Dark Savior

Dark Savior
Chapter 41


__ADS_3

Ketiganya melihat hamparan kota kuno yang luas dari atas tebing. Rasa takjub, kagum dan sedikit takut menyelimuti hati ketiganya,


“Kok kita bisa masuk ke pelindung ?” Tanya Reiko sambil menoleh melihat ke belakang.


“Aku tidak tahu....aku lebih penasaran dengan kota di depan kita....mirip seperti kota di bumi yang sudah terbengkalai selama ribuan tahun.” Ujar Seiji.


“Kita ga harus turun kan nii-chan ?” Tanya Iroha.


“Sepertinya kita harus turun, aku penasaran dengan itu.” Seiji menunjuk menara yang menjulang tinggi ke atas.


Reiko menjulurkan kepalanya melihat ke bawah tebing untuk mengukur ketinggian dari tebing ke bawah,


“Sepertinya tinggi...nii-chan masuk ke bayangan ku ya, Iroha-chan pegangan ya...” Ujar Reiko.


Dia langsung mengeluarkan sayap kelelawarnya dan membentangkannya, Seiji masuk ke dalam bayangannya dan tangan Reiko memeluk Iroha. Reiko langsung terbang menuju ke tengah kota. Ketika sampai, mereka turun di bekas alun alun kota yang sudah tertutup tanaman rambat, di depan mereka ada sebuah kolam berbentuk lingkaran dengan sepuluh pilar memutarinya, di atas pilar ada 10 orang berdiri menghadap ke sepuluh arah kota.


“Immortals....” Ujar Seiji sambil mendongak melihat patung.


“Mirip dengan gambar di buku milik Joshua-ossan...” Tambah Seiji.


“Immortals ? aku tidak mengerti.”


Seiji dan Reiko menjelaskan penjelasan singkat tentang dua dewi dan immortals kepada Iroha yang memang belum tahu. Sekaligus memberi tahu tujuan mereka yang ingin membalas perbuatan salah seorang dewi itu.


“Oh begitu....aku juga sempat marah sekali dengan wanita di ruang putih itu...” Ujar Iroha.


“Kamu tahu dia ?” Tanya Seiji.


“Aku tahu, hanya saja aku tidak tahu namanya....” Jawab Iroha.


“Tentu saja, karena dia langsung mengirim kita.” Ujar Reiko.


“Tapi waktu itu, ada banyak orang lain selainku, diantara orang orang itu, hanya aku yang di kirim sendirian seperti di buang.” Ujar Iroha.


“Hooo ada banyak ya....” Balas Seiji.


“Iya, tapi aku tidak tahu pastinya berapa, karena aku hanya melihat sekilas dan kepalaku sakit sekali karena ingatan silih berganti.” Ujar Iroha.


Tiba tiba ketiganya merasakan ada hawa pembunuh yang tajam dari belakang mereka, ketiganya melompat dan seseorang menghantam tanah pijakan mereka sebelumnya, ketiganya mendarat dan melihat seorang pria yang bertubuh tinggi dan kekar walau terlihat kurus sedang memanggul kapak bermata dua, rambutnya hitam panjang dan bermata merah, dia menutupi mulutnya dengan syal yang di pakainya,


“Hati hati semuanya...” Terik Seiji.


“Hei...siapa kalian, kenapa kalian bisa masuk kesini ?” Tanya pria itu.


“Pertanyaan kami, siapa kamu...” Balas Seiji.


Tanpa basa basi, pria itu langsung maju mengayunkan kapaknya kepada Seiji, dengan sigap Seiji mundur tapi pria itu mengejarnya dan terus mengayunkan kapaknya, akhirnya Seiji mencabut pisau dan cambuknya, pertarungan pun berlangsung seru, kapak bermata dua beradu dengan pisau dan cambuk, kilatan cahaya muncul dari pertemuan senjata mereka dan suara kencang di iringi gelombang benturan menghancurkan bangunan di sekitarnya, termasuk pilar pilar yang mengelilingi kolam besar yang sudah kering di tengah. Reiko dan Iroha langsung menggunakan skill analyze mereka,


******************************************************************


Nama         : Hitoshi Sekiguchi.


Race           : Young Einherjar Chieftain (Immortal race) [evolution from Highlander]


Job             : None.


Level          : 350/500 (exp : 0/7.500.000)


Power        : 70.000.000 (1st evo + 1.000.000) (2nd evo + 7.000.000)

__ADS_1


Skill           :  - Absolute defence (death hit by a car).


                     - Double axe mastery (death by double axe).


                     - Dual swords mastery (death by swords).


                     - Berserk (death by heat).


                     - Eartquake (death by thrown into a ravine (jurang)).


                     - Sand tornado (death by tornado in dessert).


                     - Giant form (death stomp by giant).


                     - Ant swarm (death eaten by killer ants).


                     - Metal manipulation (death by become scrap).


                     - Hell gate (death by thrown into volcano).


Add skill   : Item box, Analyze, provoke, strenghten defence, stone bullet, stone wall, war cry, shield barrier, summon war totem.


Trait           : Steel skin, immune all debuff, charming, nimble, transform : stone body, herculean strength, natural born defender, transform : iron body, martial arts spesialist, intimidation stare, customize body.


Title           : *Children of Resephone.*


******************************************************************


Wajah Reiko dan Iroha berubah seketika setelah melihat status milik Hitoshi, keduanya langsung berlari menghampiri Hitoshi dan Seiji yang masih bertarung,


“Hitoshi-nii....” Teriak Iroha sambil melompat menangkap Hitoshi.


