Dark Savior

Dark Savior
Chapter 46


__ADS_3

Ketika hampir keluar dari hutan, ke empatnya melihat naga hitam yang di selimuti kabut hitam dan terlihat mengerikan sudah keluar lebih dari separuh tubuh, Hitoshi mempebesar tubuhnya dan menjadikan tubuhnya batu, dia mencabut kapaknya dan maju menerjang naga yang baru keluar separuh, melihat ada manusia batu raksasa  mendekatinya, naga itu menoleh dan menyemburkan sinar merah dari mulut nya, Hitoshi menangkisnya dengan kapak bermata duanya dan mendorong sinar itu selangkah demi selangkah, setelah mendekat ke kaki gunung berapi Seiji dan Iroha yang berada di pundak Hitoshi melompat dan berlarian menaiki gunung sambil mehindari lahar yang meleleh di sekitar gunung. Reiko langsung terbang menuju naga dan menggunakan skill absolute zero nya untuk membekukan kawah sehingga proses keluar naga terhambat.


“Ayo Iroha-chan...” Teriak Seiji.


“Iya nii-chan...” Balas Iroha.


Keduanya melompat berlari menaiki tubuh naga yang baru separuh keluar menuju ke kepalanya, naga besar itu berusaha mengangkap keduanya dengan tangannya tapi keduanya yang berlari kencang bisa menghindarinya, ketika sampai di pangkal lengan Seiji melompat dan langsung menggunakan posion nya ke mata naga, kedua tangannya menangkap batu yang berterbangan dan menggunakan skill explosion, kemudian dia melempari naga dengan batu batu yang meledak di wajahnya, begitu juga Iroha, yang melempari mata naga sebelahnya dengan shuriken slime dari pakaian slimenya dan di tambah dark flame. Ledakan demi ledakan terjadi mengenai wajah naga, kedua tangan dan mulut naga terus berusaha menangkap Seiji dan Iroha yang sedang berwujud werefenrir dan gadis bayangan. Reiko berterbangan mengelilingi kepala naga sambil menembaki dengan acidnya.


Ketika konsentrasi naga mengarah kepada ketiganya, Hitoshi mengayunkan kapaknya yang besar dan menghantam kepala naga sampai terjerembap jatuh menghantam kawah. Naga kembali bangun dengan perlahan,


“Graaaaaaaaaaaah.”


Gelombang raungan naga membuat Seiji, Iroha dan Reiko terpental jatuh ke arah Hitoshi, ketiganya langsung hinggap di tubuh Hitoshi.


“Flash strike....Blood spike....Dark flame.” Teriak ketiganya.


Dari tangan Seiji menembak sebuah sinar bermuatan listrik yang sangat tinggi mengarah kepada kepala naga. Reiko menembaki kepala naga dengan duri duri darah yang jumlahnya ribuan. Iroha juga menembakkan sinar berbentuk api berwarna biru kehitaman ke arah kepala naga.


“Groaaaaaar....”


Naga meraung kesakitan, di bagian lehernya mulai muncul bercak hijau dan ungu yang tidak beraturan, tanda naga mulai terkena poison dan efek acid. Hitoshi mengangkat tangannya dan mengeluarkan tornado pasir yang langsung menghantam wajah naga di depannya. Naga mengibaskan sayap nya untuk melawan tornado pasir Hitoshi, akhirnya Hitoshi mundur. Naga melihat ke empatnya dengan mata merah menyala, seakan akan dia marah karena di serang bertubi tubi,


“Graaaaaaaah....”


Mulut naga terbuka, di depan mulutnya berkumpul bola cahaya berwarna merah hitam yang kian membesar.


“Awas aniki...” Teriak Seiji.


“Shield barrier.” Teriak Hitoshi.


Hitosi menyilangkan tangannya dan menunduk, di depannya muncul sebuah pelindung berbetuk perisai layang layang yang tebal. Naga menghentakkan kepalanya dan sebuah sinar besar berwarna merah hitam langsung menghantam pelindung perisan di depan Hitoshi.


“Waaaaaaaaaaa...” Teriak Seiji, Reiko dan Iroha.


Hitoshi mundur selangkah demi selangkah, walau dia berhasil menahan sinar, tapi dorongan sinar yang sangat kuat itu memaksanya mundur. “Crack.” Perisai pelindung Hitoshi mulai retak karena terus di hantam oleh sinar yang tidak habis habis. “Crack...crack..” Retakan semakin banyak dan sebentar lagi pelindung itu akan hancur.


“Kalian lari....” Teriak Hitoshi.

__ADS_1


“Hah...mana bisa....” Balas Seiji.


“Cepat...aku sudah tidak kuat...” Teriak Hitoshi.


“Tidak mungkin...aku tidak akan lari Hito-nii...” Teriak Iroha.


“Sama....bertahanlah aniki...” Teriak Reiko.


