
Chizuru kembali duduk setelah memakai pakaian nya, ke limanya menoleh melihat Floren dan Albert yang masih tidur. “Nggg...” Floren berputar memeluk Albert.
“Aw....so sweet.” Ujar Chizuru.
“Eh Chi-chan, ada satu hal yang aku ingin konfirmasi...” Ujar Hitoshi tiba tiba.
“Apa lagi ?” Tanya Chizuru.
“Sorry nih, bukannya mau mengungkit kehidupan lalu, tapi kok aku masih bingung ya, kapan kamu bertukar dengan Natsumi ?” Tanya Hitoshi.
“Aduh aniki....masa tidak sadar sih, aku saja sadar ketika mendengar aneki bicara.” Ujar Seiji.
“Hah...apanya ?” Tanya Hitoshi.
“Yang masuk ke kantor itu bukanlah Natsumi, melainkan aneki, lihat saja gaya bicaranya, sama seperti waktu meeting, memang awalnya aku juga tidak sadar, tapi waktu tadi dia jelasin soal diri dia di sini dan sering narik nafas, aku ingat saat kita meeting antar divisi di kantor, selain itu, gaya jalan dan pakaiannya sama, walau kembar rasanya tidak mungkin identiknya sampai sedetil itu.” Ujar Seiji.
“Masa sih ? jadi Natsumi di kantor juga Chizuru ?” Tanya Hitoshi.
“Iya lah, dia tahu kan di kantor ga boleh pacaran segala....payah kamu aniki.” Jawab Seiji.
“Hehe dia benar, selama ini yang masuk kantor kalian memang aku, aku menggantikan Natsumi yang sakit sakitan gara gara kantor itu. Makanya aku dekati kamu, sebelumnya waktu masih Natsumi sebenarnya yang kerja, kalian diam diam saja kan di kantor, boro boro ngobrol, nengok saja ga...tapi begitu aku sudah sama dia, eh pengganggu masuk kantor...kamu.” Ujar Chizuru menunjuk Seiji.
“Kok aku jadi pengganggu ?” Tanya Seiji.
“Habisnya kan awalnya aku salah sangka....jadi ya terpaksa, aku terus jadi Natsumi berpacaran sama Hitoshi, biar Natsumi yang asli deketin kamu dan mengaku Chizuru, lalu tinggal tukeran deh, sayang, rencana belum berhasil, kita bertiga keburu mati.” Jawab Chizuru.
“Hah....mana bisa begitu....trus kalau dua duanya di pacari anak kembar, aku dapat apa.” Balas Reiko.
“Oh iya, ada kamu ya...hehehe.” Balas Chizuru.
“Aku ga tau harus senang apa sedih dengarnya...mabok.” Balas Hitoshi sambil menutup wajahnya.
“Ngomong ngomong kalian kenal di mana sih ?” Tanya Reiko.
“Kalau sama Hitoshi-kun, kenalnya waktu kuliah, awalnya aku menyangka dia Seiji-kun, aku main langsung tepuk punggungnya saja sok akrab, tapi ternyata beda orang hahaha...lalu kita ketemu lagi di kantor ketika aku menggantikan Natsumi.” Jawab Chizuru.
“Ya dan gara gara itu, aku jadi melirik mu terus...” Balas Hitoshi.
“Haaah urusan orang dewasa ribet...” Balas Iroha sambil mengangkat tangan dan meletakkan nya di belakang kepala.
“Tadi katanya ga usah di bahas lagi, siapa yang mulai ?” Tanya Chizuru.
“Sekarang sudah clear...jadi ga penasaran lagi...tutup buku.” Jawab Hitoshi.
“Huuh mereka lama juga ya bangunnya....” Ujar Seiji sambil menoleh melihat Floren di tempat tidur.
__ADS_1
“Oh sebentar...”
Chizuru menjentikkan jarinya, “Ugh....” Terdengar suara erangan di belakang, ke limanya melihat Floren dan Albert, ternyata Floren terbangun dan langsung duduk. Ke empatnya langsung menoleh kepada Chizuru.
“Kenapa ga dari tadi...” Teriak ke empatnya.
“Lah kalian diam saja juga...” Balas Chizuru.
“Ung...dimana aku ?” Tanya Floren.
Mendengar Floren bangun, ke limanya langsung mengerubungi tempat tidur dan melihat Floren sudah membuka mata dan memegang keningnya,
“Kamu di kota Nihelm, di sebuah penginapan...” Jawab Seiji.
Floren yang duduk melihat sekeliling, dia masih tertegun, ingatan demi ingatan mulai kembali kepadanya. Matanya langsung melotot dan melihat sekeliling dengan panik,
“Apa yang terjadi, gimana monster itu ?” Tanya Floren panik.
“Ah kami bertemu dengan sebuah kereta ketka sedang kesini...dan di dalamnya ada kamu bersama Albert.” Jawab Seiji.
“Tidak ada monster....” Tambah Reiko.
“Luar biasa....pertama ada raksasa besi...manusia setengah serigala...manusia seperti bayangan dan manusia kelelawar besar.....benar benar menakutkan....” Floren bercerita dengan tubuh gemetar dan menunduk.
