
Jam perkenalan pun di mulai, karena hari pertama, belum ada pelajaran, seorang guru laki laki dari ras vampire masuk ke dalam,
“Nama ku Alan Reese, aku adalah wali kelas kalian selama 1 tahun ke depan, mohon kerjasamanya ya semua.” Ujar Alan-sensei.
“Baik sensei, mohon kerja samanya sensei...” Balas teman sekelas.
“Hmm di kelas ini ada 21 orang ya, aku minta sekarang kita membentuk 3 kelompok, tujuan di bentuknya kelompok supaya kalian mudah dalam belajar, tugas praktik dalam menjelajahi dungeon, penelitian ilmu sihir dan lainnya, kelompok yang sudah di bentuk akan terus bertahan sampai kalian naik ke kelas 2, paham ya, sekarang aku akan keluar, kalian diskusikan dan lakukan perkenalan sendiri, hasilnya nanti serahkan padaku di ruang guru sebelum bel pulang, terima kasih.”
Alan-sensei kemudian keluar dari kelas, langsung saja seluruh murid ribut berkenalan dan mencari teman kelompok, kemudian Alan-sensei mengintip lagi,
“Oh ya aku lupa, jangan mencari kelompok berdasarkan job ya, disini kita tidak melihat job, jadi jangan terpaku oleh job...selamat berkenalan...” Ujarnya kemudian dia pergi lagi.
Seiji dan Reiko diam saja, banyak teman sekelas mengerubungi Cyriel dan mengajak supaya Cyriel sekelompok dengan mereka. Olivia langsung mendekati Reiko,
“Aku sama kalian saja...” Ujar Olivia.
“Ok, duduk saja di sini...” Balas Reiko.
Tiba tiba, “Brak.” Pria besar yang tangannya di sembuhkan oleh Cyriel, menggebrak meja Cyriel dan membuat teman teman sekelas menyingkir, Cyriel diam saja dan gemetar, Reiko yang melihatnya langsung berdiri, tapi tangannya di pegang oleh Seiji,
“Jangan, lihat saja...” Ujar Seiji.
Reiko kembali duduk dan melipat tangan nya di dada sambil bersungut sungut. Kemudian, pria besar itu duduk di sebelah Cyriel,
“Maaf, aku mengusir orang yang mengganggu mu...” Ujar pria itu.
“I..iya...terima...kasih..” Jawab Cyriel.
“Namaku George, mulai sekarang aku akan melindungi mu..” Ujar George.
“Te..terima kasih....” Balas Cyriel ketakutan.
Kemudian Cyriel menoleh melihat Seiji, Reiko dan Olivia yang duduk saja tidak bergerak dari kursi mereka, dia berdiri dan berjalan menghampiri Seiji.
“Um...Solon-kun, boleh aku bergabung dengan mu saja ?” Tanya Cyriel.
“Aku sih tidak masalah, tapi dia gimana ?” Tanya Seiji.
Cyriel menoleh dan melihat George yang bertubuh sangat besar dan berbulu sudah berdiri di belakangnya.
“Kalau Cyriel bergabung dengan kalian, aku juga bergabung...” Ujar George.
“Hah ? tidak salah...” Ujar Reiko berdiri.
“Tidak ada urusan nya dengan mu kan perempuan...” Ujar George.
“Hah jelas ini urusanku, kamu sudah kalah dengan nii-chan, sekarang mau apa lagi ?” Teriak Reiko.
“Um..um...tolong jangan berkelahi...” Ujar Cyriel.
“Reena-chan, sabar ya...” Olivia menarik tangan Reiko.
“Tidak ada masalah kan aku bergabung ?” Tanya George.
“Tidak masalah...salam kenal George...” Jawab Seiji.
“Ya, sama sama Solon...kamu kuat, aku akui itu...” Balas George.
“Terima kasih...” Balas Seiji.
George langsung duduk di belakang Seiji dan Cyriel, mereka melihat ke bawah, sudah ada kelompok yang terbentuk, tapi masih ada dua orang yang diam di tempat duduknya dan tidak bergerak sama sekali. Kemudian seorang gadis bertubuh kecil dan pendek yang membawa pedang besar seukuran tubuhnya berdiri, dia juga salah satu dari dua orang yang diam di tempat duduknya. Gadis itu berjalan ke belakang dan berdiri di depan Reiko.
