Dark Savior

Dark Savior
Chapter 23


__ADS_3

Setelah cukup jauh berjalan, akhirnya pelayan itu sampai di sebuah penginapan mewah yang sepertinya memang di khususkan oleh para bangsawan dan di jaga oleh banyak prajurit kerajaan Grandia. Seiji dan Reiko melihat pelayan itu ragu ragu untuk masuk, tapi seorang pengawal yang mereka lihat di restoran, keluar dan membawa pelayan itu masuk ke dalam,


“Yu Rei-chan, untuk sementara aku bersembunyi di dalam bayanganmu.” Ujar Seiji.


“Ok nii-chan...” Balas Reiko.


Kemudian Seiji masuk ke dalam bayangan Reiko dan Reiko memakai topeng kitsune yang dia buat sendiri. Setelah itu, Reiko menjadi kelelawar dan terbang menuju penginapan. Dia memeriksa jendela demi jendela untuk mencari kamar Jerome. Akhirnya dia memukan kamar Jerome dan melihat Jerome sedang menanggalkan pakaian pelayan itu walau pelayan itu menangis. Reiko langsung masuk melalui jendela yang terbuka dan berubah kembali menjadi manusia, dia langsung mengeluarkan sayap kelelawarnya dan membungkus tubuhnya.


Jerome yang melihat Reiko berdiri di dekat nya, memakai topeng yang sedikit seram dan membungkus tubuhnya dengan sayap sehingga nampak seperti kelelawar yang besar, langsung terjatuh kaget dan melepaskan pelayan. Lalu pelayan yang melihat wujud Reiko langsung ketakutan dan lari dari kamar, tapi dua pengawal yang di depan langsung masuk dan mencabut pedangnya, mereka berdiri di depan Jerome.


“Ma..Makhluk apa kamu ?” Tanya Jerome.


Reiko diam saja dan tidak bergerak, dua pengawal juga tidak berani bergerak, tiba tiba cahaya bulan masuk ke dalam kamar, Reiko melompat kemudian berbalik menapakkan kakinya di langit langit seperti kelelawar bertengger kemudian membuka sayap nya yang besar lebar lebar, bayangan sayap Reiko yang besar menutupi lantai.


“Auuuuuuuuu.” Terdengar lolongan kencang memenuhi satu ruangan.


Dari dalam bayangan Reiko keluar seekor manusia separuh fenrir yang berukuran  tubuh jauh lebih besar dari manusia dan terlihat sangat kekar, berbulu merah lebat, bermoncong tajam dan berekor lebat mengibas kemana mana. Seiji berdiri dan melihat dua pengawal Jerome di bawahnya,


“A...a...apa...ini ?” Tanya seorang pengawal yang melihat deretan gigi tajam yang rapat di atasnya.


“Waaaaaa.....” Seorang pengawal langsung lari menjatuhkan pedangnya keluar dari kamar dan membuka pintunya lebar lebar.


Jerome yang berada di belakang terlihat sangat pucat karena sangat ketakutan dan tidak bisa bergerak.


“Grrrrrrrrr....” Seiji menggeram.


Pengawal yang ada di bawahnya langsung pingsan dengan mulut berbusa dan mata yang putih karena ketakutan. Seiji langsung melihat ke arah Jerome di belakang pengawal yang jatuh pingsan. Dia melangkah melewati pengawal yang pingsan,


“Grrrrrr....” Seiji mendekatkan moncong nya ke wajah Jerome.


“To..tolong.....ja..jangan bunuh aku.......” Ujar Jerome terbata bata.


“Graaaaaaaah....” Seiji membuka mulutnya dan meraung kencang di depan wajah Jerome.


Tiba tiba punggung Seiji di tepuk oleh Reiko, yang membuka sayapnya dan menunjuk ke arah Jerome,


“Dia pingsan nii-chan....lihat, celananya sampai basah dan bau.” Ujar Reiko.


Seiji menutup moncong nya dengan tangan, kemudian dia mundur dan masuk kembali ke bayangan Reiko yang membuka sayap nya. Reiko berubah menjadi kelelawar kecil lagi dan terbang keluar dari jendela. Selagi terbang, Reiko melihat pelayan itu sedang berpelukan dengan seorang pria dan menangis tersedu sedu. Reiko tersenyum dan terbang di langit yang luas bersama Seiji yang masuk ke dalam bayangannya. Begitu sampai di kamar, keduanya tertawa terbahak bahak karena melihat reaksi dan wajah Jerome yang lucu.


