
Keesokan harinya, seluruh murid berkumpul di gedung auditorium yang terletak di komplek akademi, tahun ajaran baru di mulai, Seiji datang bersama Cyriel teman sekamarnya, setelah sampai di depan auditorium,
“Hmm kita belum tahu kelas nya ya ?” Tanya Seiji.
“Biasanya nanti setelah upacara pembukaan Solon-kun...” Jawab Cyriel.
“Begitu ya....” Ujar Seiji.
“Iya, kelas kita di kategorikan berdasarkan hasil tes kemarin...” Balas Cyriel.
“Hmmm...ok kalau begitu.” Ujar Seiji.
Tiba tiba punggung Seiji di tepuk seseorang, Seiji menoleh dan melihat Reiko menepuk punggungnya. Reiko datang bersama seorang wanita bertelinga agak panjang yang berambut pirang dan bermata biru. Seiji mengenalinya, dia adalah murid yang kemarin duduk di taman sambil memainkan sihirnya ketika mereka baru datang.
“Nii-chan, kenapa belum masuk ?” Tanya Reiko.
“Belum, oh ya, kenalkan ini Cyriel-kun, teman sekamarku...Cyriel-kun, dia Reena, adikku.” Seiji memperkenalkan Cyriel kepada Reiko.
“Sa..salam kenal Reena-san...” Ujar Cyriel sambil bersembunyi di belakang Seiji.
“Loh..kok ngumpet, salam kenal etoo...Cyriel-kun...” Ujar Reiko tersenyum.
“Lalu yang di sebelah mu siapa ?” Tanya Seiji
“Oh iya, aku lupa, dia Olivia, teman sekamar ku...dia separuh manusia dan separuh elf loh....” Jawab Reiko.
“Reena-chan, hal itu tidak bisa di banggakan.....halo, namaku Olivia de Hanel. Aku teman sekamar Reena-chan. Salam kenal onii-chan, semalaman Reena-chan tidak berhenti bicara tentang onii-chan....” Ujar Olivia.
“He..hei....kan aku sudah bilang jangan bilang nii-chan...” Ujar Reiko.
“Salam kenal Olivia-san....namaku Solon dan di sebelah ku Cyriel.” Ujar Seiji.
“Sa..salam kenal....” Ujar Cyriel.
Akhirnya ke empatnya masuk ke dalam bersama sama, mereka berbaris di tempat anak baru. Seiji dan Reiko melihat Jerome ada di barisan siswa kelas 3, dia terlihat pucat dan sepertinya masih ketakutan. Seiji dan Reiko tersenyum saja melihatnya, tak lama kemudian, acara pembukaan tahun acara baru di mulai. Seluruhnya baris tertarur dan tertib, tidak ada seorang pun yang bicara. Kepala akademi Lorien memberi sambutan. Seiji dan Reiko mulai mengantuk mendengarkan sambutan dari Lorien yang cukup panjang dan lama. Akhirnya setelah Lorien selesai, seorang siswi perempuan cantik naik ke atas podium, dia memperkenalkan dirinya sebagai ketua student council (osis) dan memberikan kata sambutannya.
Kemudian setelah ketua student council selesai memberikan kata sambutan, dia mempersilahkan siswa yang mendapat terbaik dalam ujian masuk baik tertulis dan praktek untuk maju ke depan. Seiji kaget karena melihat Cyriel melangkah maju dan naik ke atas podium. Cyriel memberikan kata sambutannya, Seiji tersenyum,
“Pantas semalaman dia bercermin dan seperti berbicara kepada cermin, jadi untuk ini ya...” Pikir Seiji.
“Wah teman sekamarmu hebat nii-chan...” Ujar Reiko.
Setelah Cyriel selesai memberi kata sambutan dan turun dari podium, dia langsung kembali ke sebelah Seiji. Kemudian Seiji menoleh dan memberikan jempol padanya, Cyriel tersenyum.
“Duh dia kok benar benar mirip cewe ya....imut banget sih.” Ujar Seiji yang melihat Cyriel tersenyum padanya.
