
Ketiganya berjalan terus ke dalam hutan dengan penuh waspada dan melihat sekeliling, banyak sekali monster seperti goblin, orc, ogre, troll dan binatang sihir yang mengamati mereka dari kejauhan tapi tidak berani mendekat menjadikan ketiganya berjalan seperti melalui jalan bebas hambatan. Setelah berjalan cukup jauh, sebuah gubuk batu di dekat sungai, gubuk itu seperti sebuah bangunan terbengkalai yang di bangun kembali dengan asal jadi dan tidak simetris. Ketiganya mendekati gubuk itu, mereka berpencar dan menyelidiki sekitar gubuk itu, setelah itu mereka berkumpul di pintu masuk gubuk, Seiji mencoba membukanya dan ternyata gubuk itu terkunci,
“Biar aku coba nii-chan...” Ujar Iroha.
Iroha melangkah maju, dengan menggunakan kemampuan permeation nya, dia berjalan menembus pintu untuk masuk ke dalam. Seiji dan Reiko sedikit kagum melihatnya, “Cklek.” Pintu di buka dari dalam, Iroha membuka pintunya dan Seiji masuk bersama dengan Reiko ke dalam, begitu masuk, mereka melihat gubuk itu kosong tapi ada sebuah perapian di menempel di dinding persis di sebrang pintu masuk.
“Buat apa buat perapian di gubuk seperti ini ?” Tanya Seiji.
Dengan menggunakan kemampuan x ray visionnya, Iroha melihat perapian yang tidak sewajarnya ada di dalam ruang kosong seperti di dalam gubuk itu.
“Di belakang perapian itu ada jalan nii-chan...” Jawab Iroha.
“Wow...Iroha-chan memang hebat...” Balas Reiko kagum.
Seiji mendekati perapian nya dan mengamati nya, dia menemukan tombol di dalam perapian itu dan menekannya, perapian itu bergeser, tiba tiba seekor monster seperti macam kumbang dengan gigi seperti pedang dan besar langsung menerkam Seiji, dengan reflek, Seiji mencabut pistolnya dan “Blam.” Monster itu langsung tergeletak mati dan menjadi debu.
“Iroha-chan, kamu tidak lihat monsternya ?” Tanya Seiji.
“Tidak, pasti monsternya tertembus penglihatanku...” Jawab Iroha.
“Tidak apa apa Iroha-chan, toh monster itu mudah sekali di kalahkan.” Balas Reiko.
“Hei...aku tidak menyalahkan dia, hanya bertanya.” Balas Seiji.
“Iya tahu...sudah tidak usah di bahas.” Balas Reiko.
Ketiganya masuk dengan hati hati menuruni tangga di balik perapian, ketika sampai di bawah, mereka menemukan lorong panjang. Reiko menggunakan skill mapping nya dan memperlihatkannya pada Seiji.
“Nii-chan, lorong ini menuju ke reruntuhan di bawah akademi, berarti ada yang bisa kesini dari bawah labirin, aku sudah menandainya, kita tidak perlu masuk lebih dalam.” Ujar Reiko.
“Baiklah, kita naik lagi...” Balas Seiji.
Ketiganya kembali naik dan keluar di gubuk batu, tapi ketika mereka keluar, pintu gubuk di buka, ketiganya langsung masuk lagi ke bawah, sampai di lorong, Iroha langsung menghilang menggunakan skill vanishnya, Seiji masuk ke bayangan Reiko dan Reiko menjadi kelelawar kecil. “Trek...trek...trek..” Terdengar suara langkah kaki menuruni tangga,
__ADS_1
“Hei kenapa perapiannya terbuka ?” Tanya seorang pria.
“Apa ada yang masuk kesini...tidak mungkin, hanya kita yang tahu ruangan ini...” Balas seorang pria lainnya.
“Jangan lengah...kita harus hati hati, jangan sampai ketahuan guru dan staff.” Ujar seorang wanita.
Tak lama kemudian, tiga orang murid berseragam sama seperti Seiji dan Reiko masuk ke lorong, mereka menggunakan jubah dan membuka kerudungnya. Ketiganya terlihat seperti siswa sma senior, dua orang laki laki manusia dan seorang gadis elf. Mereka berjalan melewati Reiko yang bertengger di langit langit dan Iroha yang menghilang menempel di dinding. Reiko dan Iroha langsung mengikuti mereka, ketiga siswa itu terus menelusuri lorong lurus yang ujungnya tidak terlihat, setelah cukup lama berjalan, akhirnya mereka menemukan sebuah pintu, ketiga siswa itu membuka pintu dan masuk ke dalam, tentu saja Reiko dan Iroha mengikuti mereka, ternyata ruangan itu adalah sebuah kamar tidur lengkap dengan kamar mandi yang sepertinya mereka buat sendiri.
“Huff capeknya...” Ujar sang gadis sambil merebahkan diri di tempat tidur.
