
"Bisakah aku menundanya selama beberapa hari? Tuan Mudaku sekarang sedang bermeditasi di ruang tertutup. Jika dia tidak melihatku ketika keluar nanti, dia pasti akan kebingungan. Setelah Tuan Mudaku selesai bermeditasi, aku akan melapor ke pihak Departemen Urusan Umum," pinta Lu lagi.
Mendengar perkataan Lu, Zhang Heng menjadi marah. "Lelucon macam apa ini? kamu kira siapa tuan muda mu itu? Apa dia punya kedudukan lebih tinggi dari pada peraturan perguruan? Kamu sudah menunda beberapa hari. Mau berapa lama lagi kamu mengulur waktu? Setiap murid baru yang namanya sudah terdaftar memiliki inisiatif untuk mengerjakan tugas mereka. Apa kamu satu-satunya yang tidak bisa mengerjakannya?"
Lu menjadi sangat marah mendengar Zhang Heng menghina tuan mudanya. Matanya berair. Dia paham Ye Yuan memiliki musuh bernama Wan Yuan jadi dia menahan diri untuk tidak membuat kekacauan. Dia menahan air matanya.
"Aku meminta kakak senior untuk memberikan waktu beberapa hari saja. Setelah itu aku pasti akan melapor ke Departemen Urusan Umum. Nanti, kalau aku diminta untuk mengerjakan tugas selama dua bulan pun akan aku lakukan."
Zhang Heng sama sekali tidak punya niat untuk bersikap lembut pada anak perempuan. Dia lagi-lagi tersenyum sinis.
"Yang penting aku sudah memberitahumu. Terserah kamu mau melapor atau tidak. Aku akan memberitahumu hal-hal yang tidak enak didengar sekarang. Jika sampai aku tidak melihatmu melapor hari ini, jangan salahkan aku jika namamu aku laporkan pada guru Menurut peraturan perguruan kamu bisa dikeluarkan."
Lu gemetar mendengar kata 'dikeluarkan."
Sekarang Ye Yuan sudah seperti sebuah matahari siang yang bersinar terang. Jika sampai dirinya dikeluarkan, Ye Yuan akan jadi bahan guyonan di seluruh perguruan. Jelas saja, Lu tidak menginginkan hal itu terjadi.
Zhang Heng mengamati wajah gadis yang sedang gelisah itu.
"Apa yang akan dilakukan oleh tuan muda mu setelah dia selesai bermeditasi? Aku datang ke sini membuat masalah karena aku tahu dia sedang mengasingkan diri di ruang tertutup." Zhang Heng tertawa sendiri dalam hati. Dia berpura-pura kehilangan kesabarannya, membalikkan tubuhnya kemudian pergi.
Mendapati situasi seperti ini, Lu tidak berani menunda lagi. Dia dengan cepat berteriak. "Tunggu, Kakak Senior… aku akan ikut denganmu ke Departemen Urusan Umum. Hanya, ehm.. bisakah kamu menunggu sebentar. Aku akan menulis catatan untuk Tuan Muda."
Lu benar-benar naif. Dia bahkan berprasangka kalau Zhang Heng ini adalah orang yang lurus dan jujur sehingga dia datang menemuinya. Dia tidak tahu jika Zhang Heng ini sengaja datang merencanakan sesuatu dan membuat masalah.
__ADS_1
Jika Lu meninggalkan catatan, maka Ye Yuan akan tahu apa yang telah terjadi. Tentu saja hal ini tidak akan dibiarkan oleh Zhang Heng.
"Kalau kamu mau pergi ya pergi saja. Kenapa harus melakukan ini itu? Aku pergi. Urus saja urusanmu sendiri," kata Zhang Heng tidak sabar. Dia benar-benar membalikkan tubuhnya lalu pergi meninggalkan Lu.
Lu agak ragu. Jadi dia kembali ke dalam asrama dan meninggalkan catatan untuk Ye Yuan. Tentu saja, Lu tidak sadar jika Ye Yuan mungkin tidak melihat catatannya.
Ye Yuan sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar ruangan tertutup. Dia sekarang sedang berkonsentrasi dengan tahap penting untuk mencapai tingkat kelima Energi Murni Qi.
Dia melempar beberapa pil energi Murni kualitas dewa kedalam mulutnya seolah sedang memakan manisan kemudian menyaring intisari dari pil obat itu menggunakan Jurus Seni Roh Sembilan Bulu Dewa Yang.