Setelah itu, di udara muncul sebuah layar besar yang menampilkan kelas kelas dan isinya. Ada lima kelas yang ada di dalam layar, dari kelas A sampai E yang berisi nama nama para murid angkatan baru. Para murid mulai bergosip, Seiji mendengarkan pembicaraan mereka, ada kepercayaan di kalangan murid yang mengatakan kelas A adalah kelas paling hebat dan kelas E adalah kelas paling payah, jadi kalau masuk ke kelas A sudah pasti akan populer dan kalau masuk kelas E akan di tindas oleh kelas lainnya. Seiji tersenyum saja mendengar bisik bisik itu, tapi ketika dia menoleh melihat Cyriel, dia melihat Cyriel sedikit gemetaran,
“Kenapa Cyriel-kun ?” Tanya Seiji.
“Aku tidak percaya...kenapa aku masuk kelas E....” Ujar Cyriel.
__ADS_1
“Heee dia percaya rupanya...” Gumam Seiji dalam hati.
“Sama kok, aku juga di kelas E...” Balas Seiji.
“Masalahnya kehidupan sekolah kita akan sengsara...kita harus berjuang Solon-kun supaya kita bisa pindah kelas.” Ujar Cyriel.
“Eh...memang bisa pindah kelas ?” Tanya Seiji.
“Bisa, kakak ku juga begitu, pertama dia masuk kelas E, tahun kedua dia di kelas B...” Jawab Cyriel.
“Begitu ya, dasarnya apa bisa pindah begitu ?” Tanya Seiji.
“Kalau kita bisa menjadi yang terbaik di kelas E, kita akan di tempatkan di kelas yang sesuai dengan kita.” Jawab Cyriel.
“Hmm begitu ya....” Gumam Seiji.
Reiko dan Olivia menghampiri Seiji dan Cyriel yang sedang melihat layar di depan mereka.
“Nii-chan, aku masuk kelas E, berarti kita sekelas ya...asiiik...” Teriak Reiko.
“Huh masuk kelas E kok asik...” Celetuk seorang siswi yang kebetulan lewat.
“Wah wah baru kali ini ada yang senang masuk kelas E.” Celetuk seorang siswa yang berada di dekat mereka.
Dan masih banyak celetukan lainnya ketika mendengar teriakan Reiko, Olivia menggelengkan kepalanya,
“Reena-chan, masuk kelas E itu adalah kiamat bagi sebagian orang, wajar saja mereka berkomentar mendengar ucapanmu.” Ujar Olivia.
“Kebetulan aku dan Cyriel juga masuk kelas E...” Balas Seiji.
“Itu yang aku tidak mengerti...” Jawab Cyriel.
“Kalau kamu kelas apa Olivia-chan ?” Tanya Reiko
“Aku juga kelas E sih, tapi aku tidak perduli dengan gosip gosip.” Jawab Olivia.
“Berarti mohon kerjasamanya ya selama setahun ke depan, kalian bertiga...” Ujar Seiji kepada yang lain.
“Tapi kenapa bisa ada hal hal seperti ini ?” Tanya Reiko.
“Karena biasanya pembagian kelas di tentukan dari job nya juga, kalau boleh tahu Cyriel-kun, job mu apa ?” Tanya Olivia.
“Uh...scholar....” Jawab Cyriel.
“Oh pantas, sama seperti ku, aku alchemist...job yang tidak di perhitungkan dan di anggap tidak bisa menjadi pahlawan.”
“Hah ? untuk apa pahlawan ?” Tanya Seiji.
“Sekarang ada dua kerajaan yang sedang berperang kan, nah mereka mencari pahlawan untuk membela kerajaan mereka.” Jawab Olivia.
“Grrr bukan hanya pemanggilan pahlawan dari dunialain, mereka juga mencari di dunia mereka sendiri, hanya karena alasan perang, jadi ada kesenjangan besar di antara para murid...tidak bisa di maafkan, aku memang harus menghancurkan kedua kerajaan itu.” Ujar Seiji dalam hati.
__ADS_1
“Kalau kalian gimana ?” Tanya Cyriel kepada Seiji dan Reiko.
