Dark Savior

Dark Savior
Chapter 49


__ADS_3

Di perbatasan, mereka berhenti di gerbang untuk di periksa oleh penjaga perbatasan, ke empatnya memberikan kartu guild mereka dan sebuah surat tugas pengawalan dari guild. Setelah memeriksa semuanya, penjaga mengijinkan kereta masuk ke dalam gerbang, di balik gerbang terlihat jembatan dari beton yang lurus dan panjang di atas laut. Tidak ada hanya kereta mereka yang melalui nya, ada beberapa kereta dan kelompok orang yang juga masuk bersama mereka. Kereta mulai berjalan di atas jembatan besar, Seiji, Reiko, Iroha dan Hitoshi menjulurkan kepala mereka keluar untuk melihat lautan lepas. Angin hangat sepoi sepoi dan aroma laut menerpa wajah mereka,


“Whoaaah sudah lama aku tidak melihat laut...” Ujar Seiji.


“Sama...kerja kerja sampai mati...tidak pernah kelaut...” Tambah Hitoshi.


“Hei aniki, jangan bawa bawa jepang lagi...” Ujar Reiko.


“Hehehe maaf....” Balas Hitoshi.


“Aku juga sudah lama tidak kelaut....senang bisa melihat laut lagi...” Tambah Iroha.


“Hmm..kota Vestal berarti di pinggir laut ya kalau di lihat dari peta...” Ujar Seiji.


“Berarti ada pantai...” Balas Reiko.


“Aku tahu maksudnya nih.....” Balas Hitoshi.


“Horeeeee liburan....” Teriak Iroha.


Ke empat nya terlihat senang, tanpa sadar mereka bicara menggunakan bahasa jepang, pedagang dan pengemudi yang menoleh ke belakang karena mendengar ribut di belakang terlihat kebingungan,


“Mereka bicara pakai bahasa apa ya ? dari benua mana ?” Tanya pengemudi.


“Tidak tahu, aku sudah berkeliling ke banyak tempat di dunia, aku sendiri baru mendengar bahasa seperti itu...” Jawab pedagang.


Ke empatnya terus menjulurkan kepala mereka keluar melihat lautan dan merasakan hawa laut. Ketika perjalanan sudah sampai di tengah jembatan, tiba tiba kereta berhenti mendadak, ke empatnya menjadi jatuh bertumpuk di dalam kereta,


“Ada apa ossan ?” Tanya Seiji.


“Maaf, tapi ada bangsawan dari kerajaan Grandia sedang menyebrang, kita di hentikan prajurit.” Jawab pengemudi.


Ke empatnya bangun dan melihat keluar dari tirai melihat ke sisi lain ya itu jembatan, dari kejauhan terlihat banyak sekali kuda menuju ke arah mereka yang di tunggangi para ksatria, mereka terlihat mengawal sebuah kereta kuda yang terlihat mewah. Beberapa prajurit membatasi jalan membelah dua jembatan dan menyuruh kereta kereta berhenti di sisi kiri menunggu iring iringan kereta kuda melewati mereka.


“Huh seenaknya saja...” Ujar Iroha.


“Yah begitulah bangsawan, di dunia mana saja sama.” Jawab Seiji.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya iring iringan kereta itu hampir melewati mereka, tapi tiba tiba, “Bresss.” Air laut berhamburan seperti terkena ledakan, “Krieeeeeeek.” Dari dalam laut keluar seekor ular naga panjang besar dengan tubuh penuh sisik berwarna biru dan sirip di sepanjang tubuhnya, bayangan kepalanya yang besar dan melihat ke bawah menutupi jembatan. Ular naga itu keluar tepat di sebelah iring iringan kereta kuda,


“Monster laut....bersiaga semua....”


Para ksatria turun dari kudanya dan langsung menjaga kereta, mereka menghunus tombak dan pedang mereka.


“Skrieeeeeeek.” Ular naga raksasa itu membuka mulutnya ke arah para ksatria yang mau tidak mau menghadapinya karena tugas walau wajah mereka terlihat ketakutan. Ke empatnya langsung menggunakan skill analyze mereka,


******************************


Nama         : Sea Serpent.

__ADS_1


Level          : 280


Power        : 4.400.000


Danger       : Level 3 (S)


Weakness  : None.


******************************


“Kita tolong mereka tidak ?” Tanya Iroha.


“Tidak usah....mereka bisa menangani monster itu...” Jawab Seiji.


Tiba tiba kepala ular naga itu menjulur melihat kereta pedagang yang berada di sisi lain iring iringan kereta lain. Matanya berkedip dan lidahnya menjulur seperti ular, karena melihat bayangan menutupi kereta, Reiko melihat keluar dari dalam kereta dan tersenyum. Ular naga itu langsung mundur dan masuk kembali ke dalam laut, suasana langsung kembali tenang menyisakan para ksatria yang kebingungan.


“Hah...kenapa ?” Tanya Reiko yang melihat ular naga itu melarikan diri.


“Kamu mengerikan...” Jawab Seiji.


“Benar...setuju...” Tambah Hitoshi.


“Hii..Rei-neechan serem....” Tambah Iroha.


“Grrrrr.....awas kalian...” Balas Reiko.


