Dalam Perjodohan

Dalam Perjodohan
Drama di pagi hari


__ADS_3

Di meja makan terasa hangat ketika mama menginap, hidangan makanan lebih dari 5 jenis yang menggugah selera. Jujur saja Rayna sangat tergiur dengan makanan itu, namun hati kecilnya terasa sesak dari lima jenis makanan itu terbuat dari olahan kacang, ada kacang kedelai, kacang panjang, dan kacang merah. Kenangan masa kecilnya kembali melintas di otak, sehingga ia tersenyum dingin.


"Ayo sayang di makan!" pinta mama melihat Rayna diam saja.


"Aku tidak makan nasi ketika pagi ma!" jawabnya takut menyinggung perasaan sang mertua.


"Apa nona menyukai makanan kacang?" Tanya bibi tiba-tiba.


"Aku tidak menyukai semua jenis kacang!" Jawab Rayna mengambil roti di sebelah Abizar.


"Sudahlah, kapan makannya kalau bicara terus!" Tegas Abizar merasa lapar lalu mengambil nasi di depan mama, namun terasa jauh muncullah ide konyol dalam otaknya. "Sayang, ambilkan aku nasi!" pintahnya memandang Rayna.


Rayna tersentak seketika mendengar Abizar memanggilnya sayang. Rayna menatap Abizar tajam, lalu ia melihat ke arah sang mertua bertanda bingung. "Ah suamiku manja sekali, kau harus makan banyak ya!" jawab Rayna meletakkan nasi di piring Abizar porsi jumbo.


"Ahh, apa ini adil aku makan sedangkan kau tidak makan. Aku terlihat Sedih!" jelas Abizar meletakkan sebagian nasi nya di piring kosong depan Rayna.


Rayna terdiam melotot Abuzar, mama melihat adegan itu pun tersenyum senang ternyata sang anak dan menantu sudah beradaptasi pikirnya.


____


Di Perusahaan Nichol

__ADS_1


Nicholas kembali beraktivitas seperti biasanya setelah perusahaan stabil, ia kembali memimpin perusahaan bergerak di bidang Furniture itu.


"Reno, apa kau sudah selidiki tentang surat itu?" Tanya Nicholas dingin duduk di kursi kebesarannya.


"belum ada jejak tuan, sepertinya semua sudah di rencanakan!" Jawab Reno sekretaris Nicholas.


"cari sampai ketemu, saya tidak mau tahu jangan sampai wanita itu tahu tentang Rayna!" tegas Nicholas geram.


"Baik tuan, namun ada berita mengejutkan karya "Anak Yang Malang" terbit di Manga setelah 21 tahun tidak beroperasi!' jelas Reno. "bahkan nama peran utama dari Alice diganti menjadi Nona Rayna yang Malang!".


Rahang Nicholas mengeras mendengar itu, ada banyak ketakutan yang tak bisa ia jelaskan secara mendetail, ia takut menatap darah dagingnya setelah sang Daddy merencanakan pembunuhan terhadap seseorang yang berharga untuknya, rasa bersalahnya mengubah kehidupannya menjadi tak berwarna. "keluarlah!" pintah Nicholas.


"Baik tuan!" jawab Reno tunduk lalu keluar ruangan.


----


Tibanya di kampus,


Tanpa mengurangi rasa percaya diri terhadap skandal fotonya tersebar di berita kampus, ia duduk di kursi taman dengan membaca buku kesukaannya tentang bahasa, bahkan ia berambisi mampu menguasai bahasa lebih dari tiga puluh.


"ini minuman kesukaan mu!" jelas Gavin memberi sebotol susu kedelai yang tak terlalu manis.

__ADS_1


"Terimakasih!" jawabnya tetap fokus pada bacaannya.


"hari ini aku senggang bagaimana jika aku mengantarmu pulang!" Tawar Gavin.


"Tidak, aku ada urusan!" jawab Rayna tenang walaupun hatinya sudah gelisah tak karuan. "Bukankah kau harus pergi les bahasa sore ini?".


"Aku kabur dari rumah dan sekarang tidur di hotel!" jawabnya bersandar di kursi belakang Rayna.


"Apa masalah dengan perjodohan itu?" Tanya Rayna tetap fokus ke bacaannya.


"Aku hanya ingin hidup sendiri di kesunyian, apa kau tauh suatu saat nanti aku berencana pindah ke Swiss jauh dari keramaian kota, hidup bersama orang terkasih!" Jawab Gavin tak ingin membahas tentang rencana sang papa untuk menjodohkannya.


"Tidak buruk jika kau menerima perjodohan itu, kau bisa mengenali wanita dengan baik!" jelas Rayna membuat hati Gavin terasa sesak.


"Aku sudah mengenalimu itu lebih dari cukup!" jelas Gavin.


"Tidak ada yang benar mengenaliku, aku tak pernah mengizinkannya!" Sahut Rayna memandang Gavin dingin. "Manusia itu tidak bisa di tebak, bisa saja hari ini ia sangat mencintaimu dan keesokan harinya menjadi sangat membencimu. Manusia itu lebih menakutkan dari pada hantu!".


"Rayna apa ada rahasia dibalik sikapmu seperti ini?" Tanya Gavin membuat Rayna terdiam sejenak.


"Itu tidak penting!" Jawab Rayna.

__ADS_1


Ten


__ADS_2