
Setelah membaca status mereka, keduanya terduduk di tepi sungai, mereka merenung dan saling menoleh,
“Children of Resephone.....apa maksudnya ? apa dewi yang melempar kita ke dunia ini bukan Resephone ?” Tanya Seiji.
“Aku tidak tahu....tapi aku penasaran dengan customize body....” Ujar Reiko.
“Kita coba saja...” Balas Seiji.
Keduanya menekan tulisan “Customize body” di status mereka, tiba tiba di depan mereka keluar layar yang bertuliskan, “Select age.” Lalu ada kotak untuk memilih umur yang di inginkan, paling kecil 12 tahun dan paling tua 28 tahun. Seiji memilih umur 15 dan tubuhnya langsung menyesuaikan menjadi berumur 15 tahun,
“Lihat Reiko...aku sekarang menjadi 15 tahun dan pakaian nya juga mengikuti...kenapa kamu ?” Tanya Seiji.
Dia melihat Reiko menutup mulut dengan kedua tangannya dan matanya menitikkan air mata.
“Sei-niichan (kakak) ?” Tanya Reiko.
“Eh....” Seiji menjadi heran mendengar perkataan Reiko.
Dia ingat dulu dia pernah di panggil dengan sebutan itu oleh adik angkat hasil perkawinan kedua papanya dengan wanita yang mengadopsi anak kakaknya yang sudah meninggal. Umur adik angkatnya sama dengan dirinya, tapi karena dia lahir dua bulan lebih dulu, dia di panggil kakak. Mereka tinggal bersama selama 1 tahun ketika Seiji berumur 15 tahun, lalu ketika papanya meninggal, mama angkat dan adiknya meninggalkan dirinya lagi dan semenjak itu tidak pernah bertemu lagi.
“Ini aku, Sei-niichan......aku Rei-chan...” Ujar Reiko.
“Rei-chan ? tidak mungkin, Rei-chan seumur dengan ku, kamu kan masih sma...” Ujar Seiji.
Reiko membuka item box nya dan mengambil seragam sekolahnya, kemudian dia memberikan seragamnya kepada Seiji. Ternyata seragam sekolah milik Reiko adalah properti cosplay dari salah satu serial anime.
“Tapi kenapa ketika aku tanya, kamu bilang iya kamu masih sma dan bilang kelas 3 lagi...” Balas Seiji.
“Pikiran ku kacau saat itu, dengan diriku sendiri saja aku tidak ingat, kamu kan tahu....setelah mimpi ketika kita tidur di ruang itu, baru pikiran ku jernih.” Balas Reiko.
__ADS_1
“Kamu benar, saat itu aku juga.....ketika aku bermimpi mama kandungku meninggalkanku...tapi aku masih belum percaya kamu Rei-chan...” Balas Seiji.
“Ck.” Reiko menekan customize body nya dan memilih umur 15 tahun, tubuhnya dan pakaiannya langsung menyesuaikan diri menjadi dirinya ketika berumur 15 tahun, begitu melihat Reiko yang berumur 15 tahun, Seiji langsung ingat kalau yang berdiri di depannya adalah adik angkat nya yang sempat tinggal bersamanya selama 1 tahun.
“Rei-chan....” Ujar Seiji.
“Benar, Sei-niichan...sudah percaya kan sekarang.” Ujar Reiko.
“Kamu....kenapa masih ingat pada ku ?” Tanya Seiji.
“Aku tidak akan lupa....dan kamu sendiri juga tidak lupa kan..tapi melihat kamu yang sudah dewasa, aku agak lupa, ingatan ku hanya ketika kita berdua berumur 15 tahun.” Jawab Reiko.
“Ya, aku pun sama, aku juga lupa wajahmu ketika sudah memakai pakaian seragam dan terlihat dewasa, tapi aku masih ingat Rei-chan adikku sebab satu tahun kita bersama adalah satu tahun terindah dalam hidupku..” Ujar Seiji menunduk.
“Benar, bagiku juga sama...” Balas Reiko menunduk sedih.
“Apa yang terjadi dengan mu Rei-chan ?” Tanya Seiji.
Seiji memperhatikan seragamnya, selain bertuliskan properti cosplay anime tertentu, di bagian bawahnya juga ada nama sebuah brothel lengkap dengan alamatnya, baju itu adalah baju karyawan yang di pakai sesuai permintaan customer.
