
Pulang sekolah, Seiji mengajak Reiko ke kantor kepala sekolah, Reiko sedikit bingung kenapa Seiji mendadak mengajak nya.
“Ada apa nii-chan ?” Tanya Reiko.
“Ada yang mau aku pastikan...” Jawab Seiji.
Ketika sampai di kantor kepala sekolah, mereka langsung masuk ke dalam, Lorien yang sedang menandatangani berkas melihat mereka,
“Ada apa Solon-kun, Reena-chan ?” Tanya Lorien.
“Begini sensei, ada yang mau ku tanyakan...” Ujar Seiji.
“Tanya apa ?” Tanya Lorien.
“Kenapa kita di masukkan ke kelas E dan kenapa job asli beberapa teman baru kita berbeda dengan kartu pelajar.” Ujar Seiji.
Lorien menaruh pen nya, dia menutup jendela dan berjalan menuju pintu, kemudian dia membuka pintu untuk memastikan tidak ada orang dan menguncinya. Lorien mempersilahkan Seiji dan Reiko duduk,
“Baiklah, akan ku katakan alasannya...”
Lorien menjelaskan kalau semua murid di kelas E adalah pemilik job job luar biasa yang bisa menjadikan mereka pahlawan, itulah sebabnya murid kelas E tidak sebanyak murid murid kelas lain yang jumlahnya mendekati seratus. Alasannya supaya mereka tidak di manfaatkan oleh dua kerajaan yang saling berperang, karena dua kerajaan itu selalu membutuhkan prajurit atau pahlawan. Jadi tujuan sebenarnya job mereka di tutupi untuk melindungi mereka dan karena mereka juga warga benua selatan yang tidak terlibat perang walau kota mereka memihak salah satu kerajaan.
“Jadi begitu alasannya...” Ujar Seiji.
“Benar Solon-kun, itu tujuannya, mohon maaf kalau kelas E di anggap kelas buangan, tapi dari akademi dan para guru tidak pernah menganggap demikian. Kita mengajar kurikulum yang sama dengan kelas kelas lain.” Balas Lorien.
__ADS_1
“Pantas tadi ketika aku bertarung dengan Disela, rasanya dia kuat dan bisa membuatku serius..” Ujar Reiko.
“Ya, itu yang membuatku curiga, di tambah kemampuan menyembuhkan milik Cyriel George yang hanya terluka di bagian tangan tanpa terpental ketika memukul wajah ku, makanya aku menggunakan skill analyze di kelas tadi karena penasaran.” Ujar Seiji.
“Maka dari itu Solon-kun, Reena-chan, perihal ini tolong di rahasiakan, hal ini jangan sampai terdengar bangsawan dari kerajaan Grandia dan Alvania, sudah banyak yang mereka manfaatkan.” Ujar Lorien.
“Begitu ya sensei, sudah pernah ada kasus nya ya ?” Tanya Seiji.
“Ya, pernah kerajaan Grandia mengambil seorang murid di sini dan murid itu membawa kemenangan untuk mereka, tapi murid itu ingin kembali ke selatan dan mereka mencegahnya, akhirnya mereka malah membuang murid itu ke dungeon dan murid itu tidak pernah keluar lagi. Begitulah dua kerajaan itu memperlakukan pahlawan mereka.” Jawab Lorien.
“Kapan terjadinya sensei ?” Tanya Reiko.
“Sekitar 200 tahun lalu, mereka sudah berperang sejak 500 tahun lalu. Setelah kita menutup akses mereka kesini dan menyatakan kalau kita netral, barulah mereka melakukan pemanggilan pahlawan dari dunia lain dan ujung ujungnya juga sama, di buang ke dalam dungeon, itulah sebabnya kita membuka diri untuk mendidik prajurit dan pahlawan dengan syarat muridnya dari mereka dan bukan penghuni benua selatan, hanya saja kadang ada banyak bangsawan nakal yang demi meraih keuntungan dan ketenaran di masa perang, mengambil murid dari sini dan membawanya diam diam ke dua kerajaan itu. Setelah beberapa kasus di ketahui, maka sekarang ada kelas khusus yang bernama kelas E, untuk melindungi pemilik job job luar biasa.” Jawab Lorien.
“Hmmm begitu, lalu ketika ada yang di buang di dungeon larinya kemana ?” Tanya Seiji.
