Dewa Love You

Dewa Love You
Pusing Tujuh Keliling


__ADS_3

Vivian menerima beberapa foto Dewa sedang makan dan jalan bergandengan tangan dengan Mayra mengelilingi persawahan di Svargabumi Borobudur. Kecurigaan Vivian kalau Dewa dan Mayra memiliki hubungan istimewa terbukti benar.


Riska yang kebetulan sedang berkencan dengan pacarnya di tempat yang sama memergoki Dewa dan Mayra. Sebagai sahabat Vivian, Riska merasa harus melapor pada Vivian kalau Dewa sudah berbuat curang di belakangnya. Riska mengirimkan foto mesra dan video pendek Dewa dan Mayra dengan caption memprovokasi Vivian agar ribut dengan pasangan selingkuh tersebut.


Panggilan video dilakukan Vivian untuk membuktikan kebenaran berita tersebut. Vivian mendongkol setengah mati, dia menunggu Dewa di kampus agar bisa menghabiskan waktu bersama. Yang terjadi, Dewa malah pergi dengan cewek lain tanpa sepengetahuannya. Lebih tepat dengan cara membohonginya.


Vivian tidak bisa melabrak mereka karena terpisah lokasi cukup jauh, tapi Vivian tidak kekurangan akal. Dia langsung mengirim pesan pada Dewa dan minta sambungan video call.


Hasilnya, otak Vivian serasa mendidih karena Dewa mengabaikan pesannya. Bukan hanya mengabaikan, Dewa sengaja tidak mengaktifkan ponselnya untuk menghindari gangguan. Benar-benar pemuda sialan!


Dendam menggerogoti hati Vivian. Belum juga rasa kesalnya pada Elang terobati, sekarang Dewa malah mencuranginya di belakang. Kalau dipikir-pikir, apa sih kurangnya Vivian hingga kakak beradik itu tidak merasa bersyukur bisa berkencan dengannya?


Vivian cantik, tinggi, seksi, populer! Dibandingkan dengan Mayra, yang menurut Vivian pendek dan biasa-biasa saja, harusnya Vivian adalah pemenang. Harusnya dia bisa memperalat Dewa untuk mempermudah tujuannya mengganggu hubungan Elang dan Nindya.


Nyatanya, semua berjalan tidak mudah! Dewa licin dan juga licik. Vivian bahkan tidak menyangka bakal kecolongan secepat ini.


Demi melampiaskan rasa marahnya, Vivian rela menunggu Dewa pulang dari Magelang. Gadis itu memaksa Dewa untuk menemuinya dan menjelaskan semua apa yang dilihat Riska di Svargabumi Borobudur. Vivian tidak membiarkan Dewa melupakan janjinya malam ini.


Dewa mengantarkan Mayra lebih dulu sebelum bertemu Vivian. Tak lupa dia mengganti baju yang lebih layak karena Vivian minta ditemani ke acara pesta ulang tahun teman dekatnya, yang dirayakan di salah satu kafe ternama di pusat kota Yogya.


Vivian menunggu dijemput di rumah dengan pakaian pesta yang cukup seksi. Bahunya terbuka dan belahan dada gaunnya rendah, menunjukkan betapa menggoda bongkahan padat yang dimilikinya.


Kalau saja Vivian tidak sedang butuh dengan Dewa, rasanya dia ingin meninggalkan pemuda yang sudah mengkhianatinya itu. Vivian masih tak habis pikir, Dewa yang tergila-gila padanya bisa melakukan hal di luar kendalinya. Jelas ada yang salah dalam hubungan mereka.


Begitu sampai rumah Vivian, Dewa menatap pacar taruhannya dengan satu alis terangkat. Vivian memang enak dipandang dari tiap sudut. Lekukan tubuhnya sangat menggoda kaumnya. “Berangkat sekarang?”


“Oke,” jawab Vivian dengan senyum manis. Dia menyimpan sementara rasa kesalnya karena tidak ingin merusak suasana di pesta nanti. Maka, Vivian mengatur nada bicaranya agar tidak meledak-ledak.

__ADS_1


Dewa membuka obrolan, “Mau ngomong apa? Tadi katanya ada yang penting!”


“Kamu pergi ke Magelang sama Mayra apa maksudnya? Bisa bener kamu bohongin aku pakai bilang ada rapat sama anak bikers!” ungkap Vivian berusaha tenang.


“Aku berangkat setelah rapat! Mayra sedang butuh hiburan, dia lagi patah hati karena mas Elang nikah.” Dewa tidak sepenuhnya berbohong.


