
Melihat sosok Renola yang sudah berubah menjadi Rhea di depan mata, ke empatnya tidak berani bersuara,
“Nah sekarang tugas terakhirku adalah melatih kalian, tapi sebelum itu....sujud.” Ujar Rhea sambil bertolak pinggang.
“Um...” Ujar ke empatnya.
“Sujud kataku...” Teriak Rhea sambil mengeluarkan hawa intimidasi yang membuat orang sesak bernafas.
Lutut ke empatnya menjadi lemas dan mereka langsung berlutut, kemudian Rhea menjitak ke empatnya,
“Alasan kalian di jitak, pertama kalian masuk pelindung sebelum waktunya, kedua kalian lemah, ketiga kalian main menyerang Valogon tanpa seijinku dan yang ke empat, kalian memanggil ku baba.” Ujar Rhea sambil melipat tangan di dada.
“Eh aku kan panggil obasan...” Protes Hitoshi.
“Sama saja...mulai sekarang panggil nee-san.” Ujar Rhea.
“Kenapa seorang immortals jadi guild master ? lagipula waktu aku analyze rasanya status nya berbeda...” Ujar Seiji.
“Itu karena aku menutupinya....sekarang coba saja.” Ujar Rhea.
Seiji mencoba menggunakan skill analyzenya, hasilnya ternyata sama ketika dia mencoba menggunakan nya pada Joshua, jawabannya error.
“Sudah mengerti ya, alasan kalian tidak bisa melihat statusku, karena statusku jauh di atas kalian...kalian juga tidak bisa menggunakannya pada Kiros..eh Joshua kan ?” Tanya Rhea.
Ke empatnya menganggukkan kepalanya, kemudian Rhea menghela nafas dan jongkok di depan ke empatnya yang masih berlutut.
“Kalau Joshua melawan balik, kalian ber empat pasti sudah tidak di sini...lagipula, kalian sudah mengeluarkan semuanya saja, dia masih tersenyum kan.....lalu, yang barusan, kalian sudah berempat keroyokan saja masih kepayahan melawan Valogon, memang sih kalau satu lawan satu aku juga tidak bisa menang, tapi kalau aku berempat atau berlima dengan saudara saudaraku, Valogon kami anggap kadal biasa. Paham ya.” Ujar Rhea.
Ke empatnya kembali mengangguk, kemudian Rhea berdiri lagi dan menggunakan skill perubahannya lagi untuk kembali menjadi wujud nya semula, yaitu Renola Archiel.
“Tapi buat apa kita punya kekuatan sebesar itu ?” Tanya Seiji.
__ADS_1
“Kamu tahu, banyak sekali ancaman di dunia ini yang bisa memusnahkan segalanya. Dua dewi, Resephone-sama dan Raphaela-sama menciptakan kita bersepuluh meminta kita untuk menjaga dunia ini dari ancaman yang akan datang, kalau saja 3000 tahun lalu kita bersepuluh tidak tertipu dan tidak di adu domba, tidak akan ada perang berkepanjangan seperti sekarang.”
Perkataan Rhea yang sudah kembali menjadi Renola, membuat Seiji, Reiko, Iroha dan Hitoshi terkejut,
“Di tipu ?” Tanya Hitoshi.
“Adu domba ?” Tanya Reiko.
“Ya...sudah saatnya kalian tahu...” Balas Renola.
Renola bercerita, 3000 tahun lalu, ketika dunia berada di puncak jaman keemasan yang di pimpin oleh sepuluh immortals yang di namakan the ten great kings, datang seorang entitas dari dunia lain. Entitas itu bertemu dengan Resephone dan Raphaela yang tinggal di ujung menara, dia sempat tinggal bersama kedua dewi selama beberapa waktu. Tapi tiba tiba, dua dewi yang biasanya selalu muncul bersama, sekarang muncul sendiri sendiri dan perkataan keduanya yang biasanya seragam menjadi saling bertentangan. Perselisihan mulai terjadi, dari hal hal sepele sampai akhirnya bertumpuk menjadi sangat besar, para immortals yang terbagi dua kubu, Children of Resephone dan Children of Raphaela tentu saja memihak bunda mereka masing masing.
Setelah seratus tahun berselisih paham, akhirnya terjadi perpecahan di antara para immortals, kerajaan mulai terbagi menjadi dua. Tapi seorang immortals yang bernama Hyperion berniat menyatukan lagi dua kerajaan yang sudah terpecah dan terbagi dua dengan mendamaikan ke sembilan saudaranya, tapi dewi Resephone malah membunuhnya dan memancing kemarahan ke empat saudaranya. Akhirnya perang tidak dapat di hindari, para immortals bertarung mati matian di kota kuno Athopolis. Pertarungan mereka menghancurkan segalanya kecuali menara yang masih berdiri tegak menjulang ke langit. Akhirnya dari semuanya hanya tersisa Rhea dan Kiros yang terluka.
