Dark Savior

Dark Savior
Chapter 59


__ADS_3

Setelah reuni yang menyentuh, Floren dan Victoria keluar dari rumah, mereka meminta Seiji, Reiko, Iroha, Hitoshi dan Chizuru masuk ke dalam, ke limanya masuk ke dalam, setelah duduk di ruang tamu,


“Solon-san, Reena-san, Harold-san, Inggrid-san, Celes-san, aku dan mama berniat pergi ke kota Emerald untuk menemui adik ku di akademi, boleh aku minta bantuan sekali lagi untuk mengantar kita kesana ? kami harus keluar dari kerajaan tanpa sepengtahuan papa.” Ujar Floren.


Ke limanya berpikir, mereka sebenarnya ingin kembali ke kota Durnce untuk bertemu Renola dan memulai pelatihan mereka, tapi tiba tiba,


“Oi kenapa lama jawabnya, kalian juga harus ke akademi, situasi di akademi sedikit mengkhawatirkan karena lepasnya selubung, aku sekarang ada di kota kuno, cepat datang kesini ya....jangan mampir kemana mana...” Ujar Renola di kepala mereka.


“........” Seiji, Reiko, Hitoshi dan Iroha tertunduk diam.


“Siapa ?” Tanya Chizuru.


“Baba...” Jawab ke empatnya.


“Hah...baba ?” Tanya Chizuru lagi.


“Ya...baba...” Jawab ke empatnya lagi.


“Satu lagi, oi Celes, sekarang namamu Celes Archiel, kamu kelas 2 sma di akademi...jangan protes....sudah ya.” Tambah Renola.


“Oh baba....” Ujar Chizuru.


Ke empatnya mengangguk, kemudian ke limanya langsung melihat kepada Floren dan Victoria yang bingung melihat ke limanya.


“Baiklah, kita kebetulan juga harus kembali ke akademi, tugas sudah selesai jadi harus kembali bersekolah.” Ujar Seiji.


“Terima kasih Solon-san....” Balas Floren menunduk.


Tiba tiba, “Brak.” Pintu ruang tamu di buka kencang, Seiji, Reiko, Iroha, Hitoshi dan Chizuru menoleh melihat siapa yang datang, ternyata Albert datang dengan wajah cemas, keringatan dan nafas terengah engah.


“Ojousama......” Ujar nya.


“Aku tidak apa apa Albert....” Balas Floren.


Albert langsung berlutut dan terlihat lemas, sepertinya ketika dia bangun di penginapan, dia melihat Floren tidak bersamanya dan dia panik mencari Floren. Edward masuk di belakang Albert dan menutup kembali pintunya, kemudian dia membantu Albert berdiri,


“Terima kasih...nii-san.” Ujar Albert.


“Eh...kalian berdua adik kakak ?” Tanya Reiko.


“Benar, dia adik ku yang paling kecil, Albert...” Ujar Edward.


“Kita delapan bersaudara laki laki dan semuanya pelayan (buttler), Edward-niisan adalah anak kedua.” Ujar Albert.


“Wow...hebat...” Gumam Iroha.


“Terima kasih...ehem...ojousama, untuk perjalanan, aku dan nii-san sudah menyiapkan kereta di luar kota, kita sudah bisa berangkat kapan saja...” Ujar Albert kepada Floren.


“Baiklah Albert, aku dan mama akan bersiap siap dulu...terima kasih...” Balas Floren.


“Sudah tugas ku, ojousama....” Albert menunduk.


Tiba tiba tanah bergetar, dinding gua rontok dan terdengar bunyi kencang di luar, Seiji, Reiko, Iroha, Hitoshi dan Chizuru langsung berdiri. Mereka meminta Floren dan Victoria bersiap siap, mereka mengatakan kalau mereka akan keluar melihat keadaan. Setelah itu, ke limanya berlari keluar rumah dan berlari mengarah keluar dari tambang dengan kecepatan tinggi. Ketika sudah keluar, “Bum.” Tedengar suara ledakan kencang, mereka menoleh ke depan, ternyata yang di serang adalah kota Nihelm oleh tiga orang yang terbang di udara. Chizuru yang memiliki eagle eye langsung melihat siapa tiga orang itu.


“Seiji-kun, tiga orang itu....nampak seperti orang jepang....seorang wanita yang terbang memakai sapu, seorang pria yang nampak seperti preman dan seorang pria berkacamata yang sepertinya...vampir...” Ujar Chizuru.


“Immortals....pasti.” Ujar Reiko.


“Ya immortals gadungan....gimana Seiji....” Ujar Hitoshi.


“Hajar....benar kan Sei-nii....” Ujar Iroha.

__ADS_1


“Tentu saja.....kita ke tengah kota dulu....” Ujar Seiji.


Kelimanya langsung berlari menuju kota, terlihat ketiga orang itu turun mendarat di kota, kemudian ledakan demi ledakan terjadi di dalam kota. Ketika kelimanya kembali ke kota, mereka melihat keadaan memilukan, banyak budak yang terbunuh dan bergelimpangan di jalan walau sudah bebas. Chizuru menoleh dan melihat gedung penginapan tempat selama ini dia bernaung terbakar, dia langsung memisahkan diri dan lari ke dalam. Sementara itu, Seiji, Reiko, Iroha dan Hitoshi berhadapan dengan tiga orang yang turun dari langit dan menyebabkan kerusakan ini,


“Hei, mau apa kalian, percuma, kalian tidak bisa melawan kami...” Ujar seorang pria yang berdiri di depan dengan wajah preman dan bersenjatakan pemukul basebal yang di lilit kawat berduri.


Melihat wajah pria itu, Iroha langsung meradang, tangannya mengepal dan wajahnya menjadi sangat merah,


“Kamu.......kenapa kamu di sini....” Teriak Iroha geram.


Pria itu terdiam, dia memajukan kepalanya dan melihat ke arah Iroha, wajahnya langsung tersenyum, dia mengenali Iroha walau Iroha terlihat seperti anak berusia 12 tahun,


“Ah...Iroha-chan....setelah mati kamu disini...hahahaha...bagus, ayo kita bersama lagi Iroha-chan...” Dengan santai pria itu berjalan mendekat kepada Iroha.


Tapi tiba tiba Seiji langsung berdiri di depan pria itu dan mendekatkan wajahnya yang geram,


“Kamu yang menusuk ku kan waktu itu....” Ujar Seiji.


“Wah yang mana ya, aku lupa....banyak soalnya yang sudah ku tusuk, bisa minggir ? aku mau reuni dengan kekasihku...” Ujar pria itu.


“Kamu jangan macam macam ya....” Seiji menjenggut pakaian pelindung pria itu.


Iroha maju dan memegang tangan Seiji yang sedang menjenggut pelindung pria itu dan melepaskannya,


“Iroha-chan ? kamu....” Ujar Seiji heran.


“Biar aku urus dia, Sei-nii....ku mohon....” Ujar Iroha menatap pria itu.


“Ok...hati hati...” Ujar Seiji yang langsung mundur.


“Hehehe Iroha-chan, kita bisa bersama lagi, aku terharu....”


Pria itu maju dan berniat memeluk Iroha dengan membuka tangannya lebar lebar, tapi langkahnya terhenti karena di dagunya ada sebuah pedang katana terhunus yang merupakan tangan Iroha,


“Hoo...jadi kamu dendam padaku....tidak masalah Iroha-chan, aku akan kalahkan kamu dan menjadikan kamu milik ku sekali lagi hehehe.....”


Iroha langsung menyabetkan pedangnya, Muto melompat mundur ke belakang, dia mulai memegang pemukul basebalnya dan memasang kuda kudanya, Iroha merubah dirinya menjadi manusia bayangan dan langsung menghilang, dia muncul di belakang Muto dan menyabetkan katana nya, Muto mengangkat pemukul baseballnya ke belakang kepalanya menangkis sabetan katana Iroha.


“Oi oi Iroha-chan, tenang saja jangan terburu buru...heheh...kamu nafsu sekali, sama seperti dulu.” Ujar Muto.


“Diaaaam...” Teriak Iroha.


Pertarungan langsung berlangsung seru, pemukul basebal beradu dengan katana, pertarunagan mereka dari tanah sampai naik ke udara, keduanya terus saling menyerang dan bertahan. Sementara itu, Seiji, Reiko dan Hitoshi berhadapan dengan seorang gadis yang memakai pakaian penyihir lengkap dengan topi tingginya membawa sapu dan seorang pria berjubah hitam yang memakai kacamata, pria itu memegang tengah kacamatanya dengan kedua jarinya,


“Jadi kalian mau apa ? membantu dia ?” Tanya Seiji menunjuk Muto dah Iroha yang sedang bertarung.


“Tidak, kami sebenarnya hanya di tugasi menyelidiki kota ini, karena di ibukota juga banyak budak yang terlepas...serangan ke kota ini semua di lakukan oleh Muto.” Ujar pria berkacamata itu.


“Siapa nama kalian....” Ujar Hitoshi.


“Namaku Makoto Tenkujin.” Jawab Makoto.


“Dan aku Rena Mitsushine....salam kenal semua...” Tambah Rena ceria.


Seiji, Reiko dan Hitoshi menggunakan skill analyze mereka kepada Makoto dan Rena.


***************************************


Nama         : Makoto Tenkujin.


Race           : Human.

__ADS_1


Job             : Swashbuckler.


Level          : 400 / 500


Power        : 45.000.000.


Skill           : Error.


Trait           : Error.


***************************************


Nama         : Rena Mitsushine.


Race           : Human.


Job             : Great wizard.


Level          : 380 / 500


Power        : 39.000.000.


Skill           : Error.


Trait           : Error.


***************************************


“Makoto-kun, ada yang aneh, aku tidak bisa melihat status mereka....” Ujar Rena.


“Hmmm....” Balas Makoto.


“Kenapa ? ga bisa ngintip ya...” Ledek Reiko.


Rena tersenyum, tapi tiba tiba dia mengangkat sapunya dan dari ujung gagangnya keluar sebuah bola api besar menembak ke arah Reiko. Hanya dengan mengibaskan tangannya, bola api itu terpental ke atas,


“Bola api ya, berarti kamu kan yang membakar kota ini...” Ujar Reiko.


“Oh ketahuan ya...tee hee....” Rena langsung sok imut dengan gaya nya.


Tiba tiba sebuah sinar komet putih besar melesat ke arah Rena, dengan susah payah Rena mencoba menghindar, tapi dia tidak bisa menghindar, dia menangkis nya dengan sapu dan terpental jauh. Makoto menoleh melihat temannya terpental, ketika menoleh lagi ke depan, Seiji sudah di depan wajahnya,


“Hoi...dalam pertarungan jangan menoleh kemana mana...” Ujar Seiji tersenyum.


Langsung saja Seiji memukul perutnya, Makoto menghindarinya dengan melompat ke belakang, dia langsung memasukkan kedua tangannya ke jas nya dan mencabut dua buah pistol dari dalam jas nya, Seiji tersenyum, dia juga mencabut dua buah pistolnya, keduanya langsung saling menembak dan menghindar dari jarak dekat dengan gaya beladiri. Sementara itu, di sebuah bangunan runtuh akibat terhantam Rena yang terpental,


“Waduh.....apa itu barusan....” Ujar Rena yang berdiri sambil membersihkan pakaiannya.


“Huh...masih hidup....” Ujar seorang wanita yang mendekat dari balik asap.


“Hei hei...kok main serang saja....adu duh....payah ah...” Ujar Rena santai.


“Kamu kan yang membakar kota ini....” Wanita yang keluar dari asap itu ternyata Chizuru yang sedang memegang busurnya.


“Hehehe habisnya budaknya lepas, apa boleh buat kan, perintah nya kan tangkap budaknya atau bunuh mereka, gampangan bunuh kan hehehehe.” Ujar Rena tertawa.


“Kurang ajar.....”


Chizuru menaikkan busurnya dan menariknya, sebuah panah sinar keluar di tengahnya, dia langsung menembakkan panahnya ke arah Rena yang melompat lompat menghindar sambil memegang topi nya. Rena langsung menaiki sapunya dan terbang ke angkasa.


“Air walk.....boots ku yang cantik tolong ya...”

__ADS_1


Chizuru berlari di udara, boots bersayap nya mulai mengepakkan sayapnya dengan kencang kemudian Chizuru melompat untuk lepas landas di udara menyusul Rena yang sedang berputar putar di udara.  Keduanya saling menembak menggunakan sihir dan busur sambil saling mengejar di udara.


Sementara itu, Reiko dan Hitoshi mengawasi jalannya tiga pertarungan di alun alun, tiba tiba, “Bruk..bruk..bruk..” Terdengar suara derap langkah para ksatria yang sedang berbaris. Reiko dan Hitoshi menoleh kebelakang, ternyata pasukan ksatria kerajaan Grandia yang berasal dari garnisun di dekat kota Nihelm masuk melalui gerbang belakang, sepertinya mereka di utus untuk membantu ketiga orang yang sedang bertarung itu. Reiko menoleh melihat Hitoshi yang juga sedang melihatnya. Keduanya tersenyum dan menempelkan tinju mereka, kemudian Reiko dan Hitoshi berjalan maju menyambut ratusan ksatria yang baru masuk dari gerbang belakang.


__ADS_2