
Kembali ke saat Seiji dan teman temannya baru masuk ke kamar dan berkumpul, di kamar Reiko dan Olivia, “Knock...knock..” Reiko membuka pintu kamar dan melihat Disela berdiri di depan kamar mereka.
“Boleh aku masuk ?” Tanya Disela.
“Masuk Dis-chan...” Jawab Reiko.
Disela masuk ke dalam dan Reiko menutup pintunya, setelah ketiganya duduk di lantai,
“Reena-chan, boleh aku bertanya ?” Tanya Disela.
“Tanya apa...” Jawab Reiko.
“Tadi kalian ke ruang kepala akademi untuk apa ? maaf kalau aku lancang.” Tanya Disela.
“Uh....sebenarnya tidak ada yang spesial, aku hanya menemani Solon-niichan.” Jawab Reiko.
“Aku juga sebenarnya ingin tahu sih, tadi kita susah mencari kalian berdua ketika ada kejadian di cafetaria.” Balas Olivia.
Karena melihat keduanya mendesak dan wajah mereka terlihat penasaran, akhirnya Reiko menceritakan apa yang dia dengar di ruang kepala akademi. Setelah mendengar nya, Olivia dan Disela terkejut,
“Awalnya aku bertanya karena kupikir kalian melaporkan ku karena mengajak mu duel....tapi rupanya kamu malah mengejutkan ku seperti ini.” Ujar Disela.
“Tapi di kartu ini aku tertulis sebagai alchemist...” Olivia mengeluarkan kartu pelajarnya.
“Aku juga sebagai blacksmith...mentang mentang aku dwarf, tapi entah kenapa, dari kecil aku suka sekali sama pedang....dan pedang ini buatan kakek ku...” Ujar Disela sambil mengeluarkan kartunya dan menunjuk pedang di punggungnya.
“Yah itu sebabnya kamu bisa menahan serangan ku Dis-chan walau terengah engah...” Ujar Reiko.
“Lalu kamu sendiri ? apa job mu Reena-chan ?” Tanya Disela.
“Uh....craftman...” Jawab Reiko.
“Itu kan di kartu...aslinya ?” Tanya Olivia.
Keduanya langsung mendekatkan wajah mereka ke wajah Reiko yang gelagapan, karena melihat kedua temannya mendesak dirinya,
“Baik...baik...aku...tidak punya job....atau sebutannya jobless...” Ujar Reiko.
“Hah..apaaa.” Teriak Disela dan Olivia.
“Tidak mungkin, mana ada orang yang tidak punya job...” Balas Disela.
__ADS_1
“Aku juga baru pernah mendengarnya.....masa sih....” Tambah Olivia.
“Benar, aku tidak bohong, sayang aku tidak bisa buktikan pada kalian...oh Solon-niichan juga sama...” Balas Reiko.
“Benar benar tidak bisa di percaya, tapi kekuatan kalian luar biasa....aku takjub, Solon-kun dengan mudahnya menghentikan serangan mu tadi di arena ketika melawan Disela-chan.” Ujar Olivia.
“Iya...dia memang sedikit lebih kuat dari ku...” Balas Reiko.
“Ternyata ada ya....yang seperti kalian...jujur saja, aku masih setengah percaya...” Ujar Disela.
Selagi ketiganya diam termenung dan berpikir, tiba tiba mereka mendengar suara gaduh di luar kamar mereka. Ketiganya berdiri dan mengintip keluar, mereka melihat beberapa siswi berlarian turun ke bawah, akhirnya ketiganya keluar kamar dan ikut turun ke bawah. “Kyaaaaah.” Ketika mereka sampai di bawah, mereka mendengar teriakan dari arah pintu asrama. Banyak siswi yang bersiaga di depan pintu masuk asrama, ketiganya menghampiri pintu menerobos kerumunan dan mengintip keluar, ternyata ada dua orang siswi di luar yang sedang terduduk dan di depan mereka ada seekor manusia banteng yang ukuranya sedikit lebih besar dari manusia pada umumnya dan bertanduk panjang dengan nafas memburu sedang mengincar keduanya.
“Monster ? kenapa ada monster di sini ?” Tanya Disela.
“Hmm...pasti keluar dari dungeon, berarti tidak ada yang menjaga dungeon...” Jawab Olivia.
Reiko berpikir bagaimana mengatasi monster yang semakin mendekat kepada dua siswi yang ketakutan itu, dia menggunakan skill analyze nya diam diam.
******************************
Nama : Lesser Minotaur.
Level : 108
Danger : Level 2 (B)
Weakness : Wind, Lightning
******************************
Kemudian dia mendapatkan ide, diam diam dia menggunakan skill summon nightmare yang merupakan familiar (peliharaan) nya. Di sebelah lesser minotaur di luar, terbuka sebuah lubang hitam yang besar, dari dalam lubang itu, keluar seekor kuda hitam jantan yang terlihat kekar dan besar, matanya mengeluarkan api berwarna biru, rambut, ekor dan ke empat kakinya juga terlihat seperti sedang terbakar api berwarna biru, di keningnya ada sebuah tanduk panjang berwarna merah. Kuda itu melihat ke arah lesser minotaur,
“Hiiiieeee.....” Kuda itu menaikkan kaki depannya persis di sebelah monster.
