Dark Savior

Dark Savior
Chapter 29


__ADS_3

Dua hari setelahnya, setelah jam sekolah, Seiji dan Reiko berada di perpustakaan, mereka mempelajari buku buku yang menceritakan legenda dan mitos tentang Resephone dan Raphaela, dua dewi kembar yang menciptakan dunia dan mengawasi nya. Hampir semua buku menceritakan cerita yang sudah mereka tahu dengar, keduanya menemukan jalan buntu,


“Kita tidak bisa dapat informasi di sini...” Ujar Seiji.


“Semua ceritanya mirip mirip...Resephone dewi jahat dan Raphaela dewi baik...” Ujar Reiko.


“Tapi apa arti tulisan di status kita, Children of Resephone....tidak ada keterangan di dalam nya lagi...” Ujar Seiji sambil membuka statusnya dan mencoba menekan tulisannya.


“Tidak ada satu buku pun yang mengatakan mengenai hal itu....aku sudah muak melihat buku...” Ujar Reiko sambil merebahkan dirinya di meja.


“Kalau dari ras kita di sebut immortals dan menurut legenda Resephone lah yang menciptakan immortals, tapi apa benar begitu ? lalu dewi yang ku lihat di ruang putih itu siapa..Resephone atau Raphaela. Apa tujuannya kita di bawa ke dunia ini setelah mengalami kematian sepuluh kali.” Gumam Seiji.


“Sampai di sini di buang lagi hahahah...” Tambah Reiko.


“Aaaah...pusing aku, kita jalan jalan ke kota yu...” Ujar Seiji.


“Ayo deh...toh yang lain juga masih pada latihan.....biarin aja.” Balas Reiko.


Keduanya menaruh buku buku yang mereka ambil kembali ke rak nya, setelah itu keduanya berjalan keluar dari perpustakaan, kemudian mereka keluar dari komplek akademi dan berjalan jalan di kota. Setelah berjalan dan melihat lihat, akhirnya mereka sampai di air mancur yang terletak di alun alun kota. Keduanya duduk di sisi air mancur sambil menikmati sate yang mereka beli sebelumnya,


“Kota ini besar nii-chan....” Ujar Reiko.


“Ya, di banding dengan Durnce dan Longberg, kota ini jauh lebih besar...” Balas Seiji.


Mereka melihat ke atas, ke arah batang pohon besar yang terlihat jauh di belakang bangunan akademi yang mirip istana.


“Kapan kita bisa kesana ya ?” Tanya Seiji sambil melihat pohon besar itu.


“Wah aku tidak tahu nii-chan...” Jawab Reiko.

__ADS_1


“Tapi sepertinya untuk masuk ke hutan di belakang akademi, aksesnya memang harus dari dalam komplek akademi, jadi memang kita harus sekolah di sana...” Balas Seiji.


“Uh...itu dia....mau ga mau ya sabar dulu...” Balas Reiko.


“Teng...teng...teng.” Terdengar bunyi lonceng biara memecah suasana, keduanya menoleh ke arah suara dan melihat sebuah biara besar di ujung jalan.


“Hmm...ada biara juga di sini...” Ujar Seiji.


“Mau kesana ?” Tanya Reiko.


“Yuk, sekalian lihat lihat, kita kan belum ke arah sana..” Jawab Seiji.


“Ok...habiskan dulu...” Balas Reiko.


Keduanya langsung menghabiskan makanan mereka dan berdiri, kemudian keduanya berjalan menuju biara yang berada di ujung jalan. Ketika sampai di depan biara, mereka melihat dua buah patung dewi besar di sisi kanan dan kiri gerbang biara. Keduanya masuk ke dalam, terlihat ruangan luas dengan langit langit seperti kubah yang indah, di kanan dan kiri terlihat banyak pilar besar yang menopang kubah di atasnya. Mereka berjalan melewati deretan kursi kursi yang tertata rapi di sebelah kanan dan kiri, mereka melihat di podium, ada sebuah altar dan di belakangnya ada dua buah patung dewi yang sedang bergandengan tangan. Keduanya berdiri melihat dua patung dewi itu,


“Oh kalian melihat patung dua dewi, di sebelah kiri dewi Resephone dan di kanan Raphaela.” Mereka mendengar suara seseorang di belakang mereka.


“Um...maaf, kami main masuk saja ke sini.” Sapa Seiji.


“Tidak apa apa, biara ini terbuka bagi siapa saja yang mau berdoa kepada kedua dewi agung kita..” Jawab biarawan itu.


“Kenapa patung dewinya ada dua ?” Tanya Reiko.


“Ah kami memang menyembah kedua dewi itu tanpa memperdulikan perselisihan mereka, karena sebelum mereka berselisih, mereka berkerja sama menjaga dunia ini.” Ujar biarawan.


