
"Terima kasih banyak Tetua Lu karena sudah mengorbankan diri untuk menyelamatkanku tadi!"
Ye Yuan membungkuk hormat pada Lu Yan. Kesadarannya sudah kembali.
Lu Yan menatap Ye Yuan seperti dia sedang menatap monster. Dia tersenyum pahit.
"Tindakanku tadi sama sekali tidak berguna. Serangan pedang terakhir tidak akan melukaimu."
Ye Yuan tersenyum mendengarnya. "Apapun itu Tetua Lu telah mengabaikan keselamatan Tetua sendiri untu menyelamatkanku. Aku akan mengingat kebaikan Tetua dalam hatiku."
Tindakan penyelamatan Lu Yan baru saja memang tidak ada gunanya. Lu Yan tidak tahu jika Ye Yuan mampu menghadapi serangan jurus pedang tersebut. Seandainya, pedang tersebut mengenai wujud Lu Yan maka sekarang jiwanya pasti sudah tercabik-cabik. Ini membuat Lu Yan pantas untuk mengingat Ye Yuan.
Lu Yan mengibaskan tangannya sembari berkata dengan perasaan trenyuh.
"Aku sama sekali tidak menduganya! Aku tidak menduganya! Aliran Awan Tenang ku ternyata memiliki seorang petarung berbakat tiada duanya seperti dirimu! Kamu tidak hanya memahami alam Hati Yang Setenang Air tetapi juga mampu menggabungkan banyak kekuatan pedang di putaran ketiga ini."
Lu Yan baru sadar alasan kenapa Ye Yuan tadi mengeluarkan aura energi yang aneh. Aura yang memilki kekuatan dari jurus pedang miliknya dan juga jurus Seni Pedang Azure Yang. Ye Yuan berhasil menyatukan keduanya dan merubah mereka menjadi sebuah jurus pedang baru.
Meski seandainya You Wuya ada di sini, hal seperti tidak akan dapat dia lakukan.
Ye Yuan tersenyum. "Aku hanya beruntung. Apakah aku dianggap berhasil melewati putaran ini?"
Sejak dari awal Ye Yuan melihat Lu Yan mengeluarkan Jurus Seni Pedang Azure Yang, dia sudah berpikiran untuk menggabungkannya dengan jurus pedang miliknya.
__ADS_1
Jurus Pedang Bunga Sakura sebenarnya cukup gesit namun kekuatan serangannya termasuk lemah. Ini adalah kelemahan terbesarnya.
Sementara itu, Seni Pedang Azure Yang adalah jurus pedang yang menitikberatkan pada kekuatan menebas sehingga kekuatannya sangat besar. Selain itu, jurus ini juga termasuk jurus yang sudah masuk kategori tinggi dan hampir setara dengan Jurus Pedang Bunga Sakura milik Ye Yuan. Dengan ini, maka tidak terlalu susah untuk menggabungkannya. Dari sinilah, Ye Yuan mendapatkan pencerahan untuk menyatukan dua jurus tersebut.
Hasilnya, jurus baru memiliki kekuatan yang berbeda. Gerakan pedang menjadi seperti bayi yang mudah diatur di mata Ye Yuan.
Persaingan yang ada di antara banyak jurus pedang tidak terletak pada kekuatan melainkan pada pemahaman akan jurus-jurus tersebut. Jika Ye Yuan tidak dapat memahami hal ini, sudah dari tadi tubuhnya tercabik-cabik menjadi onggokan daging.
Lu Yan menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja kau lulus! Dengan nilai sempurna!'
Tentu saja, dia berhasil!
Seandainya Ye Yuan dianggap tidak lulus, toh tidak ada orang yang mampu melakukan apa yang Ye Yuan lakukan di putaran ketiga.
Setelah merasa terkejut, Lu Yan menjadi sangat gembira. Aliran Awan Tenang tidak perlu merasa khawatir gagal kembali ke wilayah utara karena sudah memiliki seorang murid petarung sehebat Ye Yuan.
"Ye Yuan, bakatmu bahkan lebih unggul dari Nenek Moyang Pendiri aliran, You Wuya! Aku yakin pencapaianmu di masa mendatang akan menyamainya, bahkan lebih. Aliran Awan Tenang beruntung memiliki seorang murid sepertimu!" Lu Yan mendesah dengan rasa kagum.
