
Di kehidupan Ye Yuan sebelumnya, ia menghabiskan waktu yang lama dalam posisi tinggi sebagai seorang tabib. Dia tahu berbagai macam karakter orang; kesalahannya adalah dia tidak bisa mengenali seorang penghianat ambisus yang telah menghianatinya. Tang Yu adalah anak berbakti dan pastinya bukan tipe orang yang suka menusuk dari belakang. Ye Yuan juga melihat dirinya ada dalam diri Tang Yu. Itulah mengapa dia memberi Pil Penghancur Yuan itu padanya.
Ada juga niat tersembunyi yang menjadikan Ye Yuan berteman dengan Tang Yu. Seperti bunyi sebuah peribahasa yang mengatakan bahwa orang baik itu punya tiga pembantu, maka setelah Ye Yuan kembali ke perguruan, dia merasa tidak mungkin mengurusi segala hal sendiri. Jika dia memiliki beberapa teman baik, semuanya akan jauh lebih mudah.
"Jangan khawatir, Ye. Aku bisa menbedakan antara orang baik dan jahat. Aku juga sadar bahwa Pil Penghancur Yuan ini akan dicari banyak orang. Tentu saja, aku tidak akan mengatakannya pada orang lain. Maafkan aku yang bersikap lancang. Bukankah kamu sudah memiliki kemampuan yang hebat? Untuk apa kembali ke Perguruan Dan Wu?"
Tang Yu bukan pemuda bodoh. Meskipun ia hanya bisa sedikt, ia benar-benar yakin bahwa kemampuan Ye Yuan telah memenuhi bahkan melampaui kemapuan standar seorang tabib di negeri Qin. Pergi belajar ke Perguruan Dan Wu dirasa tidaklah terlalu penting bagi Ye Yuan.
Ada beberapa hal yang Tang Yu tidak berani tanyakan pada Ye Yuan karena khawatir akan Ye Yuan salam memahaminya. Pertanyaan seperti dari mana Ye Yuan belajar semua hal yang dia bisa sekarang.Pil yang dibuat Ye Yuan untuk menyembuhkan Tang Zhaui dan Pil Penghancur Yuan yang dia racik tidak mungkin dia dapat dari ajaran Ye Hang.
Namun, Tang Yu hanya bisa menyimpan semua pertanyaan ini dalam kepalanya. Di tidak akan melampaui batas dengan bertanya dan memilih menunggu Ye Yuan yang bercerita kepadanya.
"Perguruan Dan Wu masih menjadi tempat di mana para orang-orang kalangan atas negeri Qin berkumpul. Tempat di mana angin bertemu dengan awan; bagaimana aku bisa, melewatkan kesempatan ini?" celetuk Ye Yuan.
"Hahaha. Menurutku, mereka yang disebut kalangan atas dan pintar, bila dibandingkan denganmu tak lebih dari boneka ayam dan anjing."
Ye Yuan menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Para pahlawan yang ditempat di bawah langit tidak dapat diremehkan. Aku pikir kau sudah menebaknya. Beberapa hari ini, keberuntungan menyertaiku sehingga aku bisa mengalami perubahan yang signifikan. Namun, sebenarnya kekuatanku masih terlalu lemah. Orang pintar yang tidak kuat hanya akan berakhir menjadi batu pijakan bagi orang lain."
Tang Yu menganggukkan kepalanya, sedikit memahami alasan mengapa Ye Yuan ingin pergi ke Perguruan Dan Wu. Tang Yu semakin dibuat kagum oleh Ye Yuan.
__ADS_1
Tak bisa dipungkuri bahwa pertemuan Tang Yu dan Ye Yuan adalah keberuntungan luar bisa yang terjadi dalam hidup Tang Yu. Namun bagi Ye Yuan, sikapnya yang tidak sombong, gegabah dan tetap tenang merupakan hal yang sulit. Bagaimana tidak? Di antara orang-orang pintar di perguruan, mana yang tidak ingin menjadi nomor satu? Orang-orang macam mereka selalu meremehkan orang-orang yang tidak memiliki latar belakang keluarga yang bagus.
Tang Yu percaya bahwa Ye Yuan akan segera dapat menunjukkan kecerdasannya di Perguruan Dan Wu. Orang-orang yang disebut pintar itu pasti akan kalah darinya.
