Dark Savior

Dark Savior
Chapter 32


__ADS_3

“Krieeek.” Terdengar suara gerbang di buka di belakang monster. Monster itu menoleh dan berbalik, dia berjalan ke arah gerbang. Reiko melihat dua siluet orang masuk ke dalam ruangan, seorang pria dan seorang wanita,


“Groaaaar....” Gorilla itu meraung dan berlari menyerang dua orang yang baru masuk itu.


Reiko, Olivia, Cyriel dan Luter berdiri di ujung podium melihat pertarungan dua orang yang baru datang dan monster gorila di depan mereka.


“Siapa itu ? Solon ?” Tanya Luther.


“Aku yakin bukan....” Jawab Reiko.


“Mereka berdua melawan monster itu...” Ujar Cyriel.


“Apa kita bantu mereka ?” Tanya Olivia.


“Jangan dulu....kita lihat dulu....” Jawab Reiko.


Pertarungan antara monster dan kedua orang itu berlangsung seru, “Groaaaar.” Tubuh monster itu limbung dan kemudian jatuh ke belakang, pria yang menggunakan pedang sangat besar itu langsung melompat dan menghujamkan pedangnya ke dada monster itu. Monster itu tidak bergerak lagi dan langsung menjadi abu, setelah mengambil batu sihir dan peralatan yang di jatuhkan oleh monster itu, kedua orang itu berjalan menuju tempat Reiko dan lainnya,


“Siap siap...” Ujar Reiko.


Ke tiga temannya langsung bersiaga, “Tap...tap...tap.” Langkah kaki kedua orang itu semakin mendekat, akhirnya Reiko bisa melihat wajah pria dan wanita yang maju ke depan. Pria itu mengenakan baju besi lengkap seperti seorang ksatria dan membawa pedang yang sangat besar sedangkan yang wanita terlihat memakai pakaian ketat dengan membawa dua buah katana dan terlihat seperti ninja. Melihat wajah pria yang mendekat itu, wajah Reiko langsung berubah ketakutan, dia langsung menggunakan skill analyze nya.


***************************************


Nama         : Kyusei Hijiri.


Race           : Human.


Job             : Hero.


Level          : 300 / 500


Power        : 33.000.000.


Skill           : Error.


Trait           : Error.


***************************************


Nama         : Michiru Toudoka.

__ADS_1


Race           : Human.


Job              : Assassin.


Level          : 280 / 500


Power        : 29.000.000.


Skill           : Error.


Trait           : Error.


***************************************


“Be..benar...pria itu...kenapa dia di sini....” Pikir Reiko dengan wajah pucat setelah membaca nama pria itu. Pikiran Reiko langsung mengulang malam dirinya terbunuh kamar brothel, pria yang berdiri di depannya adalah yakuza yang membunuh dirinya dengan memukulinya memakai knuckle. Pengangan tangannya nya menjadi lemas, sabitnya jatuh ke bawah dan Reiko langsung terduduk dengan wajah pucat karena trauma kematiannya keluar kembali.


“Reena-chan...ada apa  ?” Tanya Olivia yang langsung jongkok di depan Reiko.


“Reena-chan.....” Cyriel dan Luther juga langsung jongkok di kanan dan kiri Reiko.


“Oi oi ada kumpulan anak kecil di sini....” Ujar Kyusei.


Olivia menoleh geram melihat Kyusei yang perlahan naik ke podium, Luther dan Cyriel langsung berdiri di depan Olivia dan Reiko untuk menghadang Kyusei. Tapi Kyusei mengibaskan tangannya dan membuat keduanya terpental, kemudian dia melangkah ke depan Olivia dan menyingkirkan Olivia dengan enteng. Dia langsung jongkok dan memegang wajah Reiko.


“Uh...uh....uh....” Reiko terlihat sangat ketakutan.


Kyusei langsung berdiri dan memanggul Reiko, kemudian dia berbalik dan membawa Reiko pergi,


“Hei lepaskan Reena-chan....” Teriak Cyriel.


“Rasakan ini....” Teriak Olivia.


Olivia menarik busurnya dan melepaskan sebuah anak panahnya, “Trang.” Panah Olivia terpental setelah mengenai punggung Kyusei yang langsung menoleh,


“Hah ?” Tanya nya sambil melihat Olivia.


“Lepaskan Reena-chan....” Teriak Luther yang sudah melompat siap menghantamkan tongkatnya.


Tongkat Luther menghantam pundak Kyusei yang tidak  memanggul Reiko, tentu saja tongkat itu langsung terpental bersama dengan Luther,


“Kalian....jangan sampai membuat ku marah ya...aku kesini hanya mau mengambil dia...” Ujar Kyusei.

