
Beberapa hari setelahnya, setelah pulang sekolah, rumor atau gosip tentang pemanggilan pahlawan di kerajaan Grandia dan Alvania semakin menyebar, pihak akademi juga mendengarnya dan bersiap siap karena ada kemungkinan perang akan di mulai lagi. Setelah itu, di kabarkan juga ada dungeon baru yang muncul di dekat desa Hillberry, para petualang dan prajurit dari dua kerajaan sedang menyelidikinya.
“Hmmm...mau kesana Rei-chan ? besok kita libur kan...” Ujar Seiji.
“Boleh...kita pergi malam ini saja...” Balas Reiko.
“Ok, kita siap siap...” Balas Seiji.
Keduanya langsung kembali ke asrama dan menunggu di kamar mereka. Malamnya, Seiji menyelinap keluar dari asrama untuk menemui Reiko di tempat mereka berjanji bertemu yaitu di alun alun kota. Ketika Seiji melompat dari jendela dan sampai di bawah,
“Mau kemana Solon-kun ?” Tanya Cyriel.
Seiji menoleh dan melihat Cyriel, George dan Luther sudah berada di belakangnya.
“Oi oi masa pergi sendirian saja, kita satu kelompok kan ?” Tanya George.
“Benar, jadi tolong beritahu kami lain kali...” Tambah Luther.
“Ugh...kalian...aku mau ke dungeon baru itu loh, berbahaya...” Ujar Seiji.
“Lalu kenapa ? bukankah kalau bersama sama lebih baik ?” Tanya George yang memegang perisai besar di kanan dan kiri tangannya.
“Iya Solon-kun, kita semua mau kok...” Tambah Cyriel.
“Ayo berangkat...” Ajak Luther.
“Kalian ini....sudahlah, ayo, jangan berisik dan menarik perhatian ya...” Ujar Seiji.
“Siap...” Jawab Cyriel, George, Luther bersamaan.
Dengan mengendap ngendap, mereka keluar dari pagar asrama dan keluar dari komplek akademi, ketika sampai di kota, mereka semua langsung berlari menuju alun alun. Ketika sampai di alun alun,
“Um...halo, nii-chan hehe..” Ujar Reiko.
Seiji melihat di belakang Reiko sudah ada Olivia dan Disela yang siap dengan peralatan mereka dan tersenyum lebar. Sedangkan Reiko lega melihat di belakang Seiji ada Cyriel, George dan Luther.
“Ketangkep juga ?” Tanya Seiji.
Reiko menjawab dengan mengangguk dan tersenyum. Setelah berkumpul, ke tujuhnya langsung lari menuju gerbang kota untuk keluar menuju desa Hillberry. Di perjalanan, Seiji bertanya pada Cyriel, George, Luther, Olivia dan Disela apakah mereka sudah pernah masuk ke dalam dungeon atau belum, Luther dan Disela menjawab sudah dan yang lainnya belum. Akhirnya Seiji mengajari mereka mengenai dungeon dan apa yang harus mereka lakukan di dalam. Ketika sampai ke desa, mereka tidak masuk ke dalam desa dan memutari nya, kemudian mereka menyelinap masuk ke dalam hutan yang di jaga oleh beberapa prajurit kota Emerald. Setelah menelusuri hutan, mereka menemukan sebuah gua yang memiliki hawa intimidasi sangat besar dan membuat bulu kuduk berdiri.
“Inikah ?” Tanya Luther.
“Ya, semuanya hati hati ya....kita masuk...” Jawab Seiji.
“I..iya...” Balas Cyriel.
“O..okay...” Tambah Olivia.
__ADS_1
“Kalau takut sebaiknya tidak usah masuk...” Balas Reiko.
“Ti..tidak apa apa...Reena-chan...” Balas Olivia.
“Be..nar, tidak apa apa....” Tambah Cyriel.
“Tenang saja, ada aku dan George...benar kan George ?” Tanya Disela sambil menoleh ke George.
“Um...iya...tapi ini juga pertama buatku...” Balas George.
“Takut ?” Tanya Seiji.
“Tidak, aku malah bergairah dan berdebar debar hahaha....” Jawab George.
“Bagus, ayo semuanya...” Ajak Seiji.
Ke tujuhnya melangkah masuk ke dalam gua, begitu di dalam mereka melihat sebuah lingkaran sihir, rak senjata dan pintu dengan tangga mengarah ke bawah. Seiji melihat lingkaran sihir yang berada si sebelah pintu masuk menyala,
“Wow..lingkaran sihir yang besar sekali...” Olivia maju mendekati lingkaran sihir.
