Dalam Perjodohan

Dalam Perjodohan
Sial, Kenapa dia cantik sekali?


__ADS_3

Tidak ada anak yang ingin orang tuanya berpisah, sebagai anak pasti mengharapkan keluarga harmonis saling mendukung satu sama lain, perpisahan orang tua karena egois masing-masing akan berdampak pada anak menjadi korban, seperti halnya yang Gavin rasakan, sejak ia lahir ia tak pernah bertemu ataupun tahu bagaimana sosok mamanya, ia dirawat sang pembantu sejak bayi. Setiap ia bertanya tentang sang mama pada papa, pasti papanya marah dan mengatakan sang mama telah meninggal. Padahal ia tahu, mamanya belum meninggal, ia juga tahu orangtuanya berpisah karena orang ketiga.


Gavin kabur dari rumah karena menolak perjodohan yang papanya rencanakan, ia cukup tahu bagaimana karakter sang papa ia pasti melakukan perjodohan demi keuntungannya sendiri, ia layaknya pion selalu hidup dalam bayangan papa dan tak bisa memilih apa yang ia inginkan, namun perihal wanita Gavin menolak keras karena ini berhubungan dengan kehidupannya hingga akhir hayat.


"Rayna, Secepatnya kita akan pergi dimana tak ada yang mengenali kita!" benak Gavin melihat sekotak foto kenangannya bersama orang yang ia cintai. "kita hidup sederhana dan membangun keluarga kecil yang bahagia!'.


Sejak kecil ia berteman dengan kesepian, jadi kesendirian bukanlah hal yang besar untuk di permasalahkan. Namun sejak hadirnya Rayna, ada kabar yang selalu ia tunggu, ada sesuatu yang mesti ia perhatikan, hidupnya berubah menjadi hangat dan terasa berwarna.


______


malampun tiba, kemerlap lampu hias menerangi meja yang tertata rapih serta makanan yang telah di hidangkan semenarik mungkin. Begitulah kehidupan yang kaya semakin kaya dan yang miskin pasti semakin sempit, Telah 5 pasang ibu sosialita bersama sang anak baik anak pria maupun wanita, 3 diantaranya membawa anak wanita sekitar umur 24 tahun dan 2 nya membawa anak pria sekitar umur 26 tahun.


"Anakku ini tahun depan tamat dari universitas california, karena dari kampus bergengsi pasti bisa mendapatkan pekerjaan bergengsi juga!" jelasnya memamerkan sang anak bertanda bangga.


"bagus ya, apa kamu sudah punya kekasih nak?" Tanya wanita sosialita sebelah kirinya.


"belum tante karena aku punya prinsip, sebelum selesai kuliah aku belum ingin memikirkan kekasih!" Jawabnya tersenyum ramah.


"Bolehlah kita jadi besan!' jelas ibu tadi.


"dia sudah aku cadangkan untuk menjadi Nona Pramana, anak dari Lucas!" jawab mama yang anaknya kuliah di California.


"sudah ku duga, apa kau tak tertarik dengan anak tante dia dokter mudah di rumah sakit pusat!" jelas wanita tadi memperlihatkan sang anak.


"Jika berjodoh suatu saat pasti di temukan tan!" jawab wanita itu.


tiba datanglah wanita yang ditunggu, terlihat dari cara berpakaiannya dia bukan wanita biasa, yaitu Lucas sang mama Abizar.

__ADS_1


"Hello everyone!" Sapa lucas dengan ramah lalu mencium satu persatu temannya beserta anak, Abizar memandang itu dengan memincingkan mata.


"sudahku duga, pasti ini akan terjadi!" benaknya terlihat kesal.


"Apa kalian sudah lama menungguku?" Tanya lucas langsung duduk.


"Tidak, seperti biasa kami selalu memahamimu!" jawab Resa ibu dari Rexana.


"biasalah wanita karir!" senggung Mela ibu dari Dion.


"Tadi aku menunggu anakku, jadi agak telat!" jelas mama melihat Abizar. "Ayo duduk sayang!" pinta mama menatap Abizar.


Abizar menarik kursi disamping Rexana yang kuliah di California tadi. Abizar menatap jam tangannya seraya seperti menunggu seseorang.


"Ini anakmu Ce, ternyata bukan hanya mamanya yang rupawan anaknya juga!" jelas Resa memuji Abizar berniat untuk menjodohkan dengan anaknya Rexana.


Abizar menghelakan nafasnya terlihat kesal. "Perkenalkan tante semua, namaku Abizar Praman!" jawabnya dengan tersenyum terpaksa.


"perkenalkan juga Abizar, tante Teri dan ini anak tante namanya Tara!" jelas Teri. " Ayo sayang kenalkan dirimu!".


"Perkenalkan kak aku Tara, Mahasiswa kedokteran dari UI!" jelasnya.


"ya!" jawab Abizar.


sekitar 10 menit akhirnya perkenalan itu berakhir, yang Abizar tahu adalah Resa mempunyai anak namanya Rexana kuliah di Universitas California, Mela mempunyai anak bernama Dion sudah bekerja di rumah sakit pusat sebagai dokter, Teri mempunyai anak bernama Tara, Mahasiswa kedokteran dari Ui, Jessica mempunyai anak bernama Arga sudah bekerja di perusahaan swasta di pusat, dan Crist mempunyai anak bernama Karin sudah bekerja di perusahaan negeri di kota. Jujur saja acara ini adalah hal unfaedah yang paling Abizar hindari karena sang mama pasti tidak hentinya pamer akan kekuasaan, anak dan fisik. "Kemana sih wanita itu?" Benak Abizar tidak hentinya melihat jam tangan.


"Abizar masih kuliah atau sudah bekerja?" Tanya Karin tersenyum semanis mungkin.

__ADS_1


"Aku masih kuliah di Universitas Gunadarma!" Jawab Abizar tetap fokus ke jam tangannya.


"keren ya!" jawabnya.


"Ce, kenapa tidak disuruh kuliah di luar negeri saja?" Tanya Resa merasa anaknya berkualitas kuliah di luar negeri.


belum sempat mama menjawab pertanyaan Resa Rayna tiba, dengan Dress sebahu hingga lutut dengan tas sederhana serta rambutnya yang panjang terurai dengan indah.



mata Abizar tak henti memandang sang istri yang telah merombak-ambik perasaannya, detak jantung tak karuan bahkan bibirnya pun tak bisa ingin berkata apa. "Sial, Kenapa dia cantik sekali!" benaknya.


"Maaf agak terlambat!" jelas Rayna tersenyum manis.


"Kau anak siapa?" Tanya Resa Tanya tanya.


"Ah dia anakku!" jawab mama dengan tersenyum lalu berdiri menuntun Rayna duduk bersampingan dengan Dion dan berhadapan dengan Abizar.


"Waww aku sampai tak bisa berkata apa, ternyata wanita cantik seperti ini bukan hanya ada di cerita-cerita!" jelas Mela mamanya Dion.


"Ayo kenalkan namamu sayang!" pintah mama.


"Baik ma, perkenalkan semuanya aku Rayna!' jelas Rayna berdiri sejenak lalu menundukkan kepala bertanda hormat.


Perkenalan pun kembali terjadi, Rayna yang selalu di puji mama dari dua pria tampan di samping Abizar membuat Abizar tambah kesal, apa lagi Rayna yang ia lihat malam ini tidaklah sama dengan Rayna dirumah yang dingin, pembangkang, dan menjengkelkan.


"Rayna kuliah dimana, jurusan apa?" Tanya Dion basa basi tak henti menatap wanita cantik itu.

__ADS_1


__ADS_2