
Keesokan harinya, malam hari, Seiji berbaring di tempat tidurnya, dia melihat ke langit langit, hatinya masih marah karena kejadian yang menimpa Reiko di dungeon. Dia berusaha menenangkan hatinya dengan memejamkan mata, tapi kemudian sayup sayup dia mendengar sebuah suara seorang gadis,
“To...long....aku...dimana...dimana....tolong...”
Tiba tiba item boxnya terbuka sendiri dan sebuah buku bersampul kristal berwarna hitam keluar dari dalamnya, Seiji yang melihat buku itu jatuh di tubuhnya kaget dan langsung mengambilnya.
“Oh ya, waktu itu aku mengambil buku ini....” Ujar Seiji.
“To...long....aku...dimana...dimana....tolong...”
Suara itu terdengar lagi, Seiji mencoba mencari sumber suara itu, dia berdiri dan membuka jendela, tapi ternyata suara itu tidak berasal dari luar, dia menoleh melihat Cyriel yang sedang terlelap seperti tidak terganggu apa apa, berarti hanya dia yang mendengar suara itu, kemudian dia mencari seisi ruangan darimana asal suara itu. Akhirnya dia duduk kembali di sisi tempat tidurnya,
“To...long....aku...dimana...dimana....tolong...”
Suara itu terdengar lagi dan terasa dekat sekali, Seiji menoleh dan melihat buku yang keluar dari item boxnya di tempat tidurnya, dia langsung mengambil buku itu dan membukanya, ternyata di dalam buku itu terlihat seperti tablet dan dia melihat seorang gadis yang di sekap di sebuah penjara bawah tanah, Seiji kaget ketika melihat pakaiannya, gadis itu memakai seragam smp sailor yang berasal dari bumi dan dia baru sadar kata kata yang dia dengar barusan menggunakan bahasa jepang.
“Siapa gadis ini ? dimana dia ? dungeon ? bukan...ini penjara...” Ujar Seiji dalam hati.
Dia berdiri dan mengganti pakaiannya, kemudian dengan perlahan dia keluar dari kamar membawa buku nya. Seiji langsung keluar dari asrama dan melompat melewati pembatas pagar tanaman menuju ke asrama putri, kemudian di bawah jendela Reiko, dia melemparkan batu ke jendelanya. Setelah mencoba tiga kali melemparkan batu, akhirnya Reiko membuka tirai dan jendelanya. Ketika Reiko melihat ke bawah, dia langsung membuka bukunya lebar lebar dan mengangkatnya ke atas. Reiko langsung menutup jendelanya dan tak lama kemudian dia keluar dari asrama menemui Seiji.
“Buku apa itu nii-chan ?” Tanya Reiko.
“Aku temukan buku ini di dungeon ketika aku baru bangun...” Jawab Seiji.
“Oh...lalu, dia siapa ? sepertinya sama seperti kita ?” Tanya Reiko.
“Itu yang aku ingin cari tahu....” Jawab Seiji.
Reiko memegang bukunya, tiba tiba gambar di buku itu berubah dan memperlihatkan kota emerald,
“Di kota ?” Tanya Reiko.
“Rei-chan, cepat lakukan lagi apa yang kamu lakukan barusan.” Jawab Seiji.
Reiko memegang lagi bukunya, gambar di buku itu bergerak seperti masuk ke dalam kota dan berjalan menelusuri jalan, kemudian buku bergerak mengarah ke arah gedung utama akademi kemudian gambar itu menghilang, buku itu kembali menampilkan gambar bergerak gadis sebelumnya.
__ADS_1
“Apa artinya ini nii-chan ?” Tanya Reiko.
“Ada kemungkinan gadis itu di sekap di akademi...” Jawab Seiji.
“Tapi siapa yang menyekapnya ?” Tanya Reiko.
“Besok kita cari tahu, sekalian kita cari tahu lokasinya..” Jawab Seiji.
“Kalian berdua ngapain malam malam begini ?” Tanya seseorang di belakang keduanya.
Seiji dan Reiko menoleh, mereka melihat Luther berdiri di belakang mereka sedang melihat buku yang mereka pegang. Seiji langsung menutup bukunya dan berbalik,
“Luther-kun, kenapa kamu di sini ?” Tanya Seiji.
“Aku melihat kamu keluar dari asrama dan aku mengikuti kamu...” Jawab Luther.
“Huh..dasar mengerikan...” Ujar Seiji.
“Boleh aku lihat gambar tadi ?” Tanya Luther.
“Aku tidak sengaja melihatnya, tapi sepertinya aku tahu gadis itu...” Jawab Luther.
“Hah...benarkah ?” Tanya Reiko.
“Ya, beberapa hari lalu, kakak ku bilang, ayahnya melakukan pemanggilan pahlawan dari dunia lain....” Jawab Luther.
