Dark Savior

Dark Savior
Chapter 36


__ADS_3

Keduanya berjalan memutar ke samping gedung akademi mencari pintu masuk rahasia yang di tunjukkan Luther. Setelah berkeliling cukup lama, akhirnya mereka menemukan sebuah pintu besi kecil di tutupi oleh semak semak, pintu itu tidak tertutup rapat dan bisa di buka, Reiko langsung membukanya dan berniat untuk masuk, tapi Seiji memegang pundaknya dan membisikinya, Reiko tersenyum dan menangguk. Seiji masuk terlebih dulu dan Reiko mengeluarkan kedua sayap besar yang membungkus dirinya, dia mengenakan topengnya dan masuk ke dalam. Begitu di dalam, dia melihat Seiji sudah menjadi werefenrir yang besar, Seiji masuk ke dalam bayangan Reiko dan Reiko langsung berubah menjadi kelelawar kecil.


Reiko terbang menelusuri lorong labirin yang berliku liku menggunakan skill mappingnya. Selagi terbang, “Treng...treng...trang.” Terdengar suara sabetan pedang membentur sesuatu yangkeras, Reiko menghampiri arah suara dan terbang di atasnnya, dia melihat sekelompok murid sedang melawan seekor monster berbentuk belalang sembah dan kumbang badak. Setelah mengamati siapa murid murid itu, Reiko mengenali seorang di antara murid murid itu,


“Jerome....” Ujar Reiko.


“Hmm...dia bisa mengganggu kita....” Ujar Seiji.


“Jadi gimana nii-chan ?” Tanya Reiko.


“Kita takuti mereka supaya keluar dari sini...” Jawab Seiji.


“Sip...aku suka nih hehehe....” Ujar Reiko.


Dia langsung berubah kembali menjadi manusia dan mengeluarkan sayap yang membungkus tubuhnya di belakang para murid itu.


“Awas...di belakang ada lagi...” Teriak seorang murid laki laki.


“Hah...tubuhnya lebih kecil dari dua mosnter di depan...” Balas seorang murid lagi.


Reiko membuka sayapnya lebar lebar dan membuat bayangan nya menutupi ruangan, Seiji langsung keluar dari ruangan dengan wujud werefenrirnya. Bayangan tubuh Seiji yang besar itu, menutupi para murid yang terpana melihatnya, Jerome yang menoleh langsung terjatuh dan duduk, pedangnya terlepas dan dia terlihat sangat ketakutan. Monster belalang sembah yang besar dan kumbang badak yang sangat keras, maju menyerang ketika melihat para murid yang sedang melawannya panik. Reiko langsung menembakkan dua duri ke arah dua monster itu menggunakan skill blood spike nya. Dua monster itu langsung jatuh terkapar tapi belum mati, Seiji melompat dan kedua cakarnya menghujam tubuh dua monster itu sampai tertembus dan menghilang menjadi debu, kemudian dia melangkah ke hadapan Jerome,


“Grrrrrrrrrr.....”


“Ja..jangan....se..semuanya...lari....lari.....” Teriak Jerome.


Langsung saja seluruh murid yang berjumlah delapan orang berlarian menuju pintu keluar, setelah semua murid lari, Reiko mengatakan di jalan lurus ke depan ada sebuah pintu rahasia yang menuju ke bawah, keduanya langsung berlari menuju dengan Reiko yang memimpin arahnya. Ujung lorong itu adalah pertigaan, tapi Reiko memegang dinding yang persis ada di ujung jalan yang mereka lalui.


“Di sini nii-chan...” Ujar Reiko.


Seiji langsung mengangkat tinjunya dan menghancurkan dindingnya, benar seperti yang di katakan Reiko, ada tangga menuju ke bawah di balik dinding. Keduanya turun ke bawah, di ujung tangga ada sebuah ruang yang bercahaya, Seiji kembali masuk ke bayangan Reiko dan Reiko berubah menjadi kelelawar kecil, dia terbang ke bawah dan masuk ke dalam ruangan, ternyata di dalam ada beberapa ksatria vampire berwajah pucat berjaga di sana, mereka terlihat seperti sedang mengawal sebuah pintu dari kayu yang berada di ujung ruangan.


“Lalu sekarang gimana nii-chan ?” Tanya Reiko.


“Bunuh mereka...” Jawab Seiji.


