Dark Savior

Dark Savior
Chapter 39


__ADS_3

Pulang sekolah, Seiji, Reiko dan Iroha pergi ke pos penjaga yang menjaga pintu masuk hutan di belakang akademi, mereka berniat menemui Emily yang berada di sana. Ketika sampai, “Knock...knock.” Seiji mengetuk pintu sebuah bangunan satu lantai yang panjang dan banyak jendela, bangunan itu seperti pagar yang membatasi komplek akademi dan hutan di belakangnya,  di tengah bangunan itu ada pintu gerbang besar yang tertutup rapat, pintu yang di ketuk Seijia adalah pintu biasa yang berada di sebelah pintu gerbang, pintu kecil di buka, Frieren berada di balik pintu,


“Silahkan masuk...” Ujar Frieren.


Seiji, Reiko dan Iroha masuk ke dalam mengikuti Frieren yang mengantar mereka ke ruang tempat Emily bekerja. “Knock..knock.” “Masuk.” Jawab Emily dari dalam. Frieren membuka pintunya dan mempersilahkan Emily masuk ke dalam. Terlihat Emily sedang memantau situasi pintu masuk hutan melalui jendela yang menghadap ke arah hutan. Mendengar suara di belakangnya, Emily berbalik dan menyambut kedatangan Seiji, Reiko dan Iroha.


“Selamat datang di pos penjaga hutan...” Ujar Emily.


“Apa kabar Emily-san...” Sapa Seiji berbasa basi.


“Aku baik baik saja, kalau kalian di sini berarti Lorien-sama sudah memberitahu kalian ya...” Ujar Emily.


“Benar, kita kesini mau mengambil pas untuk bisa menyebrang ke hutan...” Ujar Seiji.


“Baiklah...sebentar. Frieren bisa tidak mengambil kan pass mereka di luar ?” Tanya Emily kepada Frieren.


“Baik, ojousama...” Balas Frieren.


Kemudian Frieren keluar dari ruangan, Emily berdiri dan langsung mengunci pintunya, kemudian dia duduk di sofa yang berada di sebrang Seiji, Reiko dan Iroha.


“Baik, sekarang aku beritahu situasinya, Lorien-sama mungkin sudah menjelaskan kalau ada penyusup yang belakangan ini menyusup ke dalam hutan.” Ujar Emily.


“Benar Emily-san, dia sudah menjelaskan semuanya.” Balas Seiji.


“Sebenarnya aku yang minta kalian menyelidiki ini kepada Lorien-sama, aku tahu kalau Lorien-sama pasti mencurigai beberapa murid sma, tapi pendapat ku berbeda, aku mencurigai murid tingkat lanjutan dan aku mau mengkonfirmasi sesuatu...” Ujar Emily.


“Mengkonfirmasi apa Emily-san ?” Tanya Reiko.


“Solon-san benar benar sudah meninggal kan ?” Tanya Emily.


"Eh....." Seiji dan Reiko kaget mendengar pertanyaan Emily.


Seiji langsung menoleh melihat Reiko yang juga sudah menoleh melihat dirinya, keduanya menjadi bertanya tanya kenapa Emily mengajukan pertanyaan seperti itu,


“Aku yakin, karena terjadi di depan mataku...” Jawab Seiji berusaha meyakinkan Emily.


“Baik, sekarang aku minta kalian melihat gambar ini....” Ujar Emily.


Dia mengeluarkan sebuah gambar dari dalam tas nya, gambar itu adalah gambar sihir yang di ambil oleh seorang penjaga ketika sedang berjaga dan menyaksikan orang yang di anggap penyusup itu. Seiji, Reiko dan Iroha yang melihat gambar sihir itu langsung terkejut, yang mereka lihat adalah seorang pria yang mengenakan sebuah jubah, bersenjatakan double axe di punggungnya dan memiliki rambut panjang hitam panjang yang di ikat di belakang, wajahnya yang terlihat dari samping memang mirip seperti Seiji di usianya yang ke 18 tahun dan memiliki mata merah. Reiko dan Iroha yang sudah di ceritakan semuanya, menoleh melihat Seiji yang mereka tahu jelas kalau Seiji adalah Solon sewaktu 10 tahun lalu.


“Ini tidak mungkin.” Guman Seiji.


“Tapi ini yang di ambil oleh penjaga yang bisa menggunakan sihir ketika sedang mengawasi hutan beberapa hari lalu. Orang ini terlihat masuk ke dalam dan beberapa jam kemudian dia keluar lagi.” Balas Emily.


“Mirip Solon-niichan...” Ujar Reiko pura pura.


“Itu makanya aku menanyakan hal itu kepada kalian dan aku minta kalian yang membantu ku di sini kepada Lorien-sama. Maaf membuatmu terlibat Iroha-chan...” Ujar Emily.