“Hei....” Tegur gadis itu.
“Apa ?” Tanya Reiko.
“Namaku Disela Romdel, aku ras dwarf jadi mohon maklum kalau tubuhku kecil...aku menantangmu duel.” Ujar Disela.
“Hah....” Jawab Reiko.
“Kamu tidak dengar Reena Archiel...aku menantangmu duel...” Ujar Disela.
“Apa ini ? kenapa tiba tiba kamu mengajak ku duel ?” Tanya Reiko.
“Kamu sepertinya kuat....dan aku tidak suka vampire...” Jawab Disela.
__ADS_1
“Boleh nii-chan ?” Tanya Reiko menoleh.
“Silahkan saja, asal jangan di bunuh...” Jawab Seiji.
“Hah...meremehkan ku rupanya...” Ujar Disela.
“Bukan itu, aku kasih peringatan buat dia...” Balas Seiji sambil memegang kepala Reiko.
“Ayo kita ke arena...” Disela berbalik dan berjalan.
“Hmm dia tiba tiba menantang mu duel, kamu pernah bersinggungan dengan nya, Reena-chan ?” Tanya Olivia.
“Baru juga ketemu hari ini...” Jawab Reiko.
“Hah mungkin masalah wajahmu kali...” Sindir George.
“Diam kamu...sudah, aku ladeni dia dulu, tidak perlu nonton..” Ujar Reiko berdiri.
Reiko berjalan turun dan keluar dari kelas mengikuti Disela, setelah keduanya keluar, Seiji berdiri,
“Mau kemana Solon-kun ?” Tanya Cyriel.
“Nonton....mau ikut ?” Tanya Seiji.
“Tentu saja mau..ya kan Cyriel.” George langsung berdiri.
“I..iya, aku juga mau lihat....” Ujar Cyriel.
“Ok aku juga ikut, aku sedikit cemas...” Tambah Olivia.
Akhirnya mereka semua keluar dari kelas, “Pluk.” Pria tampan berambut siver panjang itu menutup bukunya dan berdiri, dia juga berjalan keluar kelas.
*****
Di arena, Reiko dan Disela sudah berdiri saling berhadapan, Disela lansung mencabut pedang yang ada di punggungnya, dia melihat Reiko yang tidak membawa senjata apa apa,
“Hei, mana sabit besar mu yang kemarin ?” Tanya Disela.
“Eh...kamu tahu senjata ku ?” Tanya Reiko bingung.
Reiko langsung membuka item boxnya dan mengambil sabit nya. “Trong.” Dia menghentakkan gagang sabit ke lantai arena.
“Ayo mulai...” Ujar Disela memberi salam.
“Ok...” Balas Reiko.
Langsung saja Disela maju dengan kecepatan tinggi menyerang Reiko. Tentu saja Reiko bisa melihatnya,
“Wow...dia cepat juga...tapi belum seberapa...” Pikir Reiko.
Disela langsung menyerang dengan tusukan, Reiko menurunkan sabitnya dan menahan tusukan pedang Disela dengan mata sabitnya, “Trang.” Terdengar suara keras benturan dua senjata, Disela melompat mundur dan begitu menjejakkan kaki di tanah dia langsung menyerang lagi dengan mengayunkan pedangnya, “Trang.” Kembali sabetan pedangnya di tangkis oleh mata sabit milik Reiko.
“Um...boleh aku balas ?” Tanya Reiko.
“Hah ini duel, jelas kamu harus membalas.” Teriak Disela.
“Baiklah...”
Reiko langsung mendorong pedang Disela, kemudian dia memutar sabitnya dan menyerang dari atas ke bawah, Disela mundur untuk menghindari serangan Reiko dan sabit Reiko jatuh menghantam tanah. “Blar.” Pecahan lantai arena langsung berhamburan. Disela yang melihat hantaman sabit Reiko ke lantai langsung mundur. Reiko berjalan mendekati Disela sambil memutar mutar sabitnya, kemudian dia langsung mengayunkan sabitnya ke arah Disela, dengan susah payah Disela menangkis nya dan sedikit terpental, kemudian dia melontarkan serangan Reiko dan membalasnya, adu pedang besar dan sabit pun berlangsung seru. Seiji dan yang lainnya tiba di arena, mereka melihat jalannya pertarungan, Disela terdesak oleh serangan Reiko yang ganas. Karena Disela sudah terlihat kelelahan dan Reiko masih terus menyerangnya dengan ganas,
“Gawat....”
