Dark Savior

Dark Savior
Chapter 22


__ADS_3

Keesokan paginya, Emily menjemput Seiji dan Reiko di depan biara menggunakan kereta kudanya. Karra dan anak anak panti asuhan mengantar Seiji dan Reiko ke depan biara,


“Selamat jalan ya, kalian boleh kembali kapan saja.....kita semua selalu disini...” Ujar Karra sambil memegang kepala Seiji dan Reiko.


“Baik Karra-neesan...” Jawab Seiji dan Reiko bersamaan.


Kemudian keduanya naik ke dalam kereta, mereka membuka sedikit jendela yang tertutup rapat dan melambaikan tangan. Karra dan seluruh anak anak panti asuhan juga melambaikan tangan mereka. Kereta pun berangkat menuju ke kota Emerald, setelah keluar kota,


“Nah Frieren, silahkan beritahu mereka.” Ujar Emily.


“Baik ojousama, Solon-kun dan Reena-kun, setelah kita sampai, kalian akan langsung masuk ke asrama untuk pria dan wanita, ojousama sudah menghubungi pihak akademi untuk menyiapkan semuanya menggunakan cermin sihir, jadi mengenai buku buku, seragam dan keperluan kalian lainnya sudah di siapkan di kamar kalian. Mulai hari ini, nama kalian adalah Solon Archiel dan Reena Archiel, kalian adalah anak angkat dari Renola Archiel. Sudah mengerti ya.” Ujar Frieren.


“Ya ya mengerti...” Jawab Reiko malas malasan.


“Aku mengerti....” Jawab Seiji.


“Oh satu lagi, karena umur kalian 15 tahun dan sudah bisa baca tulis, kalian akan masuk ke akademi tingkat atas kelas 1. Tingkat atas akan sampai kelas 3 kemudian berlanjut ke tingkat akhir selama 4 tahun...” Tambah Frieren.


Mendengar ucapan Frieren, wajah Seiji dan Reiko kembali berubah, karena menurut mereka tingkat atas berarti sma di bumi dan mereka masuk dari kelas 1. Reiko langsung berbisik di telinga Seiji,


“Kok sama kayak di bumi nih...” Ujar Reiko berbisik.


“Iya...sampai kelas 3...” Balas Seiji.


“Duh...aku di bully lagi ga ya di sini...” Ujar Reiko.


“Huh ? kamu dulu di bully ?” Tanya Seiji.


“Um...iya, makanya aku mogok sekolah mulai dari kelas 2 dan berakhir seperti ini.” Ujar Reiko.


“Haah...aku juga di bully dulu...tapi tidak mogok.” Balas Seiji.


“Sekarang kalau kita di bully lagi gimana nii-chan ?” Tanya Reiko.


“Bunuh...yang penting ingat tujuan akhir kita.” Jawab Seiji.


“Oh benar juga, sekarang beda...” Balas Reiko.

__ADS_1


“Kalian kakak beradik kompak ya....” Tegur Emily yang melihat keduanya berbisik bisik tidak sopan.


Keduanya langsung menoleh melihat Emily dan bergeser, Frieren yang duduk di sebelah Emily menggelengkan kepalanya. Perjalanan ke kota Emerald sedikit jauh karena kota Emerald terletak persis di tengah benua dan di kelilingi oleh hutan, akses masuk ke sana hanya melewati hutan di wilayah utara dan mereka terpaksa memutar ke utara karena kota Durnce berada di timur.


Setelah melewati padang rumput yang luas, mereka sampai di sebuah kota yang merupakan kota yang memihak kerajaan Grandia bernama Figore, untuk mengisi perbekalan dan beristirahat. Emily mengajak Seiji dan Reiko turun masuk ke dalam penginapan untuk bermalam, setelah memesan kamar, Emily dan Frieren masuk ke dalam kamar. Seiji dan Reiko yang merasa lapar, turun ke bawah dan masuk ke dalam restoran, di dalam restoran, mereka melihat beberapa prajurit kerajaan Grandia sedang makan bersama dengan pedagang lokal.


“Kita jangan menarik perhatian ya...” Ujar Seiji berbisik kepada Reiko.


“Iya, aku mengerti...” Balas Reiko berbisik.


Keduanya masuk dan duduk di sebuah meja yang berada di ujung dan menyendiri, seorang pelayan menghampiri mereka, setelah memesan makanan mereka duduk diam sambil memperhatikan sekeliling. “Krieek.” Tiba tiba pintu restoran di buka, beberapa prajurit masuk ke dalam, mereka berdiri di sisi kanan dan kiri pintu, kemudian mereka melihat seorang anak muda yang berusia sekitar 17 tahun masuk ke dalam, dia memakai pakaian seperti seragam akademi yang di pakai oleh Emily, rambutnya pirang dan pendek, tapi wajahnya terlihat sangat sombong. Seiji dan Reiko yang melihatnya diam saja dan mengalihkan pandangan mereka melihat ke arah yang lain.


Tapi ternyata anak muda sombong itu malah duduk di sebelah mereka bersama dengan dua pengawal nya. Seorang pelayan yang masih muda menghampiri meja sebelah, setelah memesan makanan, pemuda itu memegang bagian belakang pelayan dan meraba rabanya dengan wajah yang mesum. “Klek.” Mendengar bunyi di sebrang nya, Seiji menoleh dan melihat Reiko sudah memegang sabitnya dengan wajah yang geram.