“Tidak apa apa onee-chan...” Balas Iroha.


“Tapi wajah ini....dimana aku pernah melihatnya...” Gumam Seiji sambil melihat gambar sihir dan mengamatinya.


“Kamu kenal nii-chan ?” Tanya Reiko berbisik.


“Mungkin...” Jawab Seiji berbisik.

__ADS_1


“Jadi aku minta kalian masuk ke dalam dan mengawasi di dalam, kalau melihat prestasi kalian, tentunya kalian kuat melawan monster di dalam hutan.” Ujar Emily.


“Baik Emily-san, sekarang juga kami masuk ke dalam...” Ujar Seiji.


Setelah berpamitan, ketiganya keluar dan berjalan menuju gerbang, Frieren sudah menunggu disana dan memberikan pass pada mereka. Setelah itu, beberapa penjaga membuka gerbang sedikit,


“Kami pergi...” Ujar Seiji dan Reiko kepada Frieren.


“Hati hati ya Solon-sama, Reena-sama, Inggrid-sama, kalau ada apa apa langsung kembali ke gerbang.” Ujar Frieren.


“Baik, terima kasih Frieren-san.”


Seiji, Reiko dan Iroha melangkah keluar gerbang, mereka melihat hamparan hutan di depan mereka dan sebuah jalan setapak di tengahnya. Gerbang kembali di tutup, ketiganya melangkah maju berjalan menuju jalan setapak di tengah hutan yang lebat.


“Jangan jangan kamu punya saudara kembar lagi nii-chan...” Ujar Reiko kepada Seiji.


“Hah...darimana, aku anak tunggal....tapi kenapa wajahnya mirip aku ya ?” Tanya Seiji.


“Itu dia, mungkin saja dia kakak mu yang sudah lama tidak bertemu dan kemudian bertemu di sini....” Jawab Reiko.


“Kamu terlalu banyak baca novel....tidak mungkin ada yang seperti itu...” Ujar Seiji.


“Loh kita buktinya kan...” Balas Reiko.


“Kalau di pikir pikir kamu benar juga...” Balas Seiji.


“Anoo...mungkin aku tahu....” Ujar Iroha menyela.


Seiji dan Reiko menoleh melihat Iroha yang berjalan di tengah tengah mereka berdua,


“Kalau boleh jujur, aku punya kakak sepupu laki laki, wajahnya sangat mirip dengan mu Seiji-niichan, ingat tidak ketika aku keluar dari semak semak, aku sempat tertegun dan menangis melihat mu sebelum aku berlari melewati mu ?” Tanya Iroha.


“Iya, sebelum aku mati...” Ujar Seiji.


“Aku tertegun karena sosok kamu mirip dengan kakak sepupu ku yang mengasuhku ketika keluarga ku meninggal, dia menampungku di apartemen nya, karena itu pacarnya yang waktu itu tinggal bersama nya menjadi marah dan meninggalkannya, tapi demi aku dia bekerja keras sampai akhirnya meninggal ketika aku berumur 17 tahun, dia meninggal di umur 23 tahun karena kecelakaan.” Ujar Iroha.


Mendengar cerita Iroha, Seiji dan Reiko berhenti melangkah, mereka langsung berbalik melihat ke arah Iroha.


“Tunggu dulu.....kamu bilang kakak sepupumu mirip Sei-niichan ? lalu alasan pacarnya meninggalkannya karena mau membawamu masuk ke apartemen ?” Tanya Reiko.


“Iya benar nee-chan...kenapa nee-chan.” Jawab Iroha.


“Um...maaf nih, apa nama kakak sepupumu Hitoshi Sekiguchi ?” Tanya Reiko.


“Loh kok nee-chan tahu ? aku kan belum sebut nama...” Jawab Iroha dengan wajah bingung.


“Sekiguchi ? dimana aku pernah mendengar nama itu.” Tanya Seiji sambil berpikir.


Reiko langsung menutup wajahnya yang merah membuat Seiji dan Iroha menjadi bingung melihatnya. Tapi Seiji langsung meduganya,


“Oi Rei-chan, jangan jangan pacarnya yang meninggalkan nya....” Ujar Seiji.


“Iya....itu aku....hidupku hancur setelah meninggalkannya karena aku pulang ke rumah suami tante ku.” Balas Reiko.


“Eh...nee-chan pacar oniisan yang dia ceritakan dan meninggalkannya ?” Tanya Iroha.

__ADS_1


Reiko mengangguk dan berbalik sambil menutup wajahnya, Iroha langsung berjalan ke depan Reiko dan memeluknya,


“Kenapa nee-chan meninggalkannya ? gara gara dia menampungku ? aku tidak punya saudara lagi selain dia...kok kamu tega nee-chan.” Ujar Iroha.


“Aku putus dengan nya karena suatu alasan dan bukan karena kamu...” Ujar Reiko.


“Alasannya apa ? dia sedih, dia kerja mati matian demi melupakan nee-chan dan akhirnya dia meninggal karena kecelakaan ketika pulang dari kantor. Aku tahu dia pasti kelelahan sampai tidak berkonsentrasi.” Ujar Iroha.


“Kamu pasti marah kalau aku katakan alasannya...” Ujar Reiko.


“Apa nee-chan, aku penasaran...” Balas Iroha kesal.


“Alasannya dia...” Ujar Reiko sambil menunjuk Seiji.


“Aaaah benar juga, Sekiguchi-san, senior ku di kantor ketika aku baru kerja, kita sering di panggil anak kembar dan banyak yang salah memanggil kita berdua di kantor, sayang dia meninggal tertabrak mobil...eh...kenapa menunjuk ku begitu ?” Tanya Seiji karena melihat wajahnya di tunjuk Reiko.


“Kamu lupa kan pernah mengantar Hitoshi-san ke apartemen ketika dia mabuk dan bertemu dengan ku ? kalian berdua seperti anak kembar...memang sih saat itu aku juga tidak kenal kamu.” Ujar Reiko.


“Pernah ya ? aku lupa...tapi aku ingat dia, aku datang ke pemakamannya waktu itu.” Ujar Seiji.


“Eh...aku ada di pemakaman nya loh...” Ujar Iroha.


“Waktu itu aku tidak datang karena di larang suami tanteku....” Balas Reiko.


“Kalau gitu alasan nee-chan putus dengan sepupuku karena nii-chan ?” Tanya Iroha.


“Benar, ketika dia datang mengantar Hitoshi-san yang mabuk pulang, aku masih belum tahu apa apa dan biasa saja, tapi ketika aku tanya yang mengantar siapa dan  Hitoshi-san menjawab dia bernama Seiji Kawamura bawahannya, hati ku langsung berdebar, orang yang selama ini aku cari muncul....perasaan ku pada kakak sepupumu mulai goyah dan aku tidak mau menyakitinya lebih lama lagi, itulah alasanku pergi, aku memang egois...” Ujar Reiko.


“Kalau gitu, alasan nee-chan berpacaran dengan oniisan karena mirip Seiji-nii-chan ?” Tanya Iroha.


“Iya benar, Hitoshi-san adalah senior waktu aku sma, karena aku sering di bully dan karena dia mirip Sei-niichan, aku jadi berpacaran dengannya...memang sih sebelum putus dia mengatakan akan membawa sepupunya masuk, aku malah memanfaatkan momen itu untuk meninggalkannya, maafkan aku Iroha-chan.” Jawab Reiko.


“Huuuh....tidak apa apa nee-chan, aku mengerti kok...” Ujar Iroha.


“Iroha-chan, aku tahu kamu pasti marah sama Rei-chan, tapi alasan senpai bekerja keras bukan karena dia ingin melupakan Rei-chan, dia sudah move on dan sudah memiliki pacar lagi yang merupakan teman sekantor dan senior ku juga walau berbeda divisi, umur pacarnya setahun lebih tua dari ku dan setahun lebih muda dari senpai....Senpai bekerja keras bukan karena kemauan dia, karena memang perusahaan tempat kita bekerja itu black company...ketika dia meninggal dan aku menggantikan tugasnya, barulah aku merasakan betapa beratnya jadi dia..” Balas Seiji sambil memegang kepala Iroha.


“Benarkah Seiji-niichan ?” Tanya Iroha.


“Benar, aku tidak bohong, alasan kita bertemu di taman juga karena aku baru pulang semalam itu dari kantor...” Jawab Seiji.


Iroha terdiam, Seiji dan Reiko juga terdiam, ketiganya tidak bicara apa apa dan meneruskan perjalanan mereka, tiba tiba,


“Haaah....Seiji-niichan, Reiko-neechan, maafkan aku, aku terbawa emosi, kita bisa bertemu di sini bukan kebetulan...aku bersyukur aku bertemu kalian...jadi tolong biasa lagi ya...” Ujar Iroha sambil menggandeng tangan Seiji dan Reiko.


“Iya Iroha-chan, maafkan aku ya...” Ujar Reiko.


“Aku maafkan Reiko-neechan...” Balas Iroha.


“Baiklah, sekarang kita cari sepupumu....” Balas Seiji.


“Iya nii-chan....” Balas Iroha.


Ketiganya mulai melangkah masuk ke dalam jalan setapak untuk masuk lebih dalam ke dalam hutan. Tapi di dalam benak Seiji dan Reiko,


“Dewi keparat....beraninya dia mempermaikan perasaan orang...” Ujar Seiji dan Reiko di kepalanya sambil melirik Iroha yang berjalan di tengah.

__ADS_1


__ADS_2