Hitoshi dan Seiji terjatuh dengan Iroha dan Reiko di atas mereka, Hitoshi yang melihat Iroha di atasnya,


“Iroha-chan ? kamu Iroha-chan kan ?” Tanya Hitoshi.


“Iya, ini aku Hito-nii...” Jawab Iroha sambil tersenyum dan menitikkan air mata.


“Kok kamu bisa di sini...oh tidak...”


Hitoshi melihat status Iroha, dia langsung mendekap Iroha dan menangis sambil memeluk Iroha,


“Maafkan aku Iroha-chan...maafkan aku....kalau saja aku tidak mati duluan...” Ujar Hitoshi.


“Bukan salah mu Hito-nii...” Balas Iroha.


Selagi mereka berpelukan, Hitoshi menoleh dan melihat seseorang berdiri di sebelahnya. Hitoshi mengamati orang yang berdiri di sebelahnya,


“Senpai ?” Tanya Seiji yang sudah berdiri di sebelah Hitoshi.


“Eh...kamu...Kawamura-kun ? kok kamu juga ada di sini ?” Tanya Hitoshi makin bingung.


“Panjang ceritanya senpai...” Jawab Seiji.


“Lalu yang itu siapa ?” Tanya Hitoshi yang terbaring sambil menunjuk ke arah Reiko yang menghadap ke arah lain dan berdiri agak jauh.


“Um...dia Rei-chan..eh...Reiko-chan...” Jawab Seiji.


“Hah...Reiko-chan ? benarkah ? dia bersama mu Kawamura-kun ?” Tanya Hitoshi.

__ADS_1


“Sudah ku bilang senpai, panjang ceritanya.” Jawab Seiji.


“Baiklah, Iroha-chan, bisa bangun dulu ?” Tanya Hitoshi.


“Oh iya, maaf Hito-nii....” Ujar Iroha.


Iroha pun berdiri, Seiji menarik lengan Hitoshi dan membantunya berdiri, kemudian mereka berjalan ke arah Reiko yang berdiri dekat kolam. Ketika sampai,


“Apa kabar Reiko-chan ?” Tanya Hitoshi.


“Baik, apa kabar Hitoshi-san...” Balas Reiko.


“Baik juga....tapi ya, di bilang baik, kita sudah mati hahaha.” Ujar Hitoshi.


Suasana langsung menjadi kaku karena Hitoshi dan Reiko menjadi canggung satu sama lain, Seiji dan Iroha tidak mengerti harus berbuat apa, akhirnya ke empatnya terdiam.


“Ok...sayang sekali disini tidak ada isakaya, kalau ada kita bisa rayakan pertemuan kembali kita hahahaha....” Hitoshi mencoba mencairkan suasana.


“Senpai, jangan bawa bawa kehidupan lalu ah...kita di sini sudah beda.” Ujar Seiji.


“Lah kamu sendiri masih panggil aku senpai...” Balas Hitoshi.


“Ah benar juga, jadi aku panggil apa dong ?” Tanya Seiji.


“Namaku saja...gimana, kamu dan Reiko-chan seumur kan, dia juga memanggil ku begitu dulu. Tapi aku benar benar tidak menyangka, disini aku bertemu kembaran ku lagi hahaha...setelah aku mati, gimana kantor ?” Tanya Hitoshi.


“Waduh ribet senpai....aku selalu lembur dan pulang pagi...semakin kacau deh pokoknya...” Ujar Seiji tersenyum.


“Hmm...Natsu-chan gimana kabarnya ?” Tanya Hitoshi serius.


“Terakhir sebelum aku mati sih, dia sudah keluar dari kantor dan mau membuka usaha sendiri katanya...” Ujar Seiji.


“Ah benar juga, dia memang dari dulu mau membuka cafe, tadinya kita berdua mau membuka bersama sama, kasihan Natsu-chan...” Ujar Hitoshi.


“Natsu-chan ?” Tanya Reiko.


“Aku bilang kan, dia sudah move on, dia punya pacar di kantor dari divisi lain, namanya Natsumi Ichidou, benar kan senpai.” Ujar Seiji.


“Hehe benar, jujur saja Reiko-chan, ketika kamu pergi meninggalkan ku, aku cukup lega...sebelum nya aku minta maaf, sebenarnya sebulan terakhir sebelum kita putus, aku sudah selingkuh sama dia...maafkan aku...” Hitoshi menunduk di depan Reiko.


“Waduh...kalau begini, perasaan ku yang jadi campur aduk...” Ujar Reiko.


“Hoho...berarti senpai menduakan adik ku ya....bagus senpai.” Balas Seiji.


“Loh dia adik mu ? bukannya kamu pria idam.....”


Belum selesai Hitoshi bicara, mulutnya langsung di tutup Reiko dan sebelah tangannya sudah memegang sabit.


“Diam ya Hitoshi-san, jangan banyak bicara...” Ujar Reiko geram.


“Maksud nya apa, dia adik ku, walau bukan adik kandung sih...” Ujar Seiji.


“Nah tuh....usaha dong Reiko-chan...” Ujar Hitoshi sambil melepaskan tangan Reiko.


“Kok jadi pada asik sendiri, aku gimana ?” Tanya Iroha.


Ketiganya menoleh melihat Iroha, kemudian mereka tertawa tidak terkecuali Reiko yang perasaan nya sekarang menjadi lega setelah mendengar pengakuan Hitoshi, tapi muncul kegalauan baru di hatinya.


“Dua orang identik, yang satu aku anggap kakak ku dan aku mencintainya, yang satunya aku pernah bersamanya selama beberapa tahun dan pernah mencintainya....jadi sekarang gimana...dewi keparaaat aku jadi bingung.” Ujar Reiko di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2