Dalam Perjodohan

Dalam Perjodohan
Ayo mandi bersama sayang


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, namun hubungan Rayna dan Abizar tetap saja kaku dan saling membenci, Abizar membenci Rayna karena wanita itu hidupnya hancur dan kesenangannya terbatas dan Rayna membenci Abizar karena perihal ia memang tidak menyukai dunianya selalu di usik, sebagai orang pecinta kesunyian.


"Aku yang dulu ke kamar mandi!" bentak Abizar mengambil ancang-ancang karena Rayna sudah di depan pintu.


"Apa kau tak lihat, aku yang lebih dulu!" Rayna tak mau kalah.


"ini kamarku, kau hanya menumpang disini, secara logika aku bos disini dan kau harus menurut!" jelas Abizar bersampingan dengan Rayna.


"Aku tidak mau, aku sudah terlambat, kau mandi saja di kamar tamu!" jelas Rayna berusaha masuk ke kamar mandi namun belum sempat menutup pintu Abizar telah menariknya.


"Tidak, aku tidak mau!" teriak Abizar berusaha masuk dan Rayna melakukan hal yang sama menarik kaki Abizar sehingga tak bisa masuk.


"hiyaaa... apa yang kau lakukan ha?" Teriak Abizar lagi.


"Jika aku terlambat, kau juga harus terlambat" jawabnya.


"Ayo mandi bersama sayang!" jelas Abizar mencoba menggoda. Ia yakin wanita gila di depannya ini pasti menolak.


"Apa kau menantang ****** ini sayang? Apa perlu aku mandikan?" Tanya Rayna balik membuat mata Abizar terbelalak bukan main.


"wanita murahan!" jelasnya lengah dan tanpa aba-aba Rayna masuk dengan perasan senang mengerjai iblis di depannya itu.


"kurang ajar kau, lihat saja kau akan menyesal membuatku kecewa!" Teriak Abizar.


setiap paginya Drama kamar mandi adalah hal yang paling tidak bisa ditinggalkan oleh keduanya, terkadang Abizar yang menang dan begitupun sebaliknya.

__ADS_1


roda kehidupan berputar layaknya rollercoster, awalnya yang terlihat bahagia menjadi menderita dan yang menderita menjadi bahagia. Yah begitulah konsepnya kita tidak tahu, bagaimana cara tuhan membuat hidup ini, tugas kita hanya bersyukur dalam keadaan apapun.


dari keadaan seminggu ini di depan orang tua Abizar, membuat mereka percaya bahwa Rayna dan Abizar saling mencintai, meskipun penuh dengan drama. Rencana Abizar sesuai dengan harapannya, kedua orang tuanya mengizinkan kembali tinggal di Apartemen, dia begitu muak melihat wanita gila yang selalu merusak pikirannya.


Pagi itu, Rayna telah tiba di parkiran kampus menuju kelasnya. ia fokus dengan handphone tanpa menyadari ke 3 mata yang memandang nya tak suka.


"Wanita ******!" Teriaknya angkuh dan meletakkan tangan didada.


Rayna tak mengubrisnya, merasa itu tidak penting dan tak ada manfaatnya.


"berani sekali kau mengacuhkan aku, Kau tauh kau adalah wanita murahan yang sana sini menggoda pria!" jelasnya mendorong Rayna kecil.


"Aku tidak punya urusan padamu, menggir!" jelas Rayna dingin.


"Tak punya urusan kau bilang, kau tauh aku menyukai kak Abizar dan kemarin aku lihat kau bersamanya. Apa kau tidak cukup dengan dua pria itu!" Teriaknya memandang Rayna.


"kau pikir kau paling cantik di kampus ini, dasar ******!" jelas temannya yang kedua.


"minggir!" jelas Rayna lagi tanpa mengubris Apa yang mereka jelaskan.


"berani kamu ya, dasar wanita ******. Apa kau tauh aib mu ada di tanganku, berani kau melawanku maka hidupmu akan hancur!" tantang wanita itu tersenyum licik.


"Aku tidak peduli!' jawab Rayna pergi menuju kelas.


"berani sekali dia sama aku, aku yakin kak Abizar pasti senang jika aku mengunggah foto ini ke UGun Info!" Jelasnya.

__ADS_1


"btw sepertinya kak Abizar sudah menyukaimu Ver, lihat dia sudah berani minta nomor mu!' jelas Tani teman Vera.


"siapa yang berani menolak pesonaku!" jelas Vera percaya diri.


dari kejauhan Abizar dan Adim tersenyum lirih, melihat rencana keduanya belum berjalan lancar.


"Aku pastikan hidupnya akan hancur sebentar lagi!" jelas Abizar.


"Aku selalu mendukungmu jika bermasalah dengan Wanita itu, dia begitu angkuh dan menyebalkan!" jelas Adim terlihat kesal.


"kita lihat saja besok, awal dan akhir dari kehancurannya!". "sembunyikan semua ini dari Erico!" Pinta Abizar.


"siap bos ku!" Jawab Adim.


Rayna tiba di kelasnya langsung duduk di kursi paling belakang dan disana sudah tiba Gavin. pria yang selalu menerimanya dalam keadaan apapun, terkadang ia bahagia mempunyai teman seperti Gavin dan terkadang ia harus kecewa ketika melihat keadaannya jauh berbeda dari Gavin yang bahagia.


"ini untukmu, Selamat ulang tahun Ray!" Jelas Gavin memberikan sebuah kotak berwarna gelap sesuai dengan warna kesukaan Rayna.


seketika Rayna ingat, bahwa hari ini ia ulang tahun ke 22, ada rasa sedih tersirat dimatanya.


"Ayo di buka!" Pintahnya tersenyum lepas.


Rayna membuka kotak itu dengan perlahan, ia melihat fotonya dari awal bertemu sampai kuliah bersama Gavin dan sebuah novel yang sangat ingin ia baca karya Ahmad Fuadi tentang mencintai wanita Depresi. "Terimakasih ya, aku menyukainya!"


"benarkah, aku sangat senang!" jelasnya Gavin.

__ADS_1


Di kelas Abizar, sudah tak belajar lagi mengingat sudah semester tua dan terfokus pada skripsi untuk akhir, jadi ke kampus bukanlah prioritas sekarang, ketiganya sibuk dengan judul masing-masing tentu itu sebagian formalitas saja. Berbeda dengan kelas Rayna penuh dengan teori dan praktik dan tak mesti membuat skripsi namun harus mampu berpolitik yang benar dan banyak menguasai bahasa.


__ADS_2