Tiba tiba sebuah sinar berbentuk seperti komet berwarna putih dan besar langsung menghantam kepala naga dan membuatnya terjengkang ke belakang, sinar yang tadinya mengarah kepada Hitoshi tertembak ke langit, langsung saja Hitoshi mengibaskan kapak nya secara diagonal dan menancap ke leher naga membuat sinar nya berhenti. Komet putih itu datang lagi dan mengenai kepala naga sekali lagi. Naga yang terlihat lemas, berusaha menggelengkan kepalanya, tapi karena kapak Hitoshi masih menancap, dia tidak bisa menggerakkan lehernya. Mulut naga menjadi ternganga menghadap ke langit. Sebuah lingkaran sihir yang sangat besar turun dari langit dan menutupi naga beserta gunungnya, Hitoshi mencabut kapaknya dan melompat turun dari gunung. Beberapa rantai besar berwarna putih keluar dari lingkaran sihir dan langsung membelenggu naga yang sudah terluka.


“Graaaah...graaaaa....uoooong...” Naga itu memberontak berusaha melepaskan diri. Tapi rantai itu semakin membelitnya dan lingkaran sihir besar itu menekan tubuh naga kembali masuk ke dalam gunung berapi. Setelah seluruh tubuh naga masuk kembali ke dalam, erupsi gunung pun berhenti. Hitoshi, Seiji, Reiko dan Iroha berdiri di kaki gunung, ke empatnya berubah kembali ke wujud semula, tanda tanya besar memenuhi benak mereka.


“Kita menang ?” Tanya Hitoshi.


“Sepertinya...” Jawab Iroha.


“Siapa yang menembakkan sinar seperti komet dan membuat lingkaran sihir barusan...” Ujar Reiko.


“Tidak tahu, tapi yang pasti kekuatannya lebih besar dari kita berempat...” Ujar Seiji.


“Seharusnya...” Jawab Iroha.


“Oi Iroha-chan kenapa jawabannya datar begitu...” Ujar Seiji.


“Habisnya aku bingung...kita menang ga sih...sebab rasanya si Valogon itu masih hidup.” Ujar Iroha.


“Dan kita tidak naik level...aku benar benar penasaran dengan siapa yang membuat lingkaran sihir tadi dan menembakkan dua sinar itu.” Tambah Reiko.


“Kok kayaknya gantung gini ya ending nya...” Ujar Hitoshi.


“Pulang saja yu...” Ajak Seiji.


“Yuk...” Ujar Reiko, Iroha dan Hitoshi.


Ke empatnya berjalan menelusuri hutan sambil terus bepikir dan berbincang, setelah bertemu kemudian melawan Joshua, sekarang di tambah melawan Valogon dan hampir kalah, setelah itu melihat kekuatan yang dengan mudah menyegel Valogon, ke empatnya merasa diri mereka lemah.


“Kita berempat lemah....” Ujar Seiji.

__ADS_1


“Ya...aku juga tahu...” Tambah Hitoshi.


“Melawan Joshua-ossan yang sudah terluka sebelumnya dan tidak melawan, kita susah mengalahkannya.” Tambah Reiko.


“Empat lawan satu lagi, kalau ossan melawan, kita pasti mati.” Tambah Iroha.


“Nah akhirnya sadar...” Ujar seorang wanita di belakang mereka.


Ke empatnya menoleh dan melihat Renola berdiri sambil memegang busurnya dengan wajah tersenyum lebar.


“Baba ?” Tanya Seiji, Reiko dan Iroha.


“Obasan ?” Tanya Hitoshi.


“Kalian payah...aku terpaksa turun tangan deh...” Ujar Renola.


“Haaah....” Teriak ke empatnya.


“Yang menembak tadi baba ?” Tanya Seiji.


“Trus lingkaran sihir tadi juga baba ?” Tambah Reiko.


“Memang kalian pikir siapa lagi...” Jawab Renola.


Ke empatnya langsung tertegun, mereka mengamati Renola yang berdiri di depan mereka sambil memegang busur indah yang lebih besar dari dirinya.


“Um...baba siapa sebenarnya ?” Tanya Seiji.


“Heeee....mau tahu ?” Tanya Renola meledek.


Ke empatnya langsung mengangguk, “Baiklah...body modification.” Tubuh Renola mengeluarkan sinar terang yang sangat menyilaukan sampai membuat Seiji, Reiko, Iroha dan Hitoshi menutup mata. “Hei...buka mata.” Teriak Renola dengan suara yang berbeda. Ketika membuka mata, ke empatnya kaget karena melihat seorang wanita cantik, berkulit sawo matang yang terlihat tinggi dan bertelinga panjang. Rambutnya berwarna hitam dan matanya berwarna merah, senyum lebar menghiasi wajahnya.


“Siapa ?” Tanya Hitoshi.


“Renola Archiel....atau nama asli ku Rhea...immortals terakhir di dunia, salam kenal hehe...” Jawab Renola yang bernama asli Rhea sambil mengedipkan mata.


“Haaaaaaah....” Teriak ke empatnya kaget.

__ADS_1


__ADS_2