“Aku heran, kenapa sih di dunia ini ada sistem job.” Gumam Reiko.
“Aku akan ceritakan legendanya kepada kalian...”
Lorien mengatakan kalau sistem job sudah ada sejak 3000 tahun yang lalu. Sebelumnya manusia dan ras lainnya tidak memiliki job, namun ketika dewi Resephone menciptakan ras immortals, sistem job di mulai. Ras immortals hanya ada 10 orang di dunia, mereka tidak bisa memiliki keturunan dengan sesama mereka sendiri, tapi mereka bisa memiliki keturunan dari ras lain seperti manusia, elf, beastmen dan vampire. Setiap keturunan dari immortals memiliki job, keturunan nya semakin lama semakin banyak dan menyebar. Setelah immortals di kalahkan, sisa penduduk asli dunia yang tidak memiliki job tinggal sedikit, tapi keturunan dari immortals masih ada dan jauh lebih banyak dari penduduk tanpa job, akhirnya mereka melebur dan jadilah seperti sekarang, setiap orang pasti memiliki job ketika lahir di dunia.
“Jadi begitu, semua gara gara ulah dewi itu...” Ujar Seiji.
“Sebenarnya legenda itu masih menjadi misteri dan belum terbukti, tapi sistem job ini sebetulnya tidak terlalu buruk.” Ujar Lorien.
__ADS_1
“Maksud sensei ?” Tanya Reiko.
“Maksudnya terkadang orang bingung ingin melakukan apa dengan hidupnya, tapi dengan sistem job ini, orang itu menjadi punya tujuan dan sudah ada jaminan dia pasti menguasai job itu sehingga mudah mencari penghasilan.” Jawab Lorien.
“Memang sih (Tidak seperti dibumi, susah cari kerja yang sesuai kemampuan, sekalinya dapat, masuk ke black company huuh).” Ujar Seiji.
“Jadi kira kira sudah mengerti ya Solon-kun, Reena-chan ?” Tanya Lorien.
“Sudah sensei...” Jawab keduanya.
“Baiklah, kalian boleh pergi, aku masih ada banyak pekerjaan, satu hal lagi, mohon kalian berdua yang sudah tahu rahasia ini menjaga kelas E, jangan sampai para bangsawan itu tahu mengenai kemampuan kelas E yang sesungguhnya.” Balas Lorien.
“Wow berat sekali tugasnya sensei...” Ujar Reiko.
“Aku tahu kalian bisa, Renola-sensei menaruh harapan tinggi pada kalian..” Balas Lorien.
“Grrrr babaaaa....” Gumam keduanya dalam hati.
Setelah berpamitan, keduanya keluar dari ruang kepala sekolah, Reiko bertanya kepada Seiji soal job teman sekelompoknya, Seiji membisiki Reiko dan Reiko mengerti. Selagi mereka berjalan di lorong, mereka melihat Olivia, Disela dan Cyriel berlari ke arah mereka.
“Tolong Solon-kun, Reena-san...” Ujar Cyriel.
“Kenapa ?” Tanya Seiji.
“George dan Luther....mereka di ajak duel oleh murid kelas C....” Ujar Olivia.
__ADS_1
“Ayo cepat, mereka masih di cafetaria...” Ajak Disela.
Olivia, Disela dan Cyriel langsung menarik lengan Seiji dan Reiko, kemudian mereka berlari menuju ke cafetaria. Begitu sampai ke cafetaria, Seiji dan Reiko melihat George dan Luther sedang berdebat dengan seorang murid kelas 1 dari kelas C, tapi di belakang murid itu, Seiji dan Reiko melihat Jerome berdiri di belakang murid itu dengan senyum meremehkan. Melihat Jerome berada di belakang murid itu, Seiji menoleh melihat Reiko yang juga sedang menoleh melihatnya, keduanya tersenyum dan melangkah maju. Melihat Seiji dan Reiko maju, Olivia, Disela dan Cyriel juga ikut maju. Seiji dan Reiko menarik George dan Luther mundur, kemudian keduanya berhadapan dengan murid itu, ketika melihat Seiji dan Reiko maju, murid itu langsung diam, Jerome langsung maju dan menyuruh murid itu kebelakang, akhirnya Seiji dan Reiko berhadapan dengan Jerome.