“Hehehe jadi malu....” Gumam Seiji, Reiko, Iroha dan Hitoshi bangga.
Kemudian Floren menoleh dan melihat Chizuru berdiri di antara Hitoshi dan Iroha, dia langsung tersenyum,
“Maaf...tapi dia siapa ?” Tanya Floren.
“Oh kenalkan, aku saudara mereka, namaku Celes, bagi mereka Solon, Reena dan Inggrid, aku kakak mereka, bagi Harold aku adik.....(menoleh ke Seiji) settingnya begitu kan....” Ujar Chizuru.
“Eh...setting ?” Tanya Floren.
“Floren-chan, tujuan kami ke kota Nihelm adalah untuk menjemput oneesan kami yang bandel ini....” Ujar Seiji.
“Oh jadi begitu...kalau di pikir pikir, kalian berlima memiliki rambut hitam dan mata merah....” Jawab Floren.
“Baiklah, kalau Albert sudah bangun, kita berlima mau mengajak kalian ke suatu tempat untuk bertemu mama kedua mu.” Ujar Seiji.
“Eh...mama kedua ku ? lalu bagaimana count Heinell, bukankah mama ku di tahan dia ?” Tanya Floren cemas.
“Tenang saja, sudah beres....” Ujar Reiko.
“Benar, kalau tidak percaya lihat saja di bawah....banyak kalung berserakan.” Ujar Hitoshi.
__ADS_1
Floren langsung menjulurkan kepalanya ke jendela dan melihat ke jalan di depan penginapan, banyak sekali kalung kalung yang di buang di jalan begitu saja dan terlihat kota dengan suasana ceria karena masih banyak budak yang merayakan kebebasan mereka. Floren tertegun, air matanya menetes melihat kota yang begitu hidup dan ramai walau masih subuh menjelang pagi. Dia membersihkan air matanya dan menoleh kepada ke limanya.
“Aku minta tolong, bawa aku ke tempat mama ku....” Ujar Floren tegas dengan senyuman yang manis.
Akhirnya, ke limanya membawa Floren menuju tambang dan membiarkan Albert sementara di penginapan. Mereka keluar dari gerbang belakang kota yang langsung mengarah ke gunung, setelah berjalan melewati bukit, mereka sampai di sebuah mulut tambang yang di segel. Seiji membuka segelnya dan masuk ke dalam, Reiko, Iroha, Hitoshi dan Chizuru masuk ke dalam membawa Floren.
“Benarkah mama ku ada di sini ?” Tanya Floren sambil melihat kondisi di dalam gua.
“Benar, percaya saja Floren-nee...” Jawab Iroha.
Mereka terus berjalan sampai keluar dari percabangan dan meneruskan ke lorong yang lurus. Di ujung lorong mulai terlihat ada cahaya, ketika sampai, Floren sedikit kaget karena dia melihat sebuah desa di dalam tambang yang sudah tidak terpakai, mereka semua berjalan masuk menelusuri desa untuk menuju rumah paling besar di paling belakang. Seluruh penduduk yang melihat mereka langsung mengikuti berjalan di belakang mereka.
“Um...apa kita di benci di sini ?” Tanya Floren ragu.
“Tenang saja, malah sebaliknya....” Jawab Hitoshi.
“Sebaliknya ?” Tanya Floren.
“Oiii...penyelamat kita kembali....” Teriak seorang penduduk yang mengikuti di belakang memanggil semuanya keluar dari dalam rumah.
Penduduk langsung berbondong bondong keluar dari rumah rumah dan bergabung dengan yang lain mengikuti mereka. Floren sedikit terkejut tapi dia merasa lega, karena menurut dirinya, biasanya yang namanya budak sangat membenci bangsawan tidak perduli siapa bangsawannya. Akhirnya mereka sampai di rumah besar yang terletak di paling ujung desa, Edward sudah menunggu di depan rumah dan menunduk ketika melihat Floren.
“Edward ?” Tanya Floren.
“Benar ojousama....mari masuk, Victoria-sama sudah menunggu di dalam.” Ujar Edward.
Floren langsung berlari masuk, sementara Seiji, Reiko, Hitoshi, Iroha dan Chizuru menunggu dengan santai di luar. Edward langsung menghampiri mereka,
“Kalian tidak mau masuk ?” Tanya Edward.
“Tidak, kita di sini saja, biar mereka melepas rindu mereka.” Jawab Seiji.
“Halah, bilang aja males liatnya...” Sindir Reiko.
“Tolong jangan di dramatisir....” Tambah Hitoshi.
‘Payah nih Sei-nii...” Tambah Iroha.
“Memang dia tidak berubah....” Tambah Chizuru.
“Huh....bodo ah...” Balas Seiji.
Sementara di dalam, Floren yang berlari ke dalam, melihat Victoria sedang duduk di ruang tengah, Victoria itu menoleh melihat Floren yang berdiri di depan pintu dalam keadaan lemah,
“Floren-chan ?” Tanya Victoria.
__ADS_1
Tanpa menjawab, Floren berlari dan memeluk Victoria sambil menangis tersedu sedu. Victoria langsung mendekap Floren dan mengelus kepalanya sambil tersenyum.