“Begitu ya...memang mereka berselisih ? bukankah dewi Resephone yang menciptakan immortals dan mengacaukan dunia ?” Tanya Seiji.


“Hmm....cerita di luar memang seperti itu, tapi sebenarnya tidak demikian, ketika dunia di pimpin oleh para immortals, dunia memasuki jaman emas, seluruh rakyat makmur, kehidupan damai dan sentosa, tidak ada pertikaian sama sekali.” Ujar biarawan.

__ADS_1


Seiji dan Reiko saling menoleh satu sama lain, sebab yang mereka tahu dari buku buku dan cerita, immortals itu menjajah dunia dan dunia masuk ke jaman kegelapan karena immortals memerintah dengan tangan besi untuk kepentingan mereka sendiri.


“Ossan (paman), bisa ceritakan legenda versi biara ?” Tanya Seiji.


Kemudian biarawan itu mengajak keduanya duduk di kursi, dia menceritakan legenda turun temurun versi biara. Menurut legenda versi biara, sekitar sebelum 3000 tahun lalu, sebelum dewi Resephone menciptakan immortals, dunia di landa peperangan terus menerus dan tidak ada habisnya. Kerajaan demi kerajaan berguguran, banyak pemanggilan pahlawan, iblis dan lainnya di lakukan hanya demi perang dan menang. Melihat semua itu, dewi Resephone dan Raphaela menciptakan ras baru yang di namakan immortals, jumlah immortals hanya 10 orang dan menyebar ke seluruh dunia, dalam kurun waktu 100 tahun, mereka sudah menguasai dunia dan mendirikan satu kerajaan yang mengatur seluruh penduduk dunia. Nama kerajaan itu adalah Astoria. sepuluh orang immortals memimpin kerajaan sebagai sepuluh raja yang terbagi di sepuluh wilayah.


Setelah itu, dunia masuk ke dalam jaman keemasan, setelah melihat semuanya baik, ke sepuluh immortals meninggalkan dunia dan pulang ke alam nya. Dunia yang di tinggalkan mulai tepecah belah lagi dan saling berperang lagi. Dua dewi yang melihatnya, menjadi marah, salah satu dewi mengusulkan untuk memusnahkan semuanya dan mulai lagi dari awal, sedangkan yang satunya mengusulkan untuk mengutus immortals lagi dan menata dunia tanpa memusnahkannya. Akhirnya dari perselisihan itu, salah satu dewi di kurung di dunia di bawah sebatang pohon yang menopang dunia. Tapi sebelum di kurung, dewi itu memberikan sebuah ramalan suatu hari immortals baru akan datang dan menata dunia, tanda yang di miliki oleh immortals yang akan datang itu adalah tidak memiliki job.


Mendengar cerita itu, Seiji dan Reiko langsung saling melihat, wajah mereka langsung berubah, kemudian mereka menoleh melihat biarawan yang bercerita.


“Jadi siapa dewi yang dikurung dan siapa dewi yang mengurung ?” Tanya Seiji.


“Maaf, tapi tidak ada yang mengetahuinya...alasannya karena dua dewi itu benar benar kembar identik yang tidak bisa di bedakan.” Ujar biarawan.


“Tapi di buku dan cerita mengatakan Resephone yang di kurung dan Raphaela yang mengurung.” Ujar Reiko.


“Memang teori seperti itu, tapi tidak ada yang tahu pasti soal itu, itulah sebabnya biara menyembah dua dewi.” Ujar biarawan.


“Kalau begitu, pernah dengar istilah Children of Resephone ?” Tanya Seiji.


Mendengar pertanyaan Seiji, wajah biarawan itu langsung berubah, dia langsung memperhatikan wajah Seiji dan Reiko di depannya,


“Kenapa bertanya soal itu ? kalian tahu dari mana soal itu ?” Tanya biarawan.


“Kami membacanya di buku...” Jawab Seiji berkilah.


Biarawan itu langsung diam, kemudian dia langsung berdiri dan berjalan menuju altar, kemudian dia kembali dengan membawa sebuah buku. Dia membuka bukunya dan isi buku itu adalah nama nama para immortals yang sudah pulang ke alamnya. Seiji dan Reiko menjadi lebih bingung setelah membaca dan mempelajarinya, karena lima dari sepuluh immortals mendapat julukan Children of Resephone dan sisanya Children of Raphaela.


“Tidak ada buku di luar seperti buku ini, buku ini adalah warisan biara yang menjadi dasar kepercayaan kita dan buku ini adalah rahasia kami, pertanyaan ku, siapa kalian ?” Tanya biarawan.

__ADS_1


“Ups...” Gumam Seiji dan Reiko melihat biarawan yang mendadak menjadi serius dan menatap mereka dengan tajam.


__ADS_2