
"Memang benar, itu tidak mungkin. Fase Energi Murni Qi lebih mudah untuk dilalui dari pada Fase Penggabungan Jiwa. Untuk bisa naik tingkat minor di fase ini kau harus mengerahkan kekuatan 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan fase Energi Murni Qi. Kakak Long Tang sudah dua tahun berada di Tingkat Ketiga Penggabungan Jiwa kan? Sampai sekarang dia masih belum bisa naik."
"Ye Yuan mungkin termasuk siswa berbakat tapi aku tidak percaya jika dia bisa mengalahkan Tetua Su dalam waktu satu tahun. dan lagi, dia sekarang masih berada di Tingkat Keenam Energi Murni Qi!"
"Meski aku juga tidak mempercayainya tapi Ye Yuan ini dalam waktu satu bulan bisa meningkatkan kekuatannya dari Tingkat Pertama sampai Keenam."
"Itu..."
Semua orang menganggap ancaman Ye Yuan pada Su Yubai sebagai sebuah lelucon. Naik tingkat di fase Penggabungan Jiwa bukanlah perkara yang gampang. Jumlah energi murni yang diperlukan untuk melalui tingkat minor saja sangat menakutkan banyaknya. Meskipun Ye Yuan ini sangat berbakat, tidak mungkin didinya bisa berada di Fase Penggabungan Jiwa dalam kurun waktu satu tahun.
Dan lagi, para petarung yang berada di tingkat Penggabungan Jiwa akan kesulitan untuk naik tingkat ketika mereka bertarung. Untuk mengalahkan Su Yubai, Ye Yuan setidaknya harus berada di Tingkat Kesembilan Penggabungan Jiwa. Ye Yuan mungkin harus melihat bagaimana Huyan Yong tadi yang sudah berada di Tingkat puncak Penggabungan Jiwa memuntahkan darah ketika pukulan Su Yubai mengenai tubuhnya. Ini berarti, fase Energi Murni Qi dan Penggabungan Jiwa sangatlah berbeda.
Su Yubai juga menjadi ikut heran mendengar kalimat Ye Yuan. Amarahnya meledak. Bukan karen aYe Yuan berniat ingin menebas kepalanya tetapi karena kata 'tua bangka' yang Ye Yuan lontarkan.
Su Yubai adalah orang yang memiliki status tinggi di perguruan ini dan dia juga memiliki kekuasaan. Tidak ada orang yang berani meremehkannya. Sejak kapan ada orang yang berani menunjuk hidungnya kemudian melontarkan kata 'tua bangka' di hadapannya seperti Ye Yuan ini?
"Bajingan! Berani-beraninya kau membentakku?" Su Yubai ingin menyerang Ye Yuan karena saking marahnya.
Seketika Ye Yuan melakukan sesuatu yang membuat semua orang membelalakan matanya. Dia langsung berlari ke belakang Feng Ruoqing dan menangis dengan suara lugunya. "Guru Feng, si tua bangka ini akan memukulku!"
Beberapa waktu yang lalu, Ye Yuan masih berbangga hati dan membual akan menebas kepala seseorang. Sekarang, Dia justru bersembunyi di balik tubuh seorang perempuan. Benar-benar memalukan. Meski begitu, apa yang dia lakukan saat ini cukup berguna. Betapa pun bergejolaknya amarah Su Yubai, dia tidak akan berani menyerang Feng Ruoqing.
Ye Yuan sudah lama mengetahui tentang ketakutan Su Yubai terhadap Feng Ruoqing. Hal ini juga membuat Ye Yuan penasaran akan latar belakang wanita itu. Dia bukanlah seorang guru biasa di Perguruan Dan Wu.
__ADS_1
Ye Yuan mencoba menjelajah ingatannya namun seingatnya tidak ada keluarga hebat di negeri Qin yang bermarga Feng.
"Guru Feng. Aku ingin pergi sendiri ke Balai Pertemuan. Apakah itu bermasalah?" Ye Yuan berkata dengan memasang muka datar.
Feng Ruoqing menghela napas, kemudian mengangguk.
Meski Feng Ruoqing adalah wanita cantik yang elegan, dia dilahirkan dalam keangkuhan keluarga kerajaan. Dia tidak tahu mengapa dia tidak bisa menolak permintaan pemuda di depannya ini.
Setelah berkali-kali merasa dihina, Su Yubai tidak ingin lagi kehilangan muka di hadapan semua orang. Dia mendengus dan langsung pergi. Su Yubai yakin bahwa Ye Yuan dan Feng Ruoqing tidak akan berani datang ke Balai Pertemuan.