“Sayang di sini tidak ada kamera hahaha...” Ujar Seiji.

__ADS_1


“Hahaha benar nii-chan...” Balas Reiko.


“Baru kali ini, sejak aku datang ke dunia ini aku bercanda dan bisa tertawa.” Ujar Seiji.


“Aku juga...baru kali ini, bahkan di bumi saja aku lupa kapan terakhir aku tertawa lepas seperti ini.” Balas Reiko.


“Sama aku juga, kamu benar Rei-chan, di bumi dan di sini sama saja....” Ujar Seiji.


“Benar nii-chan...” Balas Reiko.


Keduanya duduk di tepi tempat tidur, mereka termenung dan akhirnya saling merangkul. Keesokan harinya, ketika Seiji dan Reiko mau naik kedalam kereta, mereka melihat sebuah kereta yang melewati mereka, di dalam kereta mereka melihat Jerome yang terlihat sangat ketakutan dengan wajah yang pucat dengan rambut acak acakan. Keduanya saling menoleh dan tersenyum, kemudian mereka naik ke dalam kereta dan berangkat meneruskan perjalanan mereka menuju ke kota Emerald.


*****


Setelah berjam jam dalam perjalanan, mereka akhirnya sudah melewati hutan utara, sebuah kota besar terlihat di depan mereka, di belakang kota terlihat sebuah bangunan seperti istana yang berada di atas bukit,


“Nah itulah akademi kita...” Ujar Emily menunjuk bangunan seperti istana yang panjang dan besar itu.


Seiji dan Reiko menjulurkan kepala keluar melihat kota Emerald yang terlihat megah dan lebih maju dari kota kota lainnya. Setelah sampai gerbang, mereka langsung di perbolehkan lewat tanpa di periksa, kereta langsung berjalan melewati kota dan masuk ke dalam komplek akademi, Seiji dan Reiko melihat bangunan istana itu dari jarak dekat, di sekitarnya ada banyak bangunan bangunan tinggi tempat belajar mengajar. Selain itu ada juga tempat penelitian bagi ilmuwan, ahli sihir, pharmacist dan lainnya. Mereka juga melewati sebuah bangunan bundar yang besar persis di depan istana yang berfungsi sebagai arena dan tempat olah raga, lalu terlihat beberapa bangunan sedang untuk asrama para murid, guru dan staff lainnya. Komplek akademi itu seperti kota yang berfungsi sendiri di dalam kota, jadi memang terpisah dari kota Emerald.


Tapi yang menarik perhatian Seiji dan Reiko adalah samar samar mereka melihat batang sebuah pohon besar yang menjulang tinggi ke awan di belakang bangunan istana akademi.


“Jadi itu pohonnya...” Ujar Seiji.


Setelah melewati semuanya, mereka sampai di akademi, mereka turun dari kereta, ketika turun Seiji dan Reiko melihat beberapa murid akademi yang berada di halaman istana, ada seorang pria berambut silver dan berkulit pucat sedang bersender di bawah pohon yang rindang sambil membaca buku, ada juga seorang gadis bertubuh kecil dan pendek memiliki rambut pendek sedang berlatih pedang, ada juga seorang pria besar yang memiliki telinga beruang sedang berbaring di taman dan seorang gadis yang berambut pirang dengan telinga panjang sedang bermain main dengan sihir nya. Seiji dan Reiko masuk ke dalam bersama Emily yang di dampingi oleh Frieren.


Mereka berjalan menuju ke kantor kepala sekolah yang berada di lantai tiga gedung akademi utama yang berbentuk seperti istana dan cukup jauh. Selagi melewati lorong, Seiji dan Reiko melihat kelas kelas yang masih kosong, mereka melihat ke dalam, ruang kelas itu terlihat sangat besar dengan tempat duduk bertingkat seperti di stadiun dan papan tulis yang sangat besar berada di tengah.


“Beda sekali ya dengan di bumi.” Ujar Reiko berbisik.


“Iya benar...” Balas Seiji.


