
“Ugh....” Seiji membuka matanya, dia langsung melihat wajah Reiko yang tanpa ekspresi ada di atasnya dan sedang melihat dirinya. Seiji menoleh, dia langsung sadar kalau dia tertidur di pangkuan Reiko. Dia beranjak duduk,
“Aku ketiduran lagi....” Ujar Seiji sambil memegang wajahnya.
“Tidak apa apa.....” Balas Reiko singkat.
“Baiklah, ayo kita teruskan...” Balas Seiji.
“Ya....” Balas Reiko.
Seiji berdiri dan menjulurkan tangan kepada Reiko yang langsung menyambutnya dan berdiri, mereka berjalan masuk menelusuri tangga turun ke bawah. Sama seperti sebelumnya, para monster di lorong lorong di bawah menghindari mereka. Seiji dan Reiko terus berjalan menelusuri lorong,
“Kamu tadi bermimpi Seiji...” Ujar Reiko.
“Oh ya....apa aku mengucapkan sesuatu ?” Tanya Seiji.
“Mama...” Jawab Reiko.
“Ah benar juga....” Balas Seiji.
Keduanya kembali terdiam dan berjalan, Seiji berusaha mengingat mimpinya barusan, tapi dia tidak ingat apa apa.
“Aku juga bermimpi...” Ujar Reiko.
“Ya...aku tahu....” Balas Seiji.
Belum selesai mereka berbicara, mereka tiba di sebuah tangga yang mengarah ke bawah, keduanya langsung masuk dan turun menelusuri tangga. Mereka menelusuri lorong lurus yang terlihat tidak ada ujungnya.
“Kamu mimpi apa Reiko ?” Tanya Seiji.
“Keluargaku...” Jawab Reiko singkat.
“Ok...” Balas Seiji.
“Kenapa mama mu Seiji ?” Tanya Reiko.
“Dia pergi meninggalkan aku...” Jawab Seiji.
“Begitu...” Balas Reiko.
“Kalau keluargamu ?” Tanya Seiji.
__ADS_1
“Semuanya meninggal karena kecelakaan lalu lintas.” Jawab Reiko.
“Begitu...” Balas Seiji.
Keduanya kembali diam. Akhirnya mereka sampai di sebuah gerbang berwarna emas yang dua kali lebih besar dari gerbang gerbang yang sudah mereka temui. Seiji menoleh melihat Reiko yang juga melihatnya, keduanya menangguk tanda mereka sudah siap menghadapi apa saja yang akan muncul di balik gerbang. Seiji mendorong gerbangnya dan gerbang terbuka sedikit, keduanya langsung masuk ke dalam. Begitu masuk, keduanya sedikit kaget karena di depan mereka ada hamparan padang rumput hijau yang sangat luas seakan akan tidak berujung dan langit biru berawan di atasnya. Angin hangat menerpa wajah mereka sehingga mereka tahu apa yang mereka lihat bukan ilusi. Tiba tiba, “Brak.” Pintu di belakang mereka tertutup.
“Skreeeeak....graaaaaaaah.” Terdengar raungan binatang besar yang keras dan bergema.
Keduanya menoleh ke atas dan melihat seekor ular naga raksasa dengan bagian bawah berwarna putih dan bagian tubuh atasnya bertanduk di penuhi bulu, tubuh yang besar panjang meliuk liuk dengan dua sayap seperti sayap malaikat yang sangat besar di kanan dan kiri, kepalanya sangat besar dan memiliki sebuah tanduk panjang seperti unicorn di keningnya, sedang terbang memutari mereka. Seiji langsung menggunakan skill analyze nya,
******************************
Nama : Quetzalcoatl.
Level : Error.
Power : Error.
Danger : Level 5 (SSS)
Weakness : Error.
******************************
“Ya aku tahu, aku juga melihat status nya...” Balas Reiko.
Seiji langsung serius, dia mengeluarkan sihir pembuat bulan untuk merubah dirinya menjadi werewolf, setelah melihat bulan, tubuhnya mengembang menjadi besar dan sangat kekar, wajahnya memanjang menjadi wajah serigala,
“Auuuuuuuuuu.” Seiji melolong.
Reiko juga langsung mengeluarkan sayap kelelawar besar dari punggungnya dan mencabut sabit nya. Naga besar itu melihat keduanya, kepalanya langsung menerjang ke arah keduanya dengan mulut terbuka lebar. Reiko langsung terbang melayang dan Seiji melompat ke punggungnya, Seiji mencengkram tubuh naga dan memukuli nya bertubi tubi, karena tidak berhasil dia mencabut kedua belatinya dan menusuk punggung naga yang di tunggangi nya berkali kali. Sementara itu, Reiko yang terbang di sebelah tubuh naga juga menyerang dengan sabetan sabit berkali kali, tapi serangan keduanya tidak membuahkan hasil, kulit naga itu keras sekali dan tidak bisa tertembus serangan mereka. Seiji mempunyai ide,
“Reiko tangkap aku....Explosion.”
