Dark Savior

Dark Savior
Chapter 34


__ADS_3

Setelah itu, ke tujuhnya berkumpul dan duduk di tengah ruangan, mereka merencanakan langkah mereka selanjutnya.


“Jadi sekarang bagiamana cara kita keluar dari sini ?” Tanya George.


“Kita naik perlahan lahan saja ke atas, gimana ?” Usul Cyriel.


“Apa tidak terlalu lama...” Ujar Disela.


“Kita harus mencari lingkaran sihir yang bisa membawa kita ke permukaan.” Tambah Luther.


“Lingkaran sihir di belakang itu tidak bisa di pakai ya ?” Tanya Olivia.


“Coba kita cek...” Ajak Cyriel.


Sementara ke empatnya berdiskusi, sebuah layar terbuka di hadapan wajah Seiji dan Reiko, menampilkan status mereka. Pertarungan mereka di dalam kubus, membuat level Seiji dan Reiko naik menjadi 250 dari sebelumnya level 200 dan power mereka menjadi 50.000.000 dari sebelumnya 40.000.000. Setelah layar status mereka tertutup, keduanya langsung berdiri dan berjalan menuju kedalam tempat pintu untuk turun ke bawah yang sudah terbuka,


“Hei...” Teriak teman temannya.


Keduanya menoleh dan melihat teman temannya berlarian mengikuti mereka, Seiji dan Reiko berbalik,


“Kalian mau kemana ?” Tanya Olivia.


“Ke lantai paling dalam, sekalian.” Ujar Seiji.


“Hah....melawan bos dungeon ini ?” Tanya Luther.


“Yap, begitu rencananya....” Jawab Reiko.


“Kalian gila ? mana mungkin kita bisa menang ?” Tanya George.


“Tenang saja, ayo...sekalian kita cari cara keluar dari sini.” Jawab Seiji.


“Baiklah, aku percaya kalian, setelah melihat kalian barusan, aku sekarang menjadi yakin dengan kekuatan kalian.” Ujar Cyriel.


“Yah...kalau Cyriel-kun saja bisa bilang seperti itu, apa boleh buat, sudahlah ayo.” Tambah Disela.


Ke tujuhnya masuk dan menuruni tangga dengan perlahan lahan, ketika sampai di bawah, mereka melihat beberapa monster sedang berkumpul, tapi ketika melihat Seiji dan Reiko, mereka langsung bubar dan pergi ke segala arah, tentu saja Cyriel, George, Olivia, Disela dan Luther yang melihat hal itu menjadi bertanya tanya, ke empatnya berjalan di belakang Seiji dan Reiko.


“Siapa sih sebenarnya mereka ?” Tanya George berbisik.


“Solon dan Reena...” Jawab Disela.


“Aku serius...” Balas George.


“Aku tidak tahu, tapi tadi ketika kita turun ke bawah waktu bersama Solon-kun juga sama.” Balas Disela.


“Waktu monster kera itu berdiri di depan Reena-chan, monster itu juga diam saja, malah memilih menyerang dua orang itu.” Ujar Olivia.


“Hmm mungkin para monster takut melihat mereka.” Balas Luther.

__ADS_1


“Kalian sudahlah, harusnya kita bersyukur mereka teman kita, coba bayangkan kalau mereka jadi musuh...” Ujar Cyriel.


“Kamu benar juga Cyriel-kun...kita jangan sampai menyinggung mereka.” Ujar Olivia.


“Hei...kenapa kalian jalannya lama ?” Tanya Seiji berteriak sambil menoleh karena dia sudah jauh di depan bersama Reiko.


“Oh....” Ujar ke empatnya.


Mereka langsung berlari menyusul Seiji dan Reiko, kemudian kembali berjalan bersama. Berdasarkan skill area mapping milik Reiko, mereka langsung menemukan tangga untuk terus turun ke bawah. Setelah turun beberapa tingkat, akhirnya mereka menemukan sebuah gerbang besar berwarna silver dengan ukiran yang indah.


“Siap ?” Tanya Seiji.


“Um..um...um...si..siap...” Ujar Cyriel.


“Begitu masuk dan monster itu muncul, kita langsung berpencar ya, kalau kalian mau sembunyi juga tidak apa apa, yang penting paling tidak memukul sekali saja.” Ujar Reiko.