“Hari ini naik 5 level, lumayan, kita jadi semakin kuat, tapi semua ini harus di rahasiakan..” Ujar seorang pria yang duduk di sisi tempat tidur persis di sebelah gadis yang merebahkan diri.
“Benar, jangan sampai ruangan ini di ketahui...” Tambah seorang pria lagi yang duduk di sisi lain gadis itu.
“Hei...ayo...aku lagi mau nih...” Ujar sang gadis.
“Hehe baiklah, sebagai penutupan perburuan hari ini...” Balas sang pria sambil langsung memeluk gadis yang merebahkan diri di sebelahnya.
“Huh...kalian mulai dulu saja, keringatan, aku mandi dulu...” Balas pria di sebelah keduanya yang berdiri dan berjalan ke kamar mandi.
“Tidak ada siapa siapa, hanya kelelawar menabrak pintu...ayo lanjut.”
Pintu kembali di tutup. Reiko langsung berubah menjadi manusia dan Iroha menampakkan diri, wajah keduanya merah dan berlari menelusuri lorong, ketika sampai kembali di gubuk, Seiji keluar dari bayangan Reiko, dia sedikit bingung melihat wajah Reiko dan Iroha yang merah.
“Hei, kenapa wajah kalian merah begitu ?” Tanya Seiji.
“Tidak apa apa....kita melihat sesuatu yang tidak perlu...” Jawab Reiko.
“I..iya....aku kaget...” Tambah Iroha.
“Ada rahasia apa di ruangan itu ?” Tanya Seiji.
“Sudah ah, nii-chan, jangan banyak tanya, tidak ada apa apa di dalam ruangan.” Jawab Reiko sambil berbalik.
__ADS_1
“Huh ? aneh...” Balas Seiji sambil menggaruk kepalanya.
“Yuk...nii-chan, kita keluar dari sini.” Iroha menarik tangan Seiji yang benaknya penuh tanda tanya.
Ketiganya keluar dari gubuk, mereka kembali berjalan menyebrangi sungai melalui jembatan. Mereka kembali berjalan menelusuri jalan setapak untuk menuju lebih dalam ke dalam hutan. Hari sudah semakin sore, mereka akhirnya sampai di sebuah dinding cahaya yang membentang luas dari kiri ke kanan menutupi jalan. Terlihat samar samar di balik dinding cahaya itu terlihat ada hutan yang luas seakan akan dinding itu membelah hutan dan membatasi orang masuk lebih dalam lagi.
“Mungkin ini ya yang di maksud pelindung oleh Lorien-sensei...” Ujar Seiji.
“Aku mau coba masuk...” Ujar Iroha yang bersiap maju.
“Tunggu Iroha-chan, kemampuan mu kan menembus benda padat, sedangkan di depan kita ini adalah pelindung atau dinding sihir. Kurasa kalau kamu masuk akan berbahaya.” Reiko menahan Iroha.
“Aku penasaran...” Seiji maju dan menyentuh pelindung itu dengan tangan nya.
Tiba tiba tubuh Seiji seperti terserap ke dalam dan seluruh tubuhnya tertelan oleh dinding cahaya itu.
“Sei-niichan (Reiko)...Seiji-niichan (Iroha).” Teriak keduanya bersamaan karena kaget.
“Aduh bagaimana ini ?” Tanya Reiko panik.
“Nii-chan....kenapa dia begitu ceroboh...” Tambah Iroha.
Keduanya panik, mereka bingung harus bagaimana, entah harus kembali mencari bantuan atau nekat menyusul masuk. Selagi keduanya bingung,
“Hei...kalian...” Terdengar suara Seiji dari balik dinding cahaya.
“Nii-chan ?” Tanya keduanya.
“Pegang tanganku dan pejamkan mata...kalian tidak akan percaya ini.”
Dua buah lengan keluar dari dalam dinding, Reiko langsung memegang lengan sebelah kiri dan Iroha memegang lengan sebelah kanan. Tiba tiba keduanya di tarik masuk ke dalam. Karena memejamkan mata, keduanya merasa diri mereka di tarik melewati air terjun yang tidak basah. Setelah keluar, Seiji memegang pundak keduanya,
“Buka mata kalian...” Ujar Seiji.
__ADS_1
Reiko dan Iroha membuka matanya, ternyata di balik dinding tidak ada hutan seperti yang mereka lihat dari balik nya, di depan mereka terhampar sebuah kota kuno yang sudah hancur, kota itu sangat luas dengan gedung gedung bertingkat seperti jaman modern yang sudah di tumbuhi oleh vegetasi liar dan sudah menjadi fosil. Di tengah kota itu, terlihat sebuah menara yang jika dari jauh memang terlihat seperti sebuah batang pohon besar yang menjulang ke langit menembus awan dan tidak terlihat ujungnya,
“Apa ini....” Teriak Reiko dan Iroha kaget.