Mayra memang benar sedang patah hati, kan?


Vivian ingin sekali mengatakan kalau dia juga butuh dihibur karena sedih yang sama, hatinya juga patah karena Elang menikahi Bu Nindya. Tidak! Vivian belum patah hati, semangatnya untuk mendapatkan Elang masih tinggi. Rasa penasaran pada kakaknya Dewa belum terobati. Vivian masih ingin berjuang.


“Oh jadi benar dugaanku kalau Mayra itu ada hati sama Elang! Bagus sekali, nggak dapat kakaknya sekarang mepet ke adiknya. Dasar cewek maruk!"


Dewa menoleh, "Hah, apa?"


Vivian juga menoleh ke arah Dewa sebelum melanjutkan mengomel pelan, "Menghibur Mayra itu harus sambil gandengan tangan pas jalan keliling persawahan?”


“Spesial banget ya cewek itu buat kamu sama mas Elang?" tanya Vivian penuh nada sindiran dalam suaranya.


"Aku udah bilang kalau Mayra teman dekat mas Elang dari sejak SMA, dari sejak tujuh tahun lalu. Wajar kalau dia spesial, karena orang tua kami juga berteman cukup lama!"


Vivian menahan diri untuk tidak memaki Dewa yang tidak peka dengan kekesalannya. Bukankah pemuda itu harusnya minta maaf dan bersikap mengalah untuk meredakan emosinya? Bukan santai saja seolah tidak ada yang terjadi antara dirinya, Dewa dan Mayra?


Foto, video dan cerita dari Riska mengenai kemesraan Dewa dan Mayra di wisata persawahan sudah cukup membuktikan kalau Dewa tidak sedang menghibur Mayra, tapi sedang melakukan pendekatan! Dasar kampret!


"Berarti Mayra sering main ke rumahmu, ya?"


"Yep!" jawab Dewa cuek.

__ADS_1


Vivian semakin panas, "Kamu nggak ada rencana ngajak aku main ke rumahmu?"


Dewa menukas, "Vi, Mayra temannya mas Elang! Dia ke rumah bukan untuk ketemu aku! Kenapa kamu cemburu sama orang yang cinta mati sama mas Elang?"


"Bukannya wajar aku main ke rumahmu? Aku pacarmu!" balas Vivian tak mau kalah.


Dewa mengangguk, "Yep betul. Tapi aku duga kamu juga sebenarnya satu dari sekian banyak cewek yang tergila-gila sama mas Elang!"


Vivian menurunkan kemarahannya, bisa jadi Dewa mulai curiga karena dia terlalu ingin tahu urusan Elang selama ini. "Aku cuma berteman sama mas Elang!"


"Ini masih mau lanjut debat di sini apa gimana?" Dewa sudah parkir depan kafe dari lima menit yang lalu demi meladeni Vivian.


"Ya udah ayo ke dalam!" ajak Vivian pada akhirnya. Dia turun dari mobil dan menggandeng mesra Dewa ketika memasuki kafe yang sudah ramai dengan kehadiran teman-temannya.


Dewa menyapa satu dua orang yang dikenalnya di kampus, mengobrol sekedarnya untuk menjalin persahabatan. Sedangkan Vivian juga sibuk ngerumpi dengan sahabat karibnya.


Acara demi acara berlalu cepat, kegiatan buka kado dan bermain beberapa game untuk menutup pesta masih berlangsung seru.


Dewa ditantang oleh pemuda yang diketahui adalah pacar teman Vivian yang sedang berulang tahun untuk minum alkohol. Dewa tidak bisa menolak karena game itu adalah permintaan langsung dari si pemilik acara. Sebagai undangan kehormatan karena Vivian adalah sahabat karibnya.


Dewa menenggak cepat minumannya agar bisa segera pulang. Dia tidak tahu berapa banyak minuman mahal beralkohol tinggi yang masuk ke dalam perutnya. Rasa lelah dan tidak terbiasa dengan minuman keras membuat Dewa tumbang dalam waktu singkat. Tubuhnya limbung dan kesadarannya mulai menghilang.


Beberapa jam berlalu, Dewa bangun dari tidurnya dengan kepala berdenyut nyeri, perut mual dan rasa pusing tujuh keliling. Lebih pusing lagi ketika dia sadar sepenuhnya.


Dewa menemukan dirinya tidur di atas ranjang dalam kondisi tanpa pakaian. Satu selimut dengan Vivian yang juga polos tanpa sehelai benang.


***

__ADS_1


__ADS_2