"Terima kasih atas pujiannya, Tetua."
Ye Yuan sendiri tidak pernah meragukan bakatnya. Di kehidupan sebelumnya, Ye Yuan sebenarnya memiliki bakat dalam ilmu bela diri Dao yang lebih unggul dari Ji Changlan, hanya saja dia tidak menekuninya.
__ADS_1
"Jalan Pelanginya muncul!"
Lu Yan berteriak hampir menangis. Dia menambahkan energi murni ke arah formasi susunan dan sebuah jalan yang berwarna-warni muncul di puncak Jalan Sembilan Surga.
"Ye Yuan, saat ini, kau dianggap telah mewarisi tonggak Pendiri Aliran, You Wuya. Aku harap kau tidak melupakan janjimu hari ini. Aku hanyalah orang tua yang akan mati, yang tidak akan bisa menyaksikan hari di mana Aliran Awan Tenang kembali ke Wilayah Utara. Aku harap kau akan membawa Pedang Changhua ini. Jika kita memang bisa kembali ke Wilayah Utara, bawalah pedang ini bersamamu. Tentu saja, jika kau menyukainya, kau bisa memakai pedang ini ketika bertarung. Anggap saja pedang ini sebagai penyambung hidupku."
Lu Yan menggerakkan tangannya. Sebuah pedang dengan sarung berumbai hijau terbang ke arah tangan Ye Yuan. Ketika pedang itu berada di tengah, Ye Yuan dapat merasakan bahwa pedang ini bukanlah pedang biasa. Dia merupakan barang Artefak Jiwa nomor 8.
Senjata para petarung bela diri dibagi menjadi tiga, artefak mulia, artefak magis dan artefak jiwa. Senjata tersebut ditujukan untuk para petarung dari tingkatan Energi Murni, Penggabungan Jiwa, Formasi Kristal dan juga tingkatan di atasnya.
Artefak Mulia dan Magis tidak memiliki batasan dalam meningkatkan kekuatan. Sementara itu, artefak jiwa dibatasi. Sebagian besar para petarung dari tingkat Formasi Kristal menggunakan artefak magis. Artefak Jiwa nomor 8 dianggap sebagai senjata keren di Aliran Awan Tenang.
Jelas sekali bahwa pedang yang Lu Yan serahkan pada Ye Yuan merupakan artefak jiwa dan hidup dari tetua itu.
Jika Ye Yuan tidak salah menduga, pedang ini sudah menemani Lu Yan di Jalan Sembilan Surga selama hampir 200 tahun. Pedang tersebut dapat dikatakan sebagai penyokong hidup jiwanya.
Meskipun Lu Yan mengatakan bahwa pedang itu diberikan pada Ye Yuan sebagai amanat baginya untuk membawa pedang itu ketika Aliran Awan Tenang kembali ke Wilayah Utara, inti dari maksud kalimat terakhir Lu Yan adalah memberikan pedang tersebut pada Ye Yuan.
Ye Yuan paham arah jalan pikiran Lu Yan. Dia dapat melihat potensi dirinya di masa dapan yang akan mencapai banyak hal luar biasa. Aliran Awan yang tidak terlalu besar ini tidak akan sanggup menampung potensi sebesar Ye Yuan ini.
Saat ini, Lu Yan mengharapkan bantuan dari Ye Yuan. Dia berharap Ye Yuan nantinya tidak akan melupakan Aliran Awan Tenang. Meskipun itu adalah skenario awalnya, Lu Yan bisa saja memiliki harapan kosong karena langkah kaki seorang petarung hebat tidak akan terhenti hanya karena hal seperti ini. bagi mereka, tujuan akhirnya adalah mencapai kehebatan Dao yang tanpa batas. Meski dapat dikatakan bahwa kepentingan aliran juga tidak dapat diabaikan.
Ketika Ye Yuan menginjak usia dewasa nanti, dia mungkin akan melupakan Artefak Jiwa nomor 8 yang kecil ini.
__ADS_1
Ye Yuan menerima Pedang Changhua dengan hati yang berat. Meski pedang ini tidak memiliki kekuatan langit, bagi Lu Yan pedang tersebut memiliki tempat khusus dalam hatinya. Dia sampai melakukan seperti ini demi kepentingan aliran. Orang seperti ini Lu Yan ini pantas untuk dihormati atas tindakannya.