“Kamu...” Ujar Seiji sambil meremas seragamnya.
“Ya, aku kerja di sana, untuk melunasi hutang suami tante ku....alasan aku mati, aku di pukuli beberapa anggota yakuza yang mabuk ketika sedang ku layani pakai seragam itu....rasanya sakit sekali nii-chan.” Balas Reiko sedih dan memeluk tubuhnya yang gemetar.
Tanpa ragu lagi, Seiji langsung memeluk Reiko yang membalas pelukannya dan menangis tersedu sedu. Seiji yang sebelumnya tidak memiliki perasaan lain selain balas dendam, menangis melihat Reiko di pelukannya, di satu sisi dia senang karena bertemu adik angkatnya lagi dan di satu sisi dia merasakan penderitaan adik angkatnya, sebab nasib mereka ternyata sama. Dia berjanji akan menjaga adiknya, walau begitu, dia tetap akan membalas dendam kepada dewi yang menyengsarakan mereka karena sekarang dendamnya menjadi bertambah sebab adiknya berada di pelukannya ketika dia berada di dunia lain. Setelah keduanya tenang kembali,
“Rei-chan, sekarang kita harus keluar dari sini....” Ujar Seiji.
“Iya, tapi kita harus berubah lagi ke wujud kita sebelum evolusi...” Balas Reiko.
__ADS_1
“Setuju...ayo kita berubah.” Balas Seiji.
Keduanya membuka layar status mereka, tapi ketika mereka menekan tulisan skill customize body, muncul layar kecil yang memperlihatkan hitungan waktu mundur selama setengah tahun baru skillnya bisa di gunakan lagi.
“Haaah...” Teriak keduanya.
“Jadi kita terpaksa pakai wujud selagi kita berumur 15 tahun nih...” Ujar Seiji.
“Seperti begitu nii-chan, tapi tidak apa apa, aku suka wujud mu yang ini..” Balas Reiko.
“Huh..ya sudahlah, tapi orang di kota akan mengenali ku tidak ya ?” Tanya Seiji.
“Aku tidak tahu, selama aku di dunia ini, aku belum pernah keluar dari sini...aku tidak tahu apa apa soal dunia luar...” Jawab Reiko.
“Ya sudah, tidak masalah, aku sudah mengerti sedikit soal dunia luar.” Balas Seiji.
“Aku serahkan padamu nii-chan...” Ujar Reiko.
Kemudian keduanya berjalan keluar, sepanjang perjalanan Seiji menceritakan apa saja yang ada di luar kepada Reiko, dia juga minta Reiko mengganti namanya sementara karena takut di ketahui oleh kerajaan Alvania, sama seperti dirinya yang mengganti namanya menjadi Solon untuk menghindari sementara kerajaan Grandia. Reiko mengerti, dia mengganti namanya menjadi Reena. (Untuk selanjutnya Reiko di panggil Reena). Akhirnya mereka sampai di ruangan tempat mereka beristirahat dan tertidur, mereka berjalan masuk ke lingkaran sihir dan menghilang. Mereka langsung tiba di mulut gua dan berjalan masuk ke hutan, Reiko melihat sekeliling selagi di dalam hutan dan menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya, sebab dia baru kali ini menghirup udara luar. Ketika sampai di luar hutan, mereka bisa melihat kota Longberg dari kejauhan.
“Kita ke kota itu dulu...ada yang mau aku tanyakan pada Damian-san soal dewi Resephone...” Ujar Seiji.
“Damian-san ? siapa dia ?” Tanya Reiko.
“Penguasa kota ini, seorang bangsawan vampir, tapi dia baik...” Jawab Seiji.
“Aku tidak mau.....aku tidak mau ke kota yang penguasanya vampir.” Teriak Reiko sambil memeluk tubuhnya sendiri.
“Baiklah, aku mengerti, kalau begitu, kita ke kota Durnce saja, tidak jauh dari sini, hanya sekitar 4 hari jalan kaki...” Balas Seiji sambil memegang kepala Reiko.
__ADS_1
“Iya...nii-chan.” Balas Reiko.
Seiji mengambil peta yang di berikan guild maste Relona dan melihat arah kota Durnce dari tempat nya berdiri. Setelah menentukan arah, keduanya berjalan menelusuri tepi hutan untuk menuju kota Durnce.