Dark Savior

Dark Savior
Chapter 42


__ADS_3

Setelah ke empatnya selesai bernostalgia, mereka duduk di tepi kolam di atas sebuah pilar yang baru saja hancur karena pertarungan Seiji dan Hitoshi,


“Baiklah, sekarang kita sudahi nostalgia kita dan hadapi kenyataan, sekarang kita di sebuah dunia yang bernama Astoria, aku sudah berada di sini dari sekitar 12 tahun lalu, tepat ketika aku meninggal di bumi. Aku di pindah ke sini setelah melewati 10 kali kematian, tentunya kalian bertiga juga sama kan..” Ujar Hitoshi.


“Hmm 12 tahun lalu ya, aku datang ke sini sekitar 10 tahun lalu...” Ujar Seiji.


“Aku dan Sei-niichan sama...” Ujar Reiko.


“Aku belum lama datang, baru beberapa hari lalu...” Balas Iroha.


“Ok aku mengerti, sekarang aku jelaskan kenapa aku berada di sini...”


Hitoshi mengatakan waktu pertama dia datang ke reruntuhan kota kuno, monster bersarang di dalam kota, Hitoshi menghabisi seluruh monster yang berkeliaran di reruntuhan kota sampai tidak ada lagi yang tersisa. Lalu dia menyelidiki kota dan mengetahui kenyataan kalau immortals tidak pergi, melainkan bertarung sampai mati dan kota kuno yang sudah hancur ini adalah saksinya. Catatan nya ada di dalam sebuah gedung, Hitoshi membawanya dan memperlihatkannya pada Seiji, Reiko dan Iroha. Setelah membacanya,


“Kalau menurut buku milik Joshua-ossan, immortals kembali ke alamnya...tapi ternyata di catatan ini tertulis bertarung sampai mati...” Ujar Seiji.


“Ah padre Joshua, aku juga bertemu dengannya sebelum masuk ke sini....jujur saja, awalnya aku juga sulit menerimanya, tapi kenyataannya seperti itu. Kita bisa lihat reruntuhan kota ini dan bandingkan dengan catatan....aku lebih percaya dengan apa yang kulihat.” Ujar Hitoshi.


“Di buku tertulis ada sepuluh immortals, lima adalah anak dari Resephone dan lima adalah anak dari Raphaela....jadi yang bertempur...” Balas Reiko.


“Ya, lima lawan lima dengan kemampuan yang sama...hasilnya seri dalam artian semua mati.” Ujar Hitoshi.


“Mengerikan...” Ujar Iroha.


“Tapi kenapa mereka bertarung ?” Tanya Seiji.


“Karena berlomba untuk masuk ke menara itu...” Hitoshi menunjuk ke belakang menggunakan jempol.


“Aku tidak mengerti...” Ujar Seiji.


“Ayo ikut aku, kita ke pintu menara...” Balas Hitoshi.


Ke empatnya berdiri dan langsung berlari dengan kecepatan luar biasa menuju menara yang berada di bagian tengah belakang kota. Setelah sampai, ke empatnya berdiri di depan menara.


“Luar biasa....” Ujar Reiko sambil melihat ke atas.


“Ternyata menara ini besar....sangat besar...lebarnya saja sampai 100 meter.” Ujar Seiji.


“Benar...ayo ikut aku...” Ajak Hitoshi.


“Uh...naik tangga...tinggi banget lagi....” Gumam Iroha.

__ADS_1


Ke empatnya berjalan menaiki tangga yang tingginya jauh di atas. Ketika sedang berjalan naik,


“Memang mereka masuk ke menara buat apa ?” Tanya Seiji.


“Tujuan mereka itu yang aku masih belum tahu...menurut legendanya, di menara ini salah satu dewi dari dua dewi kembar itu di kurung dan di segel...” Jawab Hitoshi.


“Begitu....jadi immortals bermaksud membebaskan dewi itu...” Balas Seiji.


“Belum tentu...kita masih belum tahu pasti alasan kenapa mereka bertarung, di catatan itu hanya di katakan kalau mereka bertarung.” Ujar Hitoshi.


“Jangan jangan immortals yang mengurung dewi itu...” Balas Reiko.


“Bisa jadi juga, tapi aku sarankan kalian jangan berimajinasi terlalu liar sampai melihat yang aku ingin perlihatkan.” Balas Hitoshi.


“Auh...jauh sekali...” Ujar Iroha.


“Sabar Iroha-chan, sedikit lagi...” Balas Hitoshi.


Setelah perjalanan panjang menaiki tangga, akhirnya mereka sampai di teras pintu masuk. Di depan mereka ada sebuah gerbang berwarna emas yang sangat besar, di kanan dan kirinya terdapat patung dua dewi sebesar gerbang itu. Hitoshi berjalan maju ke tengah teras, di tengah teras terdapat lima tugu pendek dan di tengah tugu itu ada sebuah tanda telapak tangan. Hitoshi mengambil posisi di tugu yang tengah, kemudian dia memasukkan telapaknya ke lubang berbentuk telapak tangan di dindingnya. Bagian lancip di atas tuhu itu menyala,


“Nah coba kalian lakukakan seperti ku...”


Seiji mencoba satu persatu empat tugu yang tersedia, selain lubang telapak tangan, di atas nya ada bermacam macam gambar, pertama gambar manusia yang di tekan oleh Hitoshi, kedua gambar demon / kijin, Iroha langsung menekan nya dan tugu menyala, ketiga gambar daywalker / vampire, Reiko langsung mencobanya dan ke empat gambar manusia serigala, Seiji langsung menekannya. Mereka melihat empat pilar menyala, tapi ada satu pilar tidak menyala, pilar bergambar manusia dengan telinga panjang.


