Dark Savior

Dark Savior
Chapter 43


__ADS_3

Selagi ke empatnya bersemangat melihat ke menara, “Tong.” Terdengar bunyi di belakang mereka.


“Ayo kita mulai....” Ujar Joshua.


Ke empatnya menoleh dan berbalik, mereka kaget melihat Joshua mengeluarkan palu besar yang dia dirikan di atas tanah, bunyi barusan adalah bunyi palu menyentuh tanah.


“Apa artinya ini ossan ?” Tanya Seiji.


“Seperti yang tadi ku bilang, aku mewariskan menara itu kepada kalian dan yang bisa mengakhiri immortals adalah immortals, jadi maju saja bersamaan tidak apa apa...” Jawab Joshua.


“Kenapa seperti ini padre ?” Tanya Hitoshi.


“Kamu lihat luka di dada ku ini ? luka yang tidak pernah sembuh, bukan karena sakitnya, tapi luka ini mengingatkanku bagaimana aku membantai saudara saudaraku, aku sudah bersama luka ini selama 3000 tahun...jadi aku mohon, akhiri aku...aku ingin ke tempat saudara saudaraku...” Ujar Joshua sambil mengangkat palunya.


“Ta..tapi ossan bilang ossan tidak bisa bertarung lagi...” Ujar Reiko.


“Aku kan bilang aku pakai kekuatanku yang terakhir untuk berubah menjadi wujud ini, jadi tolong....aku mohon...bebaskan aku.” Ujar Joshua.


“Aku mengerti ossan, ayo kita mulai...” Iroha langsung membuka telapaknya di samping.


Sebagian pakaiannya keluar dari tapaknya membentuk sebuah tombak dengan mata sebuah pedang katana. Iroha mutar tombaknya dan memasang kuda kudanya.


“Hito-nii, Seiji-niichan, Reiko-neechan, aku hidup di jalanan, kita harus tolong ossan, dia sudah menderita selama ini, kita bebaskan dia, jangan ragu...” Ujar Iroha.


“Kamu benar Iroha-chan....” Seiji mencabut sebuah pisau belati panjangnya dan membuka cambuk nya.


Reiko mengambil sabitnya dari punggung dan Hitoshi langsung memasang kuda kuda menggunakan kapaknya. Melihat ke empatnya bersiaga, Joshua tesenyum,


“Terima kasih....kita mulai...”


Joshua mengangkat palunya dan melompat menyerang ke empatnya dengan kecepatan tinggi. Ke empatnya melompat menghindar berpencar ke empat penjuru, Seiji langsung mencambuk gagang palu Joshua dan menarik dirinya melesat menuju Joshua, dia langsung menghunus pisaunya, tapi Joshua menangkisnya dengan gelangnya dan melontarkan Seiji. Hitoshi menyusul dengan menyabetkan kapaknya dari atas ke bawah, Joshua bergeser dan menangkis kapak kemudian dia langsung memukul perut Hitoshi dengan punggung tangannya dan membuatnya terpental.


Reiko berlari langsung menyabet diagonal sabitnya mengarah ke arah perut Joshua, tapi gagang sabitnya di tangkap dan di angkat membuat Reiko terlempar, tiba tiba Iroha muncul di atas kepala Joshua dan memutar tombaknya, sebelum Iroha menyabetkan tombaknya, kaki Joshua sudah mendarat di gagang pedang yang sedang dalam posisi lurus membuat Iroha terbentur gagang tombaknya sendiri dan terpental.


“Hahaha ayo....pakai skill kalian, anggap aku monster...jangan menahan diri.” Ujar Joshua.

__ADS_1


“Baik...” Teriak ke empatnya.


Seiji, Reiko dan Iroha langsung melompat menyerang Joshua, Hitoshi menghentakkan kaki nya ke tanah,


“Earthquake.”


Tanah langsung begetar dan pecah di area sekitar hentakan kaki Hitoshi dengan radius 1 kilometer. Joshua kehilangan pijakan dan terhuyung, Seiji menarik nafasnya ketika sedang di udara,


“Dragon breath.”


Dia menyemburkan api dari mulutnya ke arah Joshua dan menelannya, disusul Reiko yang mengarahkan sabitnya ke arah Joshua ketika melompat,


“Absolute Zero.”


Tubuh Joshua langsung terbungkus bongkahan es dengan api semburan naga masih di dalam membakar Joshua. Iroha langsung menarik nafasnya,


“Sonic scream.”


Gelombang teriakan Iroha menghantam bongkahan es dan mendorong nya sampai tenggelam ke tanah yang masih bergejolak dan menguburnya di dalam tanah. Ketiganya mendarat di sebelah Hitoshi,


“Selesaikah ?” Tanya Reiko.


“Belum...” Jawab Seiji.


“Aaaaah...sudah lama aku tidak merasakan sensasi ini...” Ujar Joshua.


“Monster....” Ujar Iroha.


