
Pertarungan masih berlangsung seru, Iroha terus mengejar dan menyerang Muto yang terlihat meremehkannya dan terus memprovokasi Iroha dengan kata kayanya, tapi dia terus mundur karena terdesak oleh serangan Iroha yang bertubi tubi,
“Aduh...agresif sekali wanita ku ini....” Ujar Muto.
“Siapa wanitamu....mati kamu....” Balas Iroha.
“Hehehe aku suka dengan sifatmu yang seperti ini hehehe....” Ujar Muto sambil tersenyum licik.
“Mati kamu ...mati kamu...mati kamu....” Teriak Iroha sambil terus menyerang dengan kedua katananya.
Muto menangkis setiap serangan Iroha, karena sudah sangat terdesak, akhirnya dia menyabetkan pemukul baseball nya ke arah Iroha yang menangkisnya dengan pedang, setelah itu, tinju berapi Muto sudah berada di depan wajah Iroha, kaget melihat tinju besar berapi di depan wajahnya, Iroha memutar dirinya dan melemparkan dirinya sendiri jatuh ke tanah, kemudian dia berguling dan bersiap lagi.
“Hehehe kamu mengerti Iroha-chan, kalau aku membalas dari tadi kamu sudah kalah...aku menerima pukulan mu karena aku mencintai mu....ayo, kita bisa bersama lagi di dunia ini...”
“Iroha-chan...jangan terpancing....dia lemah....” Teriak Seiji yang melewatinya sambil beradu tembakan dengan Makoto.
Mendengar perkataan Seiji, Iroha berdiri tegak, dia melepas kuda kuda nya dan menggunakan skill analyzenya kepada Muto.
***************************************
Nama : Muto Togari.
Race : Human.
Job : Stylish Fighter.
Level : 420 / 500
Power : 48.000.000.
Skill : Error.
Trait : Error.
***************************************
Iroha yang melihat status Muto tersenyum, dia melihat ke atas dan menarik nafas dalam dalam.
“Bodohnya aku....bisa terpancing dengan makhluk seperti ini....terima kasih Sei-nii...” Ujar nya sambil tersenyum.
Iroha langsung melihat Muto dengan tatapan yang nanar siap membunuh, Muto yang melihat tatapan Iroha sedikit terkejut, senyum di wajahnya menjadi senyuman yang getir.
“Iroha-chan ?” Tanya Muto.
“Apa ? maaf, aku tadi terbawa emosi...sekarang aku akan mengurusmu...” Jawab Iroha sambil tersenyum.
Hawa dingin langsung menerpa tubuh Muto dan membuatnya menggigil, dia merasakan kengerian luar biasa yang terpancar dari Iroha di depannya yang tersenyum kepadanya.
“Ha..ha...ha...Iroha-chan, kamu bercanda kan ? aku pacarmu loh...” Ujar Muto mundur.
Tanpa memperdulikan celoteh Muto, Iroha melangkah maju, kedua tangannya kembali menjadi normal, tapi dia membuka tapaknya dan sebagian pakaiannya menjadi sebuah tombak, dia langsung memutar tombak dengan senyum di wajahnya.
“Oi oi...jangan bercanda Iroha-chan, kamu tahu kan jadinya kalau kamu menentangku...aku berkuasa atas kamu...kamu pacarku, kamu milik ku, selamanya.” Ujar Muto yang semakin mundur.
Iroha terus berjalan maju secara perlahan sambil memutar tombaknya dan terus menatap Muto.
“Urgh....baik baik, aku akan bersama mu, aku tidak akan selingkuh lagi seperti dulu...tolong dengarkan aku...” Teriak Muto mulai ketakutan.
Keringat deras mulai membasahi wajah Muto, matanya mulai bergulir mencari celah untuk melarikan diri, tapi Iroha terus maju menatapnya. Akhirnya karena sudah mulai putus asa, dia menggenggam erat erat pemukul baseballnya dan memegangnya dengan kedua tangannya. Dia melompat menyerang Iroha,
“Aaaaah....mati kamu Iroha-chan....” Teriak Muto.
Langkah Iroha terhenti, dia menunduk dan berdiri tegak, pemukul baseball Muto sudah berada di atasnya, tiba tiba matanya terbuka dan “Sriiing.” Iroha melewati Muto dengan tombak sudah berputar di belakang bawah, mata tombaknya terlihat merah dan meneteskan darah. Muto mendarat dan berbalik,
__ADS_1
“Iro...ha...chan....aku....”
Belum selesai Muto berbicara, tubuhnya terpisah di tengah karena terbelah dari kepala sampai ************ membuatnya tewas seketika. Iroha berdiri tegak dan memutar tombaknya membersihkan darah yang menempel pada mata tombak nya. Dia terdiam dan air matanya mulai menetes, dia menoleh ke atas melihat Chizuru yang masih adu tembakan sihir dengan Rena.
