Dalam Perjodohan

Dalam Perjodohan
Siapa Yang Memberi Surat Ini


__ADS_3

Tiba di Apartemen Abizar, Rayna langsung menuju kamarnya yang telah di tata rapi oleh Bi Ina, sebagai Art di rumahnya. Akhirnya ia bisa menarik nafas dengan nyaman keluar dari rumah mertuanya, bukannya ia tak suka melainkan ia tak terbiasa dengan perhatian berlebihan dari mama mertuanya itu.


"Nona, Bibi menemukan ini, Sepertinya untuk nona!" jelas Bi Ina memberi secarik kertas berupa surat bertuliskan "Teruntuk Anakku, Rayna".


"Terimakasih Bi" Jawab Rayna mengambil surat lalu membukanya.


"Apa ini dari papa, Kenapa pakai surat segala? apa papa tidak menjualku, apa dia sangat sibuk sehingga mengabaikan ku selama ini!" benaknya langsung membuka surat itu.


Tangan Rayna seketika bergetar ketika membacanya "Tidak mungkin, ini tidak mungkin!" ia menggelengkan kepala tak percaya.


yang mana surat itu berisi



"Apa ini, aku tidak mengenalinya!" jelasnya memasukkan surat itu ke dalam lemari tempat ia menyimpan obatnya.


"Bi!" Panggil Rayna.


dengan tergesa-gesa menuju kamar Rayna "Iya nona!"


"Siapa yang memberi surat ini?" Tanya Rayna semaksimal mungkin terlihat biasa saja.

__ADS_1


"Tidak tahu nona, bibi menemukan ini di depan pintu!" jawab bibi seadanya.


"ah iya Bi, bibi boleh keluar!" pintah Rayna.


"hahahaha mana mungkin mama, mama saja sudah meninggal!" jelas Rayna tidak percaya.


suara kekacauan di luar membuat Rayna terganggu, ia sudah yakin itu adalah manusia iblis dan kedua temannya.


"Sayang ayo kita ke kamar" terdengar seorang wanita dengan manjanya, membuat telinga Rayna terasa terganggu. "Sayang, malu ah" jelasnya lagi.


entahlah hati Rayna tidak peduli dengan keadaan itu namun tubuhnya memaksa keluar melihat siapakah wanita itu. ia berpura-pura untuk mengambil minum di dapur, terlihatlah 3 pria dan dua wanita, 1 pria di pangkuan Adim dan satu wanita di pangkuan Abizar serta Erico duduk di kursi menonton televisi.


Tak sengaja Rayna melihat adegan panas Adim ciuman bibir serta tangannya berkelanah kemana-mana sehingga menimbulkan suara aneh wanita itu.


"siapa dia sayang?" Tanya wanita yang ada di pangkuan Abizar.


"Dia tak penting, yang penting adalah saat ini aku mencintaimu!" jelas Abizar tersenyum penuh arti.


Erico terlihat antusias melihat kedatangan Rayna, membuat hatinya berbunga-bunga.


"Rayna!' panggil Erico.

__ADS_1


Rayna berhenti sejenak, rasa malu, rasa canggung menjadi satu. ia malu ketika berusaha keluar padahal ini adalah satu hal yang tak penting untuknya, rasa canggung yaitu ketika melihat adegan dewasa yang mampu merusak otaknya.


"Iya?" jawab Rayna.


"Apa kau sibuk?" Tanya Erico tersenyum.


"seperti yang kau lihat, aku akan ke dapur untuk minum!" jawabnya beranjak pergi.


lalu Erico mengikuti Rayna, Berusaha untuk pendekatan. Tindakan Erico tidak luput dari mata tajam Abizar.


"Ray, 1 bulan lagi dari fakultas kami kedatangan pebisnis dari Jerman. aku lihat dari biodata kau, kau lahir di Jerman ya?" basa basi Erico.


"iya!" jawab Rayna lalu minum cola untuk menyegarkan pikiran.


"maukah kau jadi mentorku, aku janji tidak akan membuatmu kecewa!" jelasnya mengangkat tangan meyakinkan Rayna.


entah kenapa Rayna merasa orang di depannya ini, selain sahabat paling bodoh Abizar dengan perasaan, pria di depannya ini juga tulus terlihat dari matanya.


"Baiklah, kau bisa membayarku dengan ini!" jelas Rayna mengeluarkan handphone untuk kode Qr.


"wah aku senang sekali, baiklah!" jelas Erico langsung menautkan kode qr itu.

__ADS_1


"mulai besok, kau datang saja pada malam hari, Aku tidak bisa siang soalnya agak sibuk!" jelas rayna beranjak pergi.


ig : renaandesta25


__ADS_2