“Oh kalau kami jo....” Belum selesai Reiko menjawab, mulutnya di tutup Seiji.
“Kita tidak tahu job kita, sebab kita tinggal di gunung dan baru turun sekarang.” Ujar Seiji.
“Eh..aneh, kan biasanya tercantum di kartu pelajar.” Ujar Olivia.
Seiji dan Reiko buru buru melihat kartu pelajar mereka, ternyata job Seiji di tulis sebagai cook (koki) dan Reiko sebagai craftman (pengrajin).
“Babaaaaaa......” Teriak Seiji dan Reiko di pikiran mereka.
“Uh...cook.” Ujar Seiji.
“Aku....craftman...” Tambah Reiko.
“Yap, pantas kalian masuk kelas E...” Ujar Olivia.
Setelah itu, bagi para murid yang sudah melihat kelasnya, di persilahkan masuk ke dalam kelas, ke empatnya berjalan masuk ke dalam akademi dan masuk ke dalam kelas mereka, ketika masuk ke dalam, seorang bertubuh besar dan berbulu, memiliki telinga beruang di kepalanya menghadang mereka, Seiji dan Reiko melihat ke atas karena orang itu lebih besar dari mereka.
“Yo....kalian juga kelas E rupanya....hah, percuma pidato di depan dan mendapat nilai terbaik, ujung ujung nya masuk kelas E bersama ku hahahahaha.” Ledek pria itu kepada Cyriel.
Cyriel menunduk dan tubuhnya bergetar, wajahnya terlihat seperti orang yang mau menangis. Olivia langsung merangkul nya,
“Wah...murid terbaik menangis hahahaha...” Ujar pria besar itu.
“Hmm...kenapa kamu membully dia ?” Tanya Seiji.
“Hah...tentu saja, sudah jelas aku yang terkuat di kelas ini..” Ujar pria itu.
“Terkuat ya ? aku rasa kamu payah...” Balas Seiji.
“Apa ? kamu berani padaku ?” Tanya pria itu.
“Huh...kamu itu enteng...” Jawab Seiji.
“Kurang ajar kamu.....rasakan ini.” Teriak pria itu.
Sebuah tinju besar melayang dan mengarah ke wajah Seiji, tapi Seiji tidak bergerak sama sekali dan membiarkan tinju itu menghantam wajahnya.
“Aaaaaw.....apa...apa yang kamu perbuat ?” Tanya pria itu sambil memegang tinjunya.
Ternyata tinju pria besar itu remuk dan beberapa jarinya patah, Seiji hanya mengangkat pundaknya saja,
“Seperti yang kamu lihat, aku tidak berbuat apa apa dan setelah menerima pukulanmu, bergeser saja tidak. Jadi tolong, jangan mengganggu orang lain lagi, ayo masuk.” Ajak Seiji sambil merangkul Cyriel melewati pria itu.
“Tu..tunggu Solon-kun...” Ujar Cyriel.
Kemudian dia mendekati pria besar itu dan memegang tangannya yang remuk dan patah,
“Mau apa kamu ?” Tanya pria besar itu.
__ADS_1
Cyriel tidak menjawab, dia memejamkan matanya dan dari tangannya keluar cahaya kuning yang terang. Perlahan lahan, tulang tulang jari tangan pria itu bergeser dan menyambung seperti semula, kemudian tangan pria itu sembuh total. Pria itu tertegun melihat tangannya sendiri, Cyriel melepaskan tangan pria itu dan melangkah kembali ke Seiji, Reiko dan Olivia.
Seluruh teman sekelas bertepuk tangan melihat kejadian di depan mereka, Cyriel benar benar menjadi pusat perhatian dengan kemampuannya, tapi di antara teman sekelas ada dua orang yang tidak bertepuk tangan, yang pertama adalah seorang pria tampan yang berambut lurus panjang berwarna silver yang sedang melipat tangan di dada dan seorang gadis cantik yang bertubuh kecil dan pendek, membawa pedang besar yang lebih besar dari dirinya di punggungnya. Keduanya memperhatikan Seiji dan Reiko yang sedang berjalan bersama dengan Cyriel dan Olivia.