“Kurang satu....” Balas Seiji.


“Tepat, tapi bukan hanya sekedar kurang satu....lihat warna patung dewi yang berada di sebelah pintu dan bandingkan dengan warna cahaya pilar.” Ujar Hitoshi.


Ke empatnya mencoba lagi, kali ini mereka mengintip melihat warna patung dewi dan ternyata warna patung dewi di sebelah kiri sama dengan warna sinar di pilar yaitu warna putih.


“Hmm rasanya aku mengerti...” Ujar Seiji.


“Apa yang kamu mengerti ?” Tanya Hitoshi.


“Dewi yang di kiri...Resephone ?” Tanya Seiji.


“Benar, tebakan ku juga begitu, karena kita Children of Resephone dan patung yang menyala di sebelah kiri berwarna sama, aku mengambil kesimpulan yang berada di kiri adalah Resephone.” Ujar Hitoshi.


“Tapi kok aku jadi bingung ya, kenapa cuma lima, harusnya kan ada sepuluh pilar.” Ujar Reiko.


“Kalau seperti di manga dan game, biasanya untuk membuka gerbang, kedua patung harus menyala bersamaan kan ?” Tanya Iroha.

__ADS_1


“Awalnya aku berpikir seperti kalian, tapi setelah melihat pertempuran di kota kuno ini dan di tambah tulisan legenda di buku milik padre Joshua tentang perselisihan dua dewi, aku malah merasa lebih masuk akal kalau hanya masih lima, sebab yang mengurung adalah pemenang dari pertempuran dan berarti sampai sekarang mungkin masih ada immortals yang tersisa, coba perhatikan pilar pilar ini, di banding bangunan kota, jelas pilar pilar ini lebih baru dan berfungsi baik, ada kemungkinan ada orang yang memaintenance nya. Pemenangnya memasang mekanisme ini dan pelindung yang menutupi kota ini selama ribuan tahun.” Ujar Hitoshi.


“Plok...plok...plok...analisa yang bagus...tapi sedikit keliru.” Terdengar suara seorang pria di belakang mereka.


Ke empatnya menoleh dan melihat Joshua sedang menaiki tangga sambil bertepuk tangan. Ke empatnya langsung bersiaga, tapi Joshua mengangkat tangannya,


“Tenang dulu, aku tidak mau bertarung dengan kalian....lagipula aku hanyalah hantu dari masa lalu dan sudah tidak bisa bertarung...” Ujar Joshua.


“Apa maksudnya padre ?” Tanya Hitoshi.


“Maksudnya waktu ku sudah selesai....aku mohon jagalah menara ini, aku mewariskannya kepada kalian.” Ujar Joshua.


“Aku tidak mengerti ossan...” Balas Seiji.


“Haaah...baiklah, aku pakai kekuatan ku yang terakhir. Body modification.” Ujar Joshua.


Tubuh Joshua langsung berubah menjadi besar dan terlihat kekar, tapi ada goresan dalam di dada nya seperti luka  terkoyak yang masih merah karena sabetan pedang yang besar. Seiji mencoba mengintip statusnya, tapi error, dia tidak bisa melihat statusnya, dia hanya bisa melihat titel nya,


“Children of Raphaela ?” Tanya Seiji.


“Benar, aku adalah immortals yang tersisa, dari perang besar 3000 tahun lalu, hanya ada dua immortals yang selamat dari total 10 immortals, aku salah satunya dari kubu Raphaela. Satu lagi yang tersisa adalah seorang highelven dari kubu Resephone.” Ujar Joshua.


Ke empatnya terdiam, mereka memperhatikan Joshua yang sekarang berpenampilan mirip dengan salah satu patung immortals yang ada di alun alun kota.


Ke empatnya saling menoleh dan melihat satu sama lain, mereka bingung harus berkata apa dan harus bertanya tentang apa.


“Sekarang, waktunya kalian yang menjaga menara ini, waktu ku sudah habis, setelah aku pergi, pelindung yang menyelubungi kota ini akan menghilang, tapi tidak akan ada yang bisa masuk ke menara kecuali immortals.” Ujar Joshua.


“Kenapa ossan pergi ?” Tanya Iroha.


“Kalian lihat tubuhku ? jangankan bertarung, bertahan hidup saja sudah sulit, aku terluka karena perang besar dulu. Hanya immortals yang bisa membunuh immortals.” Jawab Joshua.


“Tapi kami juga tidak bisa masuk ke menara, masih kurang satu orang...” Ujar Hitoshi.


“Tenang saja, immortals terakhir dari Resephone, sudah berada di dunia ini sejak delapan tahun lalu, aku bisa merasakannya, tapi dia berada di tempat yang jauh.” Ujar Joshua.


“Dia di mana ossan ?” Tanya Reiko.


“Dia di Grandia, belakangan ini, kerajaan Grandia memanggil banyak pahlawan dari dunia lain, mereka punya tujuan ingin menguasai benua selatan. Walau kerajaan Alvaris juga sebenarnya sama, tapi mereka tidak pernah memanggil pasukan pahlawan dari dunia lain. Aku rasa kerajaan Grandia mengincar menara ini.” Jawab Joshua sambil melihat ke arah menara.


“Sebenarnya menara ini apa sih padre ?” Tanya Hitoshi.

__ADS_1


“Jalan menuju alam dewa....” Jawab Joshua.


Mendengar jawaban Joshua, ke empatnya langsung kaget, tapi wajah mereka langsung berubah menjadi bersemangat karena tujuan mereka untuk membalas dendam sudah di depan mata.


__ADS_2