"Ayo keluar. Tuan pasti lelah setelah mengikuti kita sepanjang jalan. Benar kan?" Ye Yuan tiba-tiba berteriak keras sementara Tang Yu masih tenggelam dalam pikirannya sendiri.
Wajah Chou Ying tampak suram dua hari terakhir.
Sebagai pembunuh bayaran Tingkat Perunggu dari kelompok Mosha, target pembunuhannya sebagian besar adalah para pendekar mulai dari Tingkat Ketujuh Energi Murni Qi hingga tingkat atas. Namun kali ini, misi yang dia terima adalah membunuh seseorang yang berada di Tingkat Pertama.
Gelar yang diperoleh Chou Ying sebagai Pembunuh Tingkat Perunggu menunjukkan jika kemampuannya telah diakui oleh kelompoknya. Kekuatan Chou Ying berada di Level Ketujuh Energi Murni Qi, seharusnya lawan yang dia hadapi sepadan dengan dirinya. Kadang-kadang dia malah diminta untuk menghabisi para pendekar yang lebih kuat darinya. Permintaan yang datang pada dirinya untuk membunuh seseorang yang hanya berada di Tingkat Pertama Energi Murni Qi adalah sebuah penghinaan.
Untuk meningkatkan kemampuannya, Chou Ying sering menerima misi yang cukup menantang. Bahkan ada kesempatan di mana dia menerima misi untuk membunuh orang yang sudah berada di Tingkat Sembilan. Misi ini hampir tidak dapat diselesaikan olehnya. Namun, setelah dia berhasil, ia menerima lebih banyak perhatian dari kelompoknya dan uang yang dia terima juga semakin banyak.
Kali ini, target pembunuhannya adalah seorang remaja yang tidak memiliki kemampuan beladiri dan hanya berada di Tingkat Pertama Energi Murni Qi. Chou Ying menganggapnya seperti lumpur busuk yang tidak bisa membuat dinding tegak berdiri. Jika seperti ini, seharusnya sang pemberi perintah memberinya banyak uang supaya menghindari tugas, bukannya menjalankan perintah sepele semacam ini.
Menghadapi target seperti itu, Chou Ying hanya perlu menjentikkan jari untuk melenyapkannya.
Meski begitu, Chou Ying adalah pembunuh profesional. Dia tetap mempersiapkan diri meski sebenarnya peringatan Wan Donghai dia abaikan.
__ADS_1
Dari teman-teman sesama pembunuh bayaran, Chou Ying belajar bahwa seekor singa akan mengerahkan seluruh tenaganya meski ketika hanya berburu kelinci.
Di masa lalu, banyak pemula dan bahkan pembunuh di Tingkat Perunggu dari kelompok Mosha mencoba membunuh target mereka di tempat terbuka hanya karena target terlalu lemah, tetapi akhirnya mereka justru kehilangan nyawa mereka sendiri.
Selain itu, ada kabar bahwa ayah si target sudah memberikan pengawalan terhadap si target dua orang ahli petarung untuk menjaganya yang pastinya akan merepotkan Chou Ying.
Chou Ying sangat percaya diri dengan kemampuan membunuhnya. Dia merasa memilki cara yang ampuh. Selama dia bisa memanfaatkan kondisi cuaca dan wilayah yang akan dilewati oleh si target, ia pasti akan mampu membunuhnya dengan sukses. Tidak peduli si target berada dalam perlindungan kedua pengawal.
Ternyata, si target bernama ini bukannya membawa dua pengawal sakti melainkan hanya ditemani oleh dua orang. Yang satu anak remaja seperti dirinya dan yang satunya seorang anak gadis kecil.
"Hehehe. Karena kamu mengejar kematian, maka aku tidak akan menahan diri," batin Chou Ying gembira.
Chou Ying yang melihat rombongan kecil ini dari kejauhan. Dia sangat gembira, seolah-olah jantungnya serasa akan lepas dan keluar.
Semenjak meninggalkan kota, Chou Ying telah mengikuti Ye Yuan, Tang Yu dan Lu dari belakang, tanpa melakukan penyerangan. Dia sudah menyelidiki jalur yang mengarah dari ibukota ke Perguruan Dan Wu dan sudah memiliki rencana di mana dia akan membuat penyergapan.
****
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN YAAA....GUYSS
__ADS_1