Melihat muncul seekor monster berwujud kuda yang besar dan mengerikan di sebelah monster itu, kedua siswi itu semakin berteriak ketakutan dan salah satu dari mereka langsung pingsan. Kuda peliharaan Reiko langsung menyerang monster dengan menyeruduknya menggunakan tanduk merah di keningnya. Lesser minotaur itu menghadang tanduk dengan kedua tangannya, tapi kekuatannya kalah dan kuda itu berbalik menendang perut monster dengan kedua kakinya membuatnya terpental jauh. Reiko langsung menarik Disela dan Olivia keluar dari asrama ketika monster terpental, kemudian mereka menarik kedua siswi itu masuk ke dalam. Monster kuda itu masuk kembali ke lubang hitam di tengah keramaian dan kepanikan. Setelah itu, Reiko bersama dua temannya keluar dari asrama untuk memburu monster yang terpental.
Ternyata monster itu terpental masuk ke dalam area asrama pria yang berada di sebelah asrama wanita, sebelum monster itu bangkit berdiri, Reiko mencabut sabitnya dan melompat menyerangnya, dia membelah dua monster itu dari atas ke bawah dengan sekali tebasan dan tidak ada yang menyadarinya kecuali Olivia dan Disela. Setelah monster itu menghilang menjadi abu, Reiko memungut batu sihirnya dan menyimpannya ke dalam item box.
“Wow....sekali tebas...tadi itu monster rank B kan.” Ujar Disela yang menghampiri Reiko.
“Kamu kuat sekali...inikah kekuatan tanpa job ?” Tanya Olivia.
__ADS_1
“Um...tolong rahasiakan ya....” Jawab Reiko.
“Tenang saja, aman...” Balas Disela sambil tersenyum.
“Aku janji tidak akan membuka rahasia ini...aku teman mu Reena-chan..” Tambah Olivia.
“Terima kasih kalian berdua....tapi sekarang kita jadi di asrama pria nih...hmm...aku ke kamar nii-chan deh....” Ujar Reiko.
“Kita berdua ikut...” Balas Disela.
“Iya, tidak mungkin kita kembali ke asrama sekarang, masih ramai...” Tambah Olivia.
*****
Kembali ke saat sekarang, Reiko, Olivia dan Disela menceritakan semuanya kepada Seiji, Cyriel, George dan Luther.
“Monster lepas ya....” Ujar Cyriel.
“Aku pernah dengar hal itu sering terjadi di akademi...” Tambah Luther.
“Jadi kalian kesini berlindung sementara ?” Tanya Seiji.
“Tidak, kita menghindari kerumunan di asrama, bisa bisa kekuatan dia di curigai nanti...” Ujar Disela menunjuk Reiko.
“Maaf, aku bertindak di luar kepentingan...” Ujar Reiko.
“Kami malah merasa tertolong Reena-chan, tidak usah di pikirkan, tapi aku penasaran, tadi itu kuda apa ?” Tanya Olivia.
“Kuda ?” Tanya George.
“Kuda hitam yang besar sekali dan kuat...benar benar keren...lihat, bulu kuduk ku masih berdiri saking seramnya wujud kuda itu...” Jawab Olivia sambil memperlihatkan lengannya.
Selagi Olivia dan Disela menjelaskan tentang kuda hitam berapi itu kepada Cyriel, George dan Luther, Seiji langsung mendekati Reiko dan berbisik di telinganya,
“Oi, kamu pakai jurusmu ?” Tanya Seiji.
“Terpaksa nii-chan...kalau aku keluar dan mengalahkan monster itu langsung, semua yang di asrama pasti melihatnya karena ramai sekali, monster itu lemah, sekali sabet mati.” Ujar Reiko berbisik.
“Haaaah...ya sudahlah...aku mengerti, memang lebih gawat kalau kamu terlihat.” Ujar Seiji berbisik dan memegang kepala Reiko.
“Kenapa kalian berdua berbisik ?” Tanya George.
__ADS_1
“Tidak apa apa...” Jawab Seiji dan Reiko bersamaan.
Setelah itu, karena melihat Olivia dan Disela yang juga merupakan teman sekelompok dan datang bersama Reiko, Seiji menceritakan semuanya kepada keduanya, seperti dia menceritakannya pada Cyriel, George dan Luther. Seiji juga minta bantuan yang sama kepada Olivia dan Disela, sekaligus memberitahu job mereka yang sebenarnya. Akhirnya malam itu, Reiko, Olivia dan Disela menginap di kamar Seiji dan Cyriel, sedangkan George dan Luther kembali ke kamar mereka masing masing. Keesokan harinya, kepala asrama menghukum mereka karena ketahuan melanggar peraturan.