
Keesokan harinya, Seiji mengatakan kepada Floren, kalau mereka akan membersihkan dungeon dulu sebelum berangkat ke kota Nihelm dan meminta Floren menunggu di penginapan selama mereka pergi. Floren menyanggupinya, kemudian ke empatnya keluar dari penginapan dan menuju ke tempat pemakaman yang berada di sebelah desa. Ketika masuk ke sana, kabut menyelimuti pemakaman dan suasana sangat mencekam walaupun siang hari, beberapa mayat hidup bersembunyi di balik batu nisan besar ketika mereka lewat, setelah sampai di bagian ujung, mereka melihat sebuah lubang di tanah dengan tangga turun menuju kebawah,
“Ayo masuk...” Ujar Seiji sambil menutup hidungnya.
“Duh bau banget sih di sini...aku jadi ingin mandi...” Ujar Reiko.
“Makanya ayo...cepat selesaikan, aku juga tidak tahan.” Balas Hitoshi.
“Ayo semangat...” Teriak Iroha.
Ke empatnya masuk ke dalam lubang dan turun ke bawah, dengan bantuan enemy detection milik Seiji dan mapping milik Reiko mereka langsung turun ke bawah tanpa melawan monster yang mengawasi mereka. Setelah turun sangat jauh, akhirnya mereka menemukan sebuah pintu gerbang besar. Tanpa ragu lagi, Seiji mendorongnya, setelah ke empatnya masuk seperti biasa pintu langsung tertutup, di depan mereka keluar asap tebal dari dalam tanah, sebuah monster manusia setengah kuda tanpa kepala berpakaian zirah berwarna hitam yang mengkilap dengan kepala di pegang di tangan, keluar dari dalam tanah bersama dengan asap yang tebal.
“Hiiiie.....” Manusia setengah kuda itu mengangkat kaki depannya siap menyerang.
Ke empatnya menggunakan skill analyzenya untuk melihat status monster manusia setengah kuda itu,
******************************
Nama : Centaur Dullahan.
Level : 930
Power : 40.000.000
Danger : Level 4 (SS)
Weakness : Holy.
******************************
“Masih bisa kita lawan...” Ujar Seiji.
“Ayo mulai...” Ajak Hitoshi.
Ke empatnya langsung maju, Seiji melompat dan menembaki monster di depannya dengan kedua pistolnya, Reiko menyabetnya dengan menggunakan sabit besarnya, Iroha dengan kecepatan tinggi menyarangkan tusukan dan sabetan menggunakan kedua tangannya yang berubah menjadi katana, sedangkan Hitoshi mengayunkan kapak bermata duanya dan memukul monster. Dalam sekejap monster itu langsung tewas dan menghilang menjadi abu. Seiji dan Reiko naik level menjadi 350 dengan power menjadi 70.000.000, Hitoshi naik menjadi 370 dengan power 74.000.000 dan Iroha naik menjadi 280 dengan power menjadi 56.000.000.
Sebuah kaus jaring terbuat dari myhtril, sebuah tongkat besi panjang, sebuah sarung tangan dengan tiga cakar besar di punggung tangannya, sebuah pakaian pelindung full body bagian atas dari kulit yang lentur untuk perempuan berwarna hitam dan sebuah batu sihir besar jatuh. Ke empatnya langsung mengambilnya,
“Aniki, kaus jaring ini bisa kamu pakai kan ?” Tanya Seiji sambil menyodorkan kaus jaringnya kepada Hitoshi.
“Oh iya benar juga...aku pakai.” Jawab Hitoshi.
Hitoshi memakainya dan di lapis oleh rompi miliknya, pakaian itu mengikuti bentuk tubuhnya yang kekar.
__ADS_1
“Lalu...sisanya ?” Tanya Iroha.
“Bawa saja, siapa tahu nanti perlu...” Jawab Seiji.
“Aku deh yang bawa...” Balas Reiko.
“Aku bantu...” Tambah Iroha.
Dia memasukkan pelindung full body bagian atas dari kulit yang lentur dan sarung tangan bercakar tiga kedalam item box nya. Iroha mengambil tongkat besi panjangnya dan memasukkan nya ke dalam item box bersama dengan batu sihirnya. Setelah itu, mereka berjalan masuk ke dalam ruangan, di sebelah kiri pintu untuk menuju ke bawah ada sebuah lingkaran sihir yang menyala untuk kembali ke atas. Ke empatnya turun melewati lingkaran sihir dan turun ke bawah. Mereka kembali menelusuri lorong dan tidak ada monster yang berani mendekati mereka. Akhirnya, setelah turun cukup jauh, mereka sampai di sebuah gerbang lagi yang lebih besar dari gerbang sebelumnya,
“Siap ya...” Ujar Seiji.
“Ok...” Balas Hitoshi.
“Sip....” Tambah Reiko.
“Lanjut...” Tambah Iroha.