“Hei Olivia-chan, hati hati...” Teriak Reiko.
Terlambat, tanpa sengaja sebelah kaki Olivia menginjak lingkaran sihir, sebuah pilar cahaya muncul di tengah lingkaran sihir dan menarik tubuh Olivia.
“To..tolong....” Teriak Olivia dengan wajah ketakutan dan pucat, dia menjulurkan tangannya.
“Waaaaaaaaa.” Ke empatnya di tarik masuk ke dalam pilar cahaya dan pilar cahaya itu kemudian menghilang, setelah menyerap mereka, pilar cahaya itu menghilang dan lingkaran sihir tidak menyala lagi. Seiji, George dan Disela menghampiri lingkaran sihir,
“Reena, Cyriel....” Teriak Seiji.
“Oh tidak....” Ujar George.
“Gimana nih Solon-kun ?” Tanya Disela.
“Kita masuk, ada Reena bersama mereka, seharusnya aman...” Ujar Seiji.
“Baiklah.....” Balas George.
Ketiganya langsung berlari menuruni tangga untuk masuk ke bawah, setelah itu mereka berlari menelusuri lorong.
*****
Sementara itu, “Waaaaaaaa.” Reiko, Olivia, Cyriel dan Luther muncul di sebuah lingkaran sihir yang berada di sebuah ruangan besar, mereka jatuh dan saling menimpa satu sama lain di dekat sebuah altar besar.
“Ugh....dimana kita ?” Tanya Luther.
“Aaaauhh.....tolong bangun dulu Luther-kun...Olivia-san....” Ujar Cyriel yang tertindih.
__ADS_1
“I..iya....Luther-kun....permisi....” Ujar Olivia yang berusaha bangun.
“Kalian semua, hati hati....” Reiko sudah berdiri di depan mereka dan mencabut sabitnya. Matanya mengarah ke arah ruangan di balik altar.
Setelah ketiganya berdiri, mereka berdiri di belakang Reiko, ruangan di depan mereka terlihat sangat gelap, tapi di kejauhan terlihat ada sebuah gerbang besar yang tertutup. Tiba tiba,
“Ugh...ugh...hu...hu...” Terdengar suara seekor makhluk berbunyi.
Tak lama kemudian terdengar langkah kaki seekor makhluk besar yang kencang dan menggetarkan tanah.
“Dia datang...” Ujar Reiko.
Tiba tiba muncul sebuah tangan kera besar memukul altar di depan mereka, Reiko dan lainnya melompat ke belakang.
“Groaaaaar....duk duk duk.”
Makhluk itu maju dan meraung sambil memukuli dadanya, ternyata makhluk itu adalah seekor gorila besar yang memiliki tanduk lurus di keningnya dan tanduk melengkung di kanan dan kirinya, ekornya bercabang dan melingkar di pinggangnya, seluruh bulunya terlihat tajam dan berwarna merah terbakar api, yang paling mengerikan adalah dia memiliki tangan yang besar sebanyak empat buah. Reiko langsung menggunakan skill analyzenya,
******************************
Nama : Hell King Ape.
Level : 900
Power : 32.700.000
Danger : Level 4 (SS)
Weakness : None.
******************************
“Oh tidak.....rank SS....” Ujar Reiko sambil bersiaga.
“Rank SS ? Hell king ape....aku hanya pernah lihat monster ini di buku...” Ujar Luther.
“Ba..bagaimana ini Reena-chan.....” Ujar Olivia.
“A..aduh....kita...mati di sini.....” Ujar Cyriel.
“Tenang...jangan panik....” Teriak Reiko.
Luther langsung memegang tongkat penyihirnya, Olivia mengeluarkan busur dan panahnya dan Cyriel mengeluarkan pisau nya. Reiko melihat monster yang berdiri di depanya sambil memasang kuda kuda dan memegang sabit besarnya,
“Groaaaaaaar.....duk duk duk.”
Gorilla raksasa itu berdiri tegak meraung dan memukuli dadanya sendiri dengan ke empat tangannya di depan Reiko, Olivia, Cyril dan Luther yang ketakutan. Reiko merasa bingung harus bertindak bagaimana melihat monster gorilla besar yang berdiri di depannya dengan garang dan teman temannya yang berlindung di belakangnya.
__ADS_1
“Sei-niichan....tolong.” Ujar Reiko dalam hati.