Dark Savior

Dark Savior
Chapter 53


__ADS_3

Setelah ke empatnya kembali ke desa, kakek yang melihat mereka datang langsung menyambut mereka di gerbang,


“Terima kasih....aku benar benar berterima kasih kepada kalian, kalian sudah menyelesaikan masalah di desa ini....terima kasih...” Ujar kakek sambil menjabat tangan Seiji berkali kali.


“I..iya..jiisan, tenang ya....sekarang kita akan pergi menuju ke kota Nihelm untuk melapor kepada guild di sana.” Ujar Seiji.


“Iya..iya...tapi sebelum itu, ijinkan aku dan istriku menjamu kalian sebagai ucapan terima kasih....” Kakek itu tidak melepaskan tangan Seiji.


Seiji menoleh melihat Reiko, Iroha dan Hitoshi meminta persetujuan, ketiganya mengangguk dan Seiji menoleh melihat kakek,


“Baiklah jiisan, kami terima, tapi ijinkan kami mengajak dua orang lagi...” Ujar Seiji.


“Maksud kalian, dua orang yang di penginapan itu ? ketika kalian di dalam dungeon, beberapa prajurit count Heinell datang bersama anak nya dan membawa mereka pergi ke kota Nihelm...” Ujar kakek.


“Hah....benarkah jiisan ?” Tanya Seiji.


“Iya benar, sepertinya keduanya suka rela mengikuti para prajurit itu, aku tidak tahu ada apa sebenarnya, tapi kalau kalian berniat berurusan dengan count Agrias Heinell sebaiknya kalian mengurungkan niat kalian, dia terkenal kejam dan pedagang budak ilegal yang menguasai kota Nihelm. Dia suka menculik gadis dan anak anak dari desa ini dan juga dari desa desa lainnya untuk di jadikan budak, kalain jangan menentang dirinya dan anaknya, banyak petualang yang menentangnya akhirnya menjadi budaknya.” Jawab kakek.


“Baiklah jiisan, terima kasih infonya, sekarang kami harus pergi menyusul dua teman kami...” Ujar Hitoshi.


“Begitu ya, sayang sekali...” Ujar kakek.


“Tenang jiisan, kita akan kembali...” Balas Reiko sambil tersenyum.


“Baiklah kalau begitu, kalian hati hati ya.....terima kasih sekali lagi.” Balas kakek sambil memegang tangan Reiko.


Ke empatnya langsung berlari ke luar dari gerbang desa, setelah berlari sedikit jauh dari desa,


“Hei...siap ya...” Ujar Hitoshi.


“Ya...” Teriak Seiji, Reiko dan Iroha.

__ADS_1


Hitoshi langsung menjadi raksasa besi dan berlari, Seiji yang menjadi werefenrir langsung melompat ke pundaknya, begitu juga Iroha yang menjadi shadow lady, sedangkan Reiko menjadi kelelawar besar dan terbang mengikuti.


*****


Sementara itu, di sebuah kereta, Floren dan Albert duduk bersebelahan di dalam, di sebrang mereka ada seorang pemuda yang bertubuh gemuk dan berwajah menyebalkan, di sebelahnya ada seorang ksatria paruh baya yang berwajah datar dan sepertinya dia adalaah seorang pemimpin para ksatria. Pemuda itu terus melihat ke arah Floren dengan pandangan yang tidak mengenakkan dan tersenyum licik.


“Wah wah....tunangan ku rupanya bertambah cantik ya...” Ujar pemuda itu.


Floren diam saja sedangkan Albert yang berada di sebelahnya sedikit meradang tapi tidak bisa berbuat apa apa karena melihat pria yang duduk di sebelah pemuda gemuk itu. Pemuda itu mencondongkan tubuhnya dan tangannya maju untuk meraih wajah Floren, Albert yang sudah tidak tahan lagi memegang tangannya.


“Jangan kurang ajar kepada ojousama...” Ujar Albert.


“Huh...lepas budak rendahan....ojousama mu adalah tunangan ku, jangan macam macam, atau kamu akan mati di sini...” Ujar pemuda gemuk itu.


“Lepaskan Albert, aku tidak apa apa...” Ujar Floren.


Albert terpaksa melepaskan tangan pemuda itu dan duduk diam kembali, dia melirik ke pria paruh baya di sebelahnya yang hanya terpejam tidak bereaksi.


“Hooo jadi kamu lebih membela budak mu ini ya....bagus bagus...yah begitu sampai kota, kita akan segera menikah...jadi ya aku sabar saja.” Ujar pemuda itu menyerigai menyebalkan sambil membersihkan tangannya seakan akan jijik setelah di pegang Albert.