Seiji, Hitoshi dan Iroha tertawa kencang, sementara Reiko berusaha memukuli ketiganya, pedagang dan pengemudi kereta yang melihat ke empatnya bercanda,


“Sudah tuan, biarkan saja...anggap kita tidak lihat saja.” Jawab pengemudi ketakutan.


Iring iringan kereta kembali berjalan, tapi jendela kereta terbuka, seorang gadis menjulurkan kepalanya keluar dan melihat kereta pedagang yang mereka lewati. Di dalamnya gadis itu melihat empat orang yang terlihat seperti petualang dan sedang bercanda.


“Hentikan kereta...” Ujar sang gadis.


“Tapi ojousama...” Balas seorang pria berpakaian pelayan.


“Aku bilang hentikan kereta...”


Karena tidak ada pilihan, pria itu mengetuk tiga kali di belakang tempat duduknya, kereta langsung berhenti dan gadis yang mengenakan gaun berwarna biru dan indah itu turun dari kereta.


“Ojousama....”


“Albert, kamu tunggu saja di kereta...” Ujar gadis itu.


Gadis manusia berambut pirang di kepang dua dan bermata biru itu berjalan sambil mengangkat rok nya yang panjang menghampiri kereta pedagang yang masih berhenti di sisi sebelah. Dia membuka tirai kereta dan melihat Seiji, Hitoshi dan Iroha yang sedang menahan Reiko menoleh kepada dirinya,


“Halo, perkenalkan, namaku Florencia Hana Delanora. Aku anak dari marquis Delanora dari kerajaan Grandia, apa yang kalian lakukan kepada ular naga tadi ?” Tanya Floren.


“Eh...” Ujar ke empatnya.

__ADS_1


Para ksatria langsung mengepung kereta pedagang dan membuat pedagang berpelukan dengan pengemudi kereta. Albert menghampiri Floren dan berdiri di belakangnya.


“Aku tanya sekali lagi, apa yang kalian lakukan kepada ular naga barusan...” Ujar Floren.


“Kami tidak mengerti maksudmu...” Balas Seiji.


“Benar, kami tidak tahu apa apa...” Tambah Hitoshi.


“Hmm...aneh, aku melihat wanita itu menjulurkan kepala dari dalam kereta dan ular naga itu langsung pergi...apa aku salah ?” Tanya Floren sambil menunjuk Reiko.


“Oh mungkin karena nee-chan serem...” Jawab Iroha asal.


“Hei...” Teriak Reiko sambil memeluk Iroha.


“Dengar ya, tidak mungkin kita di dalam kereta melakukan sesuatu, kita tidak bergerak dari sini, jadi tolong jangan bertanya yang tidak masuk akal...” Ujar Seiji kepada Floren.


“Hmmm...baiklah, kalian mau kemana ?” Tanya Floren.


“Kami sedang bertugas mengawal kereta ini sampai kota Vestal. Kita berempat petualang.” Jawab Hitoshi.


“Baiklah kalau begitu, aku permisi, maaf mengganggu kalian...” Floren berbalik.


Seluruh ksatria yang mengepung langsung menyingkir dan kembali bersama Albert yang mengikuti Floren.


“Apa sih barusan....” Ujar Reiko.


“Ga tau....perempuan aneh.” Ujar Seiji.


Sementara itu, Floren dan Albert kembali masuk ke dalam kereta, kemudian kereta mereka mulai berjalan kembali,


“Albert, putar haluan...kita ke kota Vestal...” Ujar Floren.


“Hah...kenapa ojousama ? bukankah kamu ke benua selatan karena ingin mencari seseorang ?” Tanya Albert.


“Benar, mereka bisa membantu ku....aku merasa ke empatnya bukan orang biasa dan mereka sepertinya mengenal orang yang aku cari. Aku bisa merasakannya.” Ujar Floren.


“Haaah...baiklah ojousama....hei putar balik...kita ke kota Vestal.” Teriak Albert.


“Oh dan satu lagi Albert, aku ingin para ksatria kembali saja ke ibukota, cukup kamu yang menemani ku.” Ujar Floren.


“Hah...tidak bisa ojousama, bagaimana dengan ayahmu nanti, dia pasti marah pada ku...” Balas Albert ketakutan.


“Aku akan bicara sama dia soal ini...lagipula aku tidak mungkin bicara pada nya tentang tujuan ku sebenarnya ke benua selatan kan.” Ujar Floren.


Albert menutup wajahnya dengan tangan dan menggelengkan kepala, dia mendongak ke atas dan berpikir, kemudian dia membuka tangannya dan melihat ke arah Floren yang terlihat yakin.


“Baiklah, kalau ojousama menginginkan demikian....aku adalah pelayan pribadimu, jadi aku akan menurutimu...” Ujar Albert.


“Terima kasih Albert, kamu memang bisa di andalkan....tunggu aku...kita akan segera bertemu....adikku... Cyriel.” Gumam Floren sambil melihat keluar jendela, dengan wajah memperlihatkan kesedihan yang mendalam.

__ADS_1


Iring iringan kereta pun berhenti, Albert turun dan menjelaskan semuanya kepada para ksatria. Tak lama kemudian, kereta berputar dan menuju kota Vestal.


__ADS_2