Seiji melompat ke tengah arena, di udara dia mencabut cambuknya dan memutarnya, dia langsung melilit pegangan sabit Reiko yang sedang terangkat ke atas dan Disela sudah terengah engah di bawahnya. Ketika sampai tanah, Seiji menarik cambuknya dan Reiko yang memegang sabit ikut di tarik olehnya.
“Oi sudah...lihat lawan mu...” Ujar Seiji sambil memegang pundak Reiko.
Reiko menoleh dan melihat Disela sedang berdiri dengan di topang pedang yang di tancapkan ke lantai, nafasnya terengah engah dan keringatnya mengucur deras.
“Ups....” Ujar Reiko.
“Bukan ups, kalau dia mati gimana...” Balas Seiji.
“Tapi...aku tidak pakai kekuatan penuh...” Ujar Reiko.
“Aku tahu...” Ujar Seiji.
__ADS_1
“Maaf nii-chan...” Balas Reiko.
“Iya iya...” Balas Seiji.
Keduanya langsung berlari menghampiri Disela. Cyriel, Olivia dan George juga masuk ke dalam arena menghampiri Disela.
“Kamu tidak apa apa ?” Tanya Cyriel.
“Huff...huff...aku tidak terluka...hanya...saja...capek...sekali...huff....” Jawab Disela.
“Maaf...” Ujar Reiko.
“Tidak usah minta maaf, kamu kuat, aku senang bisa sekelas dengan orang kuat seperti mu....maaf kan aku menantangmu....mohon ijinkan aku masuk ke kelompok kalian...” Ujar Disela.
“Oh iya ya, baik Disela....kita sekelompok.” Ujar Reiko.
“Terima kasih....” Ujar Disela.
Kemudian Disela melepaskan pedangnya dan jatuh, George langsung menangkap nya dari belakang dan menggendongnya. Seiji membawakan pedangnya, mereka berjalan keluar arena untuk membawa Disela keruang kesehatan. Tapi ketika sampai di pintu keluar, mereka melihat seorang pria tampan berambut silver sedang berdiri bersender ke dinding, ketika mereka mendekat, pria itu menutup bukunya dan menoleh ke mereka.
“Kelompok yang menarik, kalian semua membuatku tertarik, baiklah, aku ikut kelompok kalian...” Ujar pria itu.
“Haaah...” Teriak Reiko dan George.
“Siapa kamu ?” Tanya Seiji.
“Ah maafkan, namaku Luther Cassius. Aku seorang vampire....mohon kerja samanya..” Ujar Luther.
“Berarti dengan Luther, kelompok kita pas 7 orang ya...” Ujar Cyriel.
“Sebentar, aku belum bilang aku terima dia...” Ujar Seiji.
“Ah...mohon maaf, sepertinya kamu sadar ya aku perhatikan.” Ujar Luther.
“Apa tujuan mu ?” Tanya Seiji.
“Tidak ada, aku hanya pilih pilih soal orang yang akan aku ajak kerjasama..” Jawab Luther.
“Baik, kalau kamu punya niat terselubung, aku tidak akan segan padamu..” Ujar Seiji.
“Baik, cukup adil, mohon kerjasamanya Solon-kun.” Ujar Luther.
Akhirnya kelompok mereka sudah lengkap 7 orang, Cyriel yang di tunjuk menjadi ketua oleh semuanya menyerahkan laporan nya kepada Alan-sensei. Setelah itu, Cyriel kembali ke kelas untuk berkumpul bersama yang lain. Ketika Cyriel kembali, Seiji langsung menggunakan analyzenya untuk melihat status teman temannya dan dia sedikit kaget ketika melihatnya,
***********************************
Nama : Cyriel Bennet.
Job : Royal healer.
***********************************
Nama : Olivia de Hanel.
Job : Sage.
***********************************
Nama : George Brauderix
Job : Phalanx (Shield Knight)
***********************************
Nama : Disela Thuron
Job : Sword Saint.
***********************************
Nama : Luther Cassius.
Job : Enchanter.
***********************************
__ADS_1
“Hmmmmm........kenapa job mereka di tutupi oleh akademi dan di masukkan ke kelas E ?” Tanya Seiji dalam hati.