Dark Savior

Dark Savior
Chapter 55


__ADS_3

Hari semakin malam dan di luar penginapan semakin ramai, setelah restoran tutup, Chizuru masuk kembali ke kamar mereka.


Floren dan Albert masih pingsan, Chizuru mennggunakan skill sleep nya kepada mereka supaya mereka tidak terbangun. Setelah itu,


“Nah...siapa mau tanya...” Ujar Chizuru.


“Kamu kenapa bisa kesini Chi-chan ?” Tanya Hitoshi.


“Haaah pertanyaan ini lagi.....ya sudah, karena kamu penasaran aku jawab. Aku bunuh diri, loncat dari gedung dan jatuh tertusuk tiang.” Jawab Chizuru.


“Hah...alasannya apa ?” Tanya Hitoshi.


“Kamu mati...” Jawab Chizuru.


“Hah...gara gara aku ?” Tanya Hitoshi.


“Kamu sadar ga sih, selama ini kamu jalan sama aku, bukan Natsumi...” Teriak Chizuru.


“Um...tapi kan yang di kantor Natsumi....aku kalau janjian kan sama Natsumi.” Ujar Hitoshi.


“Haaah....memang di kantor kamu boleh pacaran ? tidak kan, kalau kencan di luar itu  aku...paham ? aku dan Natsumi bertukar peran, karena dia tahu kalau kamu sebenarnya suka sama aku dan aku juga mencintai kamu.” Ujar Chizuru.


“Nah loh kusut...makanya jangan jadi buaya...” Sindir Reiko.


“Kamu kenal dia Reiko-chan ?” Tanya Chizuru.


“Hmm....sewaktu dia jalan sama kamu...dia sudah pacaran lama sama aku...” Jawab Reiko.


“Hah...benarkah itu ? dasar kurang ajar...” Teriak Chizuru sambil melempar bantal.


“Hei Reiko-chan, kita kan sudah putus, kenapa kamu ungkit ungkit lagi...lagipula yang kamu cintai bukan aku kan...” Teriak Hitoshi.


“Haduh kusut ya....” Celetuk Seiji.


“Ya dan semua gara gara kamu...” Teriak Hitoshi, Chizuru dan Reiko bersamaan.


“Hah...aku ?” Tanya Seiji menunjuk dirinya dengan bingung.


“Aku awalnya salah mengira Hitoshi-kun adalah kamu, tapi begitu tahu dia bukan kamu aku malah jadi tertarik kepada Hitoshi-kun di banding kamu. Kepribadian kalian jelas beda.” Ujar Chizuru.

__ADS_1


“Dan aku tertarik pada Hitoshi-san juga karena dia mirip oniichan angkat ku yang sudah lama terpisah.” Ujar Reiko.


“Jadi dua perempuan ini naksir kamu dan karena aku mirip kamu, akhirnya jadi pelampiasan mereka, mengerti tidak, aku ini korban...” Teriak Hitoshi.


“Begitu ya...hahahaha...maaf aku tidak tahu.” Balas Seiji sambil menggaruk kepalanya.


“Tenang saja yang bunuh raja terakhirnya aku...benar kan Sei-niichan.” Celetuk Iroha.


“Yah begitulah hahaha...” Ujar Seiji.


“Semua yang kusut dan sudah lama ku lupakan datang juga ke dunia ini....dasar dewi keparat.” Gumam Chizuru.


“Sudah lama ? memang sudah berapa lama di dunia ini senpai ?” Tanya Seiji.


“Sudah hampir 20 tahun lalu...” Jawab Chizuru.


“Loh kok, duluan kamu dari aku, kan matinya duluan aku...” Protes Hitoshi.


“Mana aku tahu, ngapain juga tanya aku...” Balas Chizuru.


“Berarti senpai memang senpai di dunia ini....” Ujar Seiji.


“Tapi sejak 15 tahun lalu, aku tidak pernah keluar dari kota ini...gara gara kalung ini.” Ujar Chizuru.


Chizuru bercerita, ketika dia masih setengah gila akibat kematian berkali kali, sekelompok petualang menemukannya di hutan dekat dungeon, mereka membawa Chizuru ke kota terdekat, kemudian mereka menaruh Chizuru di biara, setelah tinggal di biara, berangsur angsur Chizuru sembuh, tapi dia sama sekali tidak mengetahui dunia ini. Ketika biara tempatnya bernaung di serang oleh bandit, Chizuru menghabisi bandit yang menyerang biaranya, di situlah dia baru mengerti kalau dia memiliki kekuatan luar biasa. Setelah itu, Chizuru berniat membantu keuangan biara dengan mencari penghasilan sebagai seorang petualang. Dia mendaftar ke guild dan di rekrut oleh sekelompok petualang.


