
Di luar guild, Seiji dan Reiko bersender di dinding gedung, mereka termenung, alasannya karena untuk mengetahui lebih dalam soal dewi Resephone di tambah legenda pohon raksasa yang mengurung sang dewi di bawahnya, mereka harus bersekolah di kota Emerald, padahal mereka sebenarnya tidak perlu sekolah. Tapi yang membuat mereka bingung, karena tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam kota Emerald.
“Gimana menurut mu Rei-chan ?” Tanya Seiji.
“Aku sudah melewati masa sekolah dan aku sudah lega...aku sebenarnya tidak mau kalau harus sekolah lagi...” Jawab Reiko.
“Sebenarnya aku juga sama sepertimu....tapi masalahnya, kita tidak bisa maju kalau tidak ke kota Emerald, kita harus mencari info sedalam dalamnya disana...” Balas Seiji.
“Huuuh....kenapa jadi begini sih...” Ujar Reiko.
“Baiklah, sebaiknya kita ke biara dulu...” Ajak Seiji.
“Ok...kebetulan aku juga lapar.” Balas Reiko.
Mereka berjalan menuju biara dan meninggalkan guild. Di tengah perjalanan, mereka melihat sebuah kereta kuda melewati mereka. Seiji menoleh, kereta itu adalah kereta milik keluarga Schulz. Kereta itu berhenti di depan guild petualang, seorang gadis turun dari kereta, Seiji langsung menutup wajahnya, karena yang turun dari kereta adalah Emily.
“Rei-chan, cepat kita pergi dari sini....” Ujar Seiji sambil menarik lengan Reiko.
“Tunggu.....” Terdengar suara gadis memanggil keduanya.
“Ah...sial.” Ujar Seiji dalam hati.
Dia berbalik dan melihat Emily sedang berjalan ke arahnya menggunakan payung dan di dampingi oleh Frieren, keduanya terlihat sama seperti waktu Seiji bertemu dengan mereka pertama kali.
“Selamat siang....” Sapa Emily.
“Um...siang...” Balas Seiji.
“Siang...” Tambah Reiko.
Tiba tiba Emily langsung berdiri di depan Reiko, dia mengamati Reiko dari jarak dekat dan melihat sabit yang di bawanya.
“Kamu vampire ?” Tanya Emily.
Reiko langsung menoleh kepada Seiji, kemudian Seiji memberi kode untuk menjawab saja iya.
“I..iya...kenapa ?” Tanya Reiko.
“Wah...senangnya ada vampire yang seumuran dengan ku...” Ujar Emily.
“Hah ?” Tanya Reiko bingung.
“Nama kamu siapa ? Namaku Emilia Von Schulz, aku dari kota Longberg dan sekarang aku mau menuju kota Emerald.” Balas Emily.
“Reena... yuk..nii-chan....” Ajak Reiko sambil menoleh kepada Seiji.
__ADS_1
“Eeeh tunggu dulu....rumah mu dimana ? aku mau berbincang bincang dengan mu...” Ujar Emily sambil memegang tangan Reiko.
Reiko menarik lengan Seiji supaya Seiji mendekat kepadanya, kemudian dia berbisik di telinga Seiji.
“Nii-chan, perempuan ini merepotkan, boleh bunuh ?” Tanya Reiko berbisik.
“Jangan...kamu bunuh dia urusannya panjang...sudah turuti saja.” Jawab Seiji berbisik.
Emily yang melihat keduanya berbisik menjadi bingung, kemudian keduanya menoleh kembali pada Emily,
“Rumah kita jauh...aku ada di kota ini karena ada urusan.” Ujar Reiko.
“Oh begitu, memang kamu ada urusan apa di kota ini ?” Tanya Emily.
“Bertemu guildmaster dan mendaftar guild untuk jadi petualang.” Jawab Reiko.
“Oh kebetulan, aku juga ada perlu dengan Renola-san...yuk masuk ke guild...” Ujar Emily.
“Kita tadi sudah bertemu...” Ujar Reiko.
“Ah belum puaskan ?” Terdengar suara wanita yang tidak asing di belakang Frieren yang sedang memayungi Emily.
Mereka menoleh dan melihat ke belakang Frieren, ternyata Renola sudah berdiri di belakang mereka dengan senyum yang lebar, rupanya dia melihat dari atas dan langsung turun ke bawah.
“Eh...tapi...” Balas Seiji.