Seiji mendorong gerbangnya dan mereka masuk ke dalam, begitu sampai di dalam dan setelah gerbang tertutup, mereka tidak melihat apa apa karena semua gelap. Ke empatnya mencabut senjata mereka dan bersiaga penuh, tiba tiba dari gerbang muncul api api berwarna biru menyala di sekeliling mereka dan terus sampai jauh ke depan membentuk jalan. Ke empatnya melangkah hati hati di antara api api biru yang muncul dari tanah. Di depan mereka menemukan sebuah peti mati besar dari batu, tiba tiba api api itu berterbangan dan berkumpul di atas peti mati itu. Api api itu menyatu membentuk bola api besar dan masuk ke dalam peti. Tutup peti langsung terpental dan peti terbuka,
“Hati hati...” Teriak Seiji.
Ke empat nya langsung bersiaga, dari keluar sebuah tangan memegang sisi peti, kemudian tangan itu menarik tubuh di dalam peti keluar. Sebuah tengkorak manusia berjubah seperti pendeta dengan tubuh bagian bawah di balut perban seperti mumi dan memakai topi tinggi melayang keluar di atas peti mati. Tengkorak itu membawa sebuah tongkat berpermata indah di ujungnya, banyak ular keluar masuk dari lubang matanya. Ke empatnya langsung menggunakan skill analyze mereka,
******************************
Level : 1200
Power : 120.500.000
Danger : Level 5 (SSS)
Weakness : None.
******************************
“Hey...status nya tidak error....” Ujar Seiji girang.
“Sekarang kita bisa melihat status monster kelas SSS...” Ujar Reiko.
“Wow...kuat juga ya powernya...aku baru tahu.” Ujar Hitoshi.
“Aku masih error...hiks...” Ujar Iroha.
__ADS_1
“Sabar Iroha-chan, habis mengalahkan dia aku yakin kamu pasti bisa melihatnya.” Ujar Seiji.
“Hehehe benar....” Tambah Reiko senang.
“Kok kayaknya nee-chan senang ya aku tidak bisa melihat nya.” Ujar Iroha bersungut sungut.
“Oi kalian...monster itu bingung kita ngapain...” Ujar Hitoshi yang menunjuk ke arah monster menggunakan kapak nya.
“Yuk mulai...” Ujar Seiji.
“Yuk....” Jawab Reiko dan Iroha.
“Dari tadi...hadeh...” Balas Hitoshi.
Akhirnya mereka langsung maju menyerang monster di depan mereka. Lich itu mengangkat tangannya dan banyak mayat hidup keluar dari tanah menahan ke empatnya, dengan sekali sabetan senjata mereka, seluruh mayat hidup itu langsung masuk kembali ke tanah. “Klak...klak...klak.” Lich itu menggertakkan giginya seakan akan berbicara.
“Maaf aku tidak mengerti kamu ngomong apa...tapi kesini ya..jangan melayang...Chain pull.” Ujar Iroha.
Iroha menaikkan tapaknya, dari dalam tapak nya keluar rantai dengan pisau di ujungnya, setelah pisau tertancap di tubuh lich, Iroha menarik lich itu ke arah dirinya. Reiko langsung menyambutnya dengan mengeluarkan tentakel untuk mengikat lich itu. Seiji menggunakan petir kuning untuk membuat lich itu tersetrum dan tidak bergerak.
“Ok, sekarang....”
Ke empatnya mengerubungi lich yang sudah tidak berdaya dan tidak bisa bergerak di lantai.
“Klak...klak...klak...” Lich itu berusaha berbicara.
“Tidak tahu ah....” Teriak ke empatnya.
Mereka langsung menghajar lich itu bertubi tubi dengan senjata mereka sampai lich itu akhirnya hancur tidak berbekas. Ruangan seketika menjadi terang dan mereka baru menyadari kalau mereka berada di dalam biara. Kabut yang menyelimuti ruangan juga menghilang bersama dengan tewasnya lich itu. Layar status mereka terbuka, Seiji dan Reiko naik menjadi level 400 dengan power 80.000.000. Hitoshi naik menjadi level 430 dengan power 82.000.000 dan Iroha naik menjadi level 370 dengan power 74.000.000. Sebuah busur besar berwarna emas dan perak, sepasang boots yang memiliki sayap di sisi kanan dan kirinya, sebuah bandana hitam dan sebuah batu sihir berwarna hitam tergeletak di tanah.
“Aku ambil bandana nya ya...” Ujar Iroha.
Dia langsung memakainya dan sekarang tanduk di keningnya tidak terlihat lagi. Seiji mengambil busur dan boots nya sedangkan Hitoshi menyimpan batu sihirnya. Setelah memasukkan nya ke dalam item box, mereka kembali lagi ke atas. Setelah sampai ke ruangan lingkaran sihir, mereka langsung menggunakannya dan pindah ke pintu masuk, ketika mereka keluar, suasana pemakaman yang sebelumnya di selimuti kabut sekarang sudah terang benderang dan tidak ada kabut.
“Waaah berarti dugaan ku benar, seperti di manga, kabut itu adalah miasma yang bisa menghidupkan mayat...” Ujar Iroha girang.
“Ya ya...sudah yu...” Hitoshi berjalan.
“Ya....aku malas lama lama di kuburan.” Ujar Reiko menyusul berjalan.
“Ok...sekarang kita bersiap ke kota Nihelm...” Tambah Seiji berjalan menyusul Reiko.
“Heeeeey.....payah ah....” Teriak Iroha yang akhirnya berjalan menyusul yang lain.
__ADS_1