Dark Savior

Dark Savior
Chapter 61


__ADS_3

Ke limanya berkumpul kembali di alun alun sambil memeriksa apa masih ada musuh yang tersisa atau tidak. Setelah melihat sekeliling, kota Nihelm yang sebelumnya ramai dengan orang yang berdatangan dan suasananya yang hidup, sekarang seperti kota mati dengan mayat bertebaran di mana mana. Chizuru yang sudah hidup lama dan sudah menganggap kota itu adalah kotanya, merasa sedih.


“Chi-chan, ibu pemilik penginapan....” Ujar Hitoshi.


Chizuru hanya menggelengkan kepalanya sambil menunduk, tentu saja Hitoshi mengerti maksud nya dan tidak bertanya lebih lanjut.


“Sekarang kita harus secepatnya kembali ke akademi, tiga orang barusan lumayan kuat, kalau sampai mereka menyerang akademi...tidak ada yang bisa melawan mereka, kecuali baba.” Ujar Seiji.


“Tapi bagaimana ? jarak dari sini ke akademi sangat jauh, dengan kemampuan aniki menjadi besar saja ku rasa belum cukup.” Balas Reiko.


“Bisa sih...aku bisa lebih besar dari kemarin dan menyebrangi laut...tapi masalahnya, kita pasti jadi mencolok.” Ujar Hitoshi.


“Daripada diam di sini, sebaiknya kita cepat pergi...” Balas Chizuru.


“Chi-nee benar tuh, tidak ada gunanya ngobrol di sini...” Tambah Iroha.


“Ok kita ke tambang dulu...” Ajak Seiji.


Akhirnya mereka berlari menuju tambang, para penduduk yang berada di dalam rumah mulai keluar dan melihat mereka berlari,


“Terima kasih penyelamat....” Teriak seorang penduduk.


Seluruh penduduk yang mendengarnya langsung bersorak dan mengelu elukan mereka yang sedang berlari menuju gerbang belakang kota. Setelah sampai di tambang, mereka melihat penduduk desa di dalam tambang bekumpul di rumah besar yang berlokasi di paling dalam desa. Terlihat dari kejauhan, Victoria berusaha menenangkan penduduk bersama dengan Floren. Ketika keduanya melihat, Seiji, Reiko, Iroha, Hitoshi dan Chizuru mendekat, mereka langsung menerobos kerumunan dan menghampiri ke limanya.


“Bagaimana keadaan di luar Solon-kun ?” Tanya Victoria.


“Sudah aman, sekarang kita harus pergi...” Jawab Seiji.


“Baik, aku dan Floren juga sudah siap....” Balas Victoria.


“Benar, Solon-san...kita bisa berangkat sekarang.” Tambah Floren.


“Baiklah, ayo kita berangkat....” Balas Seiji.


Mereka langsung berpamitan pada para penduduk dan melangkah pergi keluar dari tambang. Edward menunjukkan pintu keluar lain dari tambang yang berada di tengah hutan dan sepi yang sebenarnya adalah rute pelarian. Setelah keluar dari gua alam yang terhubung dengan tambang, di depan mereka sudah ada kereta yang di tarik oleh dua ekor kuda. Seiji, Reiko, Iroha, Hitoshi dan Chizuru melihat sekitar, mereka merasa ada sesuatu di hutan itu. Melihat ke limanya diam saja tidak bergerak, Floren menghampiri Seiji,

__ADS_1


“Ada apa Solon-san ?” Tanya Floren.


“Entahlah, ini hutan apa ya ?” Tanya Seiji.


“Ah hutan ini adalah hutan di bawah gunung, dulu daerah ini di kuasai oleh bangsawan yang bijak dan misterius. Kemarin aku bilang kan ada seorang bangsawan lagi di atas gunung, nah reruntuhan mansionnya berada di dekat sini.” Ujar Edward.


“Bisa tunjukkan ?” Tanya Seiji.


“Baik, mari....” Jawab Edward.


Setelah berbicara dengan Victoria dan Floren, Edward mengantar Seiji dan lainnya menembus hutan sedikit untuk ke reruntuhan mansion milik bangsawan yang misterius. Lokasinya tidak jauh dari pintu keluar rahasia di tambang, jadi mereka langsung sampai. Ke limanya melihat sebuah mansion besar yang sudah hancur dengan pagar yang sudah terbuka lebar.


“Kami masuk sebentar...Edward-san tunggu di sini saja...” Ujar Seiji.


“Baik, aku akan kembali saja ke kereta menjaga Victoria-sama dan Floren-sama...” Ujar Edward.


“Baik, kami hanya sebentar...” Balas Hitoshi.