Dewi Resephone muncul di depan mereka dan mengatakan kalau dia sudah menang, tiba tiba sosoknya berubah menjadi dewi Raphaela dan akhirnya wujudnya menjadi separuh separuh, barulah Kiros dan Rhea sadar kalau yang ada di depan mereka bukanlah ibunda mereka. Keduanya berdamai dan pergi, kemudian mereka melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, di ketahui kalau kedua dewi di segel di dalam tubuh seorang entitas yang bernama Ramegh. Kiros dan Rhea langsung mengkonfrontasi Ramegh untuk membebaskan kedua bunda mereka, tapi kekuatan Ramegh sangat luar biasa dan Kiros terluka parah. Keduanya melarikan diri dan bersembunyi menunggu kesempatan.
Setelah itu, mulailah era kegelapan, penduduk dunia terbagi dua, sebagian menyembah Resephone dan sebagian menyembah Raphaela. Selama bertahun tahun kedua kubu ini terus berperang untuk menghibur Ramegh, ketika dia bosan dan ingin menghancurkan segalanya untuk mulai kembali dari awal, dia menghasut kedua belah pihak untuk memanggil pahlawan dari dunia lain dan saling menghancurkan, tapi sebelum pahlawan di turunkan di dunia ini, Ramogh menyeleksinya dulu dengan membuat para kandidat mati berkali kali. Setelah itu dia menciptakan immortals versi dirinya di kandidat yang lolos.
“Kalau begitu, kami adalah ciptaan Ramegh....” Ujar Seiji.
“Hahaha bukan...walau dia menciptakan immortals, tapi immortals ciptaan nya tetap memiliki job, kalian seperti kami...tidak memiliki job. Aku tidak bisa melihat status kalian, tapi begitu aku melihat titel kalian Children of Resephone, aku langsung tahu, yang memberi kalian kekuatan adalah dewi Resephone dengan menggunakan tubuh Ramegh.” Ujar Renola.
“Um...kok baba bisa tahu ?” Tanya Reiko.
“Sewaktu kalian baru datang ke dunia ini, kalian memiliki titel tidak ?” Tanya Renola.
“Tidak, kami baru mendapat titel setelah evolusi kedua.” Jawab Seiji.
“Nah itulah kekuatan yang di berikan dewi....jadi kalau boleh di katakan, kalian adalah immortals versi baru, yang terkuat dari yang sudah ada dan dari yang imitasi.” Ujar Renola.
“Lalu cerita mengenai job di turunkan oleh immortals benar atau tidak ?” Tanya Seiji.
__ADS_1
“Benar, tapi immortals setelah kami, Ramegh menciptakan tiruan kami dan membuahi penduduk untuk mengisi dunia dengan ciptaannya, yaitu makhluk yang di kekang oleh sistem job sehingga mudah di atur...” Jawab Renola.
Setelah itu, keempatnya langsung berdiri, mereka menghadap Renola dan langsung menunduk di hadapan Renola,
“Tolong latih kami...” Teriak ke empatnya.
“Whoaaa tunggu dulu...aku memang mau melatih kalian, tapi sebelum itu, jemput dulu satu teman kalian, seperti yang Joshua katakan, dia ada di kota Nihelm yang berada di wilayah kerajaan Grandia, dia sama seperti ku...elf coklat yang ada hanya satu di dunia hahahaha.” Ujar Renola.
“Bagaimana cara kesana master ?” Tanya Seiji.
“Hei, siapa yang mengijinkan kamu panggil aku master.” Ujar Renola.
“Baik baba, bagaimana cara kami kesana...” Ujar Reiko.
“Grrrrrrr....ikut aku, kita kembali ke guild, kalian akan mengambil tugas mengantar pedagang ke wilayah kerajaan Grandia...” Ujar Renola.
Akhirnya ke limanya berjalan untuk kembali ke guild petualang yang berada di kota, wajah Seiji, Reiko, Iroha, Hitoshi terlihat garang karena sekarang tujuan mereka sudah jelas dan target mereka juga sudah pasti.
*****
Sementara itu, di ruang putih, seorang wanita sedang duduk di depan monitor sambil menaikkan kaki dan minum minuman dengan malasnya. Di monitor menampilkan Renola, Seiji, Reiko, Iroha dan Hitoshi yang sedang berjalan menelusuri jalan setapak menuju kota.
“Akhirnya ketemu....sudah lama sekali aku mencarimu...Rhea.” Ujar Ramegh.
Dia langsung berdiri dan menoleh ke samping, kemudian dia berjalan ke tengah ruang putih, di sana ada 10 orang yang sedang duduk sambil mendekap tubuhnya dengan wajah ketakutan,
“Baiklah, sekarang kalian akan melayani ku....”
Ramegh mengangkat tangannya dan kesepuluh orang di sekelilingnya menghilang turun ke dunia.
“Hahahahaha....selamat tinggal Rhea...” Ujar Ramegh.
__ADS_1