“Maaf padre, kali ini aku serius.” Ujar Hitoshi.


“Dari tadi juga ku bilang serius.” Balas Joshua.


Hitoshi mengangkat kapaknya di depan wajahnya, matanya terpejam dan dia menarik nafas panjang.


“Skill gabungan, Giant form, Iron body.”

__ADS_1


Tubuh Hitoshi membesar, tingginya menjadi sekitar lima meter, tubuh nya mengembang dan menjadi sangat kekar, kemudian seluruh tubuhnya menjadi besi, termasuk rambutnya dan wajahnya menjadi rata tanpa wajah hanya menyisakan matanya. Hitoshi mengangkat kapaknya yang besar dan langsung menghantamkan nya pada Joshua. Senyum masih menghiasi wajah Joshua, dia menangkis kapak dengan palunya.


“Serang dia...” Ujar Hitoshi dengan suara menggelegar.


“Auuuuuuuuu.” Seiji berubah menjadi werefenrir dan langsung melompat maju menyerang menggunakan kedua pisau nya.


“Body double.”


Tubuh Iroha memecah menjadi dua dan langsung menyerang dengan kecepatan tinggi sehingga terlihat seperti sinar hitam yang membabi buta. Reiko menaruh sabit di punggungnya,


“Bat swarm.”


Tubuhnya menjadi ratusan kelelawar besar bergigi tajam yang langsung mengerubungi tubuh Joshua dan menggigiti nya. Di tengah serangan yang bertubi tubi itu, wajah Joshua tersenyum lebar, dia menitikkan air mata karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan saudara saudaranya. Tapi kemudian alisnya mengerut, dia melirik melihat Seiji, Reiko, Iroha dan Hitoshi yang masih menyerangnya, wajahnya langsung nampak cemas,


“Mereka lemah....masih lemah....tapi mereka akan menjadi kuat...hei, elf keparat...tolong bimbing mereka....aku serahkan padamu.” Pikirnya sambil melihat ke langit.


“Serahkan padaku....” Seseorang menjawab di pikiran Joshua.


“Terima kasih...selamat tinggal...aku tunggu kamu di sana saudariku...” Ujar Joshua.


“Selamat jalan saudaraku...”


Serangan pun berhenti, tubuh Joshua sudah hancur, palunya terlepas dan jatuh terlentang ke tanah dengan kaki terputus satu, tangan juga terputus satu dan sekujur tubuh penuh luka gigitan dan sayatan. “Ohok.” Joshua muntah darah. Seiji yang sudah kembali menjadi wujud manusia, Hitoshi, Reiko dan Iroha yang juga sudah kembali ke wujud semula langsung mengerubungi Joshua yang terlentang di tanah bersimbah darah.


“He..hei...kalian....harus giat berlatih, kalian belum setara dengan ku dan saudara saudara ku dulu....aku sudah menyiapkan guru untuk kalian...cari dia.....temukan saudara terakhir kalian...di kota Nihelm, kerajaan Grandia....tolong tuntaskan....penggal leherku...begitulah cara mengakhiri immortals. Selamat tinggal adik adik ku.....terima kasih.”


Hitoshi mengangkat kapaknya dan langsung memenggal kepala Joshua, “splat.” Darah terciprat ke wajah Seiji, Reiko, Iroha dan Hitoshi yang memenggalnya, baru pertama kali ketika mereka sampai ke dunia Astoria, mereka merasa sedih melihat kematian di depan mereka walau ke empatnya tidak menangis. Ke empatnya mengambil jenazah Joshua dan membawanya turun dari teras menara. Mereka membuatkan makan bagi Joshua di sebuah reruntuhan yang sudah tertutup vegetasi liar. Hitoshi mengambil sebuah batu dan menancapkannya di atas makam Joshua. Iroha dan Reiko mengukir batu itu dan menulisinya, isinya,


“Di sini tertidur seorang Immortals perkasa yang menjaga seluruh dunia.”


Setelah selesai mengukir, ke empatnya berdiri menghadap makan Joshua dan mengatupkan tangan di depan dada mereka serta memejam kan mata. Mereka mendoakan Joshua yang perkasa sampai saat terakhirnya. Ke empatnya melihat ke atas, selubung yang menyelubungi kota kuno itu terbuka. Ke empatnya saling menoleh dan melihat satu sama lain, kemudian mereka saling merangkul dan berjalan kembali menuju akademi.


*****


Sementara itu, di sebuah ruangan kantor, seseorang duduk di kursi kerja sambil mengetukkan jarinya ke meja, hanya telinganya yang panjang yang terlihat.

__ADS_1


“Hmmm...sudah saatnya ya...baiklah, sepertinya memang sudah giliranku. Selamat jalan Kiros, sampai jumpa lagi.” Ujarnya.


Kemudian dia berbalik dan melihat suasana kota dari jendela sambil mengetukkan jarinya di kursi kerjanya.


__ADS_2