Dalam Perjodohan

Dalam Perjodohan
Mama nginap di Apartmen


__ADS_3

cklek.....


pintu Apartmen terbuka, terlihat seorang wanita cantik berpenampilan elit dengan membawa 2 kantong makanan.


"Selamat malam sayang, istrimu dimana?" Tanyanya girang.


Abizar terkejut bukan main tak bisa ia sembunyikan betapa mepetnya keadaan ini, ia langsung mengambil handphone untuk menghubungi Rayna "ini masalah besar, oh my god aku tidak punya nomor dia!" Teriaknya dalam hati.


melihat Abizar mematung tidak jelas, sang mama mendekat "Apa mama mengganggu malam kalian, Rayna dimana? apa dia sedang tidur?" Tanya mama menuju kamar Abizar.


"Mama!" Teriak Abizar menghentikan langkah kaki mamanya. "Mama kenapa tidak bilang mau kesini?"


"Apa mama harus pamit dulu ke tempat anak mama?" tanyanya


"bukan itu maksudku ma, agar kami siap-siap soalnya rumah berantakan!" alibi Abizar.


"kan ada Bi ina, dimana Rayna? apa dia sedang tidak di rumah?" Tanyanya mencari-cari.


"Rayna sedang keluar ma, dia ada urusan kampus!" Jawab Abizar glagapan.


"mama mau nginap, soalnya papamu ke luar negeri selama seminggu!" jelas mama dengan santainya menuju sofa.


"apaaaa?" Teriak Abizar tak percaya.


"mama tidak mau sendiri jadi akan disini bersama menantu kesayangan!' jawabnya. "Bi, buatkan aku teh hangat ya!".

__ADS_1


"Baik nyonya!" Jawab Bi ina.


"ma, apa tidak terlalu lama seminggu? bagaimana kalau kami sering tidak dirumah" Tanyanya lagi.


"Tidak masalah!" jawabnya santai.


Tanpa menghiraukan mamanya, Abizar ke kamar dengan frustasi ia langsung mengunci pintu kamar. "Bagaimana ini, Kamikan tidur tidak sekamar. Mana kamar hanya tiga!" jelasnya kebingungan. "Pakaianku juga disini lagi" ia melihat lemarinya.


langsung saja ia mengambil pakaiannya yang tergantung disatukan ke dalam koper dengan mengendap-endap ke kamar Rayna di sebelahnya. Alasannya pergi ke kamar Rayna adalah barangnya lebih sedikit dari barang Rayna, jika Rayna ke kamarnya maka akan semakin repot. "Wanita itu kenapa belum pulang sih!"jelasnya gusar.


selang 10 menit, Apartmen terbuka menampakkan gadis cantik dengan Dress hitam selutut serta totebag senada. Mama melihat itu kegirangan bukan main.


"oh menantuku kau sudah pulang?" Tanya mama berlari memeluk sang menantu dengan erat membuat Rayna terkejut.


"Mama, Kamar mama berada di kamar kami!"senyum Abizar terlihat seperti orang bodoh, tidak lupa ia menggerlit Rayna.


"kenapa kalian seperti terkejut? apa kalian tidak suka mama disini?" Tanyanya terlihat sedih.


"bukan seperti itu ma, heran saja biasanya kami yang kesana!" jawab Rayna menyesuaikan keadaan.


Di dalam kamar Rayna


Rayna melihat kamarnya berantakan bukan main karena baju Abizar telah dimana-mana, Sekoper celana di belakang pintu, sekoper baju di samping lemari dan sekotak peralatan mandi di sofa membuat kepalanya pusing tujuh keliling.


"Apa kau tauh betapa lelahnya aku mengangkut semua ini, kau sama sekali tidak membantuk!" jelasnya terlihat kesal.

__ADS_1


"Aku phobia berantakan, rapihkan!" jawab Rayna singkat menuju tempat tidur.


"Apa kau menyuruhku? heii... ini Apartmenku!" ia meninggikan suara dengan pelan agar tidak ketahuan mamanya.


Rayna memilih diam dari pada berdebat tanpa solusi, ia langsung turun dari tempat tidur membuka lemarinya, menyisihkan tempat agar pakaian sang raja itu tersusun rapih.


Abizar tanpa menyadari seutas senyum dari bibirnya, wanita itu terlihat anggun layaknya seorang istri nyata depan sang suami.


"malam ini aku tidur di ranjang!" jelasnya mencoba mencairkan masalah.


"ini kamarku!" jawab Rayna menyusun celana Abizar di lemari paling atas.


"tapi ini Apartemenku!" jelas Abizar tak mau kalah.


"menjijikan!" jelas Rayna berlari menuju ranjang. "ini kamarku, kau tamu Disini!"


"yaudah, aku anggap kau ingin tidur denganku!" tegas Abizar merebahkan dirinya disamping Rayna.


Rayna melihat Abizar dengan tatapan tajam, semakin lama Abizar semakin menjadi-jadi itulah pikirannya. Rayna beranjak bangun, namun belum sempat ia berdiri tangannya ditarik Abizar hingga kedalam pelukan pria macho bau mint itu.


"Apa kau takut aku menidurimu?" bisiknya di telinga Rayna membuat tubuh Rayna merinding.


"Apa kau mau meniduri ****** ini?" Tanya Rayna seperti skakmat bagi Abizar. "berhentilah bermain-main, aku tidak punya waktu untuk itu!" Rayna berusaha melepas pelukan hangat itu.


"Tetaplah seperti ini sebentar saja!" pinta Abizar memjamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2