Langung saja Reiko berubah wujud kembali dan membuka sayapnya, Seiji langung melompat keluar dari bayangan dan menghabisi beberapa prajurit dan Reiko menghabisi sisanya, ruangan yang awalnya bersih sekarang menjadi banjir dengan darah segar, enam orang prajurit kerajaan Alvania langsung berubah menjadi daging cincang. Setelah itu, Seiji membuka pintunya, di balik pintu ternyata ada sebuah lorong dengan banyak sel sel berisi manusia dan ras lainnya yang akan di jadikan bank darah oleh para vampire. Ketika sampai di sel paling ujung, mereka melihat seorang gadis cantik berseragam sailor sedang tidur. “Klang.” Seiji menarik sampai pintu jerujinya lepas dan membuangnya. Keduanya masuk ke dalam, setelah melihat gadis itu dari dekat, Seiji dan Kaori melihat kalau di kening gadis itu ada dua buah tanduk kecil tertutup poni rambutnya dan di bawah mata gadis itu ada sebuah garis tipis berbentuk seperti petir berwarna merah.

__ADS_1


“Dia kayak oni (demon) di legenda jepang ya..” Ujar Reiko.


“Coba aku cek...” Seiji menggunakan skill analyze nya.


******************************************************************


Nama         : Iroha Kunato.


Race           : Demon / Kijin (Immortal race)


Job             : None.


Level          : 200/200   [Evolve ?] [Yes] [No]


Power        : 40.000.000 (1st evo + 1.000.000)


Skill           : - Katana mastery (death by katana).


                    - Spear mastery (death by spear).


                    - Chain pull (death hanged by chain).


                    - Camouflage (death by skinned (dikuliti)).


                    - Teleport (death by experiment).


                    - Revive (death by sacrificed to phoenix).


                    - Sonic scream (death possesed by banshee).


                    - Needle skin (death by the iron maiden).


                    - Black hole (death in black hole).


Add skill   : Item box, Analyze, fog, flash step, enchant weapon, body double, dark flame.


Trait           : Steel skin, immune all debuff, charming, nimble, blade transform arm, horn detection, good sighting and hearing.

__ADS_1


******************************************************************


“Dia...sama seperti kita, berbeda dengan hero yang kita temui di dungeon...dia immortals juga...” Ujar Seiji.


“Kita harus menolongnya...” Balas Reiko sambil memangku gadis itu.


“Aneh, di buku dia berteriak...dan minta tolong...tapi kenyataannya dia tidak sadarkan diri..” Ujar Seiji sambil melihat bukunyan dan melihat gadis itu terbangun.


“Mungkin yang di buku itu jiwanya nii-chan...” Balas Reiko.


“Bisa jadi....yang paling penting kita harus bawa dia dulu...”


Seiji melepaskan rantai yang membelenggu tangan dan kaki gadis itu, kemudian dia memanggul gadis itu, setelah itu, bersama Reiko dia langsung lari keluar dari ruang bawah tanah kembali naik ke labirin, tapi begitu sampai di labirin, mereka melihat cahaya obor dari ujung jalan dan suara keramaian, sepertinya murid murid yang lari memanggil bala bantuan. Mereka langsung lari ke arah kanan menjauh dari cahaya dan semakin dalam masuk ke labirin. Gadis bernama Iroha yang di panggul oleh Seiji dalam wujud werefenrirnya terbangun, dia langsung panik dan berteriak.


“Aaaaaaa.....aaaaaaaaa....aku...mati...lagi.....” Teriak Iroha menggunakan bahasa jepang.


Seiji dan Reiko langsung berhenti menurunkan gadis yang panik itu dan berubah menjadi wujud asli mereka. Iroha itu memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


“Aaaaaaa....jangan.....jangan....jangan bunuh aku....jangan....” Teriak Iroha menggunakan bahasa jepang.


Tiba tiba kedua tangannya berubah menjadi pedang dan langsung menyerang Seiji dan Reiko. “Klang.” Reiko menangkis dengan sabitnya dan Seiji menangkis dengan dua buah pisau belati panjang nya.


“Tenang Iroha-chan.” Teriak Seiji dan Reiko serempak dalam bahasa jepang.


Mendengar keduanya berbicara menggunakan bahasa yang sama dengannya, Iroha menjadi sedikit lengah, Seiji dan Reiko langsung menangkap kedua tangan Iroha dan menariknya ke arah mereka, kemudian mereka memeluk Iroha,


“Tenang Iroha-chan, kami teman mu...sekarang kamu sudah aman...” Ujar Seiji berbisik menggunakan bahasa jepang.


“Jangan takut Iroha-chan, sekarang kamu sudah bersama kami....” Tambah Reiko berbisik menggunakan bahasa jepang.


“Ni..nihonjin (orang jepang) ?” Tanya Iroha.


“Benar, namaku Seiji Kawamura....” Jawab Seiji.


“Aku Reiko Hachioji, salam kenal Iroha-chan...” Tambah Reiko.


Wajah Iroha langsung menjadi merah, dia menangis tersedu sedu dan jatuh terduduk bersama Seiji dan Reiko yang mengikutinya. Ketiganya berpelukan dengan sangat erat, Seiji dan Reiko membiarkan Iroha mengeluarkan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2