
Abizar membersihkan diri lalu keluar kamar untuk sarapan.
"Bi dimana Rayna?" Tanyanya pada Bi ina sedang mencuci piring dan mama sedang menonton podcast kesayangannya.
"Pagi sekali tadi bibi lihat nona keluar rumah tuah!' jawab bibi terapi fokus dengan pekerjaannya.
"Apa kalian bertengkar?" Tanya mama menatap tajam pada Abizar.
"Tidak, dia memang senang keluar pagi hanya olahraga!" jawab Abizar gugup melihat ekspresi mamanya.
Abizar menarik kursi untuk duduk makan, "Hei, siapa suruh kau makan ha? tunggu istrimu!" mama melotot Abizar.
"mama aku lapar, dia sering pulang sore!" jelas Abizar kesal tangannya di tahan sang mama.
"Tidak, kau tak boleh makan. Tunggu sebentar lagi!" pintahnya.
"Bi kenapa lauknya kacang lagi. Bukankah Rayna tak menyukai kacang?" Tanya mama ketika melihat hidangan berbahan kacang.
"Ah, bahan hanya tinggal kacang dan cumi nyonya!" jawabnya.
"Apa kalian tidak belanja bulanan?" Tanya mama pada Abizar.
"Aku tidak suka makan makanan rumahan!" jawabnya angkuh. "Jika mama tidak menyuruhku makan, aku akan keluar!" jelas Abizar ingin beranjak dari kursi.
"Jika kau bergerak, mama akan laporkan ke papa perihal kau ribut dengan Rayna!" Ancam mama sehinggah Abizar duduk kembali.
"Apa mama senang melihatku selalu di tendang papa?" Tanya Abizar kesal.
cklekkk, belum sempat mama menjawab sesosok wanita yang di tunggu telah tiba, wanita berambut panjang kekuningan itu dibiarkan terurai serta syal menutup lehernya. Pagi ini ia sengaja menggunakan pakaian agak tertutup karena menyembunyikan kissmark di dada dan di lehernya.
"Ah anak mama, apa kau sedang sakit?" tanya mama melihat Rayna menggunakan syal lalu menyambut Rayna dengan hangat dan menuntun agar duduk di kursi meja makan.
__ADS_1
Abizar diam menatap wanita itu, entah ada rasa bersalah dan rasa senang yang tak bisa ia ekspresikan.
"Tidak ma, aku hanya dingin tadi pagi!" jawabnya langsung duduk di kursi samping Abizar.
"Ayo kita makan sayang!" pintahnya.
"Apa anak mama itu Rayna?" Tanya Abizar jealous.
"iya karena Rayna cantik, pintar, baik, dan tidak mengesalkan seperti kamu!" jawab mama.
"Hiss menyebalkan!" jelas Abizar mengambil nasi untuknya.
Lagi-lagi Rayna melihat kacang di meja makan, padahal sudah ia katakan pada Bi Ina bahwa ia tidak menyukai segala jenis kacang. Melihat kacang sama halnya seperti melihat masalalu yang buruk dan tak bisa termaafkan baginya.
"Aku tidak menyukai kacang!" Jelas Rayna setengah berteriak.
"Apa nona ada masalah dengan kacang?" Tanya bibi kepada Rayna dari dapur.
"Bukankah kemarin kau tau aku tidak menyukai kacang?" Tanya Rayna.
'Ah di dalam kulkas hanya ada kacang dan cumi nona, bibi belum belanja!" jawabnya seadanya.
"oh!" jelasnya membuang pikiran yang tidak-tidak.
"Apa ada masalah dengan kacang Sayang?" Tanya mama.
"Aku hanya tidak suka melihatnya ma!" jawab Rayna berusaha tersenyum, ia berusaha menutup serapat mungkin jika itu berhubungan dengan kerapuhannya.
Abizar yang terabaikan di meja makan itu semakin kesal. Ia makan dengan cepat, tanpa menunggu kedua wanita yang merombak-ambik perasaannya.
"oh iya, nanti sore mama ada dinner sama teman sosialita kalian berdua harus hadir ya, karena teman-teman mama membawa anaknya juga!" pintah mama layaknya memohon.
__ADS_1
"Tidak!" Jawab Abizar menolak keras hal yang paling ia hindarkan.
"kenapa kau menolak ha, apa kau tahu mama begitu iri dengan teman-teman, mereka sangat dekat dengan anaknya sedangkan mama selalu merasa sendiri dan tak punya anak!" Teriak mama kepada Abizar.
"Ma kami sibuk, lagi pula acara begituan kekanakkan!" jawab Abizar berusaha menolak. "Iyakan sayang?" Tanya Abizar menatap Rayna memberi kode agar menolak.
Rayna bingung ingin menjawab apa, ia sama sekali tak punya pengalaman dalam hal dinner apa lagi berkumpul dengan banyak orang. Melihat Ray terdiam mama terlihat kecewa, ia berdiri ingin menuju kamar.
"kalian benar-benar tidak mengerti perasaan mama!" jelasnya menuju kamar.
"Kami akan pergi!" jawab Rayna membuat Abizar tersentak.
Abizar menatap Rayna tajam, tatapan itu seolah bertanya kenapa kau menerimanya.
"Benarkah sayang?" Tanya mama kembali duduk dengan perasaan bahagia.
"iya ma, hari ini kan hari libur!" jawab Rayna.
______
Dikamar Rayna dan Abizar pun tak henti-henti berdebat karena Rayna menerima tawaran mamanya yang menurutnya hal yang konyol dilakukan tanpa progress apapun.
"Apa kau tauh jika kau menerimanya mama akan selalu minta menemaninya, memuji anaknya depan teman-temannya!" jelas Abizar tak terima.
"Bukankah sebelum pergi, seseorang harus meninggalkan kenangan baik. Lagi pula ini tidak terlalu buruk!" Jawab Rayna mengoles salap dilehernya yang ia beli di apotek tadi.
"Katakan sekali lagi maka akan ku buat kau tidak bisa berjalan lagi!" ancam Abizar penuh gairah di pagi hari.
Rayna memandang pria yang sangat ia benci itu dengan tatapan menantang "Apa kau termakan dengan kata-katamu?"
"Sayang apa kau bermain denganku?" Tanya Abizar semakin mendekat. "Apa aku terlalu lembut terhadapmu pagi ini?".
__ADS_1
"Jangan-jangan kau mencintaiku?" Tanya Rayna sengaja memancing agar pria itu menjawab jujur.