“Oi oi...papa mu yang menyetujui pertunangan kita, dia berhutang budi karena membongkar perselingkuhan mama mu, lagi pula wanita itu bukan mama mu, mama mu sudah mati hahahaha...” Ujar pemuda itu.


Tangan Floren mengepal, tubuhnya gemetar karena menahan marah, air matanya sedikit menetes.


“Ups maaf, terlalu menyakitkan ya....tenang saja, setelah kita menikah aku akan membuat mu enak...sampai kamu tidak akan bisa berpaling dari ku...”


Tangan pemuda itu sekali lagi terlujur ingin memegang wajah Floren, tapi “Drug...drug...drug....drug...” Tiba tiba kereta berguncang dan tanah bergetar, seluruh kuda yang di tumpangi ksatria di luar meringkik dan melompat, sebagian menjatuhkan penunggangnya dan lari menyebar. Albert langsung memeluk Floren supaya tidak berguncang, sementara pemuda itu jumpalitan di dalam kereta, ksatria yang duduk di sebelahnya masih terpejam dan tidak bergerak sedikit pun walau kereta berguncang keras.


“Hei ada apa ini....” Pemuda itu menjulurkan kepala keluar jendela.


Tapi matanya terbelalak, karena ketika dia menoleh ke belakang, dia melihat seorang raksasa besi sedang berlari ke arah nya dan setiap langkahnya membuat kereta berguncang.

__ADS_1


“A..apa....apa itu....” Ujar pemuda itu.


Sang ksatria akhirnya membuka matanya, dia langsung bergerak turun dan menghunus pedangnya yang besar, tiba tiba, “Aaaaaaaaah...” Tangan raksasa itu menyentil ksatria itu dan membuatnya terpental jauh. “Blugh.” Terdengar sesuatu mendarat di atas kereta. “Crack.” Sebuah cakar serigala besar menembus atap dan membuka nya. Pemuda itu langsung ketakutan melihat seekor serigala besar dan seorang gadis bayangan mengintip dari lubang di atap. “Blugh.” Seekor kelelawar besar mendarat di dalam kereta dan duduk di sebrang Floren dengan tubuh berselimutkan sayap.


“Yo....” Sapa manusia serigala di atas sambil melambaikan tangan bercakar nya yang besar.


“Aaaaaaaa.......” Pemuda itu langsung pingsan tidak sadarkan diri.


Seiji, Iroha dan Reiko melihat ke arah Floren, ternyata Floren dan Albert juga sudah pingsan dengan wajah ketakutan.


“Sepertinya kita kelewatan ya...” Ujar Reiko.


“Sedikit hehehe...” Balas Iroha.


“Haaaah....jadi gimana sekarang ?” Tanya Hitoshi yang mengintip dari lubang.


“Ya kita bawa mereka saja ke kota Nihelm...tanggung...” Ujar Seiji.


“Oh tapi orang ini tidak perlu....” Reiko langsung menendang pemuda gemuk itu keluar dari kereta.


Hitoshi mengangkat keretanya dengan tangan, Seiji dan Iroha kembali memanjat tubuh Hitoshi, sedangkan Reiko tetap duduk di dalam kereta mengawasi Floren dan Albert yang pingsan. Setelah itu, Hitoshi menoleh melihat para ksatria yang ketakutan dan sedang menolong pemuda gemuk yang pingsan sampai terkencing kencing. Dia memberi hormat pada para ksatria dan kembali berlari menuju kota Nihelm meninggalkan para ksatria bengong melihatnya. Setelah agak jauh, Hitoshi tidak lari lagi dan berjalan menuju ke arah kota.


“Ngomong ngomong si gendut tadi itu siapa ya ?” Tanya Iroha.


“Dari pakaiannya sih pasti bangsawan.” Jawab Hitoshi.


“Hmmm...biarin saja, toh ada ksatria yang menolongnya...” Ujar Seiji.


“Tapi kalau Floren dan pelayannya tiba tiba bangun melihat kita gimana ?” Tanya Iroha.


“Berlagak jadi monster...ah tapi melihat Rei-chan di dalam pasti pingsan lagi.” Jawab Seiji.

__ADS_1


“Hehehe aku senang jawaban mu nii-chan...” Ujar Iroha.


Setelah jalan beberapa jam, akhirnya mereka sudah bisa melihat kota Nihelm yang terletak di sebelah gunung tinggi. Hitoshi berhenti dan meletakkan kembali keretanya, kemudian mereka semua berubah menjadi wujud semula, mereka memakaikan jubah kepada Floren dan Albert kemudian menutupi kepalanya dengan kerudung. Hitoshi memanggul Albert di punggungnya dan Seiji memanggul Floren di punggungnya, ke empatnya berjalan menuju kota meninggalkan kereta yang hancur di tepi jalan.


__ADS_2