Mendengar perkataan Luther, Reiko langsung maju dan mencengkram leher Luther, kemudian mengangkatnya.
“Siapa kamu sebenarnya ?” Tanya Reiko.
“Pertanyaan ku sama, kamu mengetahui tentang dungeon, kamu mengikuti kita karena kita berdua jobless dan kamu sudah tahu job mu sendiri....jawab pertanyaan Reena.” Tambah Seiji.
“Ba..baik....aku...ceritakan...” Ujar Luther yang tercekik sambil menepuk nepuk tangan Reiko.
Reiko langsung melepaskannya, Luther terjatuh dan duduk di atas rumput, Seiji dan Reiko langsung duduk di depan Luther dan menatapnya,
__ADS_1
“Aku ceritakan....”
Luther kemudian menceritakan, kalau dia sebenarnya ada hubungan keluarga dengan keluarga kerajaan Alvania. Luther adalah pangeran ke lima dan paling bungsu dari kerajaan Alvania yang di buang, kemudian dia tinggal di benua selatan karena ibunya berasal dari benua selatan. Dia menyandang nama belakang Cassius karena dari keluarga ibunya di kota Longberg yang merupakan keluarga bangsawan vampir yang membantu baron Schulz mengelola kota. Tapi walau di buang, dia masih berhubungan akrab dengan putri ke dua dari kerajaan Alvania yang merupakan kakaknya dan cinta pertama Luther.
Tugas Luther di akademi sebenarnya adalah untuk merekrut para siswa dan siswi akademi yang berasal dari kerajaan Alvania untuk bergabung dengan pasukan pemberontak yang di pimpin oleh kakak perempuannya, alasan kakaknya membentuk pasukan pemberontak adalah untuk menjatuhkan rezim yang saat ini memimpin dan menggantikannya, kemudian dia bermasud menjalin perdamaian dengan kerajaan Grandia dan menghentikan perang yang sudah sangat panjang dan merugikan dan alasan bergabung dengan kakaknya karena raja membunuh ibunya, dia berniat membalas dendam kepada raja.
“Maaf aku merahasiakannya, aku bereaksi karena melihat gadis itu, kakak ku berusaha membebaskannya, tapi kemudian gadis itu di pindah ke akademi.” Ujar Luther.
“Kenapa dia di pindah ke akademi ? kenapa dia di kurung ?” Tanya Reiko.
“Begini, pangeran kedua, kakak ku, Dimitri Claus Alvania adalah anak kelas 3 sma di akademi, dia senior kelas A dan anggota student council. Dia membawa gadis itu kesini untuk di jadikan bank darah karena darahnya tidak akan habis dan sengaja di berikan padanya oleh raja Alvania. Aku tahu lokasi gadis itu di tahan, tapi aku minta bantuan dari kalian, bagaimana ?” Tanya Luther.
“Bantuan apa ?” Tanya Seiji.
“Bergabunglah dengan pasukan pemberontak yang di pimpin kakak ku....” Ujar Luther.
“Hah ? maaf, kita tidak berminat, ayo Reena, kita cari sendiri saja...” Ujar Seiji sambil berdiri.
“Gimana kalau kita bunuh pangeran kedua dan minta dia katakan dimana gadis itu, nii-chan ?” Tanya Reiko sambil berdiri.
“Ide bagus....ayo kita ke asrama laki laki....” Ujar Seiji.
“Tunggu....jangan bertindak gegabah...” Ujar Luther mencegah keduanya.
“Maaf, tapi kami berdua tidak akan mau ikut campur urusan kerajaan manapun...kita berdua punya rencana sendiri.” Ujar Seiji.
“Sebenarnya apa tujuan kalian ?” Tanya Luther.
“Tujuan kami ?” Seiji dan Reiko berbalik.
“Kami akan hancurkan dua kerajaan bejad itu...paham ?” Tanya Seiji.
Medengar perkataan Seiji dan tatapan Reiko, Luther sedikit kaget, setelah menyaksikan kekuatan keduanya di dungeon, menurut Luther apa yang Seiji katakan tidak mustahil dan sejalan dengan tujuan pasukan pemberontakannya.
“Baiklah, aku mengerti, aku tidak akan mengajak kalian lagi....aku beritahu lokasinya...” Ujar Luther.
__ADS_1
Kemudian dia menggambarkan peta akademi di tanah menggunakan jarinya dan memberitahu letak pangeran kedua menyekap gadis itu di dalam akademi. Ternyata yang di tunjukkan Luther adalah reruntuhan kuno di bawah akademi yang merupakan labirin tempat para murid menjelajah dan berlatih mengalahkan monster. Setelah mendengar perkataan Luther, keduanya minta Luther kembali ke asrama, sedangkan keduanya langsung menuju ke gedung utama akademi.