Energi murni di titik dantian-nya meningkat tajam, membuatnya semakin mendekati tingkat kelima. Akhirnya, Ye Yuan bisa menerjang hambatan dan berhasil mencapai tingkat kelima energi murni Qi.
"Huu.. dalam kondisi seperti ini, bahkan pil-pil energi murni tidak akan cukup! Hukum penambahan tenaga kanuragan ini terlalu banyak. Ini saja masih di tahap energi murni Qi, energi yang diperlukan sudah berkali-kali lebih banyak dari pada yang dipakai oleh orang kebanyakan. Jika seperti ini, di Tingkat Penggabungan Jiwa, energi yang diperlukan akan semakin besar.
Ye Yuan melihat pil-pil Energi Murni Qi kualitas dewa khasiatnya mulai berkurang. Dia tidak bisa berhenti mengeluh tentang Jurus Seni Roh Sembilan Bulu Dewa Yang.
Meski begitu, wajahnya menunjukkan ketangguhan. Dia terus menggertakkan giginya dan mengerjakan pekerjaannya dengan tekun.
Gadis ini adalah Lu yang dipaksa untuk bekerja di kebun ini oleh Zhang Heng. Dia sudah bekerja dengan sangat keras di kebun selama dua hari tanpa jeda. Wajahnya yang semula cantik kini sudah berganti menjadi cekung karena kelelahan.
Pekerjaaan menyiangi tanaman sebenarnya bukanlah pekerjaan yang berat untuk para petarung bela diri. Meski mereka tidak beristirahat atau tidur selama beberapa hari, mereka masih kuat. Yang lumayan berat adalah lokasi di mana mereka bekerja. Menyiangi tanaman di kebun tanaman obat bukanlah pekerjaan santai. Karena tanaman-tanaman tersebut memiliki akar yang tertancap dalam karena selalu dinutrisi dengan energi dari surga dan juga dari bumi.
Untuk bisa mencabuti tanaman-tanaman tersebut, banyak energi murni Qi yang diperlukan. Jika sudah seperti ini maka pekerjaan menyiangi tanaman menjadi pekerjaan yang susah.
__ADS_1
Tidak ada orang yang ingin mengerjakan pekerjaan seperti ini di perguruan. Tugas-tugas kasar seperti ini biasanya dilempar ke murid-murid yang baru mendaftar di perguruan.
Kenyataannya, orang umumlah yang biasanya mengerjakan tugas yang dilakukan Lu sekarang. Biasanya, para anak bangsawan sedikit berulah namun mereka tidak dikeluarkan dari perguruan karena sedikit menyogok para pengurus.
Penolakan Lu mengerjakan tugas-tugasnya dijadikan alasan oleh Zhang Heng untuk memberikan tugas yang lebih berat lagi. Lu belum beristirahat dua hari ini. Meski begitu, pekerjaan baru selesai kurang dari setengah.
Karena pekerjaannya yang tanpa jeda dua hari ini, energi Lu semakin terkuras. Dia semakin kelelahan.
Sementara itu, dua orang anak muda sedang menikmati minuman teh sambil mengobrol di sebuah paviliun kecil mengawasi kebun tanaman obat. Mereka terlihat sangat senang.
"Kakak Lin, aku tidak tega menyiksa gadis lembut dan cantik seperti ini!" Zhang Heng menggelengkan kepalanya dan menghela napas. Suaranya terdengar tidak tulus.
Lin Tiancheng duduk di depan Zhang Heng. Dia lah yang menyebabkan Lu bekerja keras di kebun tanaman obat sekarang ini.
Di Perguruan Dan Wu, hanya ada beberapa murid yang statusnya sudah berada di Tingkat Surga. Mereka mendapat perlakuan istimewa dari perguruan. Mereka tidak dibebani tugas oleh pihak perguruan, Mereka memiliki kebebasan untuk berlatih secara mendiri untuk meningkatkan kekuatan kanuragannya.
*****
ALHAMDULILLAH TAK TERASA SAYA DAPAT MELANJUTKANNYA SAMPAI SAAT INI YAITU EPISODE KE-100
TERIMAKASIH DUKUNGANNYA TEMAN-TEMAN....
TOLONG DUKUNGANNYA YAA...GUYSSS
__ADS_1
DAN JANGAN LUPA LIKE & KOMEN
TERIMAKASIH🤭🤭😘🙏🙏