Kemudian karena melihat Emily semakin berjalan jauh ke depan, mereka berlari untuk segera menyusul Emily. Akhirnya mereka sampai di ruang kepala sekolah, Frieren membuka pintunya. Di dalam, Seiji dan Reiko melihat seorang pria tampan berambut pirang dan bertelinga panjang, pakaiannya seperti pendeta dan wajahnya terlihat ramah.


“Selamat datang Emilia-sensei.” Sapa pria itu.


“Terima kasih, kepala sekolah Lorien-sama...” Balas Emily.


“Dan mereka ?” Tanya Lorien sambil melihat Seiji dan Reiko.


“Mereka yang kemarin ku bicarakan dengan mu, Solon Archiel dan Reena Archiel.” Jawab Emily.

__ADS_1


“Ah anak anak angkat Renola-sensei....baiklah, silahkan duduk.” Ujar Lorien.


“Renola-sensei ?” Tanya Seiji dan Reiko sambil menoleh kepada Emily.


“Ya, Renola-san bekas pengajar di sini, dia tidak bilang ya ?” Tanya Emily.


“Sama sekali tidak...dasar baba.” Ujar Reiko.


“Hahaha memang seperti itu Renola-sensei, baiklah, semua sudah di bicarakan, kalian masuk ke akademi karena rekomendasi khusus jadi ini kartu pelajar kalian, selamat datang di akademi Emeralda...” Ujar Lorien sambil meletakkan kartu pelajar mereka di meja.


“Baba itu sehebat apa sih disini ?” Tanya Seiji dan Reiko dalam hati.


“Terima kasih sensei...” Ujar Seiji sambil mengambil kartunya.


“Pembukaan akademi tahun ajaran baru akan di mulai besok, jadi kalian datang ya, seragam dan keperluan kalian sudah ada di dalam kamar kalian.” Ujar Lorien.


“Baik, sensei...” Balas Seiji dan Reiko bersamaan.


Setelah itu, Lorien minta Seiji dan Reiko keluar dulu sebab dia mau berbicara dengan Emily. Kemudian Emily minta tolong kepada Frieren untuk mengantar Seiji dan Reiko ke dormitory (asrama) supaya mereka beristirahat. Setelah mengantar Reiko ke kamar asramanya, Frieren mengantar Seiji ke kamarnya,


“Sudah ingat jalannya ya, siswa pria tidak boleh ke asrama perempuan, jadi jangan sampai tersasar ya, aku permisi dulu ya Solon-sama...” Ujar Frieren.


“Terima kasih Frieren-san...” Balas Seiji.


Setelah menutup pintu, Seiji melihat kamarnya kosong tapi ada dua buah tempat tidur, kemudian dia membuka lemari dan melihat dua macam seragam di dalam, kemudian dia melihat surat di meja yang berisi jadwal pelajaran dan seragam yang di pakai, di sebelah nya dia melihat tumpukan buku dan sebuah kotak berisi alat tulis.


“Sekarang aku jadi benar benar sekolah lagi..haaaah...” Ujar Seiji dalam hati.


Tiba tiba, pintu asrama nya di ketuk, “Sebentar.” Seiji langsung berlari ke pintu dan membukanya. Di balik pintu dia melihat seorang siswa pria bertubuh kecil, berambut pirang dan panjang di ikat di belakang, memakai kacamata yang tebal dan membawa buku, tapi siswa laki laki itu berparas cantik seperti seorag gadis, dia membawa koper dan tas. Jika di lihat dari rasnya sepertinya dia manusia, siswa itu melihat Seiji yang berdiri di depannya,


“Um....benar ya ini kamar ku ?” Tanya siswa itu.


Seiji melihat keluar sedikit dan membaca tulisan di sebelah pintu, di paling atas memang tertulis namanya dan di bawahnya tertulis nama Cyriel Bennet.


“Kamu Cyriel ?” Tanya Seiji.


“Um benar...kamu Solon ya ?” Tanya Cyriel.


“Iya...berarti kita teman sekamar ya, ayo masuk.....” Ajak Seiji.


“Terima kasih Solon-san......” Balas Cyriel.

__ADS_1


Setelah masuk, Cyriel langsung membereskan barang barangnya di lemari miliknya dan menata mejanya. Seiji memperhatikan Cyriel yang sedang sibuk menata barang barangnya,


“Dia benar benar mirip perempuan.....” Ujar Seiji dalam hati.


__ADS_2