“Rei-chan, jangan....kita tidak boleh membuat keributan di sini..” Bisik Seiji.


“Tapi lihat tuh...kurang ajar....” Ujar Reiko berbisik.


Pelayan yang merasa risih itu langsung mengibaskan tangan pemuda itu dan berlari ke dalam. Tapi pemuda itu memberi kode pada seorang pengawalnya, pengawal itu langsung berdiri dan masuk kedalam. Tak lama kemudian, pengawal itu duduk kembali dan memberi tanda ok kepada pemuda itu.


Wajah pemuda itu langsung terlihat puas dan sombong. Akhirnya makanan pun keluar, seorang pelayan yang sudah berumur mengantarkan makanan kepada Seiji dan Reiko, pemuda sombong itu menoleh dan melihat keduanya, kemudian dia berdiri dan menghampiri Reiko.


Reiko tidak menganggapi nya makan dengan tenang, Seiji juga mengacukan pemuda yang berdiri di sebelah meja mereka. Tapi pemuda itu malah menarik kursi dan duduk di sebelah Reiko.


“Mau apa kamu ?” Tanya Reiko.


“Aku mau kamu...” Jawab pemuda itu.


“Hah ?” Balas Reiko.


“Nanti ke kamarku ya....pelayan tadi dan kamu sekalian, jadi malam ini aku bersama dua orang, tidak masalah, aku kuat kok.” Ujar pemuda itu.


“Hah ?” Balas Reiko.


“Kamu terlihat cantik dan seksi, aku tidak sabar untuk menikmati mu dan memberi mu kenikmatan.” Ujar pemuda itu lagi.


“Hah ?” Balas Reiko.

__ADS_1


“Hei, sebaiknya kamu hentikan ucapan konyol mu sebelum kamu terluka...” Ujar Seiji kepada pemuda itu sambil makan.


“Heh...aku tidak mengajak mu bicara, kalau kamu kekasihnya, aku akan bayar kamu...berapa yang kamu mau ?” Tanya pemuda itu.


“Sriiiing.” Tiba tiba sebuah sabit besar mengalungi leher pemuda itu, para pengawalnya di belakang langsung berdiri dan tangan mereka bersiap mencabut pedang, tapi pemuda itu mengangkat tangannya dan tersenyum.


“Baiklah baiklah aku tidak akan meneruskannya lagi....tapi aku peringatkan, aku sudah ingat wajah kalian, tidak ada yang pernah mengancam ku seperti ini, kalian akan menerima ganjarannya, camkan itu...” Ujar pemuda itu sambil berdiri.


“Siapa namamu ?” Tanya Seiji.


“Huh...orang rendahan seperti kalian tidak pantas menanyakan namaku...tapi aku beritahu, namaku Jerome Iereal Roderick, aku anak count Roderick dari kerajaan Grandia, kalian harusnya berlutut di hadapanku..” Ujar Jerome.


“Hah ?” Balas Seiji dan Reiko bersamaan. Tapi ketika keduanya mau berdiri,


“Wah wah...apa yang di lakukan Jerome-kun disini ?” Terdengar suara seorang wanita di belakang para pengawal Jerome.


Jerome menoleh dan melihat Emily sudah berdiri di belakangnya bersama dengan Frieren.


“Oh, Emily-sensei, kenapa anda ada di sini ?” Tanya Jerome.


“Aku hanya bermalan sehari disini sebelum ke akademi, lalu, ada urusan apa kamu dengan kedua murid ku, Jerome-kun ?” Tanya Emily ketus.


“Hoho jadi mereka murid mu...bagus sensei, aku hanya berkenalan saja. Kalau begitu, sampai bertemu lagi di akademi ya, kalian berdua dan ingat perkataan ku tadi.” Ujar Jerome sambil melangkah pergi bersama dengan dua pengawalnya.


Setelah Jerome keluar dari restoran, Emily dan Frieren duduk bersama dengan Seiji dan Reiko,


“Kalian tidak usah meladeni dia, dia bisa masuk ke dalam akademi karena koneksi dari ayahnya...” Ujar Emily.


“Aku mengerti Emily-san....” Balas Seiji.


“Dia menganggu kalian ya ?” Tanya Emily.


“Benar, dia mau macam macam dengan ku...” Jawab Reiko.


“Tenang saja, dia hanya besar di mulut, di akademi juga banyak yang tidak suka padanya, kita para guru sudah berkali kali menegurnya, tapi ya itu, karena koneksi ayahnya adalah wakil kepala akademi, tidak ada yang berani bertindak kepadanya.” Ujar Emily.


“Begitu ya, tenang saja Emily-san...kita berdua tidak masalah kok.” Balas Seiji yang melihat Emily sedikit cemas.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu, aku juga akan makan bersama kalian.” Ujar Emily sedikit lega karena dia takut dengan kejadian barusan, Seiji dan Reiko mengurungkan niat mereka masuk ke akademi.


Akhirnya mereka makan malam bersama dan beristirahat di kamar mereka. Tapi, Seiji dan Reiko tidak tidur, mereka melihat pelayan yang di goda oleh Jerome keluar dari penginapan. Seiji dan Reiko saling melihat, kemudian mereka melompat dari jendela dan berjalan mengikuti pelayan itu.


__ADS_2