“Aku mengerti...” Jawab Luther.


“Pukul sekali ? untuk apa ?” Tanya Disela.


“Supaya kalian bertambah kuat...setelah monster itu mati.” Jawab Seiji.


“Oh...ok...mengerti...pukul pakai apa ?” Tanya George.


“Apa saja...pokoknya serangan kalian saja.” Jawab Seiji.


“O..ok...ay..ayo...masuk...” Balas Olivia yang berusaha mengumpulkan keberaniannya.


“Dia datang...” Ujar Seiji.


Ke empatnya menoleh ke depan, di depan mereka sudah berdiri sebuah golem berbentuk manusia raksasa dengan tubuh yang terlihat kekar dan besar, tubuhnya terbuat dari besi bewarna hitam yang mengkilat dan terlihat sangat keras, di tengah kepalanya yang bulat ada sebuah mata besar yang berwarna merah mengerikan. Seiji langsung menggunakan skill analyzenya,


******************************


Nama         : Meteor Cyclops Golem.


Level          : Error.


Power        : Error.


Danger       : Level 5 (SSS)


Weakness  : Error.


******************************


“Wow...nama mosnternya Meteor Cyclops Golem, level SSS....” Ujar Seiji.


“Uh....” Ujar George.

__ADS_1


“Lalu...kita harus pukul dia ?” Tanya Disela.


“Begitulah...” Jawab Reiko.


“M..mustahil...gi..gimana pukul nya...” Balas Olivia.


“Di...dia bergerak....bagaimana ini ?” Tanya Cyriel.


“Dia datang...Solon-kun, lakukan sesuatu.” Tambah Luther.


Seiji menoleh melihat Reiko, keduanya mengangguk, kemudian mereka menoleh kepada ke empat temannya di belakang,


“Kami akan memperlihatkan sesuatu....mohon rahasiakan.” Ujar Seiji.


Langsung saja dia membuka telapak tangannya, sebuah cahaya keluar dan menjadi bulan di langit langit, tubuh Seiji langsung berubah menjadi werefenrir yang sangat besar dan terlihat kekar.


“Auuuuuuuuuuu.......” Seiji melolong dan melihat ke arah golem.


Reiko mengeluarkan kedua sayap besarnya yang menyelimuti tubuhnya, dia memakai topengnya dan menyibakkan sayapnya, Reiko langsung melayang di udara. Cyriel, Olivia dan Disela langsung berpelukan karena ketakutan melihat mereka, sedangkan George dan Luther merapat di gerbang dengan wajah ketakutan. Seiji berjalan maju bersama Reiko yang melayang di sebelahnya, golem yang berada di depan mereka langsung melayangkan tinju besinya ke arah Seiji dan Reiko. Seiji menangkap tinju golem dengan kedua tangannya dan menahannya, tubuhnya mundur tapi dia kuat menahannya, Reiko langsung terbang di udara dan menembakkan cairan acidnya.


Seiji yang menangkap tinju golem langsung menggunakan skill explosionnya, tinju golem menjadi merah dan Seiji melemparkanya, kemudian dia mengangkat tangannya menggunakan skill fire wall, pilar pilar api keluar dari dalam tanah dan menyatu mengurung golem. Tangan golem meledak dan langsung menghilang. Seiji melompat masuk ke dalam dinding apinya dan mulai memanjat tubuh golem, setiap langkah dan pegangannya meninggalkan skill explosion yang membuat tubuh golem yang di pijaknya menjadi merah. Seiji memanjat sampai bahu golem dan membuat leher golem merah dengan skill explosionnya, kemudian dia melompat dan di tangkap oleh Reiko yang membawanya pergi.


“Blar...blar...blar.” Terdengar suara ledakan beruntun dari dalam dinding api, Seiji menaikkan tapaknya dan menggenggam nya, dinding api mulai mengecil dan akhirnya menghilang, setelah asap menghilang, mereka melihat tubuh golem di sebelah kanan sudah hancur dan berlubang, tapi golem itu terus maju menghampiri mereka, akhirnya Reiko mengeluarkan skill maelstrom nya, muncul ombak dari belakang Reiko menerpa golem sampai jatuh di atas air, kemudian Reiko langsung menggunakan skill absolute zeronya, air yang mengenangi ruangan di bawah tubuh golem langsung menjadi beku seketika, membuat golem yang terjatuh menjadi susah untuk bergerak dan tertahan, Seiji menggunakan skill paralyze nya dan Reiko mengikat tubuh golem dengan tentakel darah dari punggungnya.