Ke limanya melangkah masuk ke dalam mansion yang sudah hancur, ketika membuka pintu utamanya, mereka melihat sebuah lukisan besar yang sudah luntur sehingga wajah di lukisan sudah tidak terlihat dan tidak bisa di kenali lagi. Ke limanya berpencar berkeliling di dalam mansion. Seiji melihat sebuah tangga turun ke bawah, dia langsung masuk ke dalam dan menuruni tangga, dia membuka pintu dan tiba di sebuah ruangan yang kosong tapi terang.


Dia berjalan mengelilingi ruangan kosong yang tidak ada apa apanya itu, tangannya memegang dinding, tiba tiba dinding itu menyala, karena kaget Seiji melepaskan tangannya dan mengamati dindingnya, dia membersihkan debu tebal yang melapisi dinding, ternyata di balik debu yang tebal, ada sebuah tanda telapak tangan seperti di batu monumen yang berada di depan menara. Seiji menempelkan tapaknya dan dinding itu kembali menyala. Kemudian dia berkeliling membersihkan debu di dinding dan menemukan beberapa tapak tangan lagi. Setelah itu, Seiji langsung lari ke atas dan melihat Reiko, Hitoshi, Iroha dan Chizuru berada di depan pintu masuk setelah selesai berkeliling.


“Hei...ikut aku...cepat...” Ajak Seiji.


Ke limanya kembali turun ke bawah dan masuk ke ruangan kosong, Seiji langsung menunjukkan kepada Reiko, Iroha, Hitoshi dan Chizuru apa yang dia temukan, dia meletakkan telapaknya di dinding yang memiliki gambar tangan dan dindingnya menyala.


“Wow....apa itu ?” Tanya Hitoshi.


“Ada banyak dinding seperti ini mengelilingi ruangan, kalian coba letakkan tapak kalian di sana...” Jawab Seiji.


“Hmm..benar juga, ini ada satu....tapi, aku taruh tapakku tidak menyala tuh dindingnya...” Ujar Chizuru.


“Sebentar aneki, coba aku...” Ujar Reiko.


Dia langsung meletakkan tapaknya dan ternyata dindingnya menyala, kemudian Hitoshi juga menemukan gambar telapak dan dia meletakkan tapaknya. Dinding nya tidak menyala, tapi ketika Iroha mencobanya dinding langsung menyala.

__ADS_1


“Sepertinya harus dengan orang yang tepat ya...” Ujar Hitoshi.


“Coba ini...” Tunjuk Chizuru ke dinding yang ada gambar tapak nya.


Hitoshi meletakkan tapaknya dan tidak terjadi apa apa, kemudian Chizuru mencobanya dan dinding menyala, akhirnya Hitoshi pergi ke gambar telapak tangan yang tersisa dan meletakkan tapaknya. “Greeeeek.” Tedengar sesuatu bergeser, “Cklek.” Terdengar sesuatu terbuka.


“Semuanya lihat....” Tunjuk Iroha ke dinding di sebelahnya.


Ternyata dinding itu terbuka sedikit, ke limanya langsung berdiri di depan dinding, Seiji mendorong dindingnya dan di balik dinding ada tangga turun ke bawah,


“Tangga....” Ujar Hitoshi.


“Siap siap saja...kalau kalau di bawah ada musuh...” Balas Seiji.


“Sip...” Balas Iroha.


“Ini bukan dungeon kan ya ?” Tanya Reiko.


“Tidak tahu....yang jelas butuh kita berlima untuk bisa membuka dinding ini.” Jawab Seiji.


“Ayo..tunggu apa lagi, turun...” Balas Chizuru.


Ke limanya turun dengan perlahan, karena gelap, mereka turun sambil meraba dinding. Setelah sampai ke bawah, mereka menemukan sebuah pintu dari besi, Seiji mendorongnya dan ternyata pintu bisa terbuka. Ketika kelimanya masuk ke dalam, pintu besi di belakang mereka langsung menutup sendiri,


“Hati hati...ini seperti dungeon...” Ujar Seiji.


“Gelap sekali...tidak terlihat apa apa...” Balas Reiko sambil mendekap lengan Seiji.


“Chi-chan, Iroha-chan...pegangan sini...” Hitoshi langsung menggandeng Chizuru dan Iroha.


“Iya Hito-nii....” Ujar Iroha.


“Kita dimana sih ini sebenarnya ?” Tanya Chizuru.


Tiba tiba, “Blar.” Lampu menyala, mata mereka berlima langsung terbelalak dengan mulut ternganga melihat apa yang ada di depan mereka, ternyata mereka berada di dalam hangar pesawat dan ada sebuah pesawat dengan model zeppelin dengan baling baling besar di belakangnya dalam posisi sudah mengambang di udara dan di ikat oleh tali supaya tidak terbang.

__ADS_1


“Wooooow....” Teriak ke limanya.


__ADS_2