Renola berjalan ke belakang Seiji dan Reiko, dia langsung merangkul keduanya dari belakang.
“Hei, yang tadi aku bilang kenalan di kota Emerald adalah dia....” Ujar Renola berbisik.
“Hah...bukankah dia murid di sana ?” Tanya Seiji berbisik.
“Itu 10 tahun lalu, sekarang dia sudah lulus dan menjadi pengajar di sana...” Jawab Renola.
“Begitu ya...” Ujar Seiji.
“Sudahlah, ayo...”
Renola mendorong Seiji dan Reiko yang di rangkulnya dari belakang, akhirnya Seiji dan Reiko ikut lagi masuk ke dalam guild. Mereka langsung naik ke kantor Renola bersama Emily dan Frieren. Seiji dan Reiko berjalan di tengah, di apit oleh Emily dan Frieren di depan di tambah Renola di belakang mereka. Reiko langsung mendekat kepada Seiji.
“Nii-chan, siapa sih dia ?” Tanya Reiko berbisk sambil menunjuk Emily.
“Dia anak baron Damian di kota longberg, kita menghindar di sana malah ketemu disini...”Jawab Seiji.
Setelah sampai di dalam guild, Emily dan Renola duduk di sebrang Seiji dan Reiko, mereka minum teh yang sudah di sediakan oleh pegawai guild,
__ADS_1
“Namamu siapa, aku belum kenal ?” Tanya Emily kepada Seiji.
“Solon...” Jawab Seiji.
“A..apa ? kamu bilang namamu Solon ?” Tanya Emily.
“Ah biar aku jelaskan, mereka berdua di asuh dan di besarkan oleh Solon, bahkan Solon memberi mereka nama, Solon dan Reena. Mereka datang kesini karena mau mengembalikan kartu guild milik Solon kepada guild setelah Solon meninggal.” Jawab Renola menjelaskan.
“Apa ? Solon-san meninggal ?” Teriak Emily.
“Benar, kita berdua saksinya...” Jawab Seiji.
“Berarti entitas di dungeon menghilang dan bos di dalam sudah dibunuh, semua itu berkat Solon-san ?” Tanya Emily.
“Benar sekali, tapi ketika melawan bos dia terluka parah dan tidak bisa di selamatkan.” Jawab Renola.
“Oh tidak...Solon-san...” Ujar Emily sedih dan menitikkan air mata.
Tiba tiba Reiko mendekatkan wajahnya kepada Seiji dan tangannya menjewer telinga Seiji.
“Oi nii-chan bego, sudah berapa perempuan yang kamu bikin menangis ?” Tanya Reiko berbisik.
“Apaan sih, tidak ada lagi....hanya dua.” Jawan Seiji berbisik.
“Huh...lebih dari satu itu banyak namanya...laki laki parah.” Balas Reiko berbisik.
Sementara itu Renola berusaha mati matian menahan tawanya, ketika melihat wajah Seiji yang merah akibat di jewer Reiko. Setelah itu, Seiji menceritakan kepada Emily semua yang dia juga ceritakan kepada Karra,
“Berarti sekarang kalian berdua tinggal sendiri ?” Tanya Emily.
“Iya benar...” Jawab Reiko.
“Oh ya, mereka tertarik mempelajari lebih dalam soal dewa dewi dan mitos loh, aku anjurkan mereka bersekolah di kota Emerald, tapi mereka belum jawab.” Ujar Renola sengaja memancing.
“Wah benarkah ?” Tanya Emily kepada Seiji dan Reiko dengan mata yang berbinar dan senyum yang lebar.
“Um...benar sih...tapi...” Jawab Seiji.
“Baiklah, kita berangkat bareng ya besok, kalian ikut saja dengan ku.” Ujar Emily.
“Nah kalau gitu aku bisa siapkan berkas mereka, biar mereka pakai nama keluargaku saja, toh aku hanya sendirian, anggap saja aku mengadopsi mereka.” Ujar Renola.
“Nah itu ide bagus...” Balas Emily senang.
Akhirnya Seiji dan Reiko pasrah sebab mereka tidak bisa bicara apa apa lagi dan tidak bisa berkilah lagi. Renola dan Emily langsung sibuk di meja kerja mengurus semuanya, Seiji dan Reiko menoleh ke pintu, karena mereka bermaksud kabur, tapi Frieren sudah berdiri di depan pintu dan mencegah mereka kabur atau berbuat macam macam.
__ADS_1