
***Abizar menarik Rayna dengan kasar lalu mendorongnya masuk ke mobil. “Hei.. kenapa kau menarikku? Kau tidak punya sopan santun apa? Apa kau tidak lihat aku sedang berbicara?” Tanya Rayna pada Abizar saat telah dalam mobil.
“Aku tidak ingin menunggumu yang tak penting, jangan banyak bicara kalau tidak mau aku turunkan kau dan berjalan kaki ke rumah mama!” Ancam Abizar lalu menghidupkan mesin mobilnya. “Ingat posisimu, kau bawahan!”
“Terserah kau saja, aku tidak ingin berdebat pada kau yang tak penting!” Jelas Rayna dingin namun penuh dengan arti.
“Turun!” pinta Abizar yang baru saja menyetir mobilnya.
“Kau pikir aku takut dengan ancaman itu, tidak!” jelas Rayna ingin membuka pintu mobil, belum sempat ia buka Abizar telah menancapkan gas sehingga mobil dengan kecepatan tinggi, membuat Rayna terkejut.
“jangan buat aku marah, jika tidak ingin dalam bahaya!” jelas Abizar kesal tetap fokus dengan jalannya.
“Sudahlah aku tidak ingin memperpanjang masalah!” jawab Rayna membuka handphonenya untuk membaca novel di aplikasi noveltoon.
“Sungguh menyebalkan, pokoknya setelah 6 bulan aku harus ceraikan wanita ini dan hidup bahagia bersama Jassy” benak Abizar. Dengan malas ia menatap Rayna yang sibuk dengan dunia imajinasinya.
“Apa aku dekatkan saja wanita ini pada Erico, agar aku ada alasan untuk menceraikannya?” Benak Abizar “ide bagus!”.
Selang 35 menit tibalah keduanya depan rumah Abizar, Rayna tampak kagum dengan mewahnya rumah Abizar yang menjulang 2 tingkat, apa lagi dengan bunga yang indah serta rimbun di halaman yang sangat luas itu.
Rayna mengikuti langkah kaki Abizar, tanpa mengetok pintu langsung masuk.
“Mama!” panggil Abizar.
“Oh my God Abizar, Rayna! Kalian telah tiba, janjinya nanti siang!” jelas mama memeluk Abizar lalu Rayna.
“Maaf ma, nanti sore kami ada urusan masing-masing. Jadi tidak bisa siang!”, jawab Abizar menatap mamanya.
Mama Abizar terlihat sedih menatap Abizar lalu Rayna.
“Mama kenapa?” tanya Rayna memperhatikan mama mertuanya.
“Mama rindu pada kalian sayang, masa kalian tidak menginap sih?” jawab mama Abizar.
“Ma, kami sibuk!” jelas Abizar.
“Sudahlah pulanglah sana!” pinta mama merasa sedih lalu menuju kamar.
Abizar dan Rayna saling pandang dan sama-sama tak mengerti dengan sikap mama Abizar.
“Ma!” panggil Rayna.
“Pulanglah!” jawab mama berlalu.
“Kami akan menginap, mama tenang saja!” jelas Rayna membuat mama Abizar tertegun.
“Benarkah? Mama sangat senang! Sekarang mama punya anak pria dan wanita!” jelas mama kembali menuju Abizar dan Rayna.
Abizar melotot pada Rayna dengan tatapan penuh arti.
“Kami juga sangat bahagia!” jawab Rayna menyenggol siku Abizar dengan sikunya bertanda kode.
“Iya ma!” jawab Abizar gugup.
__ADS_1
“Ya sudah silakan duduk sayang, mama akan siapkan makanan untuk kalian!” jelas mama Abizar.
“Tidak usah ma, Abizar mau istirahat soalnya sangat lelah!” jawab Abizar menuju kamar.
“Aish, benar-benar tidak menyenangkan!” jelas mama Abizar terlihat kesal.
“biar Rayna saja ya ma, temani mama disni!” jelas Rayna mengerti dengan raut wajah mama mertuanya itu.
“Oh menantu mama, ayo sayang kita bersenang-senang hari ini!” jelas mama Abizar “kita ke mana? Ke mall, ke toko baju, apa ke tempat wisata?’ tanya mama Abizar.
“Aku terserah mama saja deh!” jawab Rayna dengan wajah bersahabat.
“tunggu disini ya sayang, mama mau ganti baju dulu!” pinta mama Abizar terlihat senang.
Rayna hanya tersenyum melihat mama Abizar yang terlihat bahagia 'mama, andai kau masih hidup. Mungkin aku sebahagia ini Sekarang dan mungkin pernikahan ini tidak akan terjadi!” benak Rayna.
Selang 10 menit mama Abizar telah keluar dengan pakaian santainya, layaknya anak muda sebaya Rayna.
“Apa mama cantik?” tanya mama Abizar memutarkan badannya.
“mama sangat cantik, seperti sebayaku!” jawab Rayna mengacungkan jempol.
“Ayo sayang kita berangkat!” pinta mama beranjak pergi dengan merangkul tangan Rayna layaknya bersahabat.
Abizar hanya melihat kepergian Rayna dan mamanya dari jendela kamar, mamanya terlihat sangat bahagia.
“Aku harus mendekatkan Rayna dan Erico, agar aku ada alasan untuk menceraikan Rayna!” jelas Abizar menyusun ide untuk mendekatkan Rayna dan Erico.
Ting... Suara notifikasi handphone Abizar bunyi, membuat ia membuka handphonenya berharap kabar dari Jassy. Ternyata harapan tak seindah ekspektasinya, notifikasi itu dari Erico di grub via WhatsApp mereka bertiga.
Abizar tersentak mendengar suara Adim mengakui bahwa ia mencintai Rayna.
Jadi bencinya kayak gini 😁 ~ Erico.
Apa-apaan ini Erico😡 ~ Adim.
Gak nyangka aja😊~ Erico.
Ternyata kalian tidak ada bedanya 😂 sama-sama bodoh dengan wanita parasit itu ~ Abizar.
Diam kau😡~ Adim.
Aku bisa kok, mendekatkan kalian pada Rayna 👻 jika kalian mau sih. Aku hanya menawarkan~ Abizar.
Apa maksudmu?😲 ~Adim dan Erico.
Iya, asalkan ada syaratnya!~ Abizar.
Hei Adim, kau sudah punya pacar. Jadi tak usah mengganggu Rayna ku😡~ Erico.
Apaan sih gak jelas @Erico😡~ Adim.
Kalian mau gak?~ Abizar.
__ADS_1
Apa syaratnya? ~ Adim.
Iya apa?~ Erico.
Jangan kasih tauh siapa-siapa, Kalian tauh Rayna itu sepupuku😂~ Abizar.
Ngaco😡😡 sudahlah, omong kosong semua itu! ~ Adim.
Aish... Aku pikir serius 😡~ Erico.
Aku serius loh🤗~ Abizar.
Meskipun itu serius, aku tidak akan mempercayainya. Paham 😡😡~ Adim.
Wkwkwkw😂~ Abizar.
Aish😲~ Erico.
Akhirnya obrolan mereka terselesaikan ketika Abizar tertidur. Abizar sangat kelelahan, ya itu kebiasaannya setiap pulang dari bar karena semalam ia meminum Anggur lebih dari 3 botol, membuat ia masih teler.
Rayna dan mama Abizar pergi ke mall untuk membeli baju, sepatu Bahkan banyak lagi, setelah ke mall Keduanya pergi ke tempat wisata dan berakhir di kafe untuk makan siang.
“kau mau pesan apa sayang?” tanya mama Abizar.
“Samakan saja pada yang mama pesan!” jawab Rayna.
“Baiklah sayang!” jawab mama menulis dibuku daftar makanan.
“setelah ini kita ke mana ma?” tanya Rayna.
“Emm, setelah ini kita ke tokoh baju lagi!” jawab mama Abizar.
“Bukannya tadi kita sudah membeli baju ma?” tanya Rayna lagi.
“di mall tadi kurang menarik! Kau pasti suka baju yang terbukakan?” jawab dan tanya mama.
“Bukannya suka ma, tapi biasa saja pakai baju beginian!” jawab Rayna memperlihatkan baju yang ia pakai.
“Mama juga suka dengan baju seperti yang kau pakai sayang, tapi semenjak menikah dengan papamu dia sangat agresif, sampai-sampai mama dandan saja tidak diizinkan. Aish.... Sungguh menyebalkan!” jelas mama Abizar terang-terangan.
“Benarkah, berarti papa pencemburu dong ma?” tanya Rayna.
“Iya sayang, kalau Abizar bagaimana?” tanya mama.
“Oh... Abizar tidak terlalu cemburu ma!” jawab Rayna gugup.
Dan tak berapa lama makanan yang mereka pesankan telah tiba, membuat keduanya berhenti berbicara dan makan.
Papa Rayna pergi ke luar negeri tanpa pamit pada Rayna, ia pergi ke negara asalnya yaitu Jerman. Ia pergi ke sana untuk urusan pribadi yang tak diketahui siapa pun termasuk pembantu dirumahnya.
“Rayna semoga kau bahagia nak, papa akan kembali jika masalah papa sudah selesai!” jelas papa Rayna melihat pemandangan di udara dari jendela pesawat.
“Papa selalu merindukanmu, sungguh berat ujian yang papa jalankan. Tapi demi kebahagiaanmu, papa akan lakukan apa pun!” jelas papa lagi.
__ADS_1
Tujuan papa Rayna pergi ke luar negeri adalah mengurus saham perusahaannya yang hampir blacklist, untung saja ada bantuan dana dari perusahaan Pramana grub sehingga perusahaan papa Rayna kembali berdiri.
Yang jadi permasalahannya sekarang adalah ia telah membeli saham baru, tapi Saham yang ia beli di palsukan sang penjual membuat papa Rayna frustasi***.