Setelah Su Yubai tidak terlihat, Ye Yuan membungkuk hormat kepada Huyan Yong. "Aku mengucapkan terima kasih pada Guru Huyan yang telah menyelamatkan hidup saya."
Huyan Yong mengibaskan tangannya dan membalas dengan santainya.
"Jangan berterima kasih padaku tetapi kepada ketua. Sebelum ketua pergi, dia memerintahkanku untuk tidak membiarkan sesuatu terjadi padamu dan juga mengurusmu."
"Sebenarnya. Jujur saja, kamu telah menyelamatkan hidupmu sendiri." Feng Ruoqing tiba-tiba ikut berbicara.
"Oh? Bagaimana bisa?"
"Aku menceritakan semua prestasimu ketika mengikuti ujian tabib. Ketua sangat mengapresiasi murid berbakat seperti dirimu. Itu kenapa dia memerintahkan Guru Huyan Yong untuk melindungimu," jelas Feng Ruoqing.
Baru sekarang Ye Yuan tahu. Namun, apa yang dia maksudkan berbeda dengan yang Feng Ruoqing maksud. Bantuan Huyan Yong sangatlah berarti baginya. Ye Yuan bukan orang yang tidak tahu terima kasih. Dia merasa harus membayar bantuan Huyan Yong ini suatu saat nanti.
"Guru Huyan. Setelah aku bisa berada di Tingkat Penggabungan Jiwa. Kebaikan guru pasti akan aku balas."
__ADS_1
Ye Yuan memberikan janji yang terdengar seperti janji yang entah kapan dapat ditepati. Meski begitu, Huyan Yong tahu bahwa apa yang dikatakan Ye Yuan ini tulus dari dalam hatinya. Hanya saja dia tidak tahu betapa berat janji yang Ye Yuan ucapkan hari ini.
Jiang Yunhe hanya memerintahkan Huyan Yong untuk melindungi Ye Yuan sebelum ketua itu berangkat pergi seperti biasanya. Dia sama sekali tidak tahu alasan kenapa Jiang Yunhe berubah pikiran.
"Tidak perlu. Aku tidak melindungimu supaya dibalas suatu saat nanti. Kejadian hari ini tidak bisa dianggap sudah usai. Sepertinya Su Yubai masih menginginkan nyawamu!" Huyan Yong merasa bahwa Ye Yuan berjanji sebagai rasa terima kasih. Jadi dia tidak sampai mengambil hati ucapan itu.
Feng Ruoqing seperti bisa menebak sesuatu. Matanya tiba-tiba berbinar. Hanya saja dia tidak ingin mengatakannya. Dia mulai membayangkan kemampuan Ye Yuan dalam meracik pil obat jika pemuda itu sudah sampai pada tingkat Penggabungan Jiwa.
"Ye Yuan, aku melihat seperti apa sikap Su Yubai tadi. Dia akan membawa permasalahan ini ke Dewan Tetua. Kamu harus waspada. Jika Dewan Tetua langsung menjatuhi hukuman mati terhadapmu maka tidak ada yang bisa kita lakukan." Feng Ruoqing mengerutkan dahi ketika menjelaskan pada Ye Yuan.
"Benarkah Dewa Tetua sekuat itu? Bukankah kamu mengatakan ada pengecualian, Guru Feng? Bagaimana dulu orang itu tidak jadi dihukum mati?"
"Apa yang kamu maksud adalah Mo Yuntian? Meski dia berhasil lolos dari hukuman mati, waktu itu dia pun hampir mati!" Huyan Yong menyela pembicaraan keduanya.
"Oh? Apakah Guru Huyan bisa menjelaskan hal itu padaku?"
Huyan Yong menggelengkan kepalanya sebelum menjawab.
"Kamu tidak bisa mengikuti apa yang dilakukan Mo Yuntian. Tidak usah dipikirkan! Sekarang yang bisa kita lakukan adalah menunda Pertemuan Dewan Tetua sampai ketua kembali ke perguruan."
Karena Huyan Yong tidak ingin menjelaskan Mo Yuntian, Ye Yuan semakin penasaran dengan cerita orang itu. Dia kemudian bertanya pada Feng Ruoqing.
"Apa ada sesuatu, Guru Feng?"
__ADS_1
Feng Ruoqing cukup ragu beberapa saat sebelum akhirnya menjawab.