__ADS_1


Kemudian Kyusei berbalik lagi menuruni podium, tapi Olivia, Cyriel dan Luther terus menyerangnya dari belakang. Akhirnya karena geram, Kyusei mengeluarkan tenaganya dan ketiga nya langsung terpental,


“Oi Michiru...urus mereka, aku mau bermain main dengan bocah ini...” Ujar Kyusei.


“Siap Kyusei-san...” Jawab Michiru.


“Klek.” Michiru naik ke podium sambil mencabut kedua katana nya, di wajahnya terlihat senyuman yang bengis dan tatapan nya terlihat sangat dingin. Olivia langsung memeluk Cyriel yang gemetaran, Luther memaksakan diri berdiri di depan keduanya untuk menghadang Michiru yang mendekat dengan mengasah kedua pedangnya dan mengangkatnya siap menebas. Tiba tiba mereka merasakan ada cahaya di belakang, “Bang....prak.” Kepala Michiru hancur terkena sinar yang melesat dari belakang ketiganya, sebelum tubuh Michiru jatuh, Seiji menginjaknya dan melompat ke arah Kyusei yang sudah jauh di bawah,


“Maju Solon-kun....” Teriak Olivia, Cyriel dan Luther dengan wajah penuh senyum.


George dan Disela langsung menghampiri ketiganya, mereka mengatakan kalau mereka menemukan lingkaran sihir lagi dan masuk ke dalam, ketika sampai mereka melihat Olivia, Cyriel dan Luther sedang terpojok dan hampir di bunuh, kemudian mereka menyadari kalau Reiko tidak ada di antara ketiganya. Seiji menginjak pundak Kyusei yang bertubuh besar dan melompat ke depannya, dia langsung mengacungkan pistolnya ke wajah Kyusei,


“Yo...mau di bawa kemana adik ku ?” Tanya Seiji dalam bahasa jepang.


“Hooo kebetulan, aku memang mencari mu, baiklah, sekalian saja...”


Kyusei melemparkan Reiko ke samping, Seiji yang melihat adiknya di lempar langsung berlari menangkapnya, tapi setelah berhasil menangkap Reiko, tinju Kyusei sudah berada di wajahnya. Seiji terpental jauh sambil mendekap Reiko, karena tertinju dan kaget. Teman temannya yang melihat dari kejauhan merasa cemas melihat Seiji terpental bersama Reiko. Kyusei berjalan ke arah Seiji dan Reiko yang terbentur dinding dan masih duduk di lantai bersender ke dinding sambil mencabut pedangnya.


Melihat Kyusei berjalan ke arahnya, Seiji membaringkan Reiko dengan perlahan dan berdiri, dia mencabut kedua pisau belati panjangnya dan berjalan maju menyambut Kyusei, akhirnya Reiji dan Kyusei berhadapan,


“Siapa yang memanggil mu ke sini ?” Tanya Seiji.


“Hmm...putri Leticia dari kerajaan Grandia...yah aku harus menangkap mu, karena aku akan membawa putri itu kembali ke jepang hehehe...” Ujar Kyusei.


Seiji melihat wajah Kyusei yang bengis dan menyebalkan, dia menoleh melihat Reiko yang terbaring di belakang.


“Hei...kamu pernah pakai Reitan ya di brothel itu....maaf ya, aku bunuh dia waktu di brothel karena aku sedang sebal hahahaha....” Ujar Kyusei.


Setelah mendengar ucapan Kyusei, Seiji menjadi paham kenapa Reiko ketakutan dan akhirnya pingsan, sebab seharusnya Reiko tidak mungkin kalah melawan Kyusei.


“Hmm begitu ya, sayang sekali kamu salah, aku belum pernah ke brothel itu, tapi Rei-chan adalah adikku...kebetulan sekali aku bertemu dengan orang yang membunuhnya di dunia itu.” Ujar Seiji tersenyum.


Dia menatap Kyusei dengan pandangan menusuk dan dingin, Seiji melangkah maju sambil memutar mutar kedua belati panjangnya. Kyusei langsung berlari maju mengayunkan pedang besar nya ke arah Seiji. “Klang.” Pedang besar Kyusei tertahan oleh salah satu belati panjang Seiji yang di putar menutupi lengan. Seiji tersenyum,


“Dark Room..”


Sebuah kubus besar berwarna hitam dan kotak kotak muncul di tengah ruangan. Melihat ada kubus besar di tengah, George, Disela, Luther, Olivia dan Cyriel langsung turun dari podium dan menghampiri Reiko yang terbaring di dekat kubus.


“Solon dan pria itu di dalam...” Ujar George sambil melihat kubusnya.


“Cepat bantu aku membawa Reena-chan ke atas...” Ujar Olivia.

__ADS_1


“Baik....” Balas Disela.


Luther dan Cyriel berdiri di sebelah George sambil melihat sebuah kubus besar bewarna hitam di depan mereka. Sementara itu, di dalam kubus, Kyusei dan Seiji berdiri berhadapan satu sama lain bersiap saling menyerang.


__ADS_2