“Serang dia...” Teriak Reiko kepada teman temannya.


“Eh...” Ujar ke empat teman nya yang masih tertegun melihat pertarungan Seiji dan Reiko melawan golem.


“Serang pakai apa ?” Tanya Disela.


“Apa saja...cepat.” Jawab Reiko.


“Baik...hiyaaaaa...”


George berlari maju menghampiri golem yang beku, terikat petir dan di belit oleh tentakel. Dia melompat dan menghantamkan dua buah perisai yang di bawanya ke lengan golem. “Whoaaaaaaah.” Ketika menghantam golem, George langsung terpental jauh ke belakang dan kedua perisainya terlepas. Kemudian Disela maju dan mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah, ketika mengenai pinggang golem, nasibnya sama seperti George, dia juga terpental jauh ke belakang. Cyriel yang menggunakan pisau, maju ke depan dan menusukkan pisaunya, “Klang.” Pisau nya langsung patah dan Cyriel berbalik mundur. Luther menggunakan sihir magic missile nya dan menembak dari jauh, sedangkan Olivia membombardir dengan bola api yang jumlahnya banyak. Walau serangan mereka sama sekali tidak ada efek kepada golem, tapi mereka berhasil menyarangkan serangan ke tubuh golem,


“Sudah semua nii-chan...” Ujar Reiko.


Seiji melompat, dia mencabut pistol dari pinggangnya dan mengarahkannya ke mata golem yang besar itu, dia menembakkan pistolnya, tembakannya bersarang di mata golem, membuat kepala golem berputar kencang dan akhirnya terlepas. Tubuh golem yang berusaha melepaskan diri dari ikatan petir dan belitan tentakel mendadak diam dan jatuh tidak bergerak lagi. Perlahan lahan tubuh golem menghilang menjadi debu, sebuah pistol berwarna hitam, sebuah jaket berlengan pendek berwarna hitam dan cincin jatuh bersamaan dengan batu sihir berwarna kuning yang besar. Seiji mengambil pistol hitam nya dan memakai jaket barunya, dia menaruh dua buah pistolnya di dalam jaket karena di sediakan sarungnya. Seiji memberikan cincinnya untuk di pakai oleh Reiko.


Setelah itu, di ujung ruangan terlihat sebuah lingkaran sihir yang menyala mengeluarkan cahaya yang putih terang. Ke tujuhnya langsung berlari menuju lingkaran sihir dan masuk ke dalamnya, tiba tiba mereka sudah ada di dalam lingkaran sihir yang berada di mulut gua.


“Kita berhasil...” Teriak Cyriel.


Ke empatnya langsung bersorak sorak dan saling berpelukan karena berhasil melewati situasi hidup dan mati. Seiji menggunakan skill analyze nya kepada teman temannya, seluruhnya menjadi level 99 dan power beraneka ragam di atas 10 juta. Cyriel dan George sudah tidak bisa naik level lagi tapi power mereka berada di atas yang lain, Luther, Disela dan Olivia masih bisa naik menjadi level 250. Seiji dan Reiko sendiri menjadi level 300 dan power 60.000.000. Ke tujuhnya berjalan keluar gua dan dengan ceria berjalan kembali menuju asrama mereka di komplek akademi. Sementara itu, di ruang putih, seorang dewi sedang merebahkan kepalanya di atas meja sambil memantau mereka.


“Aku gagal.....bagaimana bisa...padahal orang yang ku pilih orang yang tepat...” Ujar nya.


Kemudian dewi itu bediri berjalan mendekati monitor yang memperlihatkan Seiji dan Reiko bersama dengan teman temannya.

__ADS_1


“Masih ada satu lagi....dari kerajaan Alvania....dia tidak mungkin gagal hehehe.” Sang dewi tertawa sambil merebahkan kepalanya di meja melihat monitor.


__ADS_2