat satu kotak lagi.
"Tidak!" Teriak Abizar langsung merebut obat itu sehingga jatuh berserakan di lantai. "Apa ini sisi buruk dari wanita paling cantik sepanjang masa?"
__ADS_1
"Bukan Urusanmu, kau tidak tahu bagaimana perasaanku, kehidupanku, hidupku hancur!" Teriaknya menggemah Frustasi "Pergi, pergi!".
"Apa aku terlalu berlebihan, apa benar kata Erico dia adalah wanita yang rapuh?" benaknya.
"Aku mintak maaf masalah foto itu!" jelasnya berjongkok mensejajarkan dengan Rayna.
ini adalah pengalaman pertamanya mintak maaf pada musuh yang ingin ia lempar sejauh mungkin.
"Bukankah aku wanita ******? hahaha aku hanya wanita kotor!" jelasnya.
"Aku mintak maaf!" jelas Abizar langsung mendekap wanita itu dengan agak terpaksa. "Aku tidak tahu kau sesedih ini, aku hanya ingin menjahilimu seperti tempo hari!".
"kenapa aku menunjukkan sisi nyataku di depannya, kenapa dia mintak maaf padaku?" Benak Rayna bertanya-tanya.
"Aku akan meminta Bi Ina untuk membersihkan kamarmu!" jelas Abizar memandang punggung Rayna menuju pergi.
___
pukul 19.30, Apartemen Abizar.
Erico sudah tiba di depan pintu Apartmen, ia bimbang antara buka sendiri atau berpura-pura elegent dan sopan sehingga Rayna mempunyai daya tarik tersendiri padanya.
"buka tidak ya, buka tidak ya!" jelasnya bimbang dengan kesana kesini berpikir keras. "ketok saja, ah tapi apa dia tauh tidak ya jika aku tauh kodenya!"
__ADS_1
Lama ia berpikir akhirnya Erico mengetok pintu dengan lembut "semoga saja Rayna yang buka!" benaknya.
"cari siapa tuan?" Tanya bibi membuat Erico terlihat kecewa.
"Raynanya ada Bi?" tanya Erico.
"Ada nona!' jawab bibi Mempersilahkan Erico masuk.
Erico masuk menuju kursi depan televisi, salah satu kursi kenyamanannya.
"Kenapa kau malam-malam kesini?" Tanya Abizar keluar dari kamar abis mandi.
"Apa kau tidak tahu, sekarang aku sudah jadi murid Rayna!" jawab Erico senyum sumringah.
"Dia sedang tidur, pulanglah!" jawab Abizar merebut remot dari tangan Erico. "filmmu kekanakkan!".
"baiklah aku akan membangunkannya!" Erico beranjak pergi.
"Hei, apa yang kau lakukan ha? apa kau mau mati?" Teriak Abizar terlihat kesal.
"ada masalah apa? bukankah kau ingin kami bersama, ini adalah kesempatan terbaik!" Tanya Erico.
"Pulanglah sebelum aku menyeretmu keluar!" jelas Abizar santai.
__ADS_1
ig : renaandesta25