Mereka sempat menjalankan misi misi sulit yang berpenghasilan tinggi, tapi setelah beberapa kali menjalankan misi bersama, tiba tiba ketua kelompok petualang itu, menjual Chizuru kepada seorang bangsawan dan membawanya ke kota ini. Sejak itu, Chizuru melayani bangsawan itu sebagai budak petarung untuk membasmi monster di dungeon, semua barang yang dia dapat di ambil oleh bangsawan itu, sehingga dia tidak punya apa apa. Anak bangsawan itu mulai tertarik dengan fisiknya dan meminta Chizuru melayani nya saat malam hari, tapi dia melawan dan memberontak walau kalung di lehernya terasa sakit sekali. Melihat Chizuru bisa melawan dan tidak mati mati, bangsawan itu menjadi takut dan menjual Chizuru ke pemilik penginapan, tapi kontrak budaknya masih di pegang oleh bangsawan itu.


“Kalau saja aku bisa membunuhnya, aku bisa bebas dan pergi dari kota ini.” Ujar Chizuru menunduk sedih.


“Siapa nama bangsawan itu ?” Tanya Hitoshi.


“Count Agrias Heinell, penguasa kota ini dan anaknya Gisald Heinell sekaligus pewaris nya, yang mencoba meniduri ku adalah anaknya...” Ujar Chizuru.


Mendengar Chizuru menyebutkan nama bangsawannya, Seiji, Reiko, Hitoshi dan Iroha langsung tersenyum sangat lebar. Ke empatnya langsung berdiri,


“Dimana rumahnya....” Ujar Hitoshi.


“Eh...kalian mau apa ?” Tanya Chizuru.

__ADS_1


“Kebetulan kita ber empat ada perlu sama mereka.” Jawab Seiji sambil menunjuk dua orang yang tertidur dengan jempolnya.


“Kasih tahu aja senpai....” Ujar Reiko.


“Iya sensei, biar cepat selesai.” Tambah Iroha.


“Mansion paling besar di tengah kota ini, tapi di sana di jaga ketat loh....” Ujar Chizuru.


“Ok tunggu di sini ya, tolong jaga mereka...” Ujar Hitoshi.


Tanpa menunda lagi, Seiji membuka jendela dan ke empatnya melompat keluar, mereka berjalan di jalanan yang masih ramai sambil tersenyum.


“Hehehe bagus.....” Ujar Seiji.


“Kita bersenang senang malam ini...” Tambah Reiko sambil tersenyum.


“Wah wah semangat sekali hahaha....entah kenapa darah ku mendidih.” Tambah Hitoshi.


“Asiiik pesta....ingat ya bagi bagi aku...sebab aku paling lemah nih...” Ujar Iroha.


“Tenang saja Iroha-chan...” Balas Seiji sambil tersenyum.


Mereka akhirnya sampai di alun alun, dari sana terlihat sebuah bangunan besar di ujung jalan yang lurus dari alun alun. Mereka langsung tahu kalau bangunan mansion yang berbentuk seperti white house di amerika persis tusuk sate oleh jalan dari alun alun adalah rumah bangsawan bernama Agrias Heinell. Ke empatnya melangkah sambil berjalan menuju rumah besar itu, setelah mendengar mengenai bangsawan itu dari kakek di desa, di tambah cerita Chizuru, membuat mereka tidak akan memaafkan manusia seperti bangsawan itu. Ketika sampai di depan gerbang mansion itu, mereka berdiri di depannya,


“Sekarang kita langsung saja, jangan ada budak yang terbunuh karena salah satunya bisa jadi mamanya Floren dan Cyriel.” Ujar Seiji.


“Yap, mengerti...” Balas Reiko.


“Jadi langsung nih ya....” Balas Hitoshi.


“Tunggu apa lagi....” Balas Iroha.


“Ayo semuanya....” Ajak Seiji.


Seiji langsung berubah menjadi werefenrir yang bertubuh besar, kekar dan berbulu merah,


“Auuuuuuuuuu...” Seiji melolong sebagai pembukaan.


Hitoshi berubah menjadi raksasa setinggi 4 meter dan bertubuh batu, Reiko langsung menjadi kelelawar raksasa dan Iroha menjadi manusia bayangan. “Klang.” Hitoshi menendang pagarnya dan ke empatnya berjalan masuk ke dalam. Karena jarak dari pagar menuju mansion sedikit jauh, para prajurit penjaga yang mengamankan mansion itu langsung berkumpul di halaman dan menodongkan senjata mereka kepada ke empatnya. Seiji, Reiko, Iroha dan Satoshi berhenti melihat penjaga yang mengepung mereka. Tapi kemudian ke empatnya langsung maju dengan beringas.

__ADS_1


__ADS_2