Seiji menghantamkan tapaknya dan membuat kulit naga memerah, kemudian dia melompat dan Reiko menangkap nya. Tubuh naga yang memerah langsung menimbulkan ledakan yang sangat besar dan suaranya sangat memekakkan telinga.
“Skrieeeek....” Naga yang terbang dengan kecepatan tinggi mulai goyah.
Tapi setelah asap menghilang, kulit naga tidak tergores sama sekali hanya menjadi berwarna hitam dan bulunya terbakar. Reiko kembali melemparkan Seiji ke punggung naga. Seiji mendarat mulus sambil memegang sebuah tanduk yang mencuat di punggung naga yang terus terbang itu.
“Bagaimana cara menembus kulit naga ini, kalau saja aku bisa menembusnya...” Pikir Seiji.
__ADS_1
Selagi berpikir, dia melihat ujung tanduknya yang sedikit merekah akibat ledakan, dia langsung memiliki ide,
“Reiko, coba sekali lagi....” Teriak nya.
“Ya....” Balas Reiko.
“Explosion...”
Kali ini, Seiji menempelkan tapaknya ke tanduk dan tanduk itu menjadi merah, Reiko langsung menyambar tangan Seiji dan terbang menjauh. Tanduk itu langsung menimbulkan ledakan yang lebih besar dari sebelumnya dan hancur berkeping keping.
“Kriaaaaaaaaak....” Naga itu berteriak karena merasa kesakitan.
Asap keluar membumbung dari tanduk yang hancur dan berlubang, Reiko langsung membawa Seiji turun lagi ke punggung bekas tanduk, kulit di bawah tanduk terbuka dan berlubang mengeluarkan darah,
“Poison.”
Seiji menembakkan racunnya ke dalam tubuh naga dan kemudian dia menarik nafas panjang,
“Dragon breath.”
Dia menyemburkan api dari mulutnya ke dalam lubang untuk membakar bagian dalam tubuh naga. Reiko yang terbang melewati Seiji yang sedang menyemburkan api Dari mulutnya juga menembakkan cairan acidnya ke dalam lubang. Tiba tiba naga berhenti dan kepalanya menoleh melihat Seiji di punggungnya, mulutnya terbuka. Seluruh tanduk di tubuhnya langsung mengeluarkan listrik putih, kemudian listrik putih itu mengaliri seluruh tubuhnya. Seiji yang berada di atas punggungnya langsung melompat, tapi kaki sebelah kanan nya tersengat oleh listrik dan membuat nya jatuh,
“Seiji...” Teriak Reiko.
Reiko langsung terbang menukik menyusul Seiji yang jatuh ke bawah. Ketika sudah mendekat, Reiko menjulurkan tangannya dan Seiji menyambutnya, keduanya turun ke tanah dengan selamat, tapi Seiji langsung jatuh karena kakinya terluka akibat sengatan listrik dari tubuh naga itu.
“Huff...terima kasih Reiko...” Ujar Seiji sambil melihat ke atas.
“Sama sama....bagaimana cara mengalahkannya.” Balas Reiko yang juga melihat naga yang masih meliuk liuk terbang di udara.
“Kita tunggu....tidak mungkin poison dan acid mu tidak bereaksi....aku sudah membakar seluruh dinding lubangnya supaya poison meresap ke dalam...” Balas Seiji.
Perlahan lahan, tubuh Seiji kembali menjadi manusia dan sayap Reiko pun masuk ke dalam punggungnya. Reiko memapah Seiji untuk bersembunyi di balik batu menghindari penglihatan naga. Di balik batu, Seiji menggunakan skill regenerationnya ke kakinya dan perlahan lahan kakinya mulai sembuh. Tak lama kemudian,
“Skriiieeeeek....graaaaaaah...” Naga itu kembali berteriak.
Keduanya mengintip dari balik batu dan melihat sisik naga itu mulai rontok, keluar bercak bercak besar berwarna ungu dan hijau di kulit naga yang luar biasa keras itu. Sayap naga mulai bergerak lambat dan terbangnya mulai tidak beraturan. Keduanya langsung berlari keluar dari balik batu dengan senjata masing masing di tangan mereka. Ketika sudah berada di bawah naga, Seiji menembakkan pistolnya dan tembakannya masuk menembus kulit membuat naga terluka.
“Serang Reiko....” Teriak Seiji.
“Ya....” Balas Reiko berteriak.
__ADS_1
Reiko mengeluarkan tentakel nya, tentakel tentakel yang berjumlah sangat banyak melilit tubuh naga dan menarik nya turun ke bawah. Ketika ketinggian naga sudah terjangkau oleh skillnya, Seiji langsung mengeluarkan listrik kuningnya untuk mengikat naga supaya tidak bergerak. Ketika naga sudah jatuh ke tanah, keduanya melompat menyerang dengan pistol, cambuk dan sabit bertubi tubi. Setelah mengerahkan semuanya, akhirnya naga itu tidak bergerak lagi, tubuhnya penuh dengan luka dan dua sayapnya terputus, kemudian naga itu berubah menjadi abu dan menghilang. Seiji dan Reiko langsung menempelkan punggung mereka dan terduduk lemas sambil menarik nafas lega.