*****
Di udara, Chizuru terbang mengejar Rena yang terbang menggunakan sapunya sambil terus menembakkan busurnya, beberapa tembakannya hampir mengenai Rena,
“Waaaa...hati hati dong...” Teriak Rena marah marah.
“Diam, berhenti terbang dan lawan aku....” Teriak Chizuru.
“Malas...aku tidak suka gyaru....” Teriak Rena.
“Keparat.....”
Chizuru terus mengejar sambil menembaki Rena, tiba tiba Rena menukik ke bawah sehingga Chizuru yang sedang terbang kencang melewatinya, tiba tiba Rena naik lagi dan mulai menyerang dengan tembakan bola api dan jarum es dengan jumlah yang banyak kepada Chizuru.
“Kurang ajar....” Ujar Chizuru sambil menghindari tembakan Rena.
“Hahaha rasakan, emang enak di tembakin....” Ujar Rena sambil terus menembak.
Chizuru terbang ke kanan dan ke kiri, dia terus terbang zig zag demi menghindari tembakan sihir yang banyak. Akhirnya karena terlalu banyak tembakan yang di lancarkan Rena, sebuah bola api bersarang di punggung Chizuru dan meledak, membuat Chizuru kehilangan keseimbangan dan jatuh menukik ke bawah. “Bruaak.” Chizuru jatuh di penginapan tempat dia bekerja setelah menerobos atap nya. Dia jatuh menimpa meja di tengah kobaran api, dengan perlahan Chizuru berusaha bangkit, dia menopang dirinya menggunakan busurnya yang besar.
“Kurang ajar....kurang ajar....kurang ajar....” Pikirnya dalam hati sambil menggigit bibirnya sendiri.
Tiba tiba, dinding di jebol, Iroha masuk ke dalam penginapan yang sedang terbakar dan langsung menghampiri Chizuru.
“Chi-nee....aku bantu...” Ujar Iroha.
“Jangan ikut campur....dia bagian ku...” Balas Chizuru sambil berusaha berdiri.
Melihat Chizuru yang marah dan memaksakan diri, Iroha langsung merangkul Chizuru dan membantu nya berdiri,
Ekspresi wajah Chizuru yang awalnya terlihat garang karena marah, mendadak menjadi sedikit lebih tenang, dia menoleh melihat wajah Iroha yang sedang memapahnya sedang tersenyum melihat dirinya. Chizuru tersenyum dan melepaskan diri dari rangkulan Iroha.
“Terima kasih Iroha-chan....aku pergi dulu....” Ujar Chizuru.
“Hajar dia Chi-nee....” Balas Iroha sambil mengacungkan jempolnya dan mengedipkan sebelah matanya.
Chizuru yang tersenyum mengangguk, dia melihat ke atas dan langsung melesat terbang menerobos langit langit dengan kecepatan tinggi. Setelah Chizuru pergi, Iroha langsung melesat keluar dari penginapan untuk membantu yang lain. Di udara, Rena sedang berputar putar sambil bernyanyi karena merasa sudah menang. “Swoosh.” Tiba tiba Chizuru berdiri di udara persis di depan Rena.
“Eh masih hidup ? wow...jangan nyusahin dong, kalau mau mati mati saja....” Ujar Rena meledek.
Chizuru hanya menunduk dan tidak membalas ucapan Rena, dengan sengaja Rena terbang memutari Chizuru sambil terus meledek nya, kemudian Rena mengangkat tangannya, muncul banyak lingkaran sihir di udara dengan bola api siap menembak,
“Sekarang kamu mati ya...aku masih banyak pekerjaan.”
Seluruh lingkaran sihir yang berjumlah puluhan itu menembakkan bola api serempak ke arah Chizuru yang diam saja tidak bergerak. “Duar..duar...duar.” Bola api berledakan menimbulkan asap tebal.
“Hehehe hahahaha....mati juga akhirnya...makanya jangan berani berani mulai menyerang Rena sang immortal...” Ujar Rena bangga dan riang.
“Haaah...mengecewakan, kupikir kuat.....ternyata hanya segitu.” Ujar Chizuru.
Rena yang kaget langsung melihat ke arah asap yang masih mengepul, terlihat cahaya putih dari dalam asap, ternyata Chizuru masih berdiri dengan tiga lingkaran sihir besar berputar melingkari dirinya.
“A..apa itu ? kenapa bisa ? itu tadi sihir terkuatku....” Ujar Rena terkejut.
“Haaa...itu terkuat ? aduh...dan kamu mengaku sebagai immortal ? kasihan sekali...” Ujar Rena.
“Di..diam....rasakan ini....”
Rena mengangkat tangannya, puluhan lingkaran sihir kecil berwarna merah kembali terbuka di udara. Chizuru tersenyum,
__ADS_1
“Baiklah, karena kamu memaksa, rasakan kekuatan immortals yang sebenarnya...” Ujar Chizuru.
Dia mengangkat busurnya, ratusan lingkaran sihir berukuran putih dan mengeluarkan sinar terang muncul di belakang Chizuru. Rena yang melihatnya langsung menelan ludah, Chizuru tersenyum melihat Rena dengan tatapan tajam siap membunuh.
“Se..seraaaaang....fire ball....” Teriak Rena.
Puluhan lingkaran sihir di belakangnya menembakkan ratusan bola api ke arah Chizuru. Tapi sebelum rentetan bola api itu sampai kepada Chizuru,
“Magic homing missile....”
Chizuru menurunkan busurnya, komet komet putih keluar dari ratusan lingkaran sihir di belakangnya menghantam seluruh bola api yang di tembakkan Rena. Sisa komet komet putih kecil itu langsung menuju ke arah Rena. Tanpa menunda lagi Rena menghindar terbang menjauh, tapi puluhan komet komet itu terus mengejar Rena kemana pun dia terbang.
“Ti...tidak...tidak....aku tidak mau mati....aku tidak mau matiiii.....tidaaaaaak.”
Komet komet putih itu langsung berledakan setelah menghantam tubuh Rena, sampai Rena menghilang dan yang tersisa hanyalah topi lebar lancipnya yang sudah sobek, melayang jatuh dari udara. Chizuru langsung terbang ke alun alun dan mendarat. Sementara itu, tidak jauh dari Rena meledak, Makoto yang melihat Rena menghilang begitu saja menghentikan serangannya, Seiji juga langsung berhenti dan menaikkan kedua pistolnya,
“Oi kenapa ?” Tanya Seiji.
“Dua teman ku sudah kalah...” Jawab Makoto.
“Oh lalu ?” Tanya Seiji.
“Paling tidak aku harus mengalahkan mu....” Jawab Makoto.
“Jawaban yang bagus, tapi sayang itu tidak mungkin.” Ujar Seiji sambil menaruh kedua pistolnya di pinggang dan mencabut cambuk nya.
“Hahaha kamu mau melawanku pakai cambuk ?” Tanya Makoto.
“Kamu tahu ? dari tadi aku hanya bermain main dengan mu....” Seiji menatap Makoto dengan tajam.
Seperti ada angin dingin menerpanya, tubuh Makoto menggigil seketika, dia langsung menyatukan pistolnya dan menembakkan sebuah sinar panjang kepada Seiji. Tentu saja, cambuk Seiji langsung menyala dan dia menyabetkan cambuknya dari atas ke bawah membelah sinar yang datang padanya, ujung cambuk nya mendarat di kepala Makoto dan membuat kepalanya retak.
“Ti..tidak mungkin....itu...pamungkas...ku...” Ujar Makoto.
“Wah sayang...kalau yang barusan hanyalah jurus main main ku....bye...”
Seiji langsung meneruskan cambuknya dan kepala Makoto langsung hancur berkeping keping, tubuhnya yang melayang di udara langsung jatuh ke bawah. Seiji turun ke bawah dan mendarat di alun alun. Dia bertemu dengan Iroha dan Chizuru yang sudah ada di sana,
“Mana Rei-chan dan aniki ?” Tanya Seiji.
Iroha dan Chizuru menunjuk ke arah gerbang belakang, ternyata Hitoshi sedang duduk menunggu di tumpukan ksatria yang sudah menjadi mayat dan Reiko masih sibuk menghisap darah para ksatria yang masih hidup.
“Oh ada pasukan datang ya...aku baru tahu....” Ujar Seiji.
“Iya, maaf Sei-nii...tadi aku emosi, jadi lama deh melawan orang seperti dia...” Ujar Iroha.
“Ga apa apa, yang penting kamu tidak terluka kan...” Ujar Seiji sambil memegang kepala Iroha.
“Hei....” Panggil Chizuru.
“Kenapa aneki ?” Tanya Seiji.
“Aku tidak di elus ? aku juga menang dan berjuang loh...” Ujar Chizuru bersungut sungut.
“Loh kok sama aku, bukan sama dia ?” Tanya Seiji menunjuk ke Hitoshi.
“Sama aja...ayo cepat...” Jawab Chizuru.
Akhirnya Seiji juga memegang dan mengusap kepala Chizuru yang terlihat sangat senang,
“Hehehe....” Gumam Chizuru girang.
“Huh dasar Chi-nee....” Balas Iroha.
__ADS_1
Layar status Iroha dan Chizuru terbuka, dari pertarungan barusan ternyata keduanya naik level. Iroha naik menjadi level 390 dengan power 78.000.000 dan Chizuru naik menjadi level 350 dengan power 70.000.